Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Cole Melindungi Bared


__ADS_3

DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...


DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...


Tembakan Stone bersama anggota lainnya yang mengenai para lawan-lawannya itu.


"Aargghh...."teriakan mereka dengan serentak dan tewas satu-persatu.


"Tembak mobilnya!" perintah Charles dengan nada tinggi.


DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...


DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...


DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...


DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...


Charles dan beberapa jumlah anggotanya menembak ke arah mobil lawan mereka. tembakan tersebut merusakan mobil lawan. dan tidak lama kemudian karena tembakan beruntun akhirnya tangki minyaknya bocor sehingga membasahi jalan sana.


Di saat terjadi baku tembak mobil yang sudah bocor mulai mengeluarkan api dan kemudian terjadi ledakan besar.


DUAR...DUAR...DUAR...DUAR...DUAR..


Ledakan menjalar ke semua mobil milik mereka sehingga ledakan semakin membesar.


DUAR...DUAR...DUAR...DUAR...DUAR..


DUAR...DUAR...DUAR...DUAR...DUAR..


"Aarghhh...."


"Aarghhh...."


"Aarghhh...."


Teriakan mereka yang terkena ledakan besar tersebut sehingga tubuh mereka terlempar ke mana-mana.


Di malam itu sekitar delapan puluh anggota Andrew yang tewas di tengah jalan akibat tembakan dan juga ledakan. tubuh-tubuh tidak bernyawa tergeletak di jalan besar itu, serta daging-daