Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Jesse mendatangi Flower


__ADS_3

"Andrew, aku hanya meminta tolong kepadamu untuk terakhir kali, tolong aku membalas dendam terhadap mereka yang sudah melukaiku, dengan begini aku akan meninggal dengan tenang," tangisan Jesse yang sambil berlutut.


"Aku tidak bisa langsung mengambil keputusan untuk membunuh mereka sebelum aku mengetahui kebenarannya," jawab Andrew.


"Andrew, kita sudah lama bersama, apa kau mengira aku sedang mengarang cerita? aku di perlakukan tidak adil, apa kau tahu hidupku sudah tidak berguna, akan tetapi aku ingin melihat mereka mendapat balasannya dan kemudian aku akan mengakhiri hidupku, aku tidak ingin hidup dalam kegelapan, aku tidak mau hidup dalam mimpi buruk. aku takut setiap memejamkan mata aku akan terbayang semua kejadian itu dengan begitu jelas," kata Jesse yang sambil menangis.


"Jesse, walau aku adalah gangster tapi bukan berarti aku bisa membunuh orang tanpa mengetahui kebenarannya, jika membunuh mereka hanya karena keinginan mu, ini sama saja aku mencari masalah dan akan menjejaskan namaku. Stallone bukan pria sembarang. walau dia sangat di kenal pemain wanita tapi setahuku dia bukan bajin.gan yang memperko.sa wanita, dia melakukan dengan membayar dan bukan melakukan dengan cara pemaksaan," kata Andrew dengan tegas.


"Andrew, kau lebih memilih mempercayainya dari pada aku yang adalah kekasihmu? kenapa...apa karena dia adalah sesama gangster denganmu? oleh sebab itu kau mempercayainya?" tanya Jesse dengan menangis tanpa berhenti.


"Jesse, gangster ada aturannya tidak bisa membunuhnya hanya karena beberapa kata darimu, sebelum aku menyelidiki lebih lanjut aku tidak bisa melakukan apapun," jelas Andrew. dengan tegas.


"Hidupku sudah tidak berguna aku mau mati saja," tangisan Jesse yang bangkit dan berlari ke arah dinding kamar itu dengan berniat ingin membentur kepalanya.


Bruk...


"Aarrghh..." jeritan jesse yang merasa kesakitan.


"Kenapa dia tidak menangkapku? kepala ku sakit sekali, aku harus memikirkan cara agar dia membawa ku ke rumahnya," batin Jesse.


"Hidupku tidak berarti sama sekali!" teriak Jesse yang berlutut sambil membentur kepalanya ke dinding.


Bruk...bruk...bruk...


"Sakit sekali! kenapa dia tidak menahanku!" batin Jesse


"Jesse, untuk apa kau melakukannya, memangnya bisa di ulang semua yang telah terjadi? istirahatlah. jangan melukai diri lagi," ujar Andrew.


Jesse menangis dengan terisak karena ingin mendapat simpati dari mantan kekasihnya itu.


"Aku sangat malu! dan aku sangat takut sehingga tidak berani tidur, setiap aku memejamkan mata maka aku akan melihat mereka. ini membuatku trauma," tangisan Jesse.


"Jesse, baringlah di ranjang. aku akan menyelidikinya sebelum aku bertindak," kata Andrew yang melangkah keluar dari kamar Jesse.


Jesse merasa kesal karena pria itu mengabaikan dirinya, bahkan di saat ia ingin bunuh diri saja mantan kekasihnya itu sama sekali tidak peduli dan memilih keluar dari kamar.


"Kenapa dia tidak peduli padaku? apa karena merasa jijik padaku?" gumam Jesse yang terduduk dengan dahinya yang berdarah.


