
Keesokan harinya
Villa Steve
Charles membawa Flower ke rumah Steve untuk menjumpai Vic dan Steve
"Papa, Kakak" sapa Flower yang melangkah masuk ke dalam rumah bersama Charles
"Putri kecilku sudah datang" balas sapaan Vic yang memeluk putrinya
"Charles, kalian baru datang dari mana?" tanya Steve yang menyambut kedatangan mereka
"Kami dari rumah, aku sengaja membawa Flower ke sini" jawab Charles
"Charles, terima kasih karena membawakan putriku ini ke sini" ucap Vic dengan tertawa
"Mari kita duduk dulu" ajak Steve dengan senyum
"Flower, bagaimana dengan kondisimu, apa kamu sehat-sehat saja?" tanya Vic yang sedang duduk bersama Flower
"Pa, aku sudah sembuh dan tidak sakit lagi" jawab Flower
"Flower, kelihatannya si brengs*k ini sangat merawat mu dengan baik" ujar Steve dengan menunjukan ke arah Charles
"Aku kelalaian, oleh sebab itu Farlos hampir saja melukainya" kata Charles dengan merasa bersalah
"Ini tidak bisa menyalahkanmu juga, kau sendiri harus mengerjakan urusan mu dengan ayah angkatmu itu, selain itu kau harus melindungi Flower, jika bukan karena Farlos mengunakan bom asap tidak mungkin dia bisa membawa Flower pergi" kata Steve
"Tanggung jawab ku adalah melindunginya, jika terjadi apa-apa ini semua karena kelalaian ku" ujar Charles
"Charles, jangan menyalahkan dirimu lagi, jika bukan karena mu, mungkin kami tidak bisa bertemu lagi dengan Flower, dan sekarang Flower masih berada di tangan penjahat itu" kata Vic
"Paman, aku juga ikut merasa gembira karena Flower dan kalian sudah bersatu, dan ini memang sangat mengejutkan, karena dari awal gadis yang ku kenal ini adalah adik kandung Steve" ucap Charles dengan tersenyum
"Hahahahah, yang namanya takdir hanya Tuhan yang mengetahui, semua ini sudah di takdirkan" kata Steve dengan tertawa kecil
"Bagaimana dengan kasus Mark apa sudah di putuskan?" tanya Charles
"Sebagian bukti sudah di kumpulkan, semua harta miliknya telah di sita untuk sementara, selama proses penyelidikan" jawab Steve
__ADS_1
"Kami berunding dengan William, dia mengatakan kasus seperti Mark Clisten ini akan di jatuhkan hukuman mati, sedangkan Fannie dan Mona akan di penjara, mengenai berapa lama masa hukuman masih belum di pastikan, akan mengetahui setelah di persidangan" jelas Vic
"Ini sangat menarik jika mereka di ringkus dalam penjara" ujar Charles
"Charles, apa yang kamu rencanakan?" tanya Flower
"Semua siksaan yang mereka berikan padamu, akan berlaku juga pada mereka" jawab Charles
"Mereka sudah menerima hukuman, jadi tidak perlu lagi kau mengambil tindakan" ujar Flower
"Flower, serahkan saja semua padaku, jika hanya makan tidur di dalam penjara ini sangat mudah bagi mereka" jawab Charles
"Flower, betul kata Charles, jika mereka hanya di penjara itu tidak cukup membalas semua perbuatan mereka padamu, pihak kepolisian akan melihat rekaman cctv yang di pasang rumah itu, itu semua bisa di jadikan sebagai bukti" jelas Steve
"Flower, jangan di pikirkan lagi. semua sudah berlalu, mulai hari ini hanya ada hari bahagia yang mendatangimu, dan tidak ada lagi hari penderitaan untuk mu" ucap Vic dengan senyum
"Iya Pa" jawab Flower
"Flower, kita sudah terpisah dengan begitu lama, bagaimana jika Flower tinggal bersama papa dan kakakmu?" tanya Vic dengan berharap
Atas permintaan Vic membuat Charles mengerut dahinya karena selama ini dirinya sudah terbiasa tinggal bersama dengan pujaannya itu
