
"Karena dia tidak yakin bisa berhasil membunuh bos, jika saja gagal maka dia akan hancur dalam sehari," jelas Cole yang berdiri bersama Harry.
"Benar kata Cole! dia tidak bodoh harus membunuhku di tempat dia sendiri, andaikan dia berhasil akan tetapi siapa yang tidak tahu kami ke sana, secara tidak langsung dia menyinggung dua gangster dalam sehari," jelas Charles.
"Bos, selanjutnya apa yang harus kita lakukan?" tanya Harry.
"Aku tidak memikirkannya! karena yang ku pikirkan sekarang adalah pembunuh Brad yang masih hidup di luar sana, mereka bisa muncul kapanpun dan dimanapun, siang tadi dua kumpulannya menyerangku. walau mereka gagal, akan tetapi ini sangat meresahkan," kata Charles.
"Dia selalu muncul tanpa sepengetahuan kita, dia sudah mengikuti bos dan di saat yang tepat dia akan menyerang Anda!" ujar Cole.
"Kita harus menyusun rencana agar bisa memancingnya keluar!" jelas Charles.
Mansion Stallone.
Lucy gadis simpanan Stallone lagi-lagi di panggil oleh pria itu untuk datang melayaninya, seperti biasa dia harus melepaskan semua pakaiannya dan duduk di kasur dan hanya di tutupi selimut tebalnya, walau sudah sering melakukan dengan pria itu akan tetapi rasa takut masih melanda dirinya. bagaimana tidak, dia harus menahan perih selama berjam-jam saat tubuhnya di kuasai oleh pria berbadan tegap itu.
Tidak lama kemudian Stallone yang sudah selesai mandi keluar dari kamar mandinya, tubuhnya yang kekar hanya di balut oleh handuk.
"Kau sudah mengerti apa yang harus kau lakukan! kau sangat jinak," ucap Stallone yang melepaskan handuknya sehingga menampakkan senjatanya yang sudah bersiap ingin melahap tubuh mungil yang sudah menunggunya dari tadi.
Stallone menarik selimut yang menutupi tubuh gadis itu, tanpa menunggu dia langsung menarik dua kaki Lucy dan membukanya sehingga menampakan bagian inti gadis itu
Stallone langsung menancapkan senjatanya dan bergerak keluar masuk tanpa berhenti.
"Arghh!" jeritan Lucy yang menahan perih dan guncangan cepat yang di lakukan oleh pria yang sedang memuncak hasratnya.
"Aku sudah minum obat untuk melakukannya hingga pagi, dan kau harus bersiap untuk itu," ujar Stallone yang sedang mengoyangkan pinggulnya sambil menahan pinggang gadis itu.
Mendengar ucapan pria yang sedang menyetub*hinya Lucy semakin mereka takut, akan tetapi dia hanya bisa menurut dan membiarkan pria itu melakukan sesuai keinginannya.
__ADS_1
Tidak ada yang tahu apa yang di pikirkan oleh Stallone yang bermain dengan tidak biasa, ia tidak perlu obat untuk melakukan hubungan dengan para wanita, akan tetapi beda di malam hari ini, seakan-akan ia ingin mengunakan tubuh gadis itu untuk melampiaskan emosinya.
"Tuan, kenapa kau harus minum obat?" tanya Lucy yang sedang menarik sprei dengan ke dua tangannya.
"Kau tidak perlu bertanya! cukup hanya perlu berbaring dan membiarkanku menikmatinya," jawab Stallone yang sedang melakukan pergerakannya dengan semakin cepat ,
"Sakit! tolong jangan terlalu kasar!" pinta Lucy yag mengeluarkan air matanya.
Di saat Stallone melakukan pergerakan di bawah sana, raut wajahnya ternampak seperti sedang merasa tidak puas, tidak tahu apa yang ada di benak pikirannya.
"Aneh, kenapa aku masih saja merasa tidak senang walau punya dia bisa memuaskanku berkali-kali, " batin Stallone.