Di sisi lain Stallone sedang melakukan hubungan dengan wanita yang dulu pernah menjadi teman ranjangnya. mereka melakukan di dalam mobil, wanita cantik itu merasakan kenikmatan dengan gesekan demi gesekan yang di lakukan oleh pria yang sedang menyetubuhinya. posisi Candy dengan menyandarkan diri di kursi belakang mobil. ia pasrah membiarkan pria itu menguasai setiap inci tubuhnya.


"Stallone, kau masih tetap hebat seperti dulu," ucap Candy yang sedang memejamkan matanya.


"Tentu saja! karena aku sangat ahli dalam hal ini," jawab Stallone yang sedang melakukan pergerakan di bawah sana.


"Siapa yang akan menjadi istrimu dia pasti sangat beruntung," kata Candy.


"Aku tidak akan menikah, karena aku tidak suka di atur. dan aku juga tidak suka menatap wajah satu orang selama hidupku." ujar Stallone yang sedang mengoyangkan pinggulnya dengan cepat, karena ia ingin menuntaskan hasratnya kesekian kalinya.


Tidak lama kemudian Mereka pun menghentikan aksinya setelah melakukannya selama satu jam.


"Aku akan membayarmu!" kata Stallone yang mengeluarkan dompetnya.


"Tidak perlu membayarku! aku tidak menjual tubuhku. kita sama-sama menikmatinya, aku adalah janda dan kau belum menikah. jadi, kita melakukannya demi kesenangan. asalkan di lain hari jika salah satu di antara kita saling butuh maka kita masih bisa melakukannya," ucap Candy dengan senyum.


"Baiklah! ini adalah tawaran yang menarik. kau salah satu teman ranjang yang tidak bisa ku lupakan," jawab Stallone dengan senyum.


Setelah beberapa saat kemudian mereka pun pisah jalan, Candy mengendarai mobilnya pergi meninggalkan parkiran, sementara Stallone melangkah masuk ke rumah sakit dengan berniat ingin menjenguk Lucy yang masih belum sadar.


"Rekaman ini aku bisa memperlihatkan ke wanita itu, setelah itu baru sebarkan ke internet," ucap Stallone yang sedang berjalan menuju ke kamar Jesse.


Setelah beberapa menit kemudian Stallone melangkah masuk ke kamar Jesse.


Klek.


"Hai...wanita iblis, apakah kau ingin bunuh diri dengan cara membenturkan kepalamu ke dinding?"sapa stallone dengan senyum dan menghampiri Jesse yang sedang duduk di lantai.


Jesse yang melihat Stallone ia langsung berusaha untuk berdiri.


"Kenapa kau bisa ada di sini? apa kau masih tidak puas melihat kondisi ku yang sudah hancur karena ulah mu!" bentak Jesse yang berdiri sambil menahan sakit.


"Hancur? ini kesalahan siapa? kau sendiri yang mau kan?" ketus Stallone yang melangkah maju mendekati Jesse. Jesse yang ketakutan memundurkan langkahnya.


"Kau tidak mengenal sifatku, wanita breng.sek. kau merasa hancur karena dirimu sudah di nikmati oleh pria hidung belang itu, dan apa kau ada berpikir kenapa semua ini bisa terjadi ke atas dirimu? ini semua kau sendiri yang mau," ketus Stallone yang mendorong Jesse dengan kasar sehingga membentur ke dinding.


"Aarrghh..." jerit Jesse yang merasa kesakitan.


"Kenapa kau bisa begitu tega pada wanita yang lemah sepertiku?"tanya Jesse sambil menangis.

__ADS_1


"Wanita lemah sepertimu? apa kau sedang memuji diri sendiri? kau memukul seorang gadis yang tidak bersalah sehingga koma. apa kau tahu kondisi gadis itu belum di ketahui, apakah dia hidup atau mati kau masih saja merasa tidak bersalah," bentak Stallone.


"Stallone, aku mohon padamu jangan menyakitiku lagi! aku sudah mendapat balasannya," tangis Jesse dengan terisak.


Stallone mengeluarkan rekaman dan memperlihatkan kepada Jesse yang sedang menangis tanpa berhenti.


