
"Liza, bagaimana. denganmu?" tanya Curry yang berlari ke arah temannya yang sedang terkapar karena merasa sakit
"Si brengs*k itu aku tidak akan melepaskan dia" bentak Liza yang di papah Curry
"Liza, tidak ada gunanya kau bertarung dengan dia, kau tetap akan rugi, walau kita bertiga bekerja sama, tetap juga tidak bisa mengalahkan dia" ujar Harry
"Lagi pula kenapa kalian harus sampai bermain tangan? kalian bukan musuh" ucap Curry
"Aku ingin memberi pelajaran padanya" ketus Liza yang berjalan dengan di pegang oleh Curry
"Sia-sia saja usahamu, di dunia ini selain bos tidak ada yang bisa mengalahkan dia, jadi urungkan saja niatmu itu, agar tidak semakin terluka" kata Harry
Tidak lama kemudian Liza dan Curry pergi meninggalkan kediaman bos mereka.
"Flower, apa belakangan ini kamu ada menghubungi papamu?" tanya Charles yang sedang menemani pujaannya di kamar
"Ada, papa dan kakak sering ke rumah sakit untuk melihat perkembangan bibi Julia" jawab Flower
"Apa ada kemajuan?"
"Tidak ada! seperti biasa, sering bicara sendiri, suka berteriak, tertawa dan juga menangis" jawab Flower
"Selama ini Julia di kenal sebagai wanita yang ego dan selalu saja membuat masalah, di saat dia normal dia membuat paman Vic dan Steve tertekan, dan sekarang dia juga membuat paman Vic dan Steve merasa sedih"
"Jika saja di saat itu bukan karena ku, mungkin saja ini semua tidak akan terjadi" ucap Flower
"Ini bukan salahmu, Flower. ini karena sifatnya yang memang sudah keterlaluan, jadi tidak bisa menyalahkan siapapun" ucap Charles dengan mencium wajah pujaannya
"Aku berharap bibi cepat sembuh, karena jika dia seperti itu maka papa dan kakak pasti sedih, bagaimanapun bibi Julia adalah ibu kandung kakak, dan juga seorang istri yang menemani papa selama tiga puluh lima tahun"
"Iya, mudah-mudahan saja. Flower, jangan khawatir tentang hal ini ya, aku tidak mau melihat boneka ku ini khawatir, kau tahu kan jika aku hanya ingin kau selalu bahagia?" ucap Charles dengan senyum
"Iya" jawab Flower
Malam hari...
Mansion Stallone
Juve membawakan seorang gadis muda berkulit putih dengan mengenakan rok di atas lutut
"Bos, ini aku membawakan seorang gadis untukmu" ucap Juve dengan hormat
"Apakah Lina sudah pergi?" tanya Stallone yang sedang duduk sambil menatap kaki seksi gadis muda yang ada di depan matanya
__ADS_1
"Sudah Bos" jawab Juve
"Siapa namamu?" tanya Stallone yang menatap gadis muda itu
"Namaku Lucy, Tuan" jawabnya yang merasa canggung
"Usia?"tanya Stallone yang serasa ingin melahap gadis itu
"Delapan belas"jawab Lucy dengan menunduk
"Kau masih sekolah, kenapa kau ingin menjual diri?"
"Karena ibuku sedang sakit, dan aku juga harus melanjutkan sekolahku, jadi aku butuh biaya" jawab Lucy dengan menunduk
"Kau tahu tugasmu jika ingin mendapatkan uangku?"
"Tahu"
"Sebelumnya apa kau sudah pernah di sentuh?"
"Tidak pernah"
"Bagus! kau harus ingat setiap aku memanggilmu maka kau harus datang dan tanpa penolakan, jika kau sudah setuju maka kau harus memuaskanku setiap aku menginginkan tubuhmu, aku tidak tahu kapan aku akan bosan denganmu, yang pasti adalah setiap kau memuaskanku aku pasti akan membayarmu, selama berhubungan denganku kau tidak boleh melakukan hubungan dengan pria lain, karena aku tidak suka bekas orang" ujar Stallone dengan tegas
"Ikut ke kamarku" titah Stallone yang bangkit dari tempat duduknya dan melangkah menuju kamarnya
Setelah masuk ke kamar, gadis muda itu semakin takut dan cemas, akan tetapi demi uang dia hanya bisa menurut perintah pria itu
"Lepaskan semua pakaianmu" perintah Stallone yang juga sedang melepaskan kemejanya
Lucy dengan tangannya yang gemetaran sambil membuka bajunya, sehingga menampakkan tubuhnya yang seksi dan bra transparant yang di kenakannya
Stallone yang melihat dua buah dada gadis muda itu yang bulat dan padat membuatnya semakin haus.
