
Setelah selesai makan Stallone kembali ke kamarnya dan menghempaskan dirinya di atas kasur. tidak lama kemudian dia memejamkan matanya. setelah beberapa menit kemudian ia membuka matanya dan merasakan keanehan pada dirinya. ia merasa panas di seluruh tubuh sehingga membuka bajunya.
"Kenapa aku bisa merasa panas? apakah makanan itu ada masalah?"ucap Stallone yang membuka semua pakaiannya dan langsung berlari ke kamar mandi, ia menghidupkan shower dan membasahi seluruh tubuhnya.
"Gawat! aku harus bisa menahannya. wanita itu mencampurkan obat di dalam makanan, aku sangat bodoh sehingga bisa masuk ke perangkapnya, dulu dia juga mengunakan cara ini untuk memerangkap Andrew, pada hal aku sudah mendengar semua ucapan mereka siang tadi. tapi aku malah membawanya pulang," gumam Stallone.
Karena tidak bisa menahan efek obat tersebut ia langsung berlari keluar dengan kondisi tanpa pakaian, Stallone mengambil handponenya dengan segera ia menekan nomor tujuannya.
"Hallo, Tuan," jawab seorang wanita yang di seberang sana.
"Lucy, cepat kemari!" perintah Stallone yang kemudian memutuskan panggilannya.
"Gila, obat ini sangat kuat. jika Lucy tidak cepat datang aku bisa mati. wanita itu aku pasti akan membunuhnya besok," ketus Stallone yang sedang duduk di kasur.
Setelah lima belas menit kemudian Stallone yang sedang menahan efek obat sedang berkeringat yang membasahi tubuhnya, ia mengerang dan menarik sprei serta mengacak rambutnya sehingga berantakan.
"Dasar wanita sialan! aku akan membunuhmu besok," ketus Stallone.
Tidak lama kemudian pintu kamarnya terbuka, saat wanita itu masuk ke dalam kamarnya ia mematikan lampu sehingga gelap dalam satu ruangan kamar.
Stallone langsung bangkit dan duduk ia melihat seorang wanita yang berjalan menghampirinya.
"Lucy...." seru Stallone yang menarik tangan wanita itu dan menidurkannya di kasur. wanita itu seakan sudah siap untuk melayani Stallone karena tubuhnya sudah tanpa balutan apapun.
Stallone yang tidak bisa melihat wajah wanita itu ia langsung membuka kaki wanita tersebut dan memasukan pusaka ke bagian inti milik wanita yang berada di bawahnya itu.
"Kenapa rasanya beda dengan kemarin? apa kau melakukan dengan pria lain?" tanya Stallone yang sedang melakukan pergerakan dengan cepat.
Karena hasratnya yang mengebu-ngebu akibat obat itu ia pun tidak mencurigai terhadap wanita yang dia kuasai itu yang tak lain adalah Jesse.
"Bagus! andaikan dia menanam benih di rahimku maka aku bisa hamil anaknya, obat itu cukup kuat, aku mencampur tiga butir. maka dia akan melakukan pelepasan beberapa kali. dengan begitu aku akan hamil," batin Jesse.
Stallone yang sudah kehilangan kesadaran, ia pun melakukan berkali-kali hubungan dengan wanita itu.
Setelah dua jam kemudian Stallone masih belum menghentikan gerakannya.
"Lucy, apa kau tidak melakukan perawatan seperti dulu, kenapa aku merasa lain dan tidak begitu puas seperti dulunya, apa belakangan ini kau selalu tidur dengan pria lain sehingga tidak merasa sempit seperti kemarin?" tanya Stallone yang sedang melakukan gesekan di bawah sana.
"Sia.lan! kau malah menghinaku. aku hanya pernah melakukannya dengan Andrew sekali!" batin Jesse.
"Karena efek obatnya belum hilang maka aku harus menuntaskan hasratku, aroma mu juga tidak sewangi dulu lagi. aku merasa mual!" ucap Stallone yang menekan pinggang Jesse sambil melakukan pergerakannya.
"Lucy....Lucy...dia sudah mati ku bunuh, apa aroma ku begitu busuk sehingga membuatmu merasa mual, sia.lan," ketus Jesse di dalam hati.