Stallone yang melihat wajah cantik gadis itu seakan merasa muak dan lalu dia mengambil handuknya menutupi wajah gadis itu.
"Tuan, kenapa menutup wajahku?" tanya Lucy yang sedang menahan sakit.
"Aku bosan melihat wajahmu! aku hanya butuh kewanitaanmu saja," jawab Stallone yang sedang bergerak maju mundur sambil melihat ke bagian inti gadis itu yang di kuasai penuh olehnya.
Setelah melakukan tiga jam Stallone menghentikan gerakannya, ia mengangkat tubuh Lucy dan menuju ke kamar mandi, serta menghidupkan air shower sehingga membasahi mereka berdua yang berdiri di bawah air yang berjatuhan.
Karena merasakan air yang menyiraminya maka Lucy pun membuka matanya dengan merasa terkejut jika dirinya berada di kamar mandi. Stallone mengangkat kaki gadis itu dan langsung memasukan senjatanya yang masih keras ke dalam kewanitaan Lucy.
"Aaarggh...." teriakan Lucy yang merasa kesakitan.
"Tolong hentikan Tuan! aku tidak tahan lagi!" pinta Lucy yang menangis histeris
"Diam! kau hanya menjadi pelampiasku! jadi kau harus memuaskanku setiap aku menginginkannya," ketus Stallone yang melakukan pergerakan sambil menahan tubuh gadis itu.
Setelah melakukan satu jam ia pun menghentikan aksinya, sementara Lucy yang merasa kesakitan dan lemah hanya bisa terduduk, karena ia tahu walau memohon pria itu tetap tidak akan melepaskan dirinya.
__ADS_1
Setelah Stallone beranjak dari kamar mandi dan meninggalkan Lucy yang masih terduduk di lantai basah serta di sirami air shower.
Stallone berjalan dengan hanya membalut handuk di bagian bawah tubuhnya. ia menuangkan segelas minuman anggur kesukaannya, dalam lima belas menit ia menghabiskan sebotol minuman itu.
"Tidak menyangka gadis yang membuatku tertarik itu adalah wanita milik Charles Robertson, baru kali ini hidup ku gagal untuk mendapatkan seorang wanita. baiklah, karena dia adalah wanitamu maka aku akan lepas tangan, aku bukan pria yang tidak tahu malu yang harus merebut wanita orang lain," ketus Stallone yang melangkah masuk ke kamarnya.
Lucy yang merasa sakit telah kembali berbaring di kasurnya, karena merasa sakit maka dirinya tidak sanggup untuk berjalan. di saat ia sedang tidur tiba-tiba ia merasakan gesekan demi gesekan di bagian kewanitaannya
"Aarrgh!" teriakan Lucy yang lagi-lagi di setubuhi oleh pria yang sedang melampiaskan hasrat dan kemarahan pada dirinya.
"Tuan, sakit! aku sudah tidak sanggup!"
Stallone mengabaikan teriakan gadis itu dan melanjutkan gerakannya sehingga mencapai puncak berkali-kali.
"Wanita lain juga bisa memuaskan ku! aku harus melupakan wajah calon istri si brengs*k itu," batin Stallone.
Keesokan harinya.
Markas Black Dragon.
Di pagi hari Flower tiba-tiba mendapatkan panggilan yang tidak menyenangkan dari sang kakaknya, Steve. ayah Flower di larikan ke rumah sakit akibat tiba-tiba tidak sadarkan diri.
Charles bersama Flower langsung menuju ke rumah sakit tempat ayah Flower di rawat.
Setelah beberapa menit kemudian.
"Winz, bagaimana dengan papaku?" tanya Steve yang sedang berdiri dengan Charles dan Flower.
"Kondisi Paman sangat lemah, apakah belakangan ini paman kurang tidur ataupun dia menghadapi tekanan?"
__ADS_1
"Setelah kejadian mamaku, papa sering saja merasa bersalah, kondisi mama yang semakin parah membuat papaku semakin merasa bersalah!" jawab Steve.