
"Kapan Flower akan sadar?" tanya Charles
"Sore atau malam dia pasti akan sadar" jawab Winz dengan senyum
"Winz, kesehatan Flower baik-baik saja kan? dia tidak mengidap penyakit lain?" tanya Steve
"Tidak! dia mengalami depresi, hanya itu yang dia alami sekarang, mengenai tubuhnya akan mulai membaik setelah demamnya turun, jadi jangan khawatir, aku akan memberikan Flower minum vitamin untuk jangka waktu yang panjang, ini akan membantu menjaga daya tubuh agar tidak mudah jatuh sakit" jelas Winz
"Terima kasih, Winz" ucap Charles
"Flower bukan hanya pasienku dia juga sudah menjadi temanku, jadi aku pasti akan melakukan yang terbaik untuknya, justru kalian sebagai calon suaminya dan kakaknya harus melindunginya dengan baik" kata Winz
"Ini sudah kewajibanku menjaga adikku" jawab Steve
"Dia adalah calon istriku, dan mulai hari ini aku akan setiap saat berada di sisinya" ucap Charles dengan menatap ke arah Flower
Sore hari
Charles dengan setianya menunggu pujaan hatinya itu membuka matanya, dirinya duduk di tepi ranjang sambil menyentuh wajah sang pujaannya itu
Setelah beberapa menit kemudian akhirnya Flower sadar dan membuka matanya, saat ia membuka matanya ia melihat pria yang dia rindukan selama ini sedang menatapnya dengan tersenyum
Flower merasa tidak percaya dengan apa yang dia lihat, Charles mendekatkan dirinya pada pujaannya itu.
"Apa kabar, boneka kesayanganku?" ucap Charles dengan senyum
"Charles..?" ucap Flower yang masih dalam keadaan lemah
"Iya, ini aku. bagaimana denganmu?" tanya Charles dengan tatapan dalam
"Kenapa kau bisa ada di sini?" tanya Flower dengan hampir tidak percaya
"Karena kamu ada di sini, oleh sebab itu aku di sini untuk menemanimu" jawab Charles dengan mengecup dahinya Flower
"Bukankah kamu ada di luar negeri, dan bagaimana dengan urusan mu?" tanya Flower yang meneteskan air mata
"Bukankah sekarang aku sudah di hadapanmu? lihatlah aku, bukankah aku baik-baik saja?"
"Kapan kamu pulang?"
"Flower, maafkan aku. karena sudah menyembunyi banyak hal darimu, selama ini aku berada di London, aku terluka dan aku tidak bisa menemuimu karena aku tidak mau kamu khawatir" ucap Charles
"Terluka? terluka di bagian mana?" tanya Flower dengan khawatir
__ADS_1
"Luka ini sudah sembuh, di saat kakakmu memberitahuku mengenai kondisimu, aku langsung ke mari, dan untunglah sekarang kamu sudah sadar" ucap Charles dengan mata berkaca-kaca
"Apa kamu akan pergi lagi?"
"Tidak lagi! mulai hari ini dirimu akan selalu di sisiku" jawab Charles dengan mengecup dahinya Flower
"Charles, jika aku bersamamu apa aku akan membebankanmu?"
"Flower, jika kamu tidak di sampingku, aku merasa tertekan karena merasa rindu padamu, mulai hari ini aku tidak mau lagi jauh darimu, cepatlah sembuh dan pulang bersamaku" ucap Charles dengan menyentuh wajah Flower
"Apa aku sudah boleh pulang ke rumahmu?"
"Tentu saja! rumahku adalah rumahmu juga, itu adalah rumah kita berdua, dan kita akan tinggal bersama selamanya di sana" jawab Charles dengan senyum
"Apakah dendammu dan Brad sudah berakhir?"
"Belum berakhir, semua anggotaku yang di spanyol sudah tiba, dan aku memiliki markas baru di sini, pertarungan di antara aku dan Brad baru di mulai" jawab Charles
"Flower, aku tidak sabar untuk membawamu ke Villa baruku"
"Villa baru?"
"Iya, Villa baru, kita akan tinggal di sana" jawab Charles dengan senyum
"Bagaimana dengan Villa yang kita tinggal itu?"
