Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Flower vs anggota Andrew


__ADS_3

Flower bersama Stone dan Yona menuju ke kamar Liza, saat mereka berjalan Flower menoleh ke arah sebelah kanan dan mendapati seseorang yang berdiri di sana, pria yang ia lihat adalah seorang pria asing yang memakai topi dan sedang mengelak dari tatapan Flower.


Tidak lama kemudian Flower dan lainnya melangkah masuk ke kamar Liza.


Pria itu bertingkah aneh dan mencurigakan, tidak lama kemudian ia berjalan pergi meninggalkan tempat dia berdiri tadi.


Pria itu melangkah masuk ke sebuah gudang penyimpan barang. di dalam gudang tersebut terdapat lima orang yang memiliki senjata yang tak lain adalah teman pria itu.


"Yang terluka masih di atas ranjang, dan yang sedang berjaga jumlahnya tidak sedikit. kita harus berhati-hati dan mencari kesempatan untuk mengambil tindakan!" perintah pria bertopi itu.


"Baik, siapa sasaran kita?"


"Wanita saja! ada dua wanita yang datang bersama Charles Robertson, kita bisa mengunakan dua wanita itu untuk mengancamnya!"


"Jangan di anggap remeh dengan mereka! wanita yang bagian Black Dragon semuanya tidak mudah dan tidak bisa di anggap remeh."


"Bos kita tewas ke tangan salah satu wanita, siapa dia?"


"Wanita Charles Robertson, aku melihat Charles sangat peduli padanya. dan aku yakin dia pasti wanita Charles."


"Bagaimana kalau kita menangkapnya saja?"


"Di sini adalah rumah sakit, kita tidak boleh ada kelalaian. lagi pula anggota Black Dragon juga sedang berjaga di tempat ini. mereka sering memperhatikan sekeliling sehingga kita tidak bisa bergerak bebas."


"Lalu, apa ada cara yang lebih baik? tidak berguna walau kita memiliki senjata akan tetapi tidak bisa bertindak sama sekali."


"Kita harus bertindak setelah memahami situasi, kita tidak bisa gegabah, karena jumlah kita hanya enam orang."


"Aku ada cara terbaik untuk menangkap wanita itu!"


"Mari kita lakukan sekarang!"


Setelah beberapa menit kemudian mereka pun keluar dari gudang dan melanjutkan rencana mereka.


Yona dan Stone menuju ke kamar tempat Curry di rawat. sementara Flower masih menemani Liza dengan duduk di samping ranjangnya.


"Kakak, cepat buka matamu! kami semua sedang menunggu mu sadar. jangan tidur lagi. Kak Liza, aku tahu kamu adalah wanita tangguh dan pasti bisa melewati masa sulit ini. cepatlah sadar, Kak. ucap Flower yang sambil memegang tangan Liza.


Saat Flower memegang telapak tangan Liza ia mendapati ada sesuatu yang di genggaman temannya itu.


"Ini adalah gelang yang biasa dia pakai, apakah dia memberikan untuk kak Liza?" ucap Flower yang melihat gelang yang tak asing baginya.


Tidak lama kemudian seorang petugas cleaning service masuk ke kamar yang di mana Flower sedang berada.


"Permisi, Nona!" seru petugas itu dengan sopan.


"Silakan, tidak apa-apa!" sahut Flower.


Saat petugas itu sedang mengepel lantai ia mencari kesempatan ingin menghampiri Flower yang sedang duduk di kursi. lalu ia mengepel di belakang kursi Flower yang sedang duduk di sana.

__ADS_1


Petugas itu yang tak lain adalah anggota Andrew yang masih hidup. ia mengeluarkan sapu tangan dan kemudian membekap mulut Flower selama beberapa saat dan kemudian gadis itu tidak bergerak lagi.


Flower yang sudah tidak sadarkan diri di bawa keluar dan berjalan menuju ke salah satu ruangan yang sudah di tunggu oleh teman-temannya. lalu pria itu menidurkan Flower di atas ranjang.


"Dia sudah pingsan?"tanya temannya itu


"Iya, dia sudah jatuh ke tangan kita. kali ini Charles pasti bertekuk lutut pada kita," kata salah satu dari mereka.


