Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Meneteskan air mata


__ADS_3

"Sudah begitu lama tapi masa laluku masih belum di ketahui" batin Charles


Raut wajah Charles berubah dalam seketika di saat sedang memikirkan tentang masa lalunya


"Wajahnya berubah begitu menakutkan, apa dia sedang marah" batin Flower yang sedang menatap ke arah Charles


"Charles, aku kembali ke kamar dulu ya" ujar Flower


"Iya, tidurlah dulu" jawab Charles dengan mengecup dahinya Flower


Setelah Flower kembali ke kamarnya, Charles menghabiskan beberapa gelas minuman dengan sendirian


Ruby yang masih menahan sakit mengambil kesempatan mendekati bosnya yang sedang dalam suasana hati tidak gembira


"Bos, sudah malam jangan minum terlalu banyak" ujar Ruby yang mengambil gelas yang di tangan Charles


"Jangan mengangguku" ucap Charles yang mengambil kembali gelasnya dari tangan Ruby


"Bos, katakan saja apa yang membuatmu tidak gembira" kata Ruby yang sedang berdiri di samping bosnya


"Keluar" ucap Charles tanpa menoleh ke arah Ruby


"Aku sangat memahamimu, jika diri mu tidak ada masalah maka kamu tidak akan merasa sedih, aku bisa berbagi denganmu" kata Ruby yang memegang pundak Charles


"Ruby, menjauh dariku sekarang juga, jangan sampai aku kasar padamu" kecam Charles dengan menahan emosi


"Bos, tidak masalah jika kau menolakku, tapi jangan menolak kebaikan ku terhadapmu" kata Ruby dengan melas


"Apa yang kau inginkan dariku sebenarnya?" tanya Charles dengan menatap ke arah Ruby


"Aku hanya menginginkan mu saja, jika kau mencintai Flower aku tidak akan melarangmu, aku tetap akan menganggap dia sebagai adikku" jawab Ruby dengan memeluk Charles yang sedang duduk sambil menghabiskan minumannya


Charles yang merasakan pelukan Ruby ia pun menoleh ke arah Ruby yang berdiri di sampingnya itu, dan menatap senyum ke arah gadis itu yang sedang mengharapkan mendapatkan sentuhan dari pria yang dia cintai selama ini


"Apa kau sangat mencintaiku, sehingga tidak sayang pada nyawamu lagi?" tanya Charles yang menyentuh bagian punggung belakang Ruby


"Aku lebih mencintaimu dari pada nyawaku" jawab Ruby yang tersenyum karena merasa sentuhan dari tangan pria itu


"Benarkah?" tanya Charles dengan senyum, sementara tangannya secara perlahan naik ke kepala Ruby


"Tentu saja" jawab Ruby dengan mengoda

__ADS_1


"Kalau begitu kau akan kecewa" ujar Charles yang menarik rambut Ruby


"Aaaarrgghhh" jeritan Ruby yang kesakitan


"Bos" pekik Ruby ketakutan


"Ruby, kau sangat mengecewakanku, apa kau menyangka aku akan menerima godaanmu? kau sudah lama berada di sini, dan kau juga tahu sudah berapa wanita yang pernah mengodaku selama ini, apakah mempan?" ketus Charles dengan kesal


"Maaf" ucap Ruby yang mengeluarkan air matanya


"Jika bukan karena kau sudah menyelamatkan aku kemarin, maka kau pasti sudah ku bunuh" kecam Charles yang melepaskan tangannya dan sesaat kemudian Charles melangkah keluar menuju ke kamarnya


Ruby yang sendirian di ruangan itu menangis dengan terisak karena di sakiti oleh pria yang dia cintai selama dua tahun ini


"Kenapa aku tidak bisa menandingi gadis lemah itu? kenapa, dan di mana salah ku jika mencintaimu" gumam Ruby yang merasa kesal


"Flower, apa kau begitu istimewa sehingga bos yang tidak tertarik pada wanita selama ini, bisa tertarik padamu" batin Ruby


Klek


Charles melangkah masuk ke kamarnya dengan membawakan sesuatu untuk pujaannya yang sudah tertidur pulas, sambil menatap senyum Charles lalu mencium wajah Flower yang polos tanpa makeup


