Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Hinaan dari Ruby


__ADS_3

"Di saat itu dia pasti sangat sakit, walau aku sudah membalas dendam terhadap semua perbuatan Mark, akan tetapi bekas luka tetap masih melekat di hati Flower dan tubuhnya" batin Charles


Flower yang dalam kondisi terbuka bajunya merasa cemas jika Charles ingin melakukan hubungan dengannya, kejadian di malam itu masih teringat dengan jelas di dalam pikirannya


"Tubuhnya gemetaran, apa dia ketakutan dan masih trauma?" batin Charles


"Flower, jika bukan karena kelalaianku maka tubuhmu ini tidak akan terluka, ini semua salahku" ucap Charles dengan merasa bersalah


"Ini bukan salahmu, kenapa harus merasa bersalah? ini semua adalah perbuatan papaku, dia sangat membenciku aku bahkan tidak tahu apa salahku sehingga dia tega bersikap kejam denganku" kata Flower yang masih berada di bawah Charles


"Itu karena dia sendiri sangat bodoh dan mengabaikan putri yang baik sepertimu, dan ini bukan salahmu" ucap Charles dengan mata berkaca-kaca


"Flower, untuk selamanya kau tinggallah di sisiku, aku yang akan menjadi pelindungmu dan tempat untukmu bergantung" kata Charles dengan mencium bibir Flower dengan dalam


Setelah beberapa menit kemudian Charles melepaskan ciumannya dan mengancing kembali baju yang di kenakan oleh Flower


"Mari cuci muka dan mandi dulu, setelah itu aku akan membawamu ke restoran dan kita akan sarapan bersama" ujar Charles dengan senyum


"Iya" jawab Flower dengan mengangguk


Saat Flower sedang mandi Charles berada di aula sedang berbincang dengan anggotanya, sementara Ruby menyelinap ke kamar dengan berniat menjumpai Flower


Klek


"Di mana gadis itu, dia tidak berada di kamar? apa dia sedang mandi?" batin Ruby


Ruby melangkah menghampiri kamar mandi dan mendengar suara air dari dalam tersebut


Ruby lalu membuka pintu dengan perlahan dan tidak di dengar oleh Flower yang sedang mandi air shower, di saat Ruby melihat bagian tubuh belakang Flower ia merasa terkejut dengan pandangan itu, terdapat banyak bekas luka di tubuh Flower yang bisa di katakan bekas luka itu telah memenuhi dari bagian tubuh atas hingga ke bawah, bahkan kakinya juga di penuhi bekas-bekas luka pukulan


"Ternyata dia adalah wanita cacat, walau wajahnya cantik lalu untuk apa jika seluruh tubuhnya terdapat banyak bekas luka, ini adalah pemandangan yang sangat menakutkan sekali, aku akan membuat mu malu" batin Ruby


Ruby memotret tubuh Flower yang penuh bekas luka itu, saat dia ingin memotretnya Flower yang berpaling ke arahnya langsung berteriak karena kaget

__ADS_1


"Aaaarrrgghhhh" teriakan Flower yang melihat seseorang yang sedang berdiri di pintu dengan memotretnya secara diam-diam


Ruby langsung berlari meninggalkan kamar itu agar tidak di ketahui, akan tetapi Flower telah mengetahui siapa yang memotretnya di saat dia sedang mandi


"Apa yang dia ingin lakukan? kenapa dia memotretku? apa dia ingin mempermalukan ku karena tubuhku yang cacat ini" ucap Flower yang langsung mengenakan pakaiannya


Ruby yang merasa gembira karena telah mendapatkan foto Flower tanpa pakaian dengan berniat ingin memperlihatkan pada teman-temannya


"Liza, kalian semua ada di sini" sapa Ruby yang dengan senyum gembira


"Ruby, kau baru sembuh jangan banyak bergerak" ujar Liza yang sedang bersarapan


"Kenapa hari ini suasana hati mu kelihatannya sangat gembira?" tanya Yona yang sedang meneguk minumannya


"Dia memang selalu berubah jadi sudah tidak heran" ujar Curry yang sedang menyantap makanannya bersama yang lain


