Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Kenapa aku yang menderita


__ADS_3

Di saat Flower melangkah pergi Mark langsung menarik lengan Flower dan menghentikan langkah putrinya itu


"Kurang ajar sekali, jika bukan karena aku apa kau masih bisa hidup sampai sekarang?"bentak Mark dengan nada kecil


"Hidup? selama ini aku hidup dengan siksaan dan caci maki darimu, selama 10 tahun aku di hina oleh ayah kandungku sendiri, jika aku bisa memilih aku memang lebih ingin mati bersama mama ku daripada mendapat penghinaan darimu, di saat kau membuangku aku sudah menjadi anak yatim piatu, di saat kau menjualku keluarga Clisten sudah bukan keluargaku, hidup atau mati juga bukan urusanmu, sama seperti keluargamu bukan urusanku lagi" ucap Flower yang merasa kecewa yang mendalam


"Aku bertanya padamu sekali lagi, apa kau memang tidak ingin menolong?" tanya Mark dengan tegas


"Di saat kalian memiliki segalanya kau hanya ingat sama anak tirimu, kalian hidup bahagia dan menikmati bersama, makan makanan yang lezat, sementara aku memangnya apa yang sudah kau berikan padaku selain nasi dari sisa makanan anjing apalagi yang kau pernah berikan padaku? aku dirumah mu tapi hidup dengan penuh siksaan seperti di neraka, dan di saat kesusahan kau malah meminta bantuan dariku, hanya karena aku sudah di beli oleh gangster itu maka kau mengira aku bisa membantumu, hidup mati ku juga belum pasti, kau mengantarku ke kandang serigala, apa kau tahu? jangan melibatkan ku urusan kalian, cari saja anak kebanggaan mu untuk selesaikan masalah kalian dan minta bantuan saja sama istri yang sudah membutakan matamu itu" ketus Flower yang melangkah pergi ke arah Villa


"Dasar tidak berguna, apa aku harus bertemu langsung dengan Charles?" batin Mark


Malam hari


Charles bersama Steve di Pub milik temannya itu


"Kau menghabiskan beberapa botol minuman, apa yang sedang menganggu pikiranmu?" tanya Steve yang sedang duduk bersama Charles di ruangan khusus biasa tempat mereka berkumpul


"Tidak ada" jawab Charles dengan meneguk minumannya


"Tidak ada? raut wajahmu macam orang yang sedang kehilangan uang, jika tidak ada masalah mana mungkin dirimu minum begitu banyak, apakah karena mantan kekasihmu lagi?"


"Aku sudah mendapatkan dia"


"Apaaa?"


"Dia berada dirumah ku sekarang"


"Lalu kenapa kau masih merasa tidak senang?"


"Bagaimana aku bisa senang dengan pengkhianatan dia?"


"Apa kau menyiksanya?"


"Iya"


"Kau gila" ketus Steve


"Hanya menyiksa suruh dia bekerja saja, bukan suatu hal yang mengerikan, jika aku pukul baru hal yang menakutkan"


"Kenapa kau tidak menyelidiki dulu kenapa dia bisa pergi, dan bertanyalah padanya"ujar Steve


"Dia bahkan sudah melupakan ku, ini yang membuatku semakin membencinya" jawab Charles

__ADS_1


"Di mana kau menemukan dia?'


"Dia adalah putri Mark Clisten, sangat lucu bukan?"


"Putri dia? jadi apakah Flower adalah putri kandung yang selama ini orang tidak tahu?"


"Iya"


"Lalu dia bukannya sudah di sisimu, bagaimana caranya kau membuat dia kembali ke sisi mu?"


Charles lalu menjelaskan semuanya kepada Steve


"Kau gila? di saat dia hilang kau mencarinya, dan sekarang kau sudah mendapatkannya tapi kau malah menyiksanya, apa kau masih normal?"


