
Di siang itu Cole yang kembali telah mengetahui kejadian di antara Flower dan Ruby, ia berkumpul dengan Harry, Stone, Liza, Yona dan Curry
"Bagaimana dengan nona Flower?" tanya Cole
"Bos sedang menemaninya" jawab Harry yang sedang berdiri di hadapan Cole
"Apa tidak menghubungi dokter?" tanya Cole lagi yang sudah paham kondisi Flower
"Nona marah besar di saat bos menyuruh ku menghubungi dokter, oleh sebab itu tidak jadi" jelas Harry
"Aku tidak mengerti maksud kalian, kenapa harus memanggil dokter, siapa yang membutuhkan dokter?" tanya Liza dengan penasaran
"Kejadian hari ini sangat tidak seharusnya terjadi, Ruby sangat keterlaluan, jika saja aku mendengarnya aku juga tidak akan sungkan untuk menamparnya" ketus Cole
"Cole benar, jika bukan karena Ruby sudah tidak sadarkan diri aku juga ingin menamparnya, dia tidak tahu bagaimana dengan kehidupan nona Flower, dengan seenaknya dia menghina nona, dia sudah sangat keterlaluan" lanjut Harry yang merasa kesal
"Apa kalian bisa jelaskan apa yang sudah terjadi di kehidupan Flower?" tanya Curry
Cole dan Harry menceritakan semua tentang kehidupan Flower selama ini
Setelah beberapa menit kemudian
"Aku tidak menyangka jika hidupnya sangat pahit" ucap Yona dengan merasa sedih
"Dia adalah gadis paling malang, di bandingkan kita, dia masih jauh menderita" ujar Liza
"Walau aku tidak memiliki orang tua, tapi hidupku tidak begitu menderita" kata Yona
"Flower memiliki ayah kandung akan tetapi malah di siksa begini" ujar Curry
"Aku tidak berani membayangkan betapa sakit dan takutnya dia selama 10 tahun ini" lanjut Liza
"Pantas saja dia sangat tertekan di saat Ruby menghinanya, ini sama saja mengungkit luka lamanya" sambung Stone
"Dan aku lebih tidak menyangka jika Ruby bisa begitu jahat, dia adalah bagian kita tapi bisa begitu keterlaluan hanya karena rasa cemburunya" kata Harry
"Masih beruntung dia tidak bertemu denganku tadi, walau dia adalah wanita aku juga tidak akan sungkan" ketus Cole
"Cole, apa kau akan menghajar wanita juga?" tanya Liza
"Aku akan menghajar semua orang yang jahat terhadap nona Flower, karena ini adalah tanggung jawab ku untuk melindunginya" jawab Cole dengan tegas
"Sama aku juga, keselamatan nona juga bagian dari tanggung jawabku" ujar Harry
"Sekarang aku sudah paham betapa pentingnya Flower bagi bos kita" ujar Curry
__ADS_1
"Bos kita tidak pernah tertarik pada siapapun, dan Flower telah berhasil menarik perhatiannya, tentu saja Flower sudah menjadi belahan jiwa bos kita" lanjut Liza
Sementara Charles masih menenangkan Flower yang masih tertekan di kamarnya
"Sudah, jangan di simpankan dalam hati dengan semua ucapannya, aku akan menghukumnya" bujuk Chalres dengan penuh kesabaran sambil memeluk Flower
"Apa benar aku sangat menjijikan?" tanya Flower dengan merasa kecewa yang sedang duduk di kasur bersama Charles
"Siapa yang mengatakan jika boneka kesayanganku ini menjijikan, aku akan memberi pelajaran padanya" kata Charles dengan tegas
"Aku juga merasa jelek sekali, setiap melihat bekas luka ini" ucap Flower dengan merasa terluka
"Flower, aku tidak setuju dengan perkataanmu, di mata ku boneka ku ini paling sempurna, jadi jangan menghina dirimu sendiri, jangan di ambil hati dengan perkataan orang"
"Charles, aku tahu kondisiku sendiri, kau tidak perlu membujukku" ucap Flower dengan merasa kecewa
"Flower..?"
