
Steve dan Charles membersihkan semua debu yang melekat pada kardus-kardus itu, dan setelah bersih mereka membuka penutup kardus dan melihat isinya, terdapat pakaian-pakaian dan beberapa foto yang ada di dalam sana
"Ini adalah baju yang di pakai mamamu saat kami bertemu untuk pertama kali, papa masih ingat baju ini" ucap Vic yang mengeluarkan air matanya, sambil memegang kaos berwarna putih milik mamanya Flower
Steve mengambil kaleng kecil yang di dalam kardus itu dan kemudian membuka penutupnya. isi dalam kaleng itu adalah foto mama Flower yang sedang bersama Vic dan dirinya
"Bibi, masih menyimpan foto ini" ucap Steve yang memegang foto itu
"Dia menjaganya dengan baik, bahkan hingga akhir hayatnya" ujar Vic dengan merasa kehilangan
"Semua ini hanya sisa kenangannya, semua pakaian ini adalah kesukaan mama, dan mama juga tidak pernah menunjukan padaku jika dia ada menyimpan foto-foto itu" ucap Flower
"Flower, izinkan papa menyimpan semua kenangan mama mu" pinta Vic dengan mengeluarkan air mata
"Papa, tidak perlu meminta izin padaku, karena papa layak memilikinya" jawab Flower dengan senyum
"Terima kasih putriku" ucap Vic yang merasa sedih
Vic menatap lama semua pakaian milik mama Flower dan mengeluarkan air matanya tanpa berhenti, sehingga tetesan air matanya jatuh mengenai kaos putih yang di pegangannya itu
Di sisi lain Mark Clisten di bawa ke rumahnya sendiri oleh Harry dan Cole, dan tidak lama kemudian Mona dan Fannie di bawa oleh dua anggota Charles, mereka semua telah berkumpul di ruangan besar itu
"Kenapa kalian membawa kami ke sini?" teriak Mona yang di ikat tangannya ke belakang
"Apa lagi yang inginkan..ha?" bentak Fannie yang merasa kesal
"Sebenarnya apa yang kalian mau? aku sudah di siksa selama ini apa masih belum cukup?" tanya Mark yang dalam kondisi terikat dan berantakan, rambut yang kusut, wajah yang di penuhi hitam karena terkena asap
"Belum cukup, karena penyiksaan yang kalian berikan kepada calon istri bos kami lebih banyak dan bahkan lebih lama" ketus Harry
"Kenapa masih ingin melibatkan kami? ini semua urusan dia bukan kami" bentak Mona dengan merasa kesal
"Kalian semua terlibat atas penyiksaan nona Flower, jadi kalian harus mendapatkan balasan setimpal dari seseorang" ucap Cole
"Dari seseorang? siapa maksudmu? apakah Charles?" tanya Fannie
"Bukan, tapi seseorang yang ada hubungan darah dengan nona Flower" jawab Cole
__ADS_1
"Hahahahahah..jangan bercanda, di dunia ini hanya aku saja yang berhubungan darah dengan dia, aku akan meminta padanya agar melepaskanku nanti" kata Mark dengan tertawa
"Tidak perlu bermimpi jika nona akan menolong mu, tidak ada yang akan menolong kalian bertiga" ujar Harry
Di sisi lain Flower membawa mereka ke gudang yang dulu bekas terbakar itu, di gudang itu hanya meninggalkan sisa-sisa dari kebakaran tersebut, selama ini tidak penah di perbaiki sama sekali
Sisa-sisa bakar masih berantakan di gudang yang sudah usang itu, kejadiannya sudah terjadi selama 10 tahun lamanya
"Flower, gudang ini adalah tempat mamamu kehilangan nyawanya?" ujar Vic sambil melihat kesekitaran sana
"Iya" jawab Flower yang melangkah ke dalam dan kemudian tiba-tiba menghentikan langkahnya, dirinya melihat ke arah lantai yang berserakan itu
"Flower, ada apa?" tanya Charles yang sedang merangkul pundak Flower
"Di sana..mama di tampar berkali-kali, serta di tendang dan di paksa melayani bejat itu di saat mama sudah sekarat, dan kemudian menginjak perut mama dan pergi meninggalkan kami di sini" jelas Flower dengan menunjukkan jari telunjuknya ke arah lantai itu
"Dan di dekat jendela sana mama berteriak kesakitan karena terbakar, karena sudah menolong ku keluar dari sini, sehingga tubuhnya kehilangan tenaga untuk memanjat jendelal lagi" lanjut Flower sambil menunjukkan ke arah jendala sana dan mengeluarkan air matanya
Charles yang melihat Flower sedang menangis ia pun menarik pujaannya ke dalam pelukannya.