"Dia hanyalah boneka yang ku beli, jadi untuk apa aku peduli dengan semua itu, aku tidak peduli lagi jika dulu kami pernah bersama, kenangan itu sudah tidak berarti bagiku"


"Charles, aku tahu sikapmu itu terlalu keras kepala, aku hanya ingin mengingatkanmu saja jangan terlalu berlebihan jika tidak maka kau akan menyesalinya, jika tidak suka biarkan dia pergi, jika suka maka menikahlah dengan dia"


"Menikah? walau di dunia ini tidak ada wanita lagi maka aku juga tidak akan menikahi dia"


"Kau sangat keras kepala, aku tidak percaya jika kau tidak mencintai dia,"


"Aku memang sudah tidak mencintai dia" jawab Charles dengan tegas


"Jika tidak ada cinta maka tidak mungkin kau masih membencinya kan? apa di saat kau menyiksanya kau merasa senang? Charles, hargailah sebelum kau kehilangan untuk ke dua kali" ujar Steve


Jam dinding menunjukan pukul 11 malam


Di malam itu Flower menyelesaikan pekerjaan yang di berikan oleh Charles, tentu luka pecah-pecah di seluruh telapak tangannya membuatnya semakin terasa sakit


"Pecahnya semakin besar, sakit sekali, tidak tahu apa mereka ada obat atau tidak" gumam Flower yang sedang bertiup kedua telapak tangannya


"Tidak tahu dia sudah pulang apa belum, aku ingin meminta obat dengan Cole''batin Flower


Flower lalu berjalan mencari keberadaan Cole, akan tetapi niatnya di hentikan karena dia mendengar suara dari sang majikannya yang baru pulang itu, karena takut di lihat lalu dirinya pun langsung berlari menuju ke kamarnya


"Bos" sapa Cole


"Bagaimana dia, apa sudah selesai tugasnya?" tanya Charles


"Sudah Bos" jawab Cole


"Bos, hari ini Mark Clisten mencarinya" ujar Cole

__ADS_1


"Kenapa mencarinya?"


"Tidak tahu, tapi sepertinya bukan hal yang baik"


"Apa ingin membawanya pergi?"


"Kelihatannya bukan"


Charles yang mendengar kedatangan Mark dia pun langsung menuju ke kamar Flower


Klek


"Flower Clisten" teriak Charles yang baru melangkah masuk


"Tuan" balas Flower yang dikejutkan oleh suara majikannya itu


"Kenapa Mark Clisten datang ke sini, apa dia ingin membawa mu pergi?" tanya Charles dengan nada tinggi yang menghampiri Flower


"Bukan, ini hanya masalah keluarga" jawab Flower dengan merasa cemas


Charles memajukan langkahnya dan mendekati Flower dan kemudian memegang tangan Flower dengan kuat sehingga membuatnya harus menahan sakit


"Jangan macam-macam dengan ku, aku tidak peduli apa yang terjadi pada keluarga kalian, Flower Clisten , kau harus sadar diri bahwa dirimu di sini adalah boneka ku, dan bukan lagi nona besar dikeluarga itu" ketus Charles yang sedang mengenggam tangan kiri Flower dengan kuat


",Tuan, aku tahu. apa bisa lepaskan tanganku, sakit" pinta Flower yang matanya berkaca kaca


Di saat Charles sedang mengenggam tangan Flower dia pun melihat telapak tangan Flower yang sudah hancur dan pucat itu, karena tangannya telah berendam air sabun seharian untuk melakukan pekerjaannya


"Tangannya kenapa bisa hancur begini" batin Charles


Charles lalu melihat telapak tangan kanannya lagi dan mendapati telapak tangan gadis itu sudah hancur karena ulahnya


"Malam ini aku tidak akan memperhitungkan lagi denganmu" ujar Charles dengan melepaskan pegangannya


Setelah Charles beranjak pergi Flower langsung meniup telapak tangannya yang pecah itu, rasa sakit dan perih di tahan olehnya selama seharian


Charles yang sudah melangkah ke arah pintu dan tiba-tiba dia membalikkan badannya dan melihat ke arah gadis itu yang sedang kesakitan


"Tangannya sampai hancur begini dan dia masih menahannya, kenapa melihat tangannya terluka begini hatiku malah merasa sakit, padahal aku sangat membencinya dan memang niatku mau menyiksanya" batin Charles


Jam dinding menunjukan pukul 12 malam


Charles yang masih duduk di kamarnya sambil meneguk minuman, dirinya mengingat kembali di saat dia melihat telapak tangan gadis itu yang sudah hancur karena siksaannya

__ADS_1


"Memang niatku melihat dia menderita tapi kenapa aku yang menderita?" gumam Charles


Charles lalu bangkit dari tempat duduknya dan keluar menuju ke kamar Flower dengan tangannya membawa botol kecil yang berisi obat luka


__ADS_2