
"Kenapa dia tidak keluar?" tanya salah satu pria yang berdiri di luar
"Apa dia sudah mengetahui niat kita?"tanya temannya
"Bagaimana jika tangkap saja, sebelum mereka pulang!"
"Mari kita mendobrak pintunya!"
BRAK...BRAK...BRAK...BRAK...BRAK
Flower yang berdiri di dalam kamar sedang bersiap ingin melepaskan tembakannya, walau dirinya merasa cemas dan gemetaran.
"Flower, jangan takut. kau memiliki senjata, tembak saja mereka maka kau bisa selamat," gumam Flower.
BRAK...BRAK...BRAK...BRAK...BRAK
Dobrakan pintu sebanyak beberapa kali dan kemudian berhasil terbuka.
Mereka membuka pintu dan ingin menginjak masuk dan~✓
"Hei...kalian ingin menculik ku!" bentak Flower yang langsung melepaskan tembakannya..
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR..
Tembakan yang di lakukan oleh Flower tepat mengenai jantung empat pria yang ingin menangkapnya.
"Aarrghh...." jeritan serentak mereka yang tertembak dan tewas langsung di tempat.
Karena mendengar suara tembakan beberapa anggota yang di luar menuju ke tempat suara itu berada.
"Nona, ada apa? apa yang terjadi?" tanya salah satu anggota yang melihat empat pria itu yang tewas di sana.
"Jangan kemari!" bentak Flower yang sedang menodong pistol ke arah mereka.
"Aku tidak mengenal mereka! kenapa bisa ada di sini?" tanya salah satu anggota Charles yang sedang memeriksa tubuh jasad-jasad yang tergeletak di kamar.
"Nona, apakah kamu tidak apa-apa?" tanya salah satu anggota Charles.
"Tidak! apakah Charles sudah pulang?" tanya Flower.
"Belum Nona!"jawab anggotanya yang bernama Antony
"Mereka bukan orang sini, dan tidak memiliki identitas, siapa sebenarnya mereka?" kata anggota lainnya
"Bukankah pengawasan sini sangat ketat? kenapa bisa ada penyusup tapi tidak ada yang tahu?" batin Flower
"Bawa mereka keluar!" perintah salah satu anggota Charles.
Empat jasad itu di angkut keluar dari kamar, sementara Flower sendiri masih merasa waspada terhadap semua orang yang ada di markas, karena ia tidak mengenal semua anggota Charles, kecuali yang sering dia temui sebelumnya.
__ADS_1
"Nona, bagaimana jika nona pindah kamar sebelah! di sini sudah di kotori bercak darah mereka!" ujar Anto.
"Iya!" jawab Flower yang masih bersikap waspada.
Saat anggota itu beranjak keluar, Flower mengikuti dari jarak jauh, dan sambil memerhatikan ke sekeliling.
"Kenapa perasaanku tidak nyaman di sini? sebenarnya mereka kawan ataupun lawan? seharusnya aku keluar dari sini saja!" batin Flower.
"Sebentar! aku merasa lapar, apa ada sesuatu yang bisa di makan?" tanya Flower dengan alasan.
"Ada Nona! bagian dapur akan menyiapkan makanan. Nona, silakan istirahat dulu!" jawab Anto dengan sopan.
Anto mempersilakan Flower masuk ke kamar sebelah dengan bersikap sopan.
"Nona, istirahatlah dulu, kami akan menyiapkan makan siang, setelah siap nanti pihak dapur akan mengantar ke kamar," ucap Anto dengan sopan.
"Iya, terima kasih!" ucap Flower dengan ramah dan menutup pintunya. saat pintu di tutup ia mengunci semua pintunya dari dalam, kemudian ia mengintip dari bawah pintu, dan mendapati anggota tadi masih belum beranjak.
"Kenapa dia masih di luar? bukankah seharusnya dia ke dapur? aku sangat ceroboh tidak membawa handphoneku " batin Flower.
Sesaat kemudian sepasang kaki itu beranjak dari depan pintu, setelah pria itu pergi Flower langsung menghampiri jendelanya.
