Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Jesse mendapatkan balasan


__ADS_3

Tidak lama kemudian Stallone menghentikan mobilnya di depan rumah mewah milik orang dia kenal. ia turun dan menarik Jesse dengan kasar keluar dari mobilnya, dan kemudian ia mengangkat tubuh wanita itu yang tanpa pakaian berjalan menuju ke dalam halaman rumah tersebut.


"Lepaskan aku! tolong lepaskan aku," teriak Jesse yang ketakutan dan sambil menangis.


Stallone berjalan menuju ke sebuah kolam renang yang ada di halaman belakang, di sana terdapat lima pria paruh baya yang sedang berendam bersama dengan telanjang dada dan hanya di balut handuk di bagian bawah tubuh mereka.


"Hai....guys, aku membawakan hadiah untuk kalian," sapa Stallone yang menghampiri kolam itu.


"Wah...Stallone, anak gadis siapa yang kamu bawa? kenapa dia tidak berpakaian?" tanya salah satu pria yang sedang berada di kolam berenang itu.


"Dia mengatakan ingin memuaskan kalian, oleh karena itu ia melepaskan semua pakaiannya," jawab Stallone yang melempar wanita itu ke kolam.


PLUNG...


"Aarghhh..." teriakan Jesse yang sedang ketakutan.


"Hahahaha...wanita itu lumayan juga," ucap salah satu pria itu yang menahan lengan Jesse.


"Lepaskan aku...." teriakan Jesse yang merasa ketakutan.


"Hahahaha...lakukanlah sepuas kalian. dia sangat suka melayani pria. hadiah ini dariku, kalian nikmati saja," kata Stallone sambil tertawa.


"Baiklah! terima kasih!" ucap para pria itu yang mendekati Jesse


"Aarrgghh....jangan sentuh aku," teriak Jesse yang di peluk oleh mereka, tubuhnya di sentuh oleh lima pria tersebut, salah satu pria itu langsung memasukkan senjatanya ke bagian kewanita.an Jesse sehingga wanita itu berteriak.


"Aarrgghh!" teriak Jesse yang berusaha meronta akan tetapi ia tak berdaya dan hanya bisa teriak sambil menangis.


"Stallone, tolong aku!" teriak Jesse yang sedang di perko.sa salah satu pria itu.


"Kalian nikmati saja hadiahku ini! jika sudah selesai berikan kepada anggota kalian," ujar Stallone sambil tertawa dan meninggalkan tempat itu.


" Stallone, jangan pergi!" teriak Jesse.


"Hahahahaha..." suara tawa lima pria yang sedang menyetubuhi Jesse secara bergilir.


"Tolong hentikan..." teriak Jesse yang merasakan gesekan di bawah sana. mereka melakukan di dalam kolam renang itu sebanyak berulang kali.


Di siang itu Jesse berteriak tanpa berhenti karena di paksa oleh semua pria hidung belang, mereka mengabaikan teriakan Jesse dan melanjutkan keinginan mereka, aksi itu di lakukan dari siang hingga sore. secara bergantian. dari kolam berenang mereka melampiaskan hasratnya mereka sehingga berpindah ke tepi kolam.


"Hentikan....tolong hentikan," teriak Jesse yang mulai lemas karena di setubuhi tanpa berhenti oleh lima pria itu secara bergantian.


"Rasanya sangat memuaskan, aku sudah melakukannya lima kali dan sekarang adikku meminta lagi..hahahahaha," ucap salah satu pria itu.


"Sama! aku juga lima kali dan kini adikku ini menegang lagi," ujar temannya yang lainnya.


"Wanita hanya satu kita harus bersabar menunggu giliran," kata pria lainnya dengan tertawa.


"Hentikan! pacarku adalah Andrew dia adalah gangster dia akan membunuh kalian semua," pinta Jesse yang kondisi lemah dan merasa sakit.


"Aku tidak mengenal siapa Andrew, kami juga tidak peduli. yang kami tahu adalah kami sangat menikmati tubuhmu," jawab pria itu yang sedang melakukan gerakan dengan cepat.


"Aarrghh..." jerit Jesse yang sedang merasa kesakitan.


"Setelah selesai kita berikan kepada anggota ku," ucap pria yang adalah pemilik rumah tersebut.


