
"Paman Vic?" ujar Charles
"Charles, hari ini paman Vic akan keluar dari rumah sakit, mari kita temui dia" ajak Winz dengan melangkah pergi menjumpai Vic dengan di ikuti Charles
"Papa, semua kebutuhan papa sudah ku sediakan di rumah, jadi tidak perlu khawatir apa-apa lagi" kata Steve yang sedang memakaikan jaket ke tubuh Vic
"Mulai hari ini papa ingin menjalani hidup yang tenang agar suatu saat papa pergi juga merasa tenang, tapi tidak tahu kenapa perasaan papa seperti merasa ada sesuatu yang terjadi" ucap Vic
"Mungkin karena papa masih memikirkan mama oleh sebab itu perasaan papa tidak nyaman"
"Tidak seperti itu! papa tidak memikirkan mama mu, hanya saja seperti ada yang terganjal di hati papa, perasaan ini kacau sekali, tadi tiba-tiba saja hati papa merasa sakit, papa mengira terkena penyakit lain"
"Pa, apa perlu kita menjumpai dokter dan periksa dulu?"
"Tidak perlu!" jawab Vic
"Hari ini tidak melihat Flower?" tanya Vic
"Hari ini dia belum datang, mungkin saja Charles ada urusan lain, oleh sebab itu dia tidak bisa datang" jawab Steve yang sedang berdiri di hadapan ayahnya itu
"Hm...mari kita pulang, papa sudah bosan di rumah sakit terus" ajak Vic yang ingin melangkah menuju ke pintu
Klek
"Paman" sapa serentak Charles dan Winz yang baru masuk ke kamarnya
"Charles, Winz, kenapa kalian seperti sedang cemas, apa yang sudah terjadi?" tanya Steve
"Paman, kami butuh bantuan mu" kata Charles yang menghampiri Charles dan Steve
"Charles, katakan ada apa?" tanya Vic
"Apakah darah paman golongan AB?" tanya Charles
"Iya, lalu kenapa?" jawab Vic dengan heran
"Paman, Flower kecelakaan dan dia sangat butuh darah sekarang" jawab Charles
"Kecelakaan? lalu bagaimana dengan kondisinya?" tanya serentak Steve dan Vic dengan khawatir
"Kondisinya kristis, Flower kehilangan banyak darah, oleh sebab itu kami butuh bantuan paman, karena golongan darahnya adalah AB" jelas Winz
"Darahku juga AB, aku akan mendonornya" kata Steve
__ADS_1
"Mari kita pergi sekarang juga, cepat selamatkan Flower" ucap Vic yang merasa cemas dan melangkah pergi bersama Steve dengan mengikuti langkah Winz dan Charles
Charles sedang berdiri di luar ruang darurat dengan merasa cemas dan tidak bisa duduk diam, dirinya menyesal atas semua kejadian yang menimpanya sehingga melukai pujaan hatinya itu
Tidak lama kemudian Cole dan Harry mendatangi rumah sakit setelah di hubungi oleh bosnya
Tap...tap...tap...tap...tap..