"Lepaskan semuanya" perintah Stallone yang sambil melepaskan celana luarnya
Lucy melepaskan bra dan juga roknya sehingga menampak pu.ting yang berwarna pink dan membuat hasrat Stallone langsung bangkit
Kini di tubuh Lucy hanya tersisa celana da.lam yang menutupi bagian bawah tubuhnya
"Lepaskan juga" perintah Stallone yang sedang menatap ke arah bagian bawah gadis itu, karena dirinya sudah tidak sabar ingin melahap seluruh tubuhnya
Lucy semakin takut dan cemas saat melepaskan semua pakaiannya, dan juga melihat pria yang di hadapannya itu sudah tanpa sehelai benang
__ADS_1
"Kau memiliki tubuh yang sangat bagus" kata Stallone yang menghampiri gadis yang sedang gemetaran itu.
Stallone memeluk pinggang Lucy dan memainkan jari di bawah sana, sehingga membuat Lucy semakin takut dan hanya bisa memejamkan matanya pasrah.
Kemudian Stallone menghentikan permainannya.
"Baring" titah Stallone
Lucy lalu berbaring di kasur dengan menurut.
"Pemandangan yang indah" ucap Stallone yang menatap setiap sisi tubuh Lucy dari atas ke bawah
Tidak menunggu lama Stallone membuka kaki Lucy dengan lebar-lebar dan langsung memasukan senjatanya hingga mendorong kuat sedalam-dalamnya
"Aaaaarrghhhhh" teriakan Lucy yang merasakan gesekan keras di bawah sana
"Kau masih perawan, teriaklah sekuatnya, ini membuatku merasa senang" kata Stallone yang mengoyang pinggulnya dengan cepat
Selama berhubungan Stallone melakukannya dengan gerakan yang cepat, dia mengabaikan tangisan gadis itu, karena ia hanya ingin segera menuntaskan hasratnya. dia tidak peduli seberapa sakitnya gadis itu serta mengeluarkan banyak darah karena di tembus olehnya secara kasar. karena yang dia inginkan hanya kepuasan. tiada kata lembut untuk para wanita yang harus melayaninya.
Tiga jam kemudian.
Stallone menghentikan aksinya, dan kemudian ia bangkit dan memberikan sejumlah uang kepada Lucy
"Aku sangat puas denganmu, besok temui dokter, aku tidak ingin kau hamil anakku, jika kau sampai hamil kau akan tahu akibatnya, dan sisa uang itu gunakan untuk pengobatan ibumu" kata Stallone yang melemparkan lembaran uang ke tubuh Lucy yang masih berbaring lemas di sana
"Pastikan nomor mu selalu aktif" ujar Stallone
"Tuan, apa bisa biarkan aku istirahat dulu, sakit sekali" pinta Lucy yang masih lemas
"Di saat gairahku bangkit aku tidak akan bisa menunggu, jadi kau tidak bisa menolak, bekerja sebagai pemuas pria kau harus membiasakan dirimu, dan ingat rawat bagian kewanitaan mu itu dengan baik, karena aku tidak suka di pakai orang lain, hanya aku saja yang boleh menikmatinya di saat kau menjadi pemuasku" kata Stallone dengan tegas
Jam dinding menujukan pukul 02.00
Di malam itu Charles menyelinap ke kamar ayah angkatnya, tidak tahu bagaimana caranya dia bisa begitu mudah untuk melangkah masuk ke kamar musuh besarnya itu
Brad yang sedang tertidur tidak menyadari jika anak angkatnya sedang menatap dengan tatapan aura membunuh ke arahnya
Sesaat kemudian Brad membuka matanya dan melihat ke arah pria yang sedang berdiri di hadapannya itu
Serasa tidak percaya dengan apa yang dia lihat ia langsung berubah posisi duduk dan melihat dengan wajah cemas.
"Ayah angkat, sudah lama kita tidak berbincang-bincang, aku sangat merindukanmu sehingga menemuimu di tengah malam ini" ucap Charles dengan senyum sinis
__ADS_1