
Melihat suaminya yang pingsan karena penyakit jantungnya kambuh Julia merasa takut dan hanya bisa berdiri dengan diam terpaku.
Steve yang merasa cemas langsung mengendong ayahnya di belakang sambil berlari menuju ke mobil
Sementara Julia hanya berdiri dengan merasa takut dan cemas
Rumah sakit tempat Vic di rawat
Steve menunggu di luar ruangan darurat, sementara dokter spesialis sedang berusaha menyelamatkan kondisi Vic yang sangat lemah
"Steve" suara panggilan Winz yang sedang menghampiri Steve
"Winz" sahut Steve dengan wajah cemas
"Apa penyakit paman kambuh lagi?"
"Iya, semua ini karena pertengkaran di rumah" jawab Steve dengan menghela nafas
"Paman sudah begini apa bibi masih tidak bisa mengalah?"
"Dalam kamusnya tidak ada kata mengalah, yang ada hanya ingin selalu menang"jawab Steve dengan merasa kesal
"Sudah jangan di pikirkan lagi, sekarang lebih penting paman cepat melalui masa kritis ini" bujuk Winz
"Maaf Winz, aku mengirim pesan padamu, karena aku tidak tahu harus bagaimana, papaku adalah kelemahanku, jika dia ada apa-apa aku benar-benar buntu" ucap Steve yang merasa khawatir
"Kita adalah teman lama, jangan berkata seperti itu" ujar Winz yang memegang pundak temannya itu
Selama Vic berada di ruang darurat Steve di temani oleh Winz yang duduk di kursi depan ruangan itu
Spanyol
Prang...
Bunyi pecahan gelas yang di lakukan oleh Flower yang sedang berada di dapur
Mendengar pecahan gelas Charles langsung berlari menuju ke dapur
"Flower, ada apa denganmu?" tanya Charles yang sedang melihat kekasihnya itu duduk di lantai
"Charles" sahut Flower yang dalam kondisi lemah
"Flower, kenapa wajahmu begitu pucat?" tanya Charles yang menghampiri Flower
"Tidak tahu! perasaan ku tidak nyaman sekali, jantungku berdebar-debar" jawab Flower yang mengeluarkan air mata tanpa dia sadari
"Flower, aku akan membawamu ke rumah sakit" kata Charles yang mengendong Flower
"Tidak, bawa aku ke kamar saja. kita sudah mau berangkat ke London jadi tidak usah ke rumah sakit"
"Kita bisa tunda, Flower. tapi wajah mu sangat pucat"
__ADS_1
"Tapi aku mau pulang ke London" pinta Flower yang di dalam gendongan Charles
"Flower, jangan memaksa dirimu, kita akan ke rumah sakit memeriksa jantungmu" ujar Charles yang mengendong Flower sambil melangkah cepat ke arah mobil
"Cole, cepat ke rumah sakit" perintah Charles dengan cemas dan berlari menuju ke mobil dengan di ikuti oleh Cole dan Harry
Setelah beberapa menit kemudian Charles tiba di rumah sakit dan Flower di bawa ke ruangan darurat dan di periksa oleh dokter spesialis jantung.
"Bos, ada apa dengan nona Flower?" tanya Harry dengan merasa cemas
"Jantungnya berdebar dengan kencang, aku hanya takut jika jantungnya ada masalah" jawab Charles dengan merasa cemas
Tidak lama kemudian nada dering masuk ke handphone milik Charles
"Hallo" sahut Charles yang menjawab panggilan tersebut dengan nada rendah
"Charles, kau ada di mana?" tanya Steve yang di seberang sana dengan suara lesu
"Aku berada di rumah sakit spanyol, kenapa suara mu seperti ada masalah?"
"Siapa yang sakit, apa kamu baik-baik saja?"
"Aku tidak baik! Flower tiba-tiba saja jantungnya tidak normal dan sekarang di ruang darurat'
"Kondisi Flower sama dengan papaku, papaku juga sedang dalam ruang rawat , aku dan Winz sedang menunggu di luar"
"Apakah paman dan bibi bertengkar lagi?"
"Iya, jika mama ku muncul yang ada hanya ribut saja, tidak ada kata damai, apakah Flower ada riwayat penyakit jantung?"
