
"Seperti yang kau lihat tadi kami dibawa oleh anggota Charles" jawab Mona dengan nada kesal
"Bukankah kau sedang bercinta dengan wanita murahan itu, kenapa bisa ada disini juga?" tanya Mona
"Aku rasa alasannya sama saja kenapa kita bisa ada disinikan?" ujar Mark dengan kesal
"Ini semua karena anakmu yang tidak berguna itu, jika bukan karena dia mana mungkin aku dan Fannie harus disini bersamamu, memang wanita itu hanya membawa sial saja" ketus Mona
"Bukankah dulu kau sama juga menghinanya?, kalian berdua juga sering mencaci maki dia kan?"
"Dia memang pantas dihina, karena dia hanya anak sampah saja" ketus Mona
"Hahahaha...dia di lahirkan oleh ibunya dan didalam tubuhnya mengalir darahku, sementara anakmu ini bukankah darahnya lebih kotor karena darah dia adalah darah maling, seharusnya yang anak sampah itu adalah anakmu" ketus Mark dengan mengejek
"Diaam" bentak Mona yang ingin melayangkan tamparan ke wajah Mark, akan tetapi ditahan langsung oleh pria itu
"Kenapa, ingin menamparku? apa kau layak? kalian sama saja tidak tahu malu dan tidak punya harga diri, kalian hidup mewah dan mendapatkan segalanya dariku juga, tapi kalian masih berani menghina Flower adalah anak sampah, asal kau tahu ya dikeluarga Clisten dia adalah nona besar, dan anakmu ini hanyalah menumpang status milik Flower saja"ketua Mark dengan kesal dan melepaskan tangan Mona dengan kasar
"Jangan kau ungkit hal itu lagi" bentak Mona dengan nada tinggi
"Kita sama-sama berada disatu perahu, hidup mati kita belum tahu, tapi kau masih sibuk ingin bertengkar" bentak Mark dengan nada tinggi
"Jika bukan karena anak sialan kamu itu apa mungkin kami sampai dikurungkan diruang gelap ini" jawab Mona dengan nada tinggi
"Charles ingin membalas semua perbuatan kita terhadap Flower sebelumnya" ucap Mark
"Apa kau tidak bisa menjumpai anakmu itu? kau adalah ayahnya kan? jadi kita sebagai orang tua apa tidak ada hak untuk memukul dia?"
"Dia sudah gila jadi tidak mungkin menjumpaiku, melihatku saja macam orang yang kemasukan setan, aku sangat menyesal kenapa disaat aku membawanya pulang tidak langsung ku serahkan saja pada Ken, dan sekarang dia malah bersama Charles"
"Sudah gila? bukankah ini bagus" ucap Fannie dengan merasa senang hati
"Apa yang bagus?"tanya Mark
"Jika dia gila tidak bisa sembuh maka dia pasti akan dibuang seperti anjing, dan setelah itu bukankah nasibnya akan menjadi lebih tragis? aku yakin Charles pasti akan membuangnya, mana ada pria yang mau bersama wanita sudah gila, aku berharap dia semakin gila" ujar Fannie dengan senyum jahat
"Dia mau gila atau tidak itu tidak ada hubungan dengan kita lagi, karena kita dikurung ditempat yang gelap dan dingin ini" kata Mona
"Ini sangat tidak pantas untukku, tempat ini hanya cocok untuk wanita murahan itu" ucap Fannie yang merasa jijik
Prak...prak...prak...prak..