Di sisi lain Stallone sedang menuju ke rumah sakit, saat tiba ia langsung menemui Juve, anggotanya yang sedang menunggu di luar ruangan.


"Juve, bagaimana dengan Lucy?" tanya Stallone yang menghampiri anggotanya itu


"Bos, dokter belum keluar," jawab Juve.


Setelah setengah jam kemudian.


Dokter yang menangani Lucy melangkah keluar dari ruang daruratnya.


"Siapa pihak keluarga pasien?" tanya dokter.


"Bagaimana dengan gadis itu?" tanya Stallone.


"Dia terluka di kepalanya akibat pukulan yang cukup keras, dan kekurangan banyak darah, kondisinya sangat lemah," jelas Dokter itu.


"Apakah ini membahayakan nyawanya?" tanya Stallone dengan merasa khawatir.


"Nyawanya sudah selamat, hanya saja tidak bisa di pastikan kapan pasien akan sadar."


"Apa maksudnya?"


"Bisa saja pasiennya akan koma seumur hidup, semua ini bergantung padanya."

__ADS_1


"Dokter, usahakan untuk menyembuhkan dia. dia masih terlalu muda dan juga memiliki seorang ibu!" pinta Stallone.


"Kami akan berusaha semaksimal mungkin," jawab dokter yang sesaat kemudian melangkah pergi.


"Juve, kirim orang untuk menjaga ibunya, katakan padanya jika Lucy sedang bekerja dan tidak bisa pulang dalam waktu dekat, dan berikan sejumlah uang untuknya. siapkan semua kebutuhannya!" perintah Stallone.


"Baik Bos," jawab Juve.


"Dasar wanita sialan! kelihatannya siksaan yang harus dia terima masih tidak cukup!" ketus Stallone.


"Bos, apakah ingin mengambil nyawanya?"


"Tidak usah! aku ingin mempermalukan dia. dia menjebak ku dan melukai Lucy, serahkan dia kepada pria itu sepertinya tidak membuatku merasa puas," jawab Stallone yang merasa kesal.


"Kenapa kau bisa ada di sini?" tanya seseorang yang tiba-tiba muncul di sana.


Stallone yang mendengar suara pria itu ia pun menoleh ke belakang.


"Ada yang masuk rumah sakit!" jawab Stallone dengan cuek.


"Di sini adalah rumah sakit, tentu saja ada yang masuk rumah sakit. tidak mungkin kau datang ke sini untuk membeli pakaian," jawab pria itu.


"Charles Robertson, kau sungguh membosankan," ketus Stallone.


"Jangan mengatakan padaku bahwa wanita siluman itu di perkosa olehmu sehingga masuk ke rumah sakit," kata Charles dengan mengejek.


"Jangan mengungkit wanita itu lagi!" ujar Stallone dengan kesal.


"Apa kau di bohonginya sehingga kau merasa kesal?" tanya Charles yang berdiri di hadapan Stallone.


"Dia adalah wanita murahan!" jawab Stallone dengan kesal.


"Bagian mana yang telah di bohonginya? uangmu?"


"Dia tidak bisa menipu uangku!"


"Lalu, apakah perasaanmu telah di bohonginya?"


"Bukan! aku tidak akan tertarik pada wanita murahan seperti ini. bahkan wanita panggilan ku jauh lebih cantik darinya," jawab Stallone dengan tegas.


"Lalu, kenapa kau mengatakan dia murahan jika dia tidak melakukan kesalahan? bukankah semalam kau masih membelanya dan membawanya pulang?"


"Dia mencampur obat ke makananku, sehingga aku...."


"Sehingga aku melakukan dengannya!"


"Lalu, kenapa kau merasa tidak senang?"


"Dia mencampurkan obat ke dalam makananku kenapa aku harus merasa senang?" tanya Stallone dengan kesal.


"Bukankah selama ini kau selalu bermain wanita, jadi sudah tidak heran. dan kenapa kau harus marah padanya?"


"Dia menjebakku! mana mungkin aku tidak marah, aku adalah Stallone terkenal di kamboja dan untuk pertama kali aku di jebak oleh wanita," ketus Stallone.