"Flower, jika kamu ingin tinggal di sini aku tidak akan melarangmu" jawab Charles dengan senyum, sedangkan di hatinya merasa berat
"Baik, terima kasih" ucap Flower dengan senyum
"Hahahahaha, akhirnya kita sekeluarga bisa berkumpul bersama" kata Steve dengan merasa gembira
"Karena ini adalah hal yang sangat membahagiakan, jadi papa ingin kita makan bersama dan papa yang akan memasaknya" kata Vic dengan tertawa dan bangkit dari tempat duduknya
"Dan biarkan aku sebagai kakak Flower membantu papa di dapur" lanjut Steve yang ikut berdiri
"Aku ingin membantu kalian" ujar Flower
"Tidak usah, kamu duduk saja bersama Charles di sini, dan kamar mu sudah di sediakan di lantai dua, bawalah Charles pergi melihat kamarmu" jawab Steve dengan senyum
"Baiklah Kak, terima kasih" ucap Flower dengan senyum
Setelah beberapa saat kemudian
__ADS_1
Flower membawa Charles ke kamarnya yang terletak di lantai dua, yang telah di sediakan oleh Vic dan Steve sebelumnya
"Flower, selamat. karena sudah bersatu dengan keluargamu" ucap Charles yang menarik pinggang Flower ke pelukannya
"Baru kali ini aku merasakan hubungan kekeluargaan" jawab Flower
"Hiduplah dengan bahagia di sini, jika ada apa-apa hubungi aku" kata Charles yang memeluk Flower dengan erat
"Apa kamu akan marah padaku karena aku tinggal di sini?" tanya Flower dengan menatap ke arah Charles
"Kenapa aku harus marah padamu? sini adalah keluargamu dan rumahmu, kalian sudah terpisah selama 24 tahun lamanya, tentu saja kalian harus melepaskan rasa rindu kalian, aku juga ingin boneka kesayanganku ini merasakan kasih sayang dari keluarga sendiri, dirimu yang sekarang sudah memiliki seorang ayah dan kakak, ini sangat membahagiakan" jelas Charles dengan mengecup dahinya Flower
"Charles, apa kamu akan sering datang melihatku?"
"Apakah Flower akan merindukanku?" tanya Charles dengan senyum
"Iya, mulai hari ini aku harus membiasakan hidup tanpamu di sini" jawab Flower dengan terus terang
"Aku akan sering datang melihatmu, hanya saja untuk saat ini mungkin aku belum bisa untuk sering datang menemuimu, tapi aku akan selalu menghubungimu" jawab Charles
"Apa kamu sibuk?"
"Aku ingin membalas dendam untuk keluargaku, dan jika Flower tinggal di sini aku juga bisa lebih tenang, setelah dendamku terbalas kita akan menikah" jawab Charles
"Berjanjilah padaku, kamu akan menjaga dirimu baik-baik, dan jangan lupa aku sedang menunggumu" ucap Flower dengan merasa khawatir
"Aku berjanji padamu, aku akan selalu ingat jika ada seorang gadis cantik yang sedang menungguku" kata Charles dengan menyentuh wajah Flower dan kemudian memeluknya
"Ada baiknya jika Flower tinggal di sini untuk sementara, jika saja suatu saat Brad menyadariku ingin membalas dendam, maka aku khawatir jika dia akan mengincar Flower, aku tidak mau melibatkan Flower, dia tidak seharusnya menderitanya lagi" batin Charles
Malam hari
Setelah selesai makan malam Charles dan Steve duduk bersama di halaman depan rumah
"Steve, untuk beberapa hari ini aku serahkan Flower padamu" ujar Charles sambil meneguk minuman
"Serahkan padaku? kenapa kau berkata seperti itu?" tanya Steve dengan penasaran
"Urusanku dan Brad belum berakhir, jadi aku tidak mau melibatkan Flower, Brad adalah musuh terbesarku, dan juga musuh yang paling bahaya, demi kekuasaan dia tega membunuh ayah dan ibu ku, dan aku tidak mau kejadian yang sama menimpa Flower, jadi aku berharap kau bisa menjaganya dengan baik" jelas Charles
__ADS_1