"Mari kita bawa wanita ini ke tempat lain! dudukan saja di kursi roda ini dan tutup saja dengan kain!"


Saat salah satu anggota Andrew yang ingin menghampiri ranjang, Flower langsung menendang kepalanya.


BRUGH....


Tendangan kuat dari Flower mengenai tepat kepala pria itu sehingga jatuh pingsan.


Lima anggota Andrew ingin melepaskan tembakan ke arah Flower. Flower dengan cepat langsung mengeluarkan senjatanya kemudian melepaskan tembakan ke arah lima orang pria itu


DOR...


DOR...


DOR...


DOR...


DOR...


"Aarrghh...."jeritan mereka dengan serentak dan senjata mereka masing-masing terlepas dari pegangan.


"Kau tidak pingsan?" tanya salah satu dari mereka yang cedera di bagian perut.


"Di saat teman mu membekapku, aku menahan nafas, oleh karena itu aku tidak pingsan!" jawab Flower.


"Gadis pintar, ternyata wanita Charles tidak mudah di hadapi." ujar teman yang lainnya sambil menahan sakit di bagian pundaknya.


"Aku sudah sangat berhati-hati, kenapa kau bisa menyadarinya?"


"Kau berdiri di luar kamar kakak Liza dan tingkahmu mencurigakan, dan kemudian kau tiba-tiba saja menjadi cleaning service. mana mungkin aku tidak tahu jika kau berniat jahat," jawab Flower.


"Penglihatan mu cukup tajam, aku mengira wanita Charles Robertson adalah wanita lemah ternyata bukan!"


"Jika tidak begini mana mungkin aku bisa mengetahui kumpulan kalian ada di mana, ternyata kalian hanya sisa enam orang," ujar Flower.


"Kalian sangat bodoh sehingga lalai," ketus Flower.


"Apa maksudmu?"


"Apa kalian tidak curiga, kenapa rencana kalian bisa begitu mulus tanpa hambatan? dengan mudahnya kau bisa membawaku pergi dari kamar itu," kata Flower.

__ADS_1


"Kau...."


"Iya, kalian sudah jatuh ke tangan kami. dan sebentar lagi kalian berhadapan dengan Charles," jawab Flower


Flower lalu turun dari ranjangnnya dengan sambil menodong senjata ke arah lima pria yang terluka itu. salah satu pria itu mengeluarkan pisau dan melempar ke arah Flower dan mengenai pergelangan tangannya. sehingga senjata yang di pegang oleh Flower terjatuh ke lantai.


Lalu pria itu menyerang Flower dengan melayangkan pukulannya. Flower dengan cepat memundurkan langkahnya, dan kemudian membalikkan badannya dan langsung menendang wajah pria itu.


BRUGH..


Tendangan kuat dari Flower sehingga membuat pria itu jatuh terpelanting.


BRUK...


"Aarghhh..." jeritannya yang merasa kesakitan.


Kemudian Flower mengutip kembali senjatanya, empat anggota Andrew yang ingin mengambil senjata mereka langsung di tembak oleh Flower.


DOR...


DOR...


DOR...


DOR...


Tembakan dari Flower mengenai tangan mereka masing-masing.


"Aaarghh...."jeritan mereka dengan serentak.


"Ingin menindasku, jangan bermimpi!" bentak Flower.


Tidak lama kemudian Charles dan Stone melangkah masuk ke ruangan itu.


"Flower..." panggil Charles yang menghampiri Flower.


"Charles, mereka adalah anggota Andrew."


"Ternyata masih sisa enam orang," ujar Stone.


"Flower, kau berhasil mengalahkan mereka, luar biasa!" ucap Charles dengan senyum


"Ternyata menyenangkan juga bisa menghajar mereka," jawab Flower dengan senyum.


"Tidak sia-sia aku melatihmu," kata Charles dengan mengecup dahinya Flower.


"Kelihatannya aku harus memberi kalian pelajaran," ujar Stone yang melihat ke semua anggota Andrew.


"Bawa mereka ke markas! dan selidiki lagi apakah masih ada yang lain!" perintah Charles.

__ADS_1


__ADS_2