Tentu saja rekaman tersebut membuat Jesse semakin tidak bisa menerima dan histeris karena harus melihat tubuhnya yang di gilir oleh para pria bejat.


"Aarghhh...kembalikan padaku," teriak Jesse yang ingin merampas rekaman itu akan tetapi ia langsung di dorong oleh Stallone hingga terhempas ke lantai.


Brugh...


"Kenapa, ini adalah tontonan menarik. dan aku yakin jika di filmkan kau akan mendapat piala oscar, karena film ini lebih hebat dari film dewasa yang di mainkan oleh para artis hollywood."


"Kau tidak boleh melakukan itu! kau akan menyesal jika kau melakukannya!" teriak Jesse dengan histeris.


"Kenapa aku harus menyesal?"


"Pacarku adalah Andrew, dia sudah mengatakan ingin membunuhmu. dia juga mengatakan dia akan mengerahkan anggotanya untuk menangkapmu, dan kau akan menyesal jika kau melakukan itu," gertak Jesse.


"Jika pria itu masih peduli padamu maka dia adalah pria paling bodoh di dunia! di dunia ini begitu banyak wanita cantik apa mungkin dia masih mau bersamamu yang sudah di gilir pria lain? andaikan dia ingin menyerang ku aku juga tidak takut," bentak Stallone dengan nada kesal.


"Kembalikan padaku rekamannya!" teriak Jesse yang berusaha berdiri akan tetapi dirinya di dorong lagi oleh Stallone dengan kasar.


Brugh...


"Aargghh...."erang Jesse yang kesakitan.


"Wanita murahan, kau siap-siap saja dengan apa yang akan terjadi selanjutnya, aku menyelamatkanmu dengan tujuan ingin kau hidup lebih lama agar kau bisa menanggung malu dan trauma seumur hidup. ini adalah caraku untuk membalas dendam," bentak Stallone.


"Kau baji.ngan," teriak Jesse.


"Hahahaha...aku adalah baj*ngan dan kau adalah wanita kotor yang suka berpura-pura di hadapan pria. jangan memaksaku mengantarmu ke club malam," ujar Stallone dengan tertawa.


Tidak lama kemudian Stallone meninggalkan kamar Jesse.


Jesse hanya bisa menangis akibat perbuatan yang di lakukan oleh Stallone. ia merasa hancur dan harus menanggung malu jika saja video itu tersebar.


"Tidak boleh! dia tidak boleh melakukan itu, aku harus memikirkan cara agar bisa mendapatkan video itu kembali, siapa yang harus ku cari?" gumam Jesse yang merasa kecewa.


"Bos, apakah bos akan ikut campur mengenai hal ini? masalah ini bersangkutan dengan gengster kamboja!" tanya Ekin yang sedang berdiri di lantai paling atas rumah sakit.


"Apakah bos percaya dengan setiap ucapannya?"


"Aku tidak begitu percaya! andaikan benar apa yang di katakan olehnya aku juga tidak akan menyinggung Stallone karena kami bukan musuh," jawab Andrew yang sedang menghisap rokok.


"Baik Bos," jawab Ekin yang sedang berdiri di belakang bosnya itu.


"Aku tidak akan melakukan hal bodoh yang menjatuhkan diriku sendiri, karena seorang Bared saja aku harus menyinggung seorang Charles Robertson dan aku tidak mau lagi melakukan sesuatu yang akan membuatku dalam kondisi tidak aman," batin Andrew.


Di sisi lain Charles sedang menemani pujaan hatinya.


"Flower, apa kamu ingin makan sesuatu?" tanya Charles yang sedang duduk bersama pujaannya di sofa.


"Aku tidak pilih makan, apa yang kamu beli semuanya aku suka," jawab Flower dengan senyum.


"Kalau begitu aku akan pergi membeli makanan yang lezat untukmu ya," kata Charles dengan mengecup dahinya Flower.


