
" Sudah 10 tahun aku tidak dapat tidur di kasur dan ruangan yang begitu terang, dulu aku hanya tidur di lantai yang dingin tanpa bantal dan selimut, harus menahan dingin semalaman, untuk seterusnya tidak tahu apa yang akan terjadi di dalam hidupku, tuan Charles sangat membenciku apa dia akan memukul ku?" gumam Flower
"Telapak tanganku sangat sakit, tidak ada obat, aku juga tidak berani keluar dari kamar jika saja dia melihatku dia pasti akan marah lagi, bagaimana aku bisa menyuci lagi besok?" batin Flower
Di malam itu Flower yang sudah kelelahan dirinya pun tertidur dengan pulas, tidak lama kemudian Charles melangkah masuk ke kamarnya dan menghampiri Flower dengan menatap ke arah wajah yang polos tanpa make up itu
"Flower Clisten, kelihatannya hidupmu baik-baik saja tanpaku, aku malah menjadi pria bodoh selama ini, setiap saat aku merindukan mu sehingga aku semakin benci padamu, dan sekarang kau sudah dihadapanku kau tidak akan bisa melarikan diri lagi, kau akan menjadi bonekaku untuk selamanya" batin Charles
Di saat Charles ingin berpaling ke arah pintu dirinya menghentikan langkahnya dan menoleh kembali ke arah Flower, mata Charles melihat ke telapak tangan Flower yang sudah pecah-pecah sepenuhnya akibat terkena air sabun seharian
Charles lalu duduk di samping Flower dan melihat dengan jelas telapak tangan Flower yang nyaris hancur dan kemerahan
"Gadis bodoh, sudah sakit masih saja bertahan" batin Charles yang merasa tidak tega
Charles lalu meneteskan obat cairan bening untuk luka di kedua telapak tangan Flower yang pecah-pecah itu, Flower yang telah kelelahan tidak menyadari jika majikannya itu sedang mengobati tangannya
"Aku sangat membencinya dan bahkan ingin menyiksanya agar bisa puas, tapi kenapa aku malah merasa sakit hati di saat melihat tangannya yang terluka begitu parah" batin Charles
Villa Clisten
Di malam itu Fannie duduk di pojokan kamarnya sambil menangis dengan histeris mengingat kejadian tadi siang yang sangat memalukan baginya, sementara di luar terjadi pertengkaran hebat antara Mona dan Mark, Mark yang tidak bisa menerima penghinaan ini membuat dirinya marah besar akibat yang menimpa anak tirinya itu
__ADS_1
"Memalukan, sungguh memalukan, namaku akan hancur dalam waktu dekat, jika pria itu sebarkan rekaman ini maka semua hartaku akan di kuras habis, ini semua salah mu" bentak Mark dengan kesal
"Kenapa kau malah menyalahkanku? semua ini terjadi bukanlah keinginanku, Fannie menjadi korban pemerkos*an, kau bukannya peduli padanya tapi kau malah membentakku dan menyalahkannya, kenapa kau bisa begitu tidak masuk akal?" ujar Mona dengan kesal
"Jika di hari itu dia bisa menjaga dirinya maka semua ini tidak akan terjadi, kau terlalu membanggakan dia, kau lihat saja dia sekarang sudah menjadi apa? dia seperti kaleng bekas yang di buang, dan sudah tidak berguna lagi" bentak Mark dengan nada tinggi hingga di dengar oleh Fannie yang berada di kamarnya
"Mark Clisten, kenapa kau bisa begitu tega? dia anakmu juga, dia sudah bersama kita selama 10 tahun, dia sudah memanggil mu papa selama ini, dan sudah menjadi manager di perusahaan mu, jika bukan karena Farlos ingin harta mu apa semua ini akan menimpa ke anakku?" bentak Mona dengan kesal
"Kau menyalahkanku? putrimu di setub*hi orang dan Farlos mengunakan rekaman itu untuk mengancamku, aku yang menjadi korban karena aku harus memberikan saham ku kepada pria brengs*k itu" ujar Mark dengan emosi