"Aku memang cacat, aku bahkan tidak suka melihat tubuhku yang penuh bekas luka ini, setiap melihatnya aku merasa sakit hati, selain mengingatkan kejadian dulu, bekas ini juga membuat ku kecewa" jelas Flower mengeluarkan air mata
"Flower, jangan berpikir seperti itu, aku akan membantu mu untuk keluar dari masa lalu, dan ingat untuk seterusnya hidupmu ada di tanganku, dan tidak ada yang bisa melukaimu lagi, percayalah padaku" ujar Charles dengan mengecup dahi Flower
"Charles, apa di suatu saat kau juga akan merasa jijik denganku?" tanya Flower dengan matanya yang berkaca kaca
"Apa kau tidak menyesalinya? di luar masih banyak wanita yang bertubuh seksi dan tanpa bekas apapun, sedangkan aku tidak memilikinya"
"Flower, yang ku inginkan adalah dirimu, jadi apapun yang terjadi padamu aku tetap mencintaimu" ucap Charles dengan mencium bibirnya Flower
Malam hari
"Bos" sapa serentak anggotanya yang berada di aula
"Cole, bagaimana selidikan mu?" tanya Charles yang duduk di kursi besarnya
"Hari ini seharian dia di rumah dan tidak keluar, aku bertanya pada tetangga yang di sana, mereka tidak tahu masa lalu pria tua itu, hanya tahu jika dia adalah pemabuk dan penjudi" jelas Cole
"Jika begini kita tidak bisa tahu apa-apa" ujar Harry
"Bagaimana jika kita menangkapnya dan mengancam dia?" tanya Stone
"Menangkap dan mengancam tanpa sebab apa menurutmu itu ide yang bagus?" kata Charles dengan tegas
"Aku akan selalu mengawasinya, Bos" ucap Cole
"Baiklah, lakukan sampai kita mendapat jawabannya" ucap Charles
__ADS_1
"Baik Bos" jawab Cole
"Bos, bagaimana dengan Flower, apa dia baik-baik saja?" tanya Liza dengan merasa khawatir
"Tidak baik sama sekali! ini sangat menyakitkan baginya" jawab Charles yang menghela nafas
"Ruby sudah melukai hatinya, tentu saja dia akan bersedih dan terluka" ujar Curry
"Niatku membawanya ke sini adalah untuk menghiburnya agar dia bisa lepas dari masa lalu, akan tetapi Ruby sudah melakukan kesalahan besar, sehingga menyebabkan dia tertekan lagi" ucap Charles
"Apa yang harus kita lakukan, Bos?" tanya Cole
"Aku akan tetap menghiburnya, dan jangan membiarkan ini terulang lagi"
Tengah malam
jam dinding menunjukan pukul 12.00.. petir kuat serta hujan deras di malam itu membuat Flower terbangun dan beranjak dari kasurnya, ia langsung bersembunyi di samping lemari karena bagi dirinya itulah tempat yang aman untuk ia bersembunyi
"Api..api.." gumam Flower yang terbayang kobaran api
Flower duduk dengan menutupi telinganya dan terbayang masa kecil di saat kebakaran yang menewaskan ibunya, karena sering mendapatkan hantaman keras di kepala karena ulah Mark menyebabkan Flower tidak bisa ingat begitu jelas kejadian di saat itu, walau dirinya sudah tahu bagaimana ibunya meninggal di saat usianya yang masih 14 tahun.
"Api..api, Mama" ucap Flower yang mendengar teriakan ibunya yang muncul di dalam ingatannya
Tidak lama kemudian Charles masuk kembali ke kamar, di saat ia melangkah masuk dirinya melihat Flower yang sedang duduk sambil gemetaran dan ketakutan
"Flower, ada apa denganmu? apa kamu baik-baik saja?" tanya Charles dengan khawatir
"Api" jawab Flower yang tidak dalam kondisi sadar.
"Flower, jangan takut, lihat aku" bujuk Charles yang menyentuh wajah Flower
"Mama di bakar" ucap Flower yang terbayang kejadian itu
"Flower, ini sudah berlalu, jangan takut ya" bujuk Charles dengan memeluk Flower dengan erat
Di saat petir yang kuat di dalam pikiran Flower muncul bayangan seorang pria yang sedang bertengkar dengan sang ibunya di saat kebakaran terjadi
"Pria itu.. dia membakar mamaku" ucap Flower yang mengingat sedikit demi sedikit kejadian masa kecil
"Siapa pria itu?" tanya Charles yang sedang memeluk Flower.
"Aku tidak bisa mengingatnya" jawab Flower yang merasa sakit kepala
"Aaaaaarrrgghhh" jeritan Flower yang merasa sakit yang luar biasa di kepalanya, dan tidak lama kemudian ia pun pingsan di pelukan Charles
__ADS_1