
Akibat memotong alat kelam*in Farlos, baju yang di kenakan Flower terkena bercak darah kotor dari pria itu
Saat Charles ingin melangkah keluar ia di panggil oleh Coco yang sedang kesakitan dan mengeluarkan darah yang banyak
"Charles, tolong aku. perutku sakit sekali" pinta Coco yang wajahnya memucat
"Charles, dia mengeluarkan banyak darah, dia sudah hamil anak Farlos" kata Flower yang melihat ke arah Coco
"Aku akan memanggil dokter untukmu, mengenai nyawamu bisa di selamatkan atau tidak ini tergantung padamu sendiri" ujar Charles dengan bersikap dingin dan melangkah pergi
"Charles, aku ingin pulang ke rumah" pinta Flower yang di dalam gendongan Charles yang melangkah keluar dari ruangan operasi itu
"Flower, untuk malam ini di sini dulu ya, aku akan menemanimu" ucap Charles sambil berjalan menuju ke kamar Flower
"Tapi aku tidak mau lagi di sini" kata Flower masih dalam keadaan trauma
"Flower, baiklah, biarkan Winz memeriksa mu dulu, setelah itu kita akan pulang ke rumah" ujar Charles
"Tolong aku, Harry" pinta Coco yang menangis kesakitan
"Coco, kelihatannya kau keguguran, ini adalah balasan mu karena kau telah mendorong nona Flower sehingga menyebabkan dia keguguran, dan keturunan pria brengs*k ini satu-satunya sudah hancur" ketus Harry yang sedang menarik lengan Farlos yang sedang kesakitan dan tanpa balutan apapun
"Sakit sekali" jeritan Coco yang menangis dan tidak berdaya
"Ini adalah karma mu, semua yang pernah melukai nona Flower sudah mendapatkan karmanya" kata Harry yang kemudian melangkah pergi dengan menarik Farlos yang berlumuran darah dan menetes ke lantai
Coco hanya bisa pasrah dan menangis karena di abaikan dan di tinggal pergi, dirinya tidak mampu bangkit karena sakit yang luar biasa dia rasakan. tidak lama kemudian ia pun tidak sadarkan diri lagi dengan darah yang banyak keluar dari rahimnya
Flower di bawa kembali ke kamarnya, dan setelah Charles menganti pakaian Flower yang telah kotor terkena bercak darah, Winz datang memeriksa kondisi tubuh pasiennya itu, dan kemudian menyuntik di bagian pinggangnya Flower
"Winz, Flower terkena obat apa?" tanya Charles dengan khawatir
"Obat ini bisa melemahkan tubuh seseorang, jika tidak di beri obat untuk memulihkan tenaganya maka Flower akan kehilangan tenaganya selama dua hari" jelas Winz
"Farlos mengunakan cara kotor ini, aku akan mengambil nyawanya" ketus Charles yang sedang duduk di samping ranjang
__ADS_1
"Coco yang menyuntikku, karena Farlos mengatakan akan membebaskan dia" ujar Flower
"Ternyata wanita itu? aku tidak akan tinggal diam saja" ucap Charles
"Charles, dia juga sudah mendapatkan balasannya, melihat kondisinya dia sepertinya keguguran, ini pasti sangat menyakitkan baginya" kata Flower yang sedang berbaring di ranjang
"Flower, wanita itu sudah melukaimu, jadi jangan merasa simpati padanya" ujar Winz
"Dia hanya menyuntikku tadi, dan dia juga sudah kena balasan dari ku, aku mendorongnya sehingga kami sama-sama terjatuh, dan dia keguguran bisa di katakan aku adalah penyebabnya" ucap Flower yang merasa bersalah
"Flower, tidak usah pikirkan dia lagi, ini sudah karmanya, lagi pula janin itu adalah milik Farlos, walau janin itu mampu di pertahankan dia tetap tidak memiliki seorang ayah" kata Charles
"Apakah kau akan membunuh dia?' tanya Flower
"Iya, karena dia ingin menyentuh boneka kesayanganku" jawab Charles dengan senyum mesra dan mengecup dahinya Flower
"Flower, perbuatan Coco bukan hanya menyuntikmu, dia juga sudah membuatmu terluka dan keguguran saat mendorong mu " batin charles
"Apa kita sudah bisa pulang?" tanya Flower dengan berharap
"Flower, apa kamu ingin segera pulang?"
