Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Sindiran Charles


__ADS_3

"Ma, aku sangat ingin melihat saat dia digilir oleh pria di luar sana, penderitaannya adalah kebahagiaanku, kalau saja dia menerima perlakuan ini. dia pasti hancur," ujar Fannie.


"Benar katamu! di dunia ini dirimu adalah wanita paling cantik seperti biadadari, dan kau akan menjadi rebutan para pria kaya di luar sana. tapi kau harus ingat pilihlah pria yang kaya raya dan selevel denganmu," ucap Mona dengan merasa bangga.


"Mama, aku adalah gadis cantik yang masih perawan, dan aku hanya akan memberikan keperawanan ku kepada pria yang ku cintai, dan tentu saja untuk ingin mendapatkan keperawanan ku dia harus mengeluarkan sejumlah uang untuk membayarku, karena tubuhku ini sangat berharga," kata Fannie.


"Tentu saja! putri mama adalah bidadari yang di sanjung oleh para pria, tentu saja harganya sudah tidak bisa ucapkan dengan kata-kata," jawab Mona.


Flower yang telah tidak sadarkan ia diseret oleh Mark menuju ke ruangan bawah tanah dan kemudian menghempaskan tubuh Flower dengan kasar ke lantai yang dingin itu.


Bruk


"Anak tidak berguna! selama ini aku yang memberimu makan, kalau tidak mana mungkin kau masih bisa hidup sampai sekarang," bentak Mark dengan kesal pada Flower yang sudah tidak sadar. dan setelah beberapa saat kemudian Mark melangkah pergi meninggalkan ruangan bawah tanah itu


Keesokan harinya


Kumpulan Red Lion


Brad Robertson yang adalah ketua dari kumpulan Red Lion sedang mengadakan rapat dan dihadiri para tetua gangster. Charles dan Farlos juga ikut hadir dalam rapat tersebut.


"Aku mendapatkan info belakangan ini wilayah kita diganggu oleh sskelompok preman, setiap ada pemasukan barang mereka pasti datang untuk mengutip uang keamanan. sejak kapan di wilayah kita ada pengutipan uang? dan kapan mulai terjadi?" tanya Brad.


"Tuan besar, izinkan aku yang mengurusnya," ucap Ricky yang berdiri di samping Brad.


"Aku ingin mendengar pendapat kalian semua, bagaimana caranya untuk menghentikan mereka? aku tidak suka jika wilayah kita diganggu oleh orang lain," tanya Brad.

__ADS_1


"Serang saja sarang mereka," jawab Charles.


"Hancurkan sarangnya! aku tidak ingin mereka datang ke wilayah kita lagi," perintah Brad.


"Baik, Tuan besar" jawab Charles.


"Charles, bukankah selama ini wilayah kita adalah di bawah pengawasanmu? kenapa preman itu bisa masuk ke wilayah kita?" tanya salah satu tetua kumpulan, Zaky.


"Wilayah itu sudah lama bukan bagian pengawasanku," jawab Charles dengan terus terang.


"Charles, jangan menghindar dari tanggung jawab di saat ada masalah, jangan lupa kau adalah salah satu bos di Res Lion," ujar Zaky.


"Paman Zaky, aku sangat kasihan padamu, karena sudah tua dan juga pikun," ucap Charles dengan mengejek.


"Apa maksudmu?' tanya Zaky dengan kesalm


"Charles, kau keterlaluan, berani sekali menghinaku," ketus Zaky.


"Paman, ingatanmu memang sudah lemah, aku sudah lama tidak memegang kendali wilayah itu. tapi kamu masih saja menyalahkan aku. aku tahu Farlos adalah kesayanganmu. tapi kamu juga jangan menjadi orang yang tidak bisa membedakan benar atau salah," kata Charles.


"Charles...."


"Kenapa? apa masih ingin selalu mencari kesalahanku Paman Zaky? masa-masamu sudah berlalu jangan dipaksakan, karena sudah tidak berguna. urusan Red Lion sudah seharusnya diurus oleh generasi sekarang," sindir Charles dengan senyum.


"Charles, Zaky adalah tetuamu kau seharusnya menghormatinya," ketus Arnold yang salah satu tetua di kumpulan itu.

__ADS_1


"Paman Arnold, aku hanya mengatakan yang sebenarnya, tidak ada salahnya aku berterus terang. jangan setiap kali ada kelalaian kalian hanya tahu menyalahkan aku. setiap aku mendapatkan keuntungan untuk kumpulan kita kalian sangat menikmatinya. tapi karena kalian sudah berusia 65 tahun maka aku memilih mengalah saja. karena orang yang sudah tua hidupnya tidak akan lama lagi," kata Charles dengan menyindir.


"Charles, paman Zaky dan paman Arnold adalah senior kita, seharusnya kau menjaga setiap ucapanmu," ketus Farlos dengan sengaja.


"Seharusnya kau sudah paham dengan sikapku, lagi pula aku juga tidak salah bicara. kalau sudah tua harus sadar diri karena waktu mereka tidak lama lagi. dan di saat itu aku harus mengurus pemakaman mereka," jawab Charles yang mengejekm


Prak


Hentakan meja dilakukan oleh Zaky yang merasa kesal.


"Charles, jaga mulutmu!" bentak Zaky dengan nada tinggi.


"Paman Zaky, jangan emosi tidak baik buat kesehatanmu, aku tidak ingin begitu cepat mengantar kepergianmu," balas ucapan Charles.


"Charles, kau sangat tidak menghormati yang lebih tua," ketus Arnold dengan kesal.


"Kalau ingin dihormati bukankah harus menjadi teladan yang baik untuk yang muda, Paman Zaky, Paman Arnold. kalian jangan mencari masalah denganku. ada baiknya kalian juga menghargaiku dan jangan berlebihan saat di depanku," kata Charles dengan senyum.


"Charles...," bentak Zaky dan Arnold dengan serentak.


"Sudah! sudah! jangan saling menyalahkan lagi! kita dari satu kumpulan dan kalian masih saja bertengkar," kata Brad yang niat menghentikan pertengkaran mereka bertiga.


"Charles, mengalah pada yang tua tidak ada salahnya mereka adalah seniormu" ucap Brad.


"Tuan besar, aku tidak berniat ingin mencari masalah, niatku baik dan hanya ingin mereka pensiun dan menikmati sisa-sisa hidup dengan bahagia."

__ADS_1


"Rapat hari ini sampai di sini saja," ucap Brad.


Karena rapat telah bubar maka Zaky dan Arnold hanya bisa patuh dan meninggalkan aula, setelah mereka pergi sisa Brad, Charles dan Farlos di ruangan itu


__ADS_2