Suara hentakan kaki mereka yang sedang berlari ke arah Charles
"Bos" suara panggilan serentak Cole dan Harry
"Cole, selidiki siapa yang mengirim video ini, cari sampai dapat dan patahkan tangannya" perintah Charles dengan merasa kesal
"Baik Bos" jawab Cole
"Bos, bagaimana dengan nona?" tanya Harry
"Paman Vic dan Steve mendonor darah karena Flower kehilangan banyak darah" jawab Charles dengan khawatir
"Di mana pelakunya?" tanya Cole
"Aku belum melihatnya" jawab Charles
"Apa kau yang menabraknya?" tanya Charles yang melihat ada bercak darah di baju pria itu
"Maaf, aku adalah orangnya, dan aku tidak sengaja, nona ini tiba-tiba saja muncul di tengah jalan dan aku menekan klakson tapi nona ini tidak mengelak, dia malah tersenyum melihat mobilku" jelas pria itu dengan merasa bersalah
"Flower, apa yang kamu lakukan?" gumam Charles
"Tuan, aku akan menanggung semua biaya ini" ujar pria itu
"Pergi..mengenai biaya aku masih sanggup" ketus Charles
"Bos kami sudah menyuruh kamu pergi, cepat pergi sana" bentak Harry dengan mendorong pria itu
"Iya, maaf" ucapnya sambil melangkah pergi
"Bos, bagaimanapun ini adalah kesalahanku, jika semalam aku mengawasi nona saat dia mau ke dapur mungkin saja ini semua tidak akan terjadi, semalam nona mencari Anda akan tetapi nomor handphone Anda tidak bisa di hubungi" ucap Cole dengan merasa bersalah
Charles mengeluarkan handphonenya dan membuka rekaman cctv untuk melihat kejadian semalam
Saat dirinya melihat Flower yang terduduk di dapur selama beberapa jam dan bahkan hampir ingin bunuh diri dengan mengunakan pisau buah tentu membuat Charles merasa semakin menyesal karena dirinya mengabaikan gadis itu semalam
__ADS_1
Air mata membasahi wajah tampan Charles karena merasa sedih yang cukup mendalam
"Ini semua karena salahku, Flower mengira aku telah mengkhianatinya, tentu saja dia sangat sakit hati di saat itu sehingga ingin melukai dirinya, dan dia juga ingin bunuh diri oleh karena itu dia memilih di tabrak daripada mengelak" ucap Charles yang mengeluarkan air mata
Tidak lama kemudian Steve dan Vic selesai mendonorkan darahnya dan sama-sama menunggu Flower bersama Charles
"Charles, maaf. ini semua salahku juga, jika bukan karena aku mengajak mu keluar, maka semua ini tidak akan terjadi" ucap Steve yang merasa bersalah
"Bukan! ini tidak ada hubungan denganmu" jawab Charles dengan merasa sedih
"Charles, paman berharap Flower baik-baik saja, dengan darah paman dan Steve maka Flower pasti terselamatkan" kata Vic dengan menenangkan Charles
"Terima kasih paman, Steve, karena sudah membantu" ucap Charles
"Tidak Charles, jangan mengatakan itu, di saat paman berada di rumah sakit dirimu dan Flower selalu datang melihat paman dan membawakan makanan, bagi paman kamu dan Flower sudah bagian dari ahli keluarga paman" jawab Vic
"Aku sangat menyesal karena telah melukainya, sehingga dia memilih mengakhiri hidupnya" kata Charles yang penyesalan
"Sudah terjadi maka tidak bisa di ulang lagi, yang paling penting Flower cepat sadar, dan setelah itu kau bisa menjelaskan semuanya atas kesalahpahaman ini" ujar Vic
"Aku akan menjadi saksi dan bila perlu aku akan membawa Sania ke sini, Sania juga di rawat di sini, jadi aku bisa mempertemukan mereka" jelas Steve
"Terima kasih, dengan adanya bantuan mu maka aku yakin Flower akan percaya padaku" ucap Charles
Setelah satu jam kemudian Winz keluar dari ruang darurat
"Winz, bagaimana dengan Flower?" tanya Charles yang merasa cemas
"Dia sudah melewati masa kritis, besok dia baru akan sadar, karena masih lemah" jawab Winz
"Baguslah! akhirnya Flower sudah berhasil melewatinya" ucap Vic dengan merasa tenang
"Charles, walau Flower sudah selamat, tapi karena aku sebagai dokternya aku tidak berharap melihat dia pingsan dalam kondisi seperti ini lagi, jika kau melindunginya dengan baik maka semua ini tidak akan terjadi" tegur Winz dengan nada tegas
"Sebenarnya ini salahku, aku tidak melindungi nona dengan baik, bukan salah bos" ucap Cole dengan merasa bersalah
"Aku juga salah, aku berada di rumah tapi tidak tahu nona keluar dari rumah" lanjut Harry
"Bukan kalian, tapi aku. karena aku yang mengajak Charles keluar sehingga terjadi hal yang tidak menyenangkan" sambung Steve dengan merasa menyesal
"Semua ini adalah kesalahanku, jika aku tidak minum hingga mabuk dan salah mengenal orang, maka Flower tidak akan terluka" ucap Charles
"Semua kejadian ini kalian semua memang ada salah, tapi paling utama adalah Charles telah melakukan kesalahan besar" kata Winz
__ADS_1