"Di sini adalah lantai ke dua! kalau aku melompat seharusnya tidak masalah, karena di bawah sana adalah tanah berumput, semua orang di sini sepertinya bukan anggota Black Dragon lagi, jika tidak cepat pergi maka aku akan di culik dan Charles akan di ancam, lebih baik aku mati dari pada aku jatuh ke tangan mereka" gumam Flower.
Flower menyimpan senjatanya di bagian belakang pinggang, ia membuka kaca jendela dan menaikan kakinya, setelah itu dia langsung melompat.
Hentakan tubuh Flower yang jatuh ke atas tanah.
Walau merasa sakit ia tidak berani mengeluarkan suaranya, kemudian Flower berusaha untuk berdiri dan meninggalkan tempat itu sebelum di ketahui jika dia ingin melarikan diri.
Sementara di bagian dapur Anto sedang memberi sebungkus kemasan kecil kepada pelayan bagian dapur.
"Campur ini ke makanannya!" perintah Anto dengan tegas.
"Obat apa ini?" tanya pelayan itu.
"Ini adalah vitamin, karena nona sedang tidak sehat, dan ini adalah pesanan bos," jawab Anto dengan alasan.
"Baik!"
"Dengan begini maka gadis itu bisa aku bawa pergi dengan mudah, semoga saja Charles belum kembali!" batin Anto
"Di luar terdapat banyak anggota anggota Charles, aku harus lebih berhati-hati" gumam Anto
Setelah lima belas menit kemudian pria itu membawakan makanan menuju ke kamar.
Tuk...tuk...tuk..
Ketukan pintu di lakukan olehnya yang sedang berdiri di luar pintu.
__ADS_1
"Nona, makanan sudah siap!" seru Anto.
Tuk...tuk...tuk...tuk..
Ketukan berulang kali di lakukan olehnya.
"Jangan-jangan dia berulah lagi?" gumamnya yang mengeluarkan senjata dan menembak ke gagang pintu.
DOR...DOR...
Tembakannya berhasil merusakan gagang pintu hingga terbuka.
Klek.
Saat dia membuka pintunya piring makanan yang di bawanya terjatuh ke lantai.
Prang..
Pecahan piring sehingga berkeping-keping.
"Sial*n!" ketus Anto dan berlari menghampiri jendela.
"Dia keluar dari sini!" ucap Anto yang merasa kesal dan beranjak langsung dari kamar itu.
"Cepat cari nona Flower! mungkin karena dia takut, oleh karena itu dia melarikan diri dengan melompat dari jendela!" perintah Anto kepada anggota Charles lainnya.
"Gawat! cepat cari!" teriak salah satu anggota Charles yang langsung berlari keluar mencari keberadaan Flower.
Semua anggota Charles sedang mencari keberadaan Flower ke semua tempat.
"Cepat pencar!" perintah salah satu anggota Charles.
Di siang itu semuanya berpencar, sementara Anto masih berada di markas ia mencari ke halaman dengan melihat ke sekeliling sana.
"Nona manis, aku tahu kau masih di sini, kau tidak akan bisa lari dariku, semua anggota sudah pergi mencarimu, kau adalah seorang gadis dan kekasih Charles Robertson, jadi mana mungkin di saat kau keluar tidak ada yang melihatmu, dan aku yakin kau pasti berada di sekitaran sini," kata Anto yang sedang berjalan dengan perlahan.
Di halaman belakang terdapat beberapa gudang untuk menyimpan senjata, selain itu juga terdapat beberapa batang pohon di sana.
"Nona manis, aku tahu kau di sini, jangan main-main denganku, aku tidak punya kesabaran untuk bermain denganmu, apa kau tahu di depan sana adalah gudang penyimpan bahan peledak, jika saja kau tidak keluar lagi maka aku akan meledakan gudang itu dan juga markas kekasihmu!" kata Anto dengan ancaman.
Tidak lama kemudian Charles dan anggotanya kembali ke markas, saat melihat Charles kembali, semua anggota menyambut kepulangan bosnya itu.
"Bos" sapa mereka semua dengan serentak.
"Hm...." jawab Charles dengan cuek.
"Bos, nona dia...." ucap salah satu anggotanya.
"Ada apa dengan Flower?" tanya Charles dengan khawatir.
__ADS_1