
Pembantu Mark Clisten adalah wanita usia 45 tahun yang telah bekerja selama 20 tahun di keluarga Clisten, selama ini dia di paksa tidak mencampuri urusan tugas yang harus di kerjakan oleh Flower atas perintah keluarganya itu
Di siang itu Charles sedang menemani Flower yang masih belum sadarkan diri, dirinya telah duduk di samping ranjang dari malam hingga pagi
Tidak lama kemudian Flower secara perlahan membuka matanya, di saat matanya terbuka dia hanya diam mematung tanpa bicara dan bergerak selama beberapa saat
"Flower" panggilan Charles dengan nada lembut akan tetapi Flower seakan-akan tidak mendengar suara panggilan itu
Flower hanya mengedipkan matanya tanpa menoleh ke arah Charles yang berada di sampingnya, tidak lama kemudian Flower yang mengingat kembali kejadian yang menimpanya selama ini di keluarga Clisten dan di Villa Charles membuatnya berteriak dengan histeris dan ketakutan
"Aarrggh...," teriakan Flower yang histeris sambil menangis ketakutan.
"Flower, jangan takut" seru Charles yang menyentuh wajah Flower
Di saat Flower melihat ke arah Charles dirinya mengingat perlakuan pria itu pada dirinya sehingga membuatnya bangkit dan langsung mendorong Charles dan sambil berteriak dengan nada memenuhi satu ruangan itu
"Aarrghh...keluar...," teriak Flower yang sambil menangis ketakutan dan menjauh dari Charles
"Jangan sakiti aku lagi! jangan...," teriak Flower yang duduk di pojokan ranjang dekat meja di samping ranjangnya
"Flower, aku tidak akan menyakiti mu" bujuk Charles yang sedang berusaha menenangkan Flower
"Jangan, sakiti aku lagi, aku mohon jangan mendekat" pinta Flower yang sedang menangis dengan histeris dan dua tangannya menutupi telinganya
"Flower, maafkan aku. semua ini aku yang salah" ucap Charles dengan matanya yang berkaca kaca
"Aarrgghh, pergi...," teriak Flower yang semakin tidak terkendalikan emosinya dan ingin turun dari ranjang, di saat dirinya ingin turun dari ranjang dia di tahan oleh Charles yang memeluknya dari belakang
Tidak lama kemudian Harry yang berada di luar mendengar jeritan Flower maka dirinya pun langsung masuk ke dalam kamar tersebut
Klek..
"Flower, jangan bergerak dulu kau masih terluka" kata Charles yang sedang memeluk Flower dari belakang
"Harry, cepat panggil dokter" teriak Charles yang merasa khawatir
'Iya Bos" jawab Harry yang segera beranjak dari kamar dan mencari dokter Winz
"Aarrgghh...," teriakan Flower dengan menangis histeris dan sambil meronta-ronta dari pelukan Charles
"Flower, maafkan aku, kau bisa membenciku dan menamparku tapi tolonglah tenangkan dirimu" bujuk Charles yang sedang membaringkan gadis itu sambil memeluknya dengan erat
Kondisi Flower yang sedang sangat trauma tidak mampu di kendalikan, dia menangis dan berteriak tanpa berhenti
__ADS_1
Setelah beberapa saat kemudian dokter Winz melangkah masuk ke kamar rawat Flower dan mengeluarkan jarum untuk penenang
"Lepaskan aku! jangan sakiti aku lagi! tolong jangan sentuh aku" teriak Flower yang di peluk erat oleh Charles sambil menangis
"Flower, jangan takut, aku tidak akan menyakitimu lagi" bujuk Charles dengan merasa pilu melihat kondisi gadis itu yang sedang mengalami trauma
"Charles, pegang dia" kata Winz yang menyuntik bagian pinggang Flower
"Aarrgghh" jeritan Flower yang sedang ketakutan dan menangis tanpa berhenti
Charles memeluk Flower dengan erat sambil membujuknya dengan penuh kesabaran dan merasakan sakit di hatinya
"Jangan takut, aku tidak akan menyakitimu lagi, percayalah padaku" bujuk Charles dengan menetes air matanya