"Di saat kau tidur memang sangat mirip dengan boneka ku yang lucu, setiap malam aku hanya bisa melihatmu tidur dan memeluk mu tanpa bisa melakukannya denganmu, apa kau tahu ini sangat menyiksaku" gumam Charles dengan tersenyum


Keesokan harinya


Hari sudah pagi dan Flower membuka matanya dan melihat sesuatu yang ada di sampingnya kirinya, sesuatu yang di letakan oleh Charles semalam


"Bola kristal? kenapa bisa ada di sini?" kata Flower yang menyentuh bola kristal itu dengan rasa tidak percaya


"Karena dia adalah milikmu" ujar Charles dengan mencium wajah Flower


"Kamu membelinya? bukankah semalam aku mengatakan jangan membelinya" ujar Flower dengan menatap Charles yang di samping kanannya


"Flowerku menyukainya, oleh karena itu dia harus menjadi milikmu, semua yang kamu suka adalah milikmu" jawab Charles dengan mencium bibirnya Flower


"Terima kasih" ucap Flower dengan senyum


"Jangan berkata seperti itu padaku"


"Bagaimana kau bisa tahu jika aku menyukainya?" tanya Flower yang sedang melihat bola kristal yang di tangannya

__ADS_1


"Tatapanmu telah mengatakan semuanya" jawab Charles dengan senyum mesra


"Tatapanku?" tanya Flower yang menoleh ke arah Charles


"Iya, tatapan mu telah mengatakan semuanya, jadi kau tidak bisa menyembuyikannya dariku. Flower, jika kau menyukai sesuatu katakan saja padaku, apapun yang kamu suka kau pantas memilikinya"


"Aku hanya tidak mau jika kau mengeluarkan uang yang tidak ada manfaatnya" jelas Flower


"Siapa yang mengatakan tidak ada manfaatnya? semua yang kamu suka aku akan memberikan padamu,wanita milikku tidak boleh kekurangan apapun, apa kamu mengerti?" ucap Charles dengan senyum


"Iya, terima kasih" ucap Flower dengan tersenyum


"Sudah ku katakan jangan terima kasih denganku lagi, asal Flower selalu berada di sisiku apapun yang kamu mau akan ku berikan" ucap Charles dengan mengecup dahinya Flower


"Apa aku boleh bekerja setelah kita pulang ke London?"


"Bekerja?"


"Iya, aku ingin mencoba untuk bekerja, selama ini aku hanya di dalam rumah, papaku tidak izinkan aku bekerja di luar " tanya Flower dengan berharap, karena dirinya sangat ingin mencari uang sendiri


"Flower, kau tidak perlu bekerja sama sekali, aku memiliki segalanya untuk apa kamu harus bersusah payah bekerja di luar" kata Charles dengan tegas


"Tapi..?"


"Sudah! minta apa saja yang kamu suka, tapi jangan meminta untuk bekerja di luar ya" ujar Charles dengan mencium bibirnya Flower


"Tidak bekerja aku tidak punya uang, mana mungkin aku meminta dengannya, apa lagi aku bukan istrinya" batin Flower


Di saat mencium bibir Flower, Charles menurunkan baju di bagian pundak Flower dan kemudian mencium bagian le.hernya


"Apa yang Charles lakukan? apa dia ingin..? di malam itu sangat menakutkan, bagaimana jika dia melukaiku lagi" batin Flower


Flower merasakan sentuhan tangan Charles yang sedang menyentuh bagian dadanya, ia hanya bisa diam tidak melawan dan merasa ketakutan


"Apa luka mu ini sangat sakit?" tanya Charles yang melihat bekas pukulan di tubuh Flower


"Dulu iya, tapi sekarang tidak lagi"


"Bekas luka yang dia berikan padamu telah membuatmu menderita, dan memenuhi seluruh tubuhmu" ujar Charles yang membuka kancing baju tidur yang di kenakan Flower, sementara Flower hanya bisa pasrah dengan apa yang di lakukan oleh Charles


Charles melihat seluruh tubuh Flower yang penuh luka merasa pilu di hatinya, dan kemudian mencium setiap bekas luka itu sambil meneteskan air matanya

__ADS_1


"Kenapa dia menangis?" batin Flower


__ADS_2