"Ini adalah balasanmu yang selama ini suka bermain wanita, sebenarnya kau tidak rugi sama sekali. kau pasti tidak akan bertanggung jawab padanya kan? jadi, untuk apa kau merasa kesal?" tanya Charles dengan tertawa.


"Sia-sia aku bicara denganmu!"


"Aku sudah mengatakan kalau dia hanya berpura-pura saja, tapi kau malah mati-matian membelanya dan aku ingin mengucapkan selamat untuk mu akhirnya kau di jebak oleh seorang wanita," ucap Charles dengan mengejek dan melangkah pergi.


"Dasar kurang ajar! suatu saat kau juga pasti di jebak oleh wanita," teriak Stallone dengan merasa kesal.


"Aku beda denganmu! aku tidak mendekati wanita manapun dan tidak akan percaya pada wanita manapun," jawab Charles yang menoleh ke arah Stallone.


"Tidak akan percaya pada wanita manapun? memangnya Flower bukan wanita?"


"Dia adalah wanita yang ku percayai satu-satunya, oleh karena itu aku tidak akan masuk jebakan wanita lain. beda denganmu yang adalah penjahat kela.min," kata Charles yang melangkah pergi.


"Dasar brengs*k!" ketus Stallone.


Mansion Andrew.


"Bos, nona Jesse bersama gangster kamboja itu semalam, dia ingin membunuh diri akan tetapi Stallone menyelamatkan dia dan Charles Robertson juga ada di sana!" kata Ekin yang sedang berdiri di belakang bosnya.


"Charles Robertson berada di rumah sakit aku tidak merasa heran, hanya saja kenapa bocah kamboja itu bisa ada di sana?" tanya Andrew yang sedang berdiri di balkon.


"Ini tidak tahu pasti, mungkin saja menemui Charles!" jawab Juve.


"Bagaimana dengan Bared belakangan ini?" tanya Andrew dengan menoleh ke arah Juve.

__ADS_1


"Dia muncul di rumah sakit kemarin, anggota kita hanya bisa mengintai dari jauh, karena di dalam rumah sakit itu ada beberapa anggota Charles yang sedang memantau kesekitaran sana,"jelas Ekin.


"Dia sangat berwaspada sehingga melakukan ini!" ujar Andrew.


"Charles Robertson tidak meninggalkan rumah sakit sama sekali, dia pasti sedang menemani wanitanya." kata Ekin


"Apakah kita memiliki kesempatan untuk membunuh Bared?" tanya Andrew.


"Untuk saat ini belum! Bared di kelilingi oleh anggotanya, anggotanya yang di spanyol sudah berkumpul di london. dan mengawal kemana pun dia pergi." jelas Ekin


"Kelihatannya aku harus bersabar lagi!" ucap Andrew sambil menghela nafas.


"Bos, nona Jesse dia...."


"Ada apa?"


"Dia di bawa oleh Stallone ke sebuah tempat dalam kondisi tidak berpakaian. kelihatannya dia sudah melakukan hal yang membangkitkan kemarahan gangster kamboja itu," jelas Ekin.


"Pasti bukan suatu yang baik!" ucap Andrew dengan bersikap santai.


"Akan tetapi tempat itu adalah rumah seorang pengusaha hidung belang. kelihatanya nona Jesse dia...."


"Biarkan saja! sudah sekian tahun dia masih tidak berubah, mungkin saja dia melakukan hal yang sama terhadap Stallone. pria itu adalah pemain wanita dan tidak akan bersikap murah hati pada wanita manapun," jawab Andrew.


"Apakah kita biarkan saja?"


"Biarkan saja! aku dan dia sudah pisah jalan, semua yang terjadi padanya tidak ada lagi hubungan denganku," ucap Andrew.


Malam hari sedang hujan deras, Jesse yang di paksa melayani lima pria itu secara bergantian dari siang hingga malam sehingga lemas dan tergeletak di jalan depan rumah mewah itu. setelah para pria hidung belang merasa puas maka wanita itu di lempar dengan kondisi lemah dan tanpa balutan apapun, hujan deras membasahi seluruh tubuhnya, ia hanya terlungkup tidak berdaya dan sambil menangis, merasa jijik, benci dan putus asa.


"Kalian semua menganggapku adalah mainan, aku tidak akan melepaskan kalian. aku akan meminta bantuan Andrew untuk membalas dendam. membunuh kalian semua," ketus Jesse yang sedang menangis.