Flower menangis sambil berteriak ketakutan selama beberapa saat, setelah efek dari obat suntikan dokter Winz mulai bekerja dirinya pun mulai tenang dan tidak lama kemudian Flower pun ketiduran di pelukan Charles
Charles yang melihat gadis itu telah memejamkan matanya dirinya pun menidurkan gadis itu dan menutupi selimut ke tubuhnya, sambil mengusap air mata yang telah membasahi wajah Flower yang masih pucat itu
"Winz, bagaimana dengan kondisinya?" tanya Charles yang sedang menyentuh wajah Flower
"Dia sangat trauma, jiwanya sudah terganggu, hidupnya selama ini sangat tertekan. Charles, kau harus selidiki apa saja yang sudah dia alami selama hidupnya, kelihatannya dia sudah lama traumatis, satu-satu jalan keluarnya kita harus tahu penyebabnya apa saja dan siapa orangnya" jelas Winz
"Baiklah aku tahu, aku juga sedang menyelidikinya" jawah Charles dengan mengecup dahi Flower
"Apa saja yang sudah kau alami selama ini" batin Charles
"Bos" sapa Cole yang menghampiri Charles yang sedang duduk di samping ranjang
"Bagaimana?" tanya Charles yang menoleh ke arah pengawalnya itu
"Aku membawa pembantu rumah tangga Clisten untuk menjumpai Anda" jawab Cole
"Di mana dia sekarang?" tanya Charles
"Di atas loteng rumah sakit ini"
"Hah..kenapa kau membawanya ke sana?" tanya Harry dengan heran
"Karena jika dia berani melawan atau berbohong aku tinggal melemparnya ke bawah" jawab Cole dengan cepat
"Kau jangan macam-macam ini adalah rumah sakit" ujar Harry
"Aku akan mengatakan jika dia bunuh diri karena suaminya menikahi wanita lain" jawab Cole dengan terus terang
__ADS_1
"Memangnya dia punya suami?" tanya Harry
"Tidak tahu" jawab Cole dengan singkat
"Kau..?" sebut Harry yang terhenti sambil mengeleng kepalanya
"Harry, kau awasi Flower, aku akan menjumpai wanita itu" perintah Charles yang bangkit dari tempat duduknya
"Baik Bos" jawab Harry dengan menurut
Charles dan Cole naik ke atas loteng untuk bertemu dengan wanita yang bekerja di rumah Mark Clisten, Wanita itu di ikat dari tangan dan dan kakinya serta mulutnya dilakban oleh Cole, sehingga membuatnya dirinya tidak berdaya dan hanya bisa terkapar di lantai yang dingin itu
"Buka lakbannya" perintah Charles
"Baik" jawab Cole yang menarik lakban itu dengan kasar
"Aarrgghh...," jeritan wanita itu yang kesakitan
"Tuan, jangan sakiti aku, tolong" pinta Wanita itu dengan ketakutan
"Ingat. jika kau berbohong satu kata saja maka aku akan melemparmu ke bawah" kecam Cole tegas
"I-iya, aku...aku akan mengatakan semua yang kalian ingin tahu" jawabnya dengan merasa cemas
"Siapa namamu?" tanya Charles yang berdiri di hadapan wanita itu
"Namaku Sandra"
"Apakah Flower Clisten adalah putri kandung Mark Clisten?"
"Benar"
"Di mana ibunya?"
"Di saat nona usia 14 tahun ibunya meninggal karena kebakaran"
"Dan bagaimana kehidupannya setelah itu?"
"Nona hidup tidak baik selama ini"
"Lanjutkan"
"Setelah nyonya meninggal selama sebulan, tuan Clisten membawa masuk janda anak satu ke rumah dan di saat itu nona menerima siksaan yang tiada henti selama 10 tahun hingga sekarang"
__ADS_1
"Siapa yang menyiksanya? dan bekas luka di tubuhnya itu siapa pelakunya?"
"Tuan Clisten yang melakukannya setiap hari, dari usia nona 14 tahun dia di kurung di ruangan bawah tanah yang gelap dan tidur di lantai dingin tanpa bantal dan selimut, nona di paksa bekerja setiap hari, membersihkan rumah, mengemas barang, menyapu, mencuci dan semuanya di kerjakan oleh nona sendiri, kami di larang membantunya, dari jam 5 pagi dia harus bekerja tanpa berhenti hingga jam 11 malam" jawab Sandra dengam terus terang