"Hati-hati!" ucap Flower.


"Kamu tunggu di sini ya. di luar ada Harry yang sedang berjaga, kalau butuh sesuatu kau bisa memanggilnya!" ucap Charles.


"Iya, aku mengerti!" jawab Flower.


Sesaat kemudian Charles keluar untuk membeli makanan, Flower bangkit dari tempat duduknya karena ingin mengambil minuman yang di letakan di meja yang di samping ranjang.


"Airnya habis!" ucap Flower yang ingin menuang air ke gelas akan tetapi telah kehabisan air.


"Aku akan mengambilnya dulu," gumam Flower yang melangkah ke arah pintu


Klek.


"Nona!" sapa Harry yang sedang berdiri di luar.


"Harry, aku ingin mengambil air minum!"


"Nona, biarkan aku membelinya saja. Nona, tunggu di dalam saja ya!" jawab Harry.

__ADS_1


"Kenapa harus beli? bukankah biasa di rumah sakit ada sediakan air minum?" tanya Flower dengan heran.


"Bos pesan untuk membeli air mineral karena dia khawatir air yang di sini ada kumannya, karena di sini adalah rumah sakit yang di penuhi para pasien. oleh karena bos memintaku beli air di luar saja," jawab Harry.


"Ternyata begitu! dia sangat teliti sehingga air putih tidak boleh dari rumah sakit!"kata Flower


"Benar Nona. bos memang sangat menjaga makan dan minummu," jawab Harry dengan senyum.


"Baiklah kalau begitu! terima kasih," ucap Flower dengan ramah.


"Aku pergi sebentar saja dan akan segera kembali! Nona, silakan menunggu sebentar ya," ujar Harry.


"Baiklah!" jawab Flower dengan senyum.


Sesaat kemudian Harry pergi membeli minuman dan tinggallah dua anggota yang sedang berdiri di luar pintu. tidak lama kemudian datanglah seorang wanita yang datang menemui Flower. wanita itu yang sedang berjalan dengan tertatih-tatih dan dahi yang menempel perban.


Flower yang melihat wanita itu merasa di kejutkan dengan kondisinya yang berbeda dengan sebelumnya.


"Kakak...kenapa masih di sini? bukankah kemarin kakak sudah mengikut Stallone pulang ke rumahnya?" tanya Flower yang masih tidak mengetahui kejadian yang menimpa wanita itu.


"Flower, apa bisa aku masuk ke dalam sebentar? aku tidak ingin di lihat olehnya, dia masih di rumah sakit ini!" pinta wanita itu yang berusaha ingin mendekati Flower.


"Anda tidak boleh masuk!" kata dua anggota dengan serentak dan menghalang langkah wanita itu yang tak lain adalah Jesse.


"Aku mengenal kakak ini, sebelumnya kakak ini pernah datang bersama Stallone," ujar Flower.


Mendengar ucapan Flower maka dua anggota Charles mengizinkan wanita itu masuk ke dalam kamarnya.


"Kakak, apa yang terjadi padamu, kenapa kau masih belum pulang kampung dan kenapa bisa terluka seperti ini? apakah kaki mu baik-baik saja?" tanya Flower yang memapah wanita itu duduk di sofa.


"Adik, aku sudah di bohongi oleh pria itu!" kata Jesse dengan menangis.


"Pria mana yang membohongimu?"


"Stallone! dia memerkosaku dari malam hingga pagi dan kemudian dia juga mendorong ku sehingga kepalaku terbentur, dan akhirnya aku di larikan ke rumah sakit!" tangisan Jesse


"Stallone melakukan hal seperti itu? dan siapa yang melarikanmu ke rumah sakit?"


"Dia juga! karena aku pingsan dia tidak mau aku mati, saat aku pingsan dia masih memperkosaku. setelah dia puas dia baru membawa ku ke rumah sakit. dia mengatakan aku harus memuaskannya, oleh karena itu aku tidak boleh mati," jawab Jesse dengan menangis histeris.