"Di mana bos dan lainnya?" tanya Ruby yang sedang melihat rekaman dengan merasa gembira


"Apa yang kau lihat sehingga membuat mu tersenyum terus?" tanya Yona yang menatap ke arah Ruby


"Pemandangan yang menakjubkan" jawab Ruby yang sedang melihat rekaman Fower


"Pemandangan apa yang bisa membuatmu tersenyum?" tanya Liza dengan penasaran


Ruby lalu menunjukkan rekaman itu kepada mereka bertiga


Mereka yang melihat rekaman itu merasa terkejut dengan bekas luka yang memenuhi seluruh tubuh Flower


"Ruby, apa kau tahu apa yang sudah kau lakukan?" bentak Liza yang bangkit dari tempat duduknya


"Ini sudah salah besar, Ruby" tegus Curry yang merasa jengkel


"Untuk apa kau melakukan ini?" tanya Yona dengan tidak setuju dengan perbuatan temannya itu

__ADS_1


"Aku hanya ingin kalian tahu, ternyata gadis yang di puja-puja oleh bos adalah gadis cacat yang di tubuhnya, bukankah begitu?" jawab Ruby dengan menghina


"Apa yang kau katakan, Ruby" teriak Flower yang berdiri di pintu ruang makan itu dengan penuh emosi dan sakit di hatinya


"Flower" ucap serentak Liza, Curry dan Yona


"Apa kau senang untuk menghinaku? apa kau begitu membenciku sehingga melakukan ini padaku?" bentak Flower yang menghampiri Ruby


"Kenapa, apa kau malu? kau adalah seorang gadis, Flower. seorang wanita yang memiliki tubuh yang di penuhi oleh bekas luka ini sangat menjijikan, aku tidak yakin jika bos bisa tahan melihat tubuh mu yang sudah cacat ini" ketus Ruby dengan menghina


"Jadi kau mengunakan ku sebagai candaan dan hinaan untuk ku? kau tidak tahu apa yang sudah ku lalui, dan kau tidak berhak untuk menghinaku" bentak Flower mulai emosi


"Ruby, hentikan semua ini , cepat minta maaf" bentak Liza yang menatap ke arah Ruby


"Kenapa aku harus berminta maaf? apa yang ku katakan semua adalah benar, lihatlah mana ada wanita yang tubuhnya begitu menjijikan, setiap inci tubuh mu itu di penuhi dengan bekas luka, sementara bos adalah pria yang tanpa kekurangan apapun, aku sangat kasihan pada bos ku, jika dia harus melakukan hubungan dengan mu sambil menutup matanya, apa kau tidak merasa malu di saat bertelanjang di hadapan bos ku yang begitu sempurna dan tampan? kenapa kau tidak mencermin dirimu sendiri dan lihatlah dirimu mirip apa" ujar Ruby dengan menghina


Setiap ucapan yang di lontarkan oleh Ruby sangat menyakitkan hatinya dan membuatnya mengingat semula kejadian yang dia lalui selama 10 tahun ini.


"Apa kau puas menghinaku karena kau tidak mendapatkan cinta dari Charles? oleh sebab itu kau sengaja mencari kesalahanku untuk menghinaku? kau salah Ruby, aku tidak bisa di injak oleh mu begitu saja" ketus Flower yang merasa kesal


"Kau sangat tidak malu, apa kau tahu pria tidak akan suka jika wanitanya cacat, terutama di tubuhnya, tubuh wanita adalah bagian paling penting agar pria tidak tahan melihatmu dan ingin menyentuhmu, bos adalah pria yang normal tidak mungkinkan dia bisa tahan melihat tubuhmu yang sudah jelek dan menjijikan itu" ujar Ruby dengan tertawa sinis


"Sudah Diam" bentak Liza dengan menatap kesal pada Ruby


"Jangan bicara sembarang" ketus Curry


"Aku tidak salah bicara sama sekali, dia memang menjijikan sekali" ujar Ruby dengan menghina


Plak..


Tamparan kuat dari Flower yang melayang ke wajah Ruby


"Aaarrgghh" jeritan Ruby yang kesakitan sehingga mengeluarkan darah di sudut bibirnya

__ADS_1


__ADS_2