Pukulan pintu ruangan itu yang dilakukan oleh penjaga luar
__ADS_1
"Apa kalian bisa diam..ha? kalau aku mendengar suara kalian lagi percaya atau tidak kalian akan kehilangan lidah kalian" gertak pria itu dengan kesal
Setelah mendengar gertakan penjaga itu mereka langsung terdiam dan merasa tidak nyaman dengan ruangan yang gelap itu
Keesokan harinya
Rumah sakit tempat Flower dirawat
Flower telah bangun dan duduk bersandar diranjangnya, kondisinya yang sudah mulai tenang dirinya pun makan dengan begitu lahap, Charles menyuap gadis itu dengan sambil menatap senyum karena merasa gembira
"Flower, apa kau menyukai buburnya?" tanya Charles dengan senyum
"Suka" jawab Flower dengan melihat kearah mangkok yang berisi bubur itu
"Mulai hari ini jika kamu ingin makan apa saja beritahu aku, aku akan membawanya untukmu" ucap Charles sambil menyuapi gadis itu
"Iya"
Harry dan Cole yang berada dikamar itu melihat kondisi Flower yang sudah membaik juga ikut tersenyum
Klek
"Charles" sapa Winz yang baru melangkah masuk kekamar rawat Flower
"Hai...Flower, perkenalkan nama saya adalah Winz, kamu memanggilku nama saja, saya adalah dokter yang merawatmu" sapa Winz dengan nada lembut
"Hai Winz, kamu cantik sekali" sahut Flower dengan ramah
"Terimakasih" ucap Winz dengan sopan
"Bagaimana dengan kabar Flower hari ini? apa ada merasa sakit atau ada sesuatu yang tidak nyaman?" tanya Winz dengan ramah
"Hanya kepala saya saja yang merasa sakit, tapi tidak setiap saat, hanya terkadang saja" jawab Flower dengan sopan
"Bagaimana jika kita melakukan pemeriksaan?" ujar Winz
"Winz, ada yang ingin ku tanyakan padamu" ujar Charles
"Baiklah" jawab Winz
"Flower, istirahat dulu ya, nanti saya akan kembali melihatmu" ucap Winz dengan senyum
"Terimakasih" ucap Flower dengan ramah
__ADS_1
"Flower, aku keluar sebentar, jika butuh sesuatu beritahu pada Cole atau Harrry, ya" kata Charles dengan mengecup dahi Flower
"Iya"
Sesaat kemudian Charles dan Winz melangkah keluar dari kamarnya, saat di luar Charles bertanya tentang kondisi Flower
"Apa dia baik-baik saja?" tanya Charles dengan merasa khawatir
"Kelihatannya kau sangat peduli padanya, apakah seorang bos gangster telah ditaklukkan oleh seorang gadis cantik?" tanya Winz dengam seraya bercanda
"Itu tidak lucu" jawab Charles dengan tidak merasa senang
"Ini pertama kali aku merasakan jika kau punya hati, sekian lama banyak wanita yang menjadi korbanmu karena ucapanmu itu, dan akhirnya kau membawa seorang gadis yang benar-benar kau peduli"
"Apa kau bisa menjawab soalanku?'
"Apa yang kau ingin tahu?"
"Kondisi kejiwaannya, semalam dia sangat ketakutan dan aku senang melihatnya hari ini sudah baikkan, apakah kondisi semalam masih bisa kambuh?"
"Bisa kambuh jika melihat orang yang menyakitinya, Mark Clisten adalah penyakit bagi Flower jadi jangan sampai mereka bertemu lagi, jika tidak maka jiwanya pasti akan terganggu" jelas Winz
"Apakah tidak bisa sembuh lagi?"
"Ini semua hanya bergantung padanya dan dirimu juga"
"Diriku?"
"Iya, jagalah dia dengan baik, jangan membuatnya ketakutan lagi, hindari sesuatu yang bisa membuat dia takut"
"Sesuatu yang dia takut?"
"Dia takut gelap, bukan?'
"Benar!"
"Maka jangan membiarkan dia di dalam kegelapan, karena ini hanya akan membuat kondisi jiwanya terganggu lagi, selama ini dia dikurung tempat yang gelap, walaupun dia sudah tidak berada disana lagi tapi ingatan itu tetap ada, jadi jika kau biarkan dia berada dikamar yang gelap maka dia akan mengingat semula kejadian yang menimpa dirinya" jelas Winz
"Aku mengerti"
"Charles, aku hanya ingin kau tahu, merawat orang yang jiwanya terganggu itu tidak mudah, walau sekarang dia baik-baik saja, tapi dia akan kambuh kapanpun kalau di saat dia tertekan oleh suatu kejadian, apa kau akan kelelahan?"
"Tidak, aku tidak akan lelah, aku tidak akan meninggalkan dia walau apapun yang terjadi, aku ingin dia mulai hidup baru dan aku ingin berusaha membuatnya melupakan masa kelamnya" jawab Charles
__ADS_1