"Saham? kau hanya mengutamakan saham mu, dia adalah putrimu yang sudah memanggilmu papa selama ini, tapi kau sama sekali tidak peduli padanya" bentak Mona dengan marah besar
"Panggil aku papa selama 10 tahun? lalu kenapa memangnya jika memanggilku papa? kalian jangan lupa, dulu kau adalah janda anak satu dan dia adalah keturunan anak maling yang ku pelihara selama ini, jika di saat itu tanpaku apa kalian bisa hidup mewah? jika tanpa ku apa kau bisa berfoya-foya dengan menghabiskan uangku? kalian ibu dan anak tidak tahu diri makan dan fasilitas mewah semua dariku, semua pakaian mu dan anak mu itu dariku juga, anakmu itu hidup dengan mewah, semua barang yang dia gunakan juga dariku, sementara anak kandung ku sendiri harus tidur di kamar bawah tanah dan gelap selama 10 tahun, dan makan makanan sisa anjing, sedangkan anak maling itu hidup dengan penuh kemewahan" ketus Mark dengan nada tinggi
"Kenapa? kau tidak suka tapi itulah kenyataannya kan? kalian sudah hidup serba lengkap tanpa kekurangan apapun, tapi hari ini aku malah di ancam oleh brengsk tu karena anakmu" ketus Mark
"Kau sangat gila, kau sudah melihat dengan mata sendiri jika Fannie menjadi korban di depan mata kita, tapi kau bukannya merasa simpati justru kau malah menyalahkannya, apa kau masih waras?"
"Aku tidak mau kehilangan harta ku demi anak maling itu" jawab Mark
"Kau keterlaluan, dia adalah anakku bukan anak maling"
__ADS_1
"Apa kau marah dan merasa benci? sama seperti di saat kau mengatakan Flower sebagai anak sampah" ketus Mark
"Hahahahaha...Mark Clisten, kau adalah pria yang paling tidak berguna, apa kau tahu kenapa? karena anak kandungmu sendiri kau korbankan, ini adalah kebodohanmu, kau yang menyiksanya selama ini, kau bahkan ingin menjualnya demi uang, dan siapa tahu Charles yang datang membawanya pergi dan kau tidak berdaya, semua ini adalah karma" ketus Mona dengan histeris sambil tertawa
"Kau bukannya sama harus menanggung karma, kau menganggap anakku sebagai anak sampah, sedangkan kau lupa jika anakmu itu lebih parah dia adalah anak maling, dan selain itu seluruh tubuhnya akan di lihat semua orang tidak lama lagi, bukankah kau dan anakmu itu sedang mendapat balasan"
"Jangan menyebut anakku anak maling, dia adalah anakku" bentak Mona dengan histeris
"Kau sudah melihat kejadian itu kan? aku malah merasakan sangat memalukan, jangan berharap aku akan serahkan sahamku untuk Farlos" ketus Mark
"Tidak! kau harus melakukannya jika tidak maka dia akan sebarkan video itu, itu akan menjatuhkan Fannie"
"Apa hubungan denganku?'
"Semua orang sudah tahu jika dia adalah mu"
"Hahahahaah..anakku? apa kau bermimpi? apa kau mengira dia layak jadi anakku? aku bisa mengadakan konferensi pers dan memberitahu mereka semua jika Fannie bukan anakku melainkan anak maling yang ku pelihara selama 10 tahun"
"Kenapa kau bisa bersikap kejam? di mana hati nurani mu, Mark Clisten. kau bisa kejam pada Fannie yang sudah berbakti padamu" teriak Mona
"Berbakti padaku? iya, dia berbakti padaku karena aku bisa memberi dia pekerjaan dan hidup mewah untuknya, dia selalu membanggakan dirinya di depan semua orang, semua itu aku juga bisa melihatnya, Mona. selama ini kita sama-sama saling peralatkan bukan?"
__ADS_1
"Apa maksudmu?"