Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Minta Bantuan


__ADS_3

"Aku juga ingin menebusnya, oleh karena itu berikan saja semua aset papa padanya. agar bisa untuk persiapan bagi Flower jika terjadi sesuatu di saat itu!" kata Steve.


"Papa terima saranmu! Steve, kamu sangat pengertian. dan papa beruntung memiliki putra yang berbakti," ucap Vic.


"Kamu adalah papaku dan wajar bagiku berbakti padamu, dan Flower adalah adikku, tentu saja aku sangat menyayanginya," jawab Steve dengan senyum.


"Hahahahaha..." suara tertawa Vic dengan gembira.


"Cincin ini akan ku simpan dengan baik! akan ku berikan kepada calon istriku suatu saat nanti," ujar Steve.


"Simpanlah! sepasang cincin ini sudah menjadi milikmu," jawab Vic dengan senyum.


Mansion Charles.


Charles yang sedang duduk di ruangan menerima panggilan di handphonenya dari seseorang


"Ada apa?" tanya Charles dengan cuek.


"Charles, aku hanya ingin bertanya padamu, apakah Fernando menyulitkanmu?" tanya Stallone yang di seberang sana.


"Ternyata kau masih hidup, aku mengira kau sudah tewas di tangannya."


"Jangan bercanda aku serius!"


"Dia tidak bisa mempersulitkan ku."


"Maaf, karena dendam kami sehingga melibatkan mu dan orang awam!"


"Untuk apa kau meminta maaf padaku? yang mengila adalah dia. dia membantai orang-orang di sana sehingga mereka ada yang meninggal dan juga terluka parah."


"Kejadian ini karena dia mencariku, kami sedang bertarung dan anak buahku membawaku pergi demi melindungiku. sehingga menyebabkan banyak jatuh korban karena ku."


"Aku tidak peduli apa dendam kalian, aku hanya tidak berharap kejadian ini melukai orang yang tidak bersalah. selesaikan urusan kalian dengan baik!"


"Aku ingin kembali ke kamboja dan aku masih gagal, karena dia mengawasiku dengan ketat. semua anggotaku juga tidak bisa ke sini karena akan dalam bahaya dalam perjalanan. dia sangat gila, dia bisa membunuh semua yang ada hubungannya dengan ku. aku tidak mau mengorbankan nyawa yang tidak bersalah hanya karena aku."


"Apa perlu aku mengirim mu ke kamboja? aku memiliki pesawat pribadi. kau bisa kembali ke sana. dan jika kau terus di london kau akan mati lebih cepat!"


"Tidak akan! aku ingin mengunakan caraku sendiri untuk pulang. dan aku tidak membutuhkan bantuanmu!"


Tidak lama kemudian mereka pun memutuskan panggilannya.


"Sudah di ujung tanduk masih saja gengsi," gumam Charles.


Apartemen Stallone.


"Bos, kenapa menolak bantuan Charles?" tanya Boran.


"Aku tidak ingin melibatkan dia, biarlah kita yang menghadapinya. pulang atau mati di sini tergantung nasibku," jawab Stallone.


"Bos, kalau saja Fernando akan melawan Charles, belum tentu dia bisa mengalahkan Charles dengan begitu mudah," ujar Chan.

__ADS_1


"Aku tahu! hanya saja ini akan menyulitkan mereka. Fernando adalah musuhku dan tidak seharusnya Charles ikut terlibat. sudah banyak yang terlibat karena aku. Candy meninggal dengan tidak wajar, serta orang-orang yang di bantai olehnya," ujar Stallone dengan merasa menyesal.


"Anggota kita di kamboja tidak bisa bergerak bebas, dan anggota di london juga sama, karena semua anggota Fernando sedang mencari keberadaan Anda. setiap di jalan keluar masuk kota dia melakukan pengawasan ketat sehingga kita tidak bisa berbuat apapun. dan kita juga tidak bisa lama di sini. kita kalah jumlah," ujar Chan.


"Jangankan jumlah anggota, melawan Fernando saja kita bukan tandingannya. kita butuh dukungan dari kumpulan lain," kata Boran.


"Hubungi Simon untuk meminta bantuan dia menjemput kita dengan mengunakan helikopter!" perintah Stallone.


"Apakah Simon akan membantu kita?" tanya Guty.


"Chan, coba hubungi dia dan katakan kita dalam kesulitan dan butuh bantuannya untuk pulang kamboja!"


"Baik Bos," jawab Chan.


Chan mengeluarkan handphonenya dan menekan nomor tujuannya.


Sesaat kemudian seseorang menjawab panggilan dari Chan.


