Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Baku tembak


__ADS_3

Sejumlah pria berbaju hitam berlari menuju ke arah Cole dan Liza, Cole mendekatkan telinganya ke aspal untuk mendengar suara hentakan para tamu tak di undang itu.


"Peluru kita tidak akan cukup untuk melawan mereka," ujar Cole yang berdiri kembali.


"Walau tidak cukup tetap harus bertarung habis-habisan, setidaknya aku masih memiliki senjata tajam!"kata Liza.


"Kalau begitu kita tidak usah menunggu mereka datang, kita yang akan menyerang mereka!" kata Liza yang berlari menuju ke arah lawannya.


Sekitar jumlah lima puluhan pria berbaju hitam itu menyerang dengan serentak dengan mengunakan senjata tajam.


Liza dan Cole langsung melepasksn tembakan ke arah mereka.


DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR.


Tembakan beruntun dar Cole dan Liza mengenai mereka yang sedang berlari ke arahnya.


"Aarrghh..."


"Aarrghh..."


"Aarrghh..."


"Aarrghh..."


DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR.


"Aarrghh..."


"Aarrghh..."


"Aarrghh..."


"Aarrghh..."


Teriakan mereka yang di tembus oleh peluru dan sesaat kemudian tergeletak tidak bernyawa.


"Kalian datang ingin membunuh kami, lihat saja seberapa hebat kalian!" teriak Cole sambil melepaskan tembakan.


DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR.


"Aarrghh..."


"Aarrghh..."


"Aarrghh..."


Teriakan mereka dengan serentak dan tidak lama kemudian mereka tumbang satu-persatu.


Tembakan tanpa berhenti di lakukan oleh Cole dan Liza menewaskan mereka hanya dalam beberapa menit.


"Apa segitu mudahnya melawan mereka? mereka sudah tewas semua dan peluru masih ada," ujar Liza.


"Masih ada yang menyusul dari belakang, masuk ke mobil!" titah Cole yang melangkah cepat ke arah mobilnya.


Setelah mereka berdua masuk ke dalam mobil, tidak lama kemudian sejumlah pembunuh yang memiliki pistol melepaskan tembakan ke arah mobil, Cole langsung memundurkan mobilnya agar menjauh dari jarak musuhnya.


DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR.


Tembakan beruntun para pembunuh itu yang mengenai mobil bagian depan sehingga berlubang-lubang.


Cole mempercepatkan mobilnya agar bisa menjauh dari sejumlah pembunuh itu, dan sambil melepaskan tembakan ke arah pembunuh sedang mengejar ke arahnya.

__ADS_1


DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...


Tembakan Cole dan Liza mengenai beberapa pembunuh itu.


"Aarrghh..."


"Aarrghh..."


"Aarrghh..."


"Aarrghh..."


"Bunuh dia!" perintah salah satu pembunuh itu pada temannya.


Mereka mempercepatkan langkah mengejar mobil Cole yang sedang atret dengan laju sambil melepaskannya.


DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...


DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...


DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...


"Sialan!" ketus Cole yang terkena tembakan di pundaknya.


"Hah...Cole, kau terluka!"


"Tetap fokus pada mereka!" titah Cole yang sedang menahan sakit


Para pembunuh itu menembak ke arah mobil dengan tanpa berhenti.


DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...


Mobil yang di gunakan oleh Cole telah berlubang sana sini sehingga kaca depannya hampir pecah


"Kalau bos belum datang kita akan mati!" kata Liza yang sedang menunduk.


"Walau harus mati juga harus melawan!" teriak Cole yang sedang mengendalikan setir mobil dan sambil menunduk untuk mengelak dari peluru yang menembus ke kaca mobilnya dan juga kursi.


DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...


"Ingat! aku akan melajukan mobil ini menabrak mereka, setelah aku menghitung sampai tiga, kita harus melompat keluar!" perintah Cole.


"Aku mengerti," jawab Liza yang sedang menunduk.


Cole langsung mempercepatkan kelajuan mobilnya dengan berniat menabrak mereka.


DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...


Tembakan serentak dari pembunuh itu ke arah mobil yang melaju ke arahnya.


"Satu, dua, tiga, lompat!" perintah Cole yang langsung membuka mobil dan melompat keluar sehingga terbanting tubuhnya ke aspal dan begitu juga dengan Liza.


Brugh...


"Aarrgghh...." jerit Liza yang tubuhnya terbanting ke aspal.


Saat mobil itu melaju ke arah pembunuh dan Tidak lama kemudian mobil itu meledak sehingga hancur berkeping-keping dan mengenai sejumlah pembunuh itu.


DUAR...DUAR...DUAR...DUAR...DUAR...


"Aarrghh...."

__ADS_1


"Aarrghh...."


"Aarrghh...."


"Aarrghh...."


Ledakan itu mampu menewaskan puluhan pembunuh bersenjata itu, Cola dan Liza lalu melepaskan tembakan ke arah mereka yang masih hidup.


DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...


Tembakan di lakukan oleh Cole dan Liza dengan serentak.


"Aarrghh...."


"Aarrghh...."


"Aarrghh...."


"Aarrghh...."


Teriakan mereka yang di tembus oleh peluru, sesaat kemudian mereka tumbang satu-persatu dan tergeletak tidak bernyawa.


"Apakah mereka semua sudah mati?" tanya Liza yang melihat ke semua jasad yang tepar di sana.


"Coba kau langsung bertanya saja kepada mereka," jawab Cole yang memeriksa senjatanya.


"Dasar gila," gumam Liza.


Setelah beberapa menit kemudian datang beberapa mobil yang berwarna hitam menuju ke arah mereka. di dalam sepuluh mobil tersebut yang tak lain adalah pembunuh bersenjata.


"Apakah mereka satu komplotan dengan yang tadi?" tanya Liza yang menghampiri Cole.


"Tentu saja! dan yang menjadi aku penasaran adalah, siapa mereka sebenarnya? pengikut Brad atau musuh tuan Bared?"


"Kalau mereka adalah musuh tuan Bared bukankah ini agak tidak masuk akal mereka mengincar kita?"


"Yang namanya musuh tidak ada kata masuk akal," kata Cole.


"Aku masih muda dan tidak mau cepat mati!" ketus Liza yang memeriksa pistolnya.


"Kalau kau takut mati seharusnya jangan masuk ke kumpulan kami!" ujar Cole.


"Kau ini...."


"Lebih baik kita bertarung habis-habisan, soal hidup dan mati biar tuhan yang menentukan," ucap Cole.


Sepuluh mobil itu lalu berhenti dan kemudian semua pria bersenjata itu keluar dari mobilnya.


"Mereka berjumlah sekitar empat puluh orang," ujar Liza yang melihat ke arah mereka yang sedang keluar dari mobil itu.


"Kalau takut kau bisa memohon pada mereka, jika mereka berbaik hati maka kau bisa pulang dengan aman!"


"Kau gila ya! ini tidak mungkin!" ketus Liza dengan merasa kesal.


Tidak lama kemudian kumpulan Black Dragon tiba di tempat.


Kehadiran anggota Black Dragon yang jumlahnya lebih banyak, tentu membuat musuh mereka merasa was-was dan menatap ke arah dua puluh mobil itu yang berhenti di sana.


"Bukankah itu adalah bos kita? akhirnya bantuan telah tiba!" ucap Liza.


Sebanyak delapan puluh anggota yang di pimpin Charles mengepung empat puluh musuhnya yang tidak berdaya karena kalah jumlah. Stone bersama dengan lainnya menodongkan senjatanya ke arah lawannya.

__ADS_1


__ADS_2