
Keesokan harinya
Di pagi hari sebelum berangkat kerja seperti biasanya Steve dan Vic akan bersarapan bersama, Steve menyiapkan sarapan dan lalu menghidangkan ke meja makan
"Steve, apa Flower belum bangun?" tanya Vic
"Belum, Pa. biarlah adik tidur agak lama, aku malah sempat khawatir jika dia tidak terbiasa di sini" jawab Steve dengan duduk di kursi
"Bagaimana dengan Charles, apa masalahnya belum selesai?" tanya Vic yang sedang duduk di kursi
"Tidak secepat itu, Pa. musuhnya itu sangat tidak mudah di hadapi, Charles memiliki rencana untuk melawan musuhnya, oleh sebab itu dia belum bisa muncul di hadapan orang" jawab Steve yang sedang menuangkan minuman cafee ke cangkir ayahnya
"Apakah dia ingin membalas dendam secara diam-diam?"
"Iya, dendamnya terhadap Brad sangat dalam, tentu saja dia harus membunuhnya"
"Hatinya pasti terluka setelah mengetahui penyebab kematian orang tuanya, ayah angkat sendiri adalah pembunuh, di saat dia mengetahuinya dia pasti sangat terpukul" ujar Vic
"Dia menghabiskan beberapa botol minuman di saat dia mengetahuinya, dia hidup bersama pembunuh orang tuanya selama ini, dan sudah menjadi senjata tajam bagi ayah angkatnya" ucap Steve
"Kita hidup beda dunia dengannya, dia di dunia mafia, oleh sebab itu kita tidak bisa membantunya"
"Semalam aku menemuinya, dia sangat merindukan adik, hanya saja dia tidak mau melibatkan adik, oleh karena itu dia tidak ke mari dan tidak ingin adik tahu jika dia terluka"
"Bagaimana dengan lukanya? apakah sudah sembuh?"
"Sudah mendingan, hanya jahitan saja yang belum kering"
"Papa hanya berharap dia selamat, kalian sudah lama berteman, bagi papa Charles sudah seperti keluarga sendiri, dan sekarang dia sudah manjadi kekasih adikmu. papa lebih berharap dia selamat" ujar Vic yang merasa khawatir
"Papa, jangan khawatir, Charles sangat tangguh dan juga memiliki pengawal yang hebat, jadi dia pasti akan selamat"
"Sehebat apapun seseorang pasti bisa tumbang jika peluru menancap ke kepala, Charles ada seorang Gangster, sementara ayah angkatnya itu juga memiliki banyak pengikut handalan, mana mungkin papa tidak khawatir" jelas Vic
"Charles hanya sedang menunggu waktu, dia tidak bisa gegabah ambil tindakan, dia harus mengetahui di mana sarang pengikut Brad dan juga jumlahnya, oleh karena itu untuk saat ini dia belum bertindak secara terang-terangan" kata Steve yang sedang menyantap makanannya
__ADS_1
Tidak lama kemudian Flower turun ke lantai dasar dan menuju ke ruang makan
"Papa, Kakak, selamat pagi" ucap Flower yang merasa lemas
"Pagi Flower, kenapa kamu bangun sepagi ini?" tanya Vic yang menoleh ke arah putrinya itu
"Flower, mari duduklah dan bersarapan, kakak tidak membangunkanmu, agar kamu bisa tidur lebih lama" ucap Steve
"Flower, wajahmu sangat pucat, apa kamu demam?" tanya Vic dengan merasa khawatir
"Papa, aku ingin bekerja di luar, apakah papa dan kakak menginzinkan?" tanya Flower dengan berharap dan duduk bersama mereka
"Flower, kenapa tiba-tiba ingin bekerja, apa kamu berasa bosan karena di rumah terus?" tanya Steve
"Aku ingin mencoba bekerja di luar, selama ini aku hanya berada di dalam rumah, dan aku tidak mau di rumah terus dan tidak melakukan apapun" jawab Flower
"Flower, kerja apa yang kamu inginkan? katakan pada papa" tanya Vic