Setelah melakukan selama tiga jam Stallone akhirnya menghentikan aksinya dan akhirnya ia tumbang dan menimpa tubuh Jesse.
"Stallone, kau sudah menanam ratusan benih di rahimku. aku yakin akan tumbuh janin mu tidak lama lagi," ucap Jesse.
Keesokam harinya.
Stallone akhirnya sadar dan membuka matanya, ia melihat dirinya tanpa mengenakan pakaian dan sambil melihat ke samping dan mendapati bahwa Jesse sedang berbaring tanpa balutan apapun di tubuhnya.
"Wanita ini kenapa bisa ada di sini?" batin Stallone.
Setelah mengingat semula Stallone merasa kesal karena dirinya termakan obat perangsang yang di campur oleh wanitai itu.
"Tidak benar! semalam aku menghubungi Lucy kenapa bisa jadi wanita ini? dengan siapa aku berhubungan semalam?" batin Stallone.
Stallone berusaha mengingat semula dengan siapa dia melakukan hubungan badan, karena kondisi yang gelap membuatnya tidak bisa melihat wajah wanita itu.
"Aku sudah mengingatnya! semalam kamar gelap gulita aku tidak bisa melihat wajahnya dan langsung melakukannya, apa wanita jal*ng ini? aku merasa aromanya sangat lain. beda dengan Lucy. lalu, kemana Lucy? apa dia tidak datang!" gumam Stallone.
Stallone turun dari kasur dan mengenakan pakaiannya, ia mengambil handphone dan melihat rekaman semalam.
"Lucy ada datang semalam! tapi kemana dia?" batin Stallone
__ADS_1
Karena perasaan yang tidak nyaman ia langsung melangkah cepat dan keluar dari kamarnya.
"Lucy...Lucy...." panggil Stallone yang mencari ke kamar lainnya, dapur dan ruangan tamu. saat ia melewati salah satu kamar ia menghentikan langkahnya.
Ia melihat sepasang kaki di sebalik kasur di kamar itu. Stallone melangkah masuk dan melihat sesosok wanita yang dia kenal tergeletak dengan kepalanya yang berlumuran darah.
"Lucy...Lucy...." panggil Stallone yang menepuk wajah Lucy dengan pelan.
Di saat Stallone sedang berusaha membangunkan Lucy Juve tiba-tiba melangkah masuk ke kamar.
"Bos, ada apa? kenapa pintu luar tidak di kunci" tanya Juve yang menghampiri bosnya itu.
"Cepat antar Lucy ke rumah sakit!" perintah Stallone yang merasa cemas.
"Baik Bos," jawab Juve yang mengendong Lucy dan melangkah cepat menuju ke mobilnya.
Stallone merasa marah lalu ia pun berjalan menuju ke kamar yang di mana Jesse sedang tidur.
"Dasar jal*ng," bentak Stallone yang menarik selimut yang menutupi tubuh Jesse yang tanpa sehelai menang.
Karena merasa terkejut dengan suara keras Jesse terbangun dan merasa cemas dengan tatapan Stallone yang menakutkan itu.
"Tu-tuan, ada apa denganmu?" tanya Jesse yang ketakutan.
"Dasar murahan! kenapa kau bisa ada kasurku dan bagaimana Lucy bisa terluka?" tanya Stallone dengan nada kesal.
"Tuan, semalam Anda tiba-tiba menarik ku dan melepaskan pakaianku dan kemudian...." jawab Jesse sambil menangis
"Apa kau ingin mengatakan jika aku memperko.sa mu?"
"Iya, aku tidak tahu apa yang terjadi, tiba-tiba saja Anda membawa ku ke sini dan memaksaku!"
"Dasar wanita jal*ng," bentak Stallone yang merasa kesal dan melayangkan tamparan mengenai wajah Jesse.
PLAK...
"Tuan, kenapa kau menamparku, aku tidak bersalah," tangisan Jesse.
"Tidak bersalah? apa kau mengira aku adalah anak kecil? kau mencampur obat di dalam makanan sehingga aku tidak bisa menahan diri, kau juga mematikan lampu kamar agar aku mengira kau adalah Lucy. sehingga aku melakukannya denganmu. jika aku tahu kau adalah siluman jal*ng maka saat itu seharusnya aku mendorong mu dari loteng," bentak Stallone.