"Hallo," jawab seseorang yang dari seberang sana


"Tuan Simon, aku adalah Chan. ada yang ingin ku katakan!"


"Apa kalian sedang mengalami kesulitan di london?"


"Iya, bagaimana Anda mengetahuinya?"


Simon menjelaskan semuanya kepada Chan dan lalu memutuskan panggilannya


"Dia sudah mengetahui semua masalah yang kita alami,"jawab Chan.


"Bagaimana dia bisa mengetahuinya?" tanya Boran dengan heran.


"Simon mengatakan kejadian ini sudah tersebar di kamboja, Fernando menyuruh anggotanya yang di sana untuk menyebarkan masalah ini. selain itu, Fernando juga memberikan peringatan kepada semua kumpulan di kamboja agar tidak ikut campur dalam hal ini," jelas Chan.


"Keterlaluan, dia ingin membuat kita terpuruk hingga tidak ada jalan keluar. dia sudah membuat rencana dari awal," ketus Stallone.


"Dia tahu kalau bos memliki banyak teman di sana, oleh karena itu dia ingin menghalang mereka," ujar Borey.


"Dia mengancam Simon dan lainnya, kalau saja berani ikut campur maka kumpulan mereka akan di lenyapkan," lanjut Chan.


"Mereka semua bukan tandingan Fernando, oleh sebab itu mereka hanya bisa menurut," ujar Borey.


"Bos, tanpa bantuan dari sana kita kesulitan untuk pulang. kita tidak memiliki pilot lainnya," kata Atith.


"Bos, satu-satunya cara hanyalah meminta bantuan Charles, tanpa dia kita tidak akan bisa keluar dari london. aku hanya khawatir jika markas kita akan di hancurkan olehnya. anggota kita setiap saat siap siaga untuk menjaga keamanan. mereka berjaga siang malam tanpa istirahat. jika anggota Fernando menyerang, aku khawatir anggota kita bukan lawan mereka," kata Chan.


"Aku adalah bos gangster sehingga harus mengalami kebuntuan ini dan meminta bantuan orang lain, sangat menyedihkan sekali," ucap Stallone.


"Ini hanya demi markas kita, jika tidak maka kita akan hancur kalau di ambil ahli oleh Fernando," ujar Chan.


Stallone mengusap kasar wajahnya karena merasa tertekan dirinya yang sudah terpuruk.

__ADS_1


"Demi seluruh anggotaku aku tidak boleh bersikap gengsi lagi. jika tidak maka aku akan menyesal kalau sampai semua anggota ku mati di tangan si brengs*k itu. hanya kembali ke kamboja jalan yang terbaik untuk saat ini," batin Stallone.


Stallone mengeluarkan handphonenya dari saku celana dan menekan nomor tujuannya.


Sesaat kemudian Charles yang di seberang sana menjawab panggilan tersebut.


"Hallo," sapa Stallone dengan mengerut dahi sambil mengaruk kepala karena gengsi.


"Ada apa? jangan mengatakan kalau kau menghubungiku untuk meminta bantuan," tanya Charles yang di seberang sana.


"Aku...." ucap Stallone dengan terhenti.


"Kalau tidak ada urusan aku putuskan panggilan mu."


"Sebentar! aku belum bicara lagi."


"Jangan bertele-tele! cepat katakan!"


"Aku ingin meminta bantuanmu," jawab Stallone dengan menepuk kepalanya karena merasa malu.


"Apa?"


"Aku ingin meminta bantuanmu."


"Apa aku salah dengar? atau kau salah orang?"


"Aku mengatakan ingin meminta bantuanmu," jawab Stallone yang menahan emosi.


"Tawaran ku sudah jatuh tempo, jadi aku menolak."


"Hei...mana ada yang jatuh tempo, memangnya kau mengira makanan atau sewa rumah?" ketus Stallone.


"Tadi sudah ku tawarkan, tapi kau menolaknya. ini salahmu."


"Charles Robertson, aku ingin meminjam pesawat mu untuk pulang ke kamboja."


"Kenapa kau tidak berjalan kaki saja pulang ke sana?"


"Apa kau gila ya?"


"Kalau aku membantumu, apa yang akan ku dapatkan?"


"Kau sangat serakah dan menjengkelkan, aku akan membayarmu," jawab Stallone dengan merasa kesal.


"Uang aku tidak perlu, karena uangku sudah banyak.".


"Lalu, apa yang kau mau?" tanya Stallone dengan kesal.


"Mudah saja, kau tidak perlu membayar ku. aku hanya ingin kau melakukan sesuatu!"


"Lakukan apa?"tanya Stallone dengan nada agak tinggi.

__ADS_1


__ADS_2