"Aku berharap Flower baik-baik saja, jagalah dia dengan baik, jangan menyakiti gadis malang itu lagi, hidupnya sudah cukup menderita"
"Steve, kau tenang saja, aku akan menjaganya dengan baik"
"Iya baiklah, jika ada apa-apa jangan lupa memberitahku, Flower sudah seperti adikku juga"
"Iya aku tahu, terima kasih, Steve. mudah-mudahan paman cepat melewati masa kristis"
"Jika kalian sudah pulang jangan lupa menghubungiku"
"Sampai jumpa nanti"
Tidak lama kemudian mereka memutuskan panggilannya
Setelah beberapa menit kemudian dokter yang merawat Vic keluar dari ruangan itu
"Dokter, bagaimana dengan ayahku?" tanya Steve yang merasa khawatir
"Tuan Austin jantungnya sudah kembali normal, akan tetapi jangan sampai terulang lagi kejadian seperti ini, jika tidak saya juga tidak yakin akan selalu beruntung seperti hari ini" jelas dokter
"Apakah tindakan yang harus di lakukan?" tanya Winz
__ADS_1
"Untuk saat ini pasien harus rawat di sini dulu, untuk pemeriksaan rutin" jawab Dokter
"Kalau begitu terima kasih, Dokter" ucap Steve
"Sama-sama" jawab Dokter itu yang tidak lama kemudian dia melangkah pergi
"Steve, jangan khawatir. paman sudah tidak apa-apa"
"Aku berharap begitu juga, aku merasa lebih baik aku melarang mamaku untuk bertemu dengan papa"
"Lakukan saja apa yang baik untuk paman"
Spanyol
"Nona Flower jantungnya normal-normal saja, tidak ada gejala penyakit jantung sama sekali" jelas Dokter yang menangani Flower
"Jika tidak ada gejala, kenapa bisa tiba-tiba saja berdebar-debar jantungnya hingga wajahnya memucat?" tanya Charles dengan merasa khawatir
"Mungkin saja pasien sedang mengalami traumatis, jika di saat kita merasa takut, khawatir ini wajar-wajar saja jika jantungnya bisa merasakan ini, jantung pasien sehat-sehat saja" jelas Dokter itu dengan yakin
"Apa Flower harus di rawat di sini?"
"Tidak perlu! dia baik-baik saja"
"Charles, aku mau pulang saja" ucap Flower yang berjalan keluar dari ruangan itu
"Flower, jangan banyak bergerak dulu, apa kamu sehat-sehat saja?" tanya Charles yang menghampiri Flower
"Aku ingin pulang ke London hari ini" pinta Flower
"Tapi kamu masih belum sehat, dan harus istirahat dulu" jawab Charles dengan menyentuh wajah Flower
"Aku sudah tidak apa-apa, aku mau pulang ke London hari ini juga" pinta Flower
"Apa kamu yakin tubuhmu sudah tidak apa-apa?"
"Aku sudah mengatakan aku tidak apa-apa, jangan menganggap ku sebagai pasien" jawab Flower dengan kesal
"Baiklah, jangan marah ya. kita akan berangkat hari ini juga" ujar Charles yang memeluk Flower dengan erat
"Aneh! kenapa Flower ingin meminta hari ini pulang ke London, padahal rencana besok baru berangkat, kenapa dia bisa tergesa-gesa seperti ini" batin Charles
Tidak lama kemudian Charles dan Flower meninggalkan rumah sakit dan kembali ke markas untuk berkemas.
London
Julia melangkah dengan cepat menuju ke rumah sakit karena merasa khawatir dengan kondisi suaminya, di saat ia ingin masuk ke kamar suaminya dia melihat Steve dan Winz sedang berada di dalam kamar
Klek...
"Vic" ucap Julia yang merasa cemas dan menghampiri suaminya yang sedang berbaring di ranjang
__ADS_1
"Bibi, kata dokter paman sudah tidak apa-apa, hanya perlu istirahat saja" ujar Winz dengan sopan
"Kenapa kau ada di sini? ini urusan keluarga kami, keluaaar" teriak Julia dengan nada tinggi