
Stallone berusaha mengingat wanita yang bernama Lucia ini. dan berjalan menghampiri jendela rumahnya itu
"Aku tidak akan melupakan kejadian malam ini, aku akan beritahu kepada kakakku,"
"Kalau begitu aku juga ingin bertanya pada kakakmu, kenapa bisa membiarkan adiknya setiap malam di club malam dengan berpakaian yang tidak seharusnya, selain itu apakah dia tidak tahu jika adiknya sering saja minum minuman keras dan menari-nari dengan pria yang datang ke club malam. dengan gayamu ini kau bisa jatuh ke tangan pria. dan aku adalah pria yang sial malam ini."
"Aku sudah ingat semuanya, Lucia adalah adik angkat Fernando dan si botak ini mengincarku demi Lucia wanita liar itu," ketus Stallone dengan sambil menatap ke arah Chan dan Lainnya.
"Bos, apakah kematian wanita itu ada hubungan dengan Anda?" tanya Chan.
"Aku juga tidak pasti, kami berkenalan di club itu, setiap malam aku minum di sana dan setiap kali juga dia muncul dan minum bersamaku. karena penampilannya aku mengira dia adalah wanita hiburan dari club itu. dan kami minum sangat banyak di malam itu sehingga dia mengajak ku ke hotel yang terdekat, setelah tiba di hotel dia melepaskan semua pakaiannya dan mengodaku dan tidak lama kemudian dia tidak sadarkan diri karena kebanyakan minum. aku melakukan dengannya dan di saat itu aku baru tahu dia masih perawan, setelah dia sadar dia memaksa ku untuk menikahinya dan aku menolak dan memberi dia uang dan kemudian aku pergi. setelah itu aku tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya," jelas Stallone.
"Mungkin saja dia bunuh diri setelah bos pergi meninggalkan dia," ujar Atith.
"Dia sengaja menjebakku, agar aku menyentuh dia dan kemudian memaksaku untuk menikahinya, aku tidak suka dengan cara seperti ini. andaikan aku tahu dia bukan pelayan club, mana mungkin aku melakukan itu karena dia bukan wanita bayaran ku. kejadian sudah tiga tahun sehingga aku sudah lupa nama Lucia ini. dan tidak menyangka mengenal dia memang sial bagiku," ketus Stallone dengan kesal
"Kalau karena Fernando ingin membalas dendam demi Lucia, maka masalah ini sangat sulit di selesaikan,"kata Chan.
"Tidak ada penyelesaian selain berhadapan dengannya," ujar Stallone.
"Tidak bisa! Fernando adalah manusia yang selalu menganggap dirinya paling benar, dan kita tidak bisa berhadapan dengannya untuk menyelesaikan masalah ini. kalau kita berhadapan itu tandanya kita harus siap mati," jelas Chan.
"Ini adalah jebakan wanita itu terhadap bos, apakah tidak bisa kita jelaskan kepadanya?" tanya Borey.
"Kita bukan pertama kali mendengar nama Fernado, dan kita juga sudah mengetahui kekejamannya itu, tidak bisa di selesaikan dengan beberapa kata. tidak akan selesai permasalahan ini selagi tidak ada yang tewas di antara kita dengan dia," kata Chan.
"Fernando tidak akan mendengar penjelasan kita, walau dia tahu adiknya yang menjebak bos dia juga tidak akan melepaskan kita. untuk melawannya kita harus kembali ke kamboja untuk menyerang kumpulannya," ujar Atith
"Hanya dengan cara ini agar kita bisa mengalahkan dia," lanjut Boran.
"Tidak semudah seperti kalian yang pikirkan, kumpulannya cukup besar. dia adalah lawan tersulit bagi kita," ucap Chan.
__ADS_1
"Aku sangat ingin berhadapan dengannya setelah tahu apa alasan dia mengincarku," ujar Stallone dengan kesal
"Bos, harap Anda bersabar! kita tidak bisa gegabah untuk melawan mereka. Fernando sekarang bukan yang dulu lagi. kita tidak bisa melawan mereka tanpa menyusun rencana," kata Chan.