"Aku bisa menjaga toko atau bekerja di bagian cleaning service, karena di usia 14 tahun aku sudah tidak sekolah, jadi aku tidak sesuai bekerja di perusahaan manapun" jawab Flower
"Benar kata kakakmu! Flower, harus bekerja di bagian akuntansi ataupun manager, anak papa tidak boleh bekerja di bagian pembersihan" ucap Vic
"Pa,tapi aku tidak mengerti di bagian akuntansi dan manager, aku sangat bodoh dan tidak berpendidikan tinggi, jadi syarat untukku hanya sesuai kerja bagian jaga toko ataupun cleaning service" jawab Flower
"Flower, apa kamu yakin ingin bekerja di luar? ini akan sangat melelahkanmu" tanya Steve
"Kakak, walau selama ini aku tidak pernah bekerja di luar tapi aku bekerja terus saat di rumah Mark, aku bekerja selama belasan jam di rumah itu, jadi aku sudah terbiasa" jelas Flower
"Begini saja, kakak akan membantumu mencari pekerjaan, tapi adik harus berjanji dulu jangan memaksakan diri jika merasa kelelahan" kata Steve
"Kakak, aku berjanji. kakak dan papa setujukan jika aku bekerja di luar?" tanya Flower dengan menatap ke arah Ayahnya dan kakaknya itu
"Sebenarnya papa ingin kamu bekerja di perusahaan papa, kamu bisa belajar dulu, baru bekerja, dengan begini papa baru bisa merasa tenang jika kamu ada di sisi papa" ujar Vic
"Papa, aku ingin belajar mandiri. biarkan aku bekerja di luar, aku tidak melihat gajinya berapa aku hanya ingin bekerja" ucap Flower
__ADS_1
"Baiklah, adikku yang manis, kakak akan mencarikan kerja untukmu, dan sekarang makanlah sarapanmu dulu" kata Steve dengan senyum
"Iya, terima kasih, Kak" ucap Flower dengan tersenyum
"Hahahahah..putri papa ini sangat berbeda dengan yang lain, apa kamu tahu banyak anak teman papa di usiamu mereka hanya tahu berjalan-jalan dengan temannya dan shoping, sementara dirimu malah ingin bekerja" kata Vic dengan tertawa
"Papa, aku dari kecil sudah bekerja terus di dalam rumah, jadi tidak biasa kalau tidak bergerak, badanku akan merasa sangat lemas" jawab Flower
"Papa mengerti, jika memang ini keinginanmu, maka papa dan kakak akan turuti permintaanmu, tapi ingat seperti kata kakakmu jika merasa lelah maka jangan di paksakan" ucap Vic
"Iya! aku berjanji" jawab Flower dengan senyum
"Aku tidak mau di rumah terus, aku hanya akan seperti orang tidak berguna, lagi pula aku tidak ingin berpikir sembarangan, aku tahu walau aku merasa cemas dan khawatir di sini juga tidak bisa membantunya menyelesaikan masalahnya, dia memiliki banyak anggota di sisinya, mereka semua sangat hebat, sedangkan aku hanya bisa membebankan dia" batin Flower
Mansion Charles
"Bos, mereka sudah berangkat dari spanyol, dan akan tiba sore nanti" ucap Cole
"Dan selain itu semuanya sudah di atur dengan baik, senjata dan lainnya sudah di sediakan di markas" kata Harry
Charles tidak menjawab perkataan Cole dan Harry, ia hanya duduk bersandar di sofa dengan sambil menatap handphonenya
Cola dan Harry merasa heran dan saling memandang antara satu sama lain
"Bos, apa sedang memikirkan nona Flower?"tanya Cole
"Aku merasa dia sepertinya tidak dalam keadaan baik" ujar Charles
"Bukankah tuan Steve mengatakan jika nona baik-baik saja?" tanya Harry
"Mungkin aku yang banyak berpikir, sehingga khawatir ada apa dengan dirinya" kata Charles
"Bos, ini karena dirimu terlalu merindukannya, jadi bos kirim pesan singkat saja untuknya" ujar Harry
"Sudah ku lakukan, tapi tidak di baca" jawab Charles dengan merasa khawatir
__ADS_1