"Tuan, ini tidak benar. aku tidak mencampur obat di dalam makanan!" ujar Jesse dengan menyangkal.
"Tidak mencampur obat? lalu, bagaimana dengan Lucy, kenapa kau melukainya?"tanya Stallone dengan emosi.
"Aku tidak melakukannya, Tuan. mana mungkin aku berani melukai orang," jelas Jesse dengan sambil menangis.
"Kau tidak mengakuinya, bukan?" tanya Stallone yang mengeluarkan handphonenya dan menunjukan rekaman kejadian semalam.
Jesse langsung terdiam dan semakin ketakutan saat ia menonton rekaman itu.
"Kau sangat bodoh di saat ingin mencelakai orang, sehingga tidak menyadari jika rumahku di pasang kamera cctv. kau mencampur obat dan kau mengunakan kayu memukul kepala Lucy. ini semua adalah bagian dari rencanamu, apa niat mu sebenarnya? katakan!"
"A-aku..."
"Apakah setelah di campakan oleh Andrew, kau ingin mencari mangsa lain untuk menampungmu? kau mengunakan cara yang sama untuk menjebakku, jebakan mu ini sudah kau lakukan terhadap Andrew, dan sekarang aku juga di jebak oleh mu. aku sudah mengerti kenapa dia tidak menginginkanmu karena dia merasa kecewa denganmu, dan kenapa Charles Robertson merasa jijik denganmu karena dia bisa tahu kalau adalah wanita jal*ng," bentak Stallone dengan kesal.
"Karena kau sudah tahu maka aku tidak akan berbohong lagi padamu. aku mencintaimu oleh karena itu aku ingin bersamamu. dan aku yakin aku akan hamil anakmu," jawab Jesse.
"Apa kau masih waras? demi ingin hamil kau menjebakku dengan cara ini. aku beritahu padamu. aku tidak akan menikahmu walau kau hamil. karena kau wanita yang menjijikan," ketus Stallone.
"Jika au menjijikan maka Lucy lebih menjijikan, dia masih muda akan tetapi sudah menjual diri, bukankah itu lebih kotor," ketus Jesse.
PLAK...
Tamparan di lakukan oleh Stallone mengenai wajah Jesse.
__ADS_1
"Aarghhh...." pekik Jesse yang merasa kesakitan.
"Kau tidak layak menghina dia! kau bahkan lebih menjijikan dari dia," bentak Stallone dengan kesal dan menjambak rambut Jesse.
"Aarrghhh..." erang Jesse yang merasa sakit.
"Apa kau tahu dia bahkan sangat bersih dan dia sangat suci, dia tidak seperti dirimu yang suka menjebak pria. sedangkan dia melakukan semua ini demi ibunya. sementara dirimu terlalu pintar mengeluarkan air mata buaya. kau ingin aku bertanggung jawab dan bersamamu seperti mantanmu itu? maka kau sudah salah. aku tidak sebaik dia yang harus merasa bersalah dan memaksakan diri harus bersamamu. aku tidak sebodoh itu sehingga harus melakukan hal bodoh seperti itu," ketus Stallone.
"Kau akan menyesal jika aku hamil nanti," ujar Jesse yang matanya memerah
"Lalu, kenapa memangnya kalau kau hamil? belum tentu janin yang di dalam kandunganmu itu milik aku. kau sangat suka menjebak pria untuk tidur denganmu, selama ini sudah berapa pria yang pernah menyentuhmu," bentak Stallone.
"Aku tidak melakukan hubungan dengan pria lain selain dirimu," teriak Jesse dengan merasa kesal.
"Siapa yang bisa percaya dengan perkataan mu itu, kau bisa saja dengan mudahnya menyerah diri pada pria yang baru kau kenal, apa lagi yang tidak bisa kau lakukan!" ketus Stallone.
"Bagaimanapun kau sudah melakukannya semalam, kau harus bertanggung jawab!" kata Jesse dengan tegas.
"Hahahahaha.....Dasar ******, kau tidak mengenalku siapa? tidur dengan wanita adalah hal kecil bagiku, aku hanya perlu membayar mereka dan kemudian mereka akan memuaskan ku di ranjang. akan tetapi kau sangat buruk sekali, bahkan tidak menilai sama sekali. wanita yang pernah main denganku masih jauh lebih memuaskan dari padamu," ketus Stallone dengan menghina.