"Kakak, kenapa dia harus melakukan itu padamu?"


"Dia mengatakan tubuhku sangat nikmat sehingga dia ingin melakukannya tanpa berhenti. adik, kakak mohon padamu tolong selamatkan kakak. malam ini dia pasti datang lagi untuk menyetubuhiku. aku tidak mau!" pinta Jesse yang berlutut di hadapan Flower.


"Kakak, jangan berlutut! kau masih terluka!" kata Flower yang bangkit dari tempat duduknya dan ingin memapah wanita itu.


"Kakak tahu kalau kekasih adik adalah bos gangster, kakak berharap bisa meminta pacar adik untuk menangkap Stallone, dia sangat menakutkan, kakak takut sekali!"


"Apa mungkin Stallone melakukan hal bejat seperti itu? walau dia sangat suka bermain dengan wanita tapi kelihatannya dia tidak akan melakukan hal kejam seperti ini. kemarin saja Stallone masih berusaha ingin menolongnya. jadi, mana mungkin dia akan melukai wanita ini. Charles pernah mengatakan padaku jika Jesse adalah wanita jahat. aku harus bersikap waspada dan jangan percaya padanya, karena Charles bisa menilai seseorang dengan satu pandangan," batin Flower.


"Kakak, aku tidak bisa ikut campur masalah ini, walau Charles adalah gangster tapi aku tidak ikut campur. dia juga tidak membiarkan ku ikut campur."


"Adik, apa tidak bisa membantuku untuk menangkap Stallone? dia merekam semua yang dia lakukan padaku, dia bahkan mengancamku jika aku lari dia akan menyebarkan video itu," ujar Jesse yang sedang menangis.


"Aku tidak bisa meminta Charles membantumu, akan tetapi kakak bisa menunggu Charles dia akan datang sebentar lagi. jadi kakak bisa langsung meminta bantuan padanya,", kata Flower yang menjaga jarak dari wanita itu.


"Sia.lan, rencana ingin mempergunakan dia tapi malah gagal. kalau saja Charles datang sama saja aku gagal lagi," batin Jesse.


"Adik, apa bisa kakak meminjam uang denganmu? kakak ingin pulang kampung hari ini juga, karena kakak takut jika malam Stallone datang lagi mencariku!" kata Jesse.


"Aku tidak membawa uang, Kak."


"Adik, kau bisa menyuruh pacarmu transfer ke rekening kakak sekarang juga!"


"Tidak bisa! aku tidak bisa mengunakan uangnya sembarangan."


"Aku baru ingat! kelihatannya Stallone sangat menyukai gadis ini, andaikan saja aku membawanya pergi dan serahkan juga pada pria bajing*n itu dia pasti sakit hati, kelihatannya gadis ini sangat bodoh, aku pasti akan bisa membawanya pergi," batin Jesse.


"Kakak sedang memikirkan sesuatu?" tanya Flower yang sedang memerhatikan Jesse.


"Adik, bagaimana kalau adik membantuku keluar dari sini? kakak mohon padamu!" pinta Jesse dengan berpura-pura.


"Aku tidak bisa keluar begitu saja! Charles akan khawatir jika tidak melihatku nanti, bagaimana jika aku menyuruh anggota di luar yang mengantarmu keluar," jawab Flower.


Karena sudah hilang kesabaran maka Jesse pun mengeluarkan pisau mengarah ke Flower.


"Kau sangat menyusahkan! apa kau begitu bodoh sehingga tidak bisa semuanya," bentak Jesse yang mendorong Flower sehingga terhempas ke sofa. Jesse mendekat pisau ke leher Flower sambil menekan pundak kekasih Charles.

__ADS_1


"Jesse, apa kau mengira dengan mengunakan cara ini kau bisa melukaiku?" tanya Flower dengan bersikap tenang dan tanpa rasa takut sedikit pun.


__ADS_2