
Stallone tiba di sebuah apartemen baru yang di cari oleh pengawalnya.
"Bos, apartemen sini lebih aman. walau ramai akan tetapi ini yang membuat Fernando tidak menyangka jika Anda tinggal di sini. mereka hanya akan mencari di hotel dan juga tempat yang agak sepi," ujar Chan.
"Setelah di pikirkan aku sangat sial, aku berada di london dan tidak bisa kembali ke negara sendiri. serta harus bersembunyi seperti kura-kura sangat menyedihkan sekali," ucap Stallone dengan merasa kesal.
"Ini hanya untuk sementara, Bos. setelah helikopter datang kita pasti bisa kembali ke kamboja dan lawan kumpulan Fernando," kata Guty.
"Tanpa sebab dia mengincarku, ini sangat tidak seharusnya, aku tiba-tiba seperti buronan, dan tidak bebas ke mana pun," ucap Stallone.
"Bos, jika kita tidak bisa pulang maka hanya ada satu cara agar Anda bisa pulang," kata Chan.
"Apa caranya?" tanya Stallone.
"Meminta bantuan bos Charles untuk membantu Anda kembali ke kamboja," jawab Chan.
"Tidak mungkin! itu sama sekali tidak mungkin! aku adalah bos gangster di kamboja dan Charles adalah musuhku, tidak mungkin aku meminta bantuan dia," jawab Stallone yang menghempaskan dirinya ke sofa.
"Lagi pula jika dia membantuku maka dia juga akan terlibat dengan urusan Fernando, si botak itu pasti akan mencarinya," kata Stallone.
"Bos, andaikan jika Fernando tahu jika bos Charles ikut campur, aku yakin dia pasti harus memikir ulang untuk melawannya, walau Fernando di kenal sadis tapi Charles Robertson juga di kenal sangat kejam dan ahli dalam ilmu bela diri. black dragon bukan kumpulan kecil, lagi pula nama Charles Robertson sangat terkenal di kamboja dari sejak dia masih di Red Lion dulu," jelas Chan.
"Betul kata Chan, Charles Robertson pasti memiliki pesawat pribadi dan kita bisa meminta bantuan dari dia," lanjut Borey
"Tidak mungkin aku meminta bantuannya, dia menjadi terkenal di kamboja karena mengalahkanku di final, kami bukan teman mana mungkin aku meminta bantuannya," jawab Stallone.
"Kita hanya bisa berharap anggota kita berhasil melewati dari incaran mereka," kata Guty.
Mansion Charles.
Makan siang bersama.
"Flower, setelah menikah kita akan berlibur, tempat apa yang kamu paling suka?" tanya Charles yang sedang menyantap makanannya.
"Kamu atur saja!" jawab Flower yang makan dengan begitu lahap.
"Kalau begitu aku akan menunjukan majalah untukmu nanti."
"Untuk apa?"
"Kau bisa memilih tempat yang kamu suka untuk di jadikan tempat kunjungan kita," jawab Charles dengan senyum.
__ADS_1
"Baiklah! nanti kita pilih bersama," jawab Flower dengan senyum.
Setelah selesai makan bersama Charles dan Flower duduk bersama di sofa yang berada di kamar mereka.
"Setiap tempat yang di majalah ini sangat indah, tidak tahu mau pilih yang mana," kata Flower yang membolak balikan majalahnya.
"PIlih saja yang mana menurutmu paling nyaman," ucap Charles dengan senyum dan memeluk pujaannya.
"Iya," jawab Flower.
"Kalau kamu masih belum ada pilihan mari kita lakukan sesuatu dulu!" kata Charles dengan merebut majalah dari pegangan Flower dan meletakan ke atas meja.
"Lakukan apa?"
"Menurut mu apa yang ku inginkan!" kata Charles yang berbisik di telinga Flower dan kemudian mencium lehernya.
Charles mengendong pujaannya ke kasur dan mencium bibir Flower, Charles memasukkan tangannya ke dalam piyama dress yang di kenakan oleh calon istrinya itu. ia memainkan jarinya di area kewa.nitaan milik pujaannya.
"Charles," ucap Flower yang menahan tangan calon suaminya yang sedang memainkan jarinya di bagian inti miliknya.