"Dalam hidupku mengenal banyak wanita, dan Lucia adalah wanita yang paling licik dan bahkan sudah mati saja masih menyusahkan," ketus Stallone.
Karena merasa kesal dirinya pun ingin beranjak dari tempat tinggal itu
"Bos, ingin kemana?" tanya Borey.
"Aku ingin keluar sebentar, kalian jangan ikuti aku!" jawab Stallone yang melangkah keluar.
"Chan, bukankah bahaya jika biarkan bos pergi sendirian?" tanya Guty.
"Apa kalian sudah bersiap mati jika suatu saat kita harus berhadapan dengan Fernando?" tanya Chan.
Empat temannya berdiri dengan berkata," kami bersiap untuk mati."
"Jika sampai jatuh ke tangannya maka aku lebih rela memutuskan lidahku sendiri dari pada harus di siksa hingga mati!" kata Borey dengan tegas.
"Benar! jika sampai terjadi maka kami akan bunuh diri agar tidak mati di tangannya," ujar Guty dengan tegas.
"Mari kita menyusul bos!" ajak Chan yang melangkah keluar dan di ikuti oleh empat temannya.
Di sisi lain Stallone sedang melajukan mobilnya dengan penuh rasa emosi. ia mengunakan kecepatan yang tinggi dan entah mau kemana.
"Sia.lan," ketus Stallone sambil menghentakan tangannya ke setir.
"Lucia sia.lan, sudah mati saja masih menyusahkan ku. kalau tahu aku akan menjadi incaran lebih baik aku membunuhmu dengan tanganku sendiri di saat itu. persetan dengan keperawanan mu. kau bukan wanita pertama yang memberiku malam pertama," ketus Stallone dengan kesal.
"Aku Stallone kamboja harus melarikan diri karena jebakan mu," bentaknya dengan kesal.
__ADS_1
Tidak lama kemudian nada dering di handphonenya berbunyi. ia melihat nama panggilan tersebut dan kemudian menjawabnya.
"Hallo," sapa Stallone yang menjawab panggilan itu.
"Hai...sayang, kau ada di mana?" sahut seorang wanita dari seberang sana.
"Aku sedang di jalan, ada apa mencariku, Candy?"
"Apa kau sudah lupa kalau kita pernah berjanji untuk bertemu jika sedang menginginkan. dan aku berharap kau datang!" jawab Candy.
"Untuk saat ini aku tidak bisa!"
"Ayolah sayang, kau tahu kalau aku kesepian dan sangat membutuhkan mu sekarang dan aku yakin kau juga sama!"
"Kau berada di mana?"
"Di rumah ku, aku menunggu mu di sini!"
"Baiklah, aku akan datang sebentar lagi," jawab Stallone yang memutuskan panggilannya.
Tidak lama kemudian ia menginjak rem mobilnya dan berhenti di tengah jalan itu.
Tidak tahu apa yang di pikirkan olehnya, telapak tangannya mengenggam setir mobil dengan erat wajahnya seakan ingin emosi hanya saja dia mendiam selama beberapa menit di sana.
Sementara Candy yang adalah salah satu wanita Stallone ia telah di ancam oleh anggota Fernando untuk menghubungi teman ranjangnya itu. tidak tahu bagaimana caranya Fernando bisa mengetahui tentang Candy yang sudah lama tidak bersama dengan Stallone sejak hubungan mereka di tempat parkiran rumah sakit di saat itu.
"Jika bocah itu datang maka nyawamu akan selamat, karena sasaran ku hanya dia, dan jika kau gagal maka kau akan mewakilinya untuk mati," kata Fernando dengan ancaman dan sedang menjambak rambut wanita cantik itu.
"Tuan, jangan bunuh aku! aku yakin dia pasti datang," pinta Candy dengan ketakutan.
"Sambil menunggu dia datang aku ingin kau melayani ku sehingga aku tidak bosan menunggu," ucap Fernando yang menarik Candy melangkah ke kamar.
__ADS_1