"Rumah mewah itu lenyap dalam satu malam? sayang sekali"ucap Flower dengan merasa sedih
"Tidak masalah! anggap saja kita mulai dari awal lagi dan tinggal di tempat yang baru, ganti suasana baru" kata Charles
"Oleh karena itu kamu harus cepat sembuh ya" ucap Charles dengan mengecup dahi Flower
Flower melingkarkan dua tangannya ke leher Charles dan memeluknya dengan erat
"Aku akan selalu di sisi mu, aku berjanji" ucap Charles yang berbisik di telinga Flower
"Aku ingin selalu bersamamu" ujar Flower
Charles memeluk pujaannya dengan erat, sambil melepaskan rasa rindunya yang selama ini terpendam
Di sisi lain Steve dan Vic sedang menuju ke rumah sakit jiwa setelah menerima panggilan dari seorang dokter
"Apakah Anda adalah ahli keluarga Julia Julian?" tanya seorang dokter yang bernama Yolanda
__ADS_1
"Saya adalah anaknya dan ini papa saya" jawab Steve yang merasa khawatir
"Dokter, ada apa dengan Julia?" tanya Vic
"Saya adalah Dokter Yolanda spesialis jiwa, saya yang menangani pasien Julia Julian" jawab Dokter Yolanda
"Ada apa dengan mama saya, Dokter?"
"Kondisi pasien sedang tidak stabil, beliau berteriak dan tertawa serta menangis tanpa berhenti, ada warga yang membawanya ke sini, pasien Julia tidak mengenal siapa dirinya lagi, dan kami mendapati ada handphonenya yang di dalam tas, setelah kami memeriksa dan melihat nomor Anda, maka saya mencoba untuk menghubungi pihak keluarga" jelas Yolanda
"Tidak stabil? tidak mengenal dirinya lagi?" tanya Steve
"Benar! pasien sudah terkena gangguan jiwa, sehingga tidak mengenal siapapun dan sering bicara sendiri" jawab Yolanda
"Apa sebabnya dia menjadi seperti itu?" tanya Vic
"Penyebab utama adalah dia menghadapi sebuah masalah yang membuatnya tidak bisa menerima, merasa terluka dan tertekan, sesuatu yang tidak mampu dia hadapi, seperti kehilangan seseorang yang dia cintai ataupun faktor dari pihak keluarganya ada yang menghidap penyakit gangguan jiwa" jelas Yolanda
"Di pihak keluarganya tidak ada" jawab Steve
"Semalam dia masih baik-baik saja" ucap Vic
"Maaf! pasien Julia sering menyebut suaminya mencintai wanita lain, apakah Anda adalah suaminya?"
"Saya sudah mengerti, Julia tidak bisa menerima karena saya mengatakan semua padanya" ujar Vic
"Tuan, apakah Anda bisa memberitahu saya apa yang sudah terjadi pada pasien?" tanya Yolanda.
"Saya akan beritahu semuanya pada, Dokter" jawab Vic
Vic lalu menerangkan semua yang terjadi pada Julia saat di rumah Steve di siang kemarin
Setelah setengah jam kemudian
"Faktor utama adalah dia merasa di khianati, merasa sakit hati, kecewa. dan karena dia tidak bisa menerima kenyataan ini maka pasien Julia mengalami gangguan jiwa, dan dalam beberapa saat dirinya sudah tidak ingat siapa dirinya, dan kondisinya sekarang cukup sulit untuk disembuhkan" jelas Yolanda
"Apakah mama saya tidak bisa kembali normal seperti dulu?"
"Tergantung mentalnya, akan tetapi karena dia tidak bisa menerima kenyataan pahit, makanya dia berubah drastis hanya dalam waktu yang singkat" jawab Yolanda
"Tindakan apa yang harus kita lakukan, Dokter?" tanya Vic
"Kami akan berusaha semaksimal mungkin agar bisa meredakan emosi pasien, setelah itu kami akan mencoba mengajak bicara dengannya, selain itu kami juga akan memberinya obat untuk penenang" jelas Yolanda
__ADS_1
"Apakah mama saya bisa sembuh?"
"Untuk saat ini saya tidak bisa memutuskan kondisinya, yang penting adalah menenangkan pasien, karena pikirannya yang menyebabkan dia tidak bisa mengendalikan sikapnya"jelas Yolanda