Charles mengabaikan panggilan pujaannya dan melanjutkan ciumannya ke bagian area leher pujaannya itu. tidak lama kemudian ia melepaskan piyama dress serta bra dan celana dal*m calon istrinya sehingga polos tanpa sehelai benang.
Charles melanjutkan ciuman ke tubuh calon istrinya dan sambil melepaskan kemejanya serta celana yang di kenakannya itu.
Keesokan harinya.
Charles dan Flower tidur dengan saling berpelukan yang tanpa pakaian membalut tubuh mereka dan hanya di tutupi oleh selimut.
"Flower, selamat pagi," ucap Charles dengan mencium wajah polos sang pujaannya.
"Selama pagi," balas ucapan Flower yang baru membuka matanya.
"Hari ini kamu ingin sarapan apa?"
"Aku akan memasak hari ini, kau tidurlah dulu!" jawab Flower dengan ingin bangkit dan di tahan oleh Charles.
"Tidak usah! aku yang akan memasaknya, kamu tidur saja! setelah siap aku akan membangunkan mu," kata Charles dengan mengecup dahi Flower.
Setelah Charles mengenakan pakaiannya ia beranjak dari kamar dan berjalan menuju ke dapur. sementara Flower masih melanjutkan tidurnya dengan menarik selimut menutupi wajahnya.
Mansion Fernando.
__ADS_1
Prang...
Pecahan gelas yang di lempar oleh Fernando yang sedang marah besar. semua anggotanya berdiri sambil menunduk dan tidak berani memandang bosnya itu.
"Semuanya tidak berguna, gagal menangkap Stallone, gagal menangkap wanitanya, semua gagal. sudah mengunakan helikopter juga gagal. untuk apa aku mengupah kalian kalau gagal terus. hanya membuang uangku saja," bentak Fernando dengan kesal.
"Bos, anggotanya yang menerbangkan helikopter bisa begitu cepat mengetahui jika kita sedang mengikutinya. dan aku yakin dia ingin datang menjemput Stallone," ujar salah satu anggotanya.
Fernando yang kesal mengambil asbak berbahan keramik dan melempar ke arah anak buahnya itu sehingga mengenai kepalanya.
Bruk...
"Aarghhh...." jeritnya yang merasa sakit dan mengeluarkan darah di kepalanya itu
Prang...
Bunyi pecahan asbak yang terjatuh ke lantai.
"Omong kosong, siapa yang tidak tahu apa yang kau katakan itu," ketus Fernando.
"Antonio, bawa dia keluar potong lidahnya!" perintah Fernando.
"Bos, jangan! ampuni aku! jangan membunuhku!" pinta anggotanya itu yang sambil berlutut dengan sebelah tangan memegang kepalanya yang berdarah itu.
"Bawa keluar!" perintah Fernando dengan kesal
"Baik Bos," jawab Antonio dengan menurut.
Antonio menarik lengan anggota itu dan berjalan keluar dari ruangan tamu.
"Bos, beri aku kesempatan lagi!" teriaknya yang di tarik keluar oleh Antonio.
"Menyampah!" ketus Fernando dengan kesal.
"Bandara, pelabuhan, terminal dia juga tidak muncul karena dia tahu aku akan mengirim anggotaku untuk mengawasi tempat itu. dan dia ingin mengunakan helikopter yang bisa dengan mudah mendarat di sembarang tempat. baiklah..aku ingin melihat dia bisa bersembunyi berapa lama," ketus Fernando.
Sementara di luar rumah Antonio harus melakukan perintah bosnya itu. ia memegang pisau tajam dan menghampiri anggota yang akan menerima hukumannya.
"Buka mulutnya!" perintah Antonio.
Anggota Fernando membuka paksa mulut pria itu, serta dua tangannya juga di tahan sehingga tidak bisa melawan.
__ADS_1
"Jangan! tolong!" teriak anggota itu yang kemudian di buka paksa mulutnya.
Saat mulutnya di buka, Antonio mengunakan pisau kecil itu masuk ke dalam mulut anggota itu dan memotong lidahnya. saat merasa lidahnya terkena gesekan pisau tajam, anggota itu mengeluarkan air matanya karena menahan sakit yang luar biasa. gesekan pisau tajam itu memotong perlahan lidahnya sehingga putus dan tidak lama kemudian anggota itu tewas dengan mulutnya di banjiri darah segar.