Vic dan Steve hanya bisa merasa sedih atas semua yang telah menimpa seorang wanita yang mereka cari selama ini
"Bibi adalah wanita yang paling perhatian padaku, dia bahkan jauh lebih perhatian dari mama kandungku sendiri, dan tidak menyangka jika nasibnya bisa begitu tragis, karena menjadi seorang istri dari pria seperti Mark Clisten" batin Steve
Tidak lama kemudian Cole datang ke gudang untuk menjumpai bosnya
"Bos, Mark Clisten beserta Mona dan Fannie sudah di ruangan" kata Cole
Setelah beberapa saat kemudian mereka meninggalkan gudang dan masuk ke dalam rumah
Saat Flower tiba di ruang tamu bersama Charles, Vic dan Steve ia melihat tiga orang yang telah membuatnya tersiksa sedang berada di depan matanya
"Kenapa kau bisa ada di sini, dasar anak sampah?" bentak Mona dengan nada tinggi
Vic yang kesal mendengar hinaan Mona ia langsung menghampiri wanita itu dan melayangkan tangannya
PLAK...PLAK
__ADS_1
Dua tamparan di lakukan oleh Vic yang mengenai wajah sisi kiri dan kanan wanita itu sehingga memerah
"Aaarrgghh" pekikan Mona yang kesakitan
"Wanita sialan, aku mendengar kalian telah menyiksa Flower selama ini, kalian berdua tidak tahu diri" bentak Vic dengan nada kesal
"Kau siapa kenapa berani sekali menamparku? aku akan menuntut mu" ketus Mona yang dalam kondisi terikat ke dua tangannya di belakang
"Apa kau layak bertanya padaku? dasar tidak tahu diri" bentak Vic dengan emosi
"Bukankah kau adalah Vic Austin?" tanya Mark dengan penasaran
"Apa kau masih mengenalku, Mark Clisten?" balas ucapan Vic dengan kesal
"Sebenarnya ini semua ada apa? kenapa kalian bisa ada di sini? dan kenapa tuan Austin bisa ada di sini?" tanya Mark dengan heran
"Aku di sini untuk mengambil perhitungan dengan kalian bertiga" jawab Vic dengan kesal menatap ke arah Mark, Mona dan Fannie
"Tuan Austin, kami tidak menyinggungmu, kenapa marah pada kami?" tanya Fannie
"Karena semua perlakuan kalian terhadap Flower" jawab Vic dengan nada kesal
"Tuan Austin, apa Anda tidak salah, ini adalah urusan keluarga Clisten, wanita ini adalah bagian dari keluarga ini dan semua yang terjadi Anda juga tidak bisa ikut campur, lagi pula dia juga bukan siapa-siapa, dia hanya anak sampah di keluarga ini" kata Fannie dengan ngehina
Vic yang lagi-lagi kesal melayangkan tamparan mengenai wajah Fannie
PLAK...PLAK...
Dua tamparan kuat di lakukan oleh Vic mengenai wajah kanan dan kiri Fannie hingga memerah
"Aaaarrgghh" teriakan Fannie yang kesakitan
"Mulai hari ini siapapun yang berani mengatakan putriku adalah anak sampah maka aku tidak akan tinggal diam" bentak Vic dengan nada tinggi
Mendengar ucapan Vic membuat Mark, Fannie dan Mona merasa heran
"Tuan Austin, mungkin Anda sudah salah dia adalah putriku" ujar Mark
__ADS_1
"Siapa yang bisa membuktikan jika kamu adalah ayahnya?" tanya Vic dengan tatapan aura membunuh
"Flower, mari sini lepaskan ikatan ini" ucap Mark dengan tersenyum kepada Flower