"Kalau begitu mari kita pulang malam ini juga" kata Charles dengan senyum
"Ini sudah malam sekali, kenapa tidak menunggu besok saja?" tanya Winz
"Aku tidak bisa tidur di sini, walau dia sudah di tangkap, tapi aku masih merasa tidak aman" jawab Flower
"Winz, hubungi aku saja jika Flower masih harus menjalani pemeriksaan" kata Charles
"Baiklah kalau begitu" jawab Winz dengan senyum
Di malam itu juga Charles membawa Flower pergi meninggalkan rumah sakit, sedangkan Harry masih menunggu Farlos yang sedang berada di dalam ruangan darurat
Setelah beberapa menit kemudian Charles dan Flower tiba di depan Villanya, setelah turun dari mobil Charles mengendong Flower melangkah masuk ke dalam rumah dan langsung menuju ke kamar mereka
__ADS_1
Klek
"Flower, apa kamu merasa lapar? jika iya aku akan memasak untuk mu" tanya Charles yang menidurkan Flower ke kasurnya
"Tidak! aku ingin tidur" jawab Flower
"Flower, jangan takut lagi ya. semua sudah berlalu, dia tidak bisa lagi menganggumu, ini karena kalalaianku, meninggalkanmu sendirian di sana" ucap Charles dengan merasa menyesal
"Charles, bagaimana kamu bisa tahu jika aku di ruangan itu?"
"Saat aku datang aku melihat Harry tidak ada di sana, dan aku mencari keberadaan mu, dan tidak lama kemudian Harry keluar dari salah satu ruangan darurat, dia terkena bom asap sehingga tidak sadarkan diri, dan kemudian kami mencari mu ke ruangan lainnya, dan kemudian aku mendapatkan mu" jelas Charles yang mencium wajah Flower
"Aku mengira aku akan senasib dengan Fannie dan Mona" ujar Flower
"Aku tidak seharusnya meninggalkan mu" ucap Charles dengan mencium bibirnya Flower
"Jika dia menyentuhku tadi maka aku akan bunuh diri" ujar Flower dengan melepaskan ciumannya
"Aku tidak membiarkan mu meninggalkan ku, walau apapun yang sudah terjadi, karena Flower harus menjadi istriku" kata Charles dengan senyum dan melanjutkan ciumannya
Keesokan harinya
Rumah sakit
"Dokter, apakah pasien ini akan mati? dia terluka cukup parah" tanya Harry yang sedang berada di kamar Farlos
"Pasien terluka parah dan kehilangan banyak darah, matanya telah buta" jawab Dokter
"Iya, ini akan lebih baik jika begini. biar matanya buta karena selama ini matanya sering saja melihat sesuatu yang membuatnya terangs*ng, dan senjatanya juga tidak ada lagi, manusia seperti ini hidup pun tidak ada gunanya lagi" ujar Harry dengan mengeleng-geleng kepalanya
"Tuan, apakah dia bukan saudaramu?" tanya Dokter dengan merasa heran
"Dia adalah musuhku, oleh karena itu Anda harus pastikan dia selamat, jika dia mati begini saja ini sangat mudah baginya, aku masih ingin membuat dia menderita" jawab Harry
"Pasien sudah melewati masa kritis, hanya kehilangan banyak darah, dan dua hari lagi dia akan sadar" jelas Dokter
__ADS_1
"Baiklah, terima kasih dokter" ucap Harry
"Farlos..Farlos..lihatlah dirimu sekarang mirip apa, benda pusakamu sudah hancur, dan anak mu yang ada di dalam perut wanita itu juga sudah tewas, ini semua adalah karmamu, sebelumnya dua janin milikmu yang ada di dalam rahim dua wanita gila itu juga tewas, sudah banyak dosa yang telah kau lakukan, sehingga tidak memiliki keturunan, dan sekarang dirimu sudah tidak berguna, aku tidak sabar ingin melihatmu sadar, kau pasti bisa gila tanpa barangmu itu" ucap Harry yang melihat ke arah Farlos yang berbaring dengan balutan di sebelah matanya dan bagian bawahnya itu