"Hari ini tubuh ku di gilir delapan orang, selain lima bajin.gan itu mereka juga menyerahkan ku kepada tiga anggotanya, aku di hina begitu saja, mereka sangat jijik sekali, suara tawa mereka sangat mengjengkelkan," batin Jesse.


Tidak lama kemudian sepasang kaki yang sedang melangkah ke arah Jesse yang sedang terlungkup dengan kondisi lemah dan gemetaran di sana.


"Bagaimana rasanya di gilir oleh pria itu?" tanya pria yang baru datang dan menjambak rambutnya sehingga terangkat kepala Jesse dan menatapnya.


"Ke-kenapa kau melakukan ini padaku?" tanya Jesse dengan merasa kecewa.


"Aku adalah gangster dan kau berani sekali menyinggungku, aku berniat baik untuk membantumu karena merasa iba padamu, akan tetapi yang ku dapatkan bukan ucapan terima kasih dari mu, melainkan jebakanmu," ketus Stallone.


"Sebenarnya kau tidak rugi sama sekali,


kan!"


"Hahahaha...tidak rugi? apa kau tahu semua wanita yang seranjang denganku sangat cantik dan mahal harganya, cobalah kau mencermin dirimu dulu seperti apa. kau bahkan kalah jauh dari mereka. oleh karena itu tubuhmu ini hanya cocok untuk di nikmati para pria tua hidung belang itu dan juga anggotanya, apakah cukup nyaman karena kau harus melayani mereka sebanyak puluhan kali? mereka semua adalah pemain di night club. oleh karena itu mereka akan melakukannya berkali-kali. aku merasa kau pasti sangat menikmatinya," ketus Stallone.


Jesse menangis karena merasa terhina.


"Menangis? apa kau menyesalinya? ini adalah akibatnya jika kau menyinggung orang yang salah,"ketus Stallone yang melepaskan tangannya.


"Tolong bawa aku ke rumah sakit!" pinta Jesse yang memegang kaki Stallone.


"Terhadap orang yang ku benci aku tidak akan berhati lembut. asal kau tahu kau adalah wanita yang sudah di campakan oleh Andrew, dia sangat cerdik karena membuangmu. dan malam ini kau lebih parah, kau hanyalah wanita bekas dari lima pria hidung belang itu. jadi, untuk pelajaran kau jangan coba-coba melakukan hal yang sama dengan pria lain," ketus Stallone.


"Kau sudah membalasku, bahkan kondisiku sudah cukup parah. kenapa kau masih saja begitu kejam?"


"Kejam? siapa yang lebih kejam di bandingkan dengan kau yang memukul gadis yang tidak bersalah sehingga membuatnya berbaring di ranjang? dan mungkin saja dia akan meninggal ataupun koma seumur hidup. kau menghancurkan dia yang masih memiliki seorang ibu yang sedang sakit-sakitan."


"Aku mohon bawa aku ke rumah sakit! aku kedinginan dan sangat sakit. mereka sangat kasar padaku," pinta Jesse yang sedang menangis dengan wajah yang mulai pucat.


"Aku hanya akan baik pada yang baik. dan jahat pada yang jahat," ketus Stallone yang melangkah pergi.


Jesse hanya bisa menatap kepergian Stallone dengan lemas dan tidak sanggup lagi untuk memanggil pria itu. tidak lama kemudian Jessy tidak sadarkan diri.


Rumah sakit.


"Charles, besok aku ingin pulang!" pinta Flower yang sedang berbaring bersama Charles.


"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Charles yang memeluk pujaannya.


"Aku sudah baikkan."


"Aku akan bertanya Winz dulu ya, jika dia mengizinkan maka kau baru boleh pulang!" kata Charles.


"Aku merasa baik-baik saja dan tidak merasa ada yang tidak nyaman," ujar Flower.


"Walaupun begitu kau harus di periksa lagi! aku tidak ingin melihatmu sakit," kata Charles dengan senyum.

__ADS_1


"Tapi kamu di sini terus dan tidak pulang, padahal kau masih ada urusan lain," ujar Flower.


"Sepenting apapun urusanku, lebih penting dirimu," ucap Charles yan mengecup dahinya Flower.


__ADS_2