"Stallone, setelah anak ini lahir kau pasti akan menyesal karena kau membuangku!" bentak Jesse.
"Kau tidak usah merasa bangga walau kau sudah hamil, wanita yang hamil anakku bukan kau saja. tapi karena dia layak maka aku masih bertanggung jawab padanya, sedangkan dirimu tidak layak sama sekali melahirkan anakku. dan walaupun kau melahirkan anakku aku hanya akan mengambil anak itu dan berikan dia pada wanita yang akan menjadi istriku di masa yang akan datang," ketus Stallone.
"Kau tega sekali! semua pria sama saja, setelah meniduri ku kalian ingin mencampakkanku!" bentak Jesse.
"Menidurimu? kau menganggap tubuhmu itu sangat berharga? jika bukan karena obatmu maka aku tidak akan mau menyentuhmu, apa kau tidak sadar kau sangat menjijikan. kau jangan lupa wanita yang ku panggil adalah Lucy bukan dirimu," bentak Stallone.
"Dia adalah wanita yang menjual dirinya, dia lebih kotor dan menjijikan!" bentak Jesse.
PLAK....
Tamparan dari Stallone yang merasa kesal.
"Aargghhh...." jerit Jesse yang memegang wajahnya.
"Kau tidak layak sama sekali menghinanya, dia rela di nodai demi ibunya. dan bukan mengunakan obat untuk menipu para lelaki, apa yang kau lakukan padaku aku tidak akan tinggal diam," ketus Stallone yang sedang emosi.
"Apa yang kau ingin lakukan?" tanya Jesse yang sedang menangis.
"Kau sangat suka di tiduri pria, bukan? dan kemudian mengambil kesempatan ini agar mereka bersamamu, maka ada seseorang yang bisa mengabulkan keinginan mu," kata Stallone yang menarik lengan Jesse keluar dari kamar.
"Aaargghh....lepaskan aku!" teriakan Jesse yang tanpa sehelai benang.
Stallone yang merasa kesal menarik wanita itu yang sedang dalam kondisi telanjang menuju ke mobilnya.
"Lepaskan aku! aku tidak mau ke mana-mana!" teriak Jesse yang di paksa masuk ke dalam mobil.
Jesse tidak berdaya untuk melawan pria itu yang sedang emosi dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Jesse yang merasa ketakutan hanya bisa diam dan ketakutan. tidak lama kemudian Stallone menerima panggilan dari Juve yang sedang berada di rumah sakit.
"Hallo, Bos. nona masih dalam ruang darurat!" kata Juve yang di seberang sana.
"Jaga dia dulu! setelah aku selesaikan urusanku di sini aku akan ke sana. sampaikan ke dokter harus selamatkan dia, berapapun biaya tidak masalah. utamakan nyawanya," perintah Stallone.
"Baik Bos," jawab Juve.
"Kita mau ke mana? aku tidak berpakaian!" tanya Jesse dengan merasa cemas.
"Kau tidak kenal siapa aku, aku tidak suka di permainkan, kau melakukannya dan aku akan membalasnya, agar kau bisa menikmatinya," kata Stallone yang sedang sambil mengendarai mobilnya.
"Kau tidak boleh melakukan ini padaku!" teriak Jesse yang sedang ketakutan.
"Apa kau mengira dengan menjebakku maka aku akan menikahimu? hahahahaha....kau sudah salah jal*ng. bagiku berhubungan dengan wanita adalah perkara biasa, aku tidak rugi sama sekali dan aku juga tidak menikmatinya sama sekali. apa kau tahu semua wanita yang pernah bersama ku bukanlah wanita murahan, karena mereka menerima bayaran yang tinggi, sedangkan dirimu sama sekali tidak sebanding dengan mereka, dan kau adalah murahan," ketus Stallone dengan emosi.
Stallone yang sedang emosi mengendarai mobilnya dengan laju, tidak ada yang tahu dia ingin membawa Jesse pergi ke mana dengan tubuh wanita itu yang tanpa sehelai benang. Jesse yang ketakutan menangis dan berteriak di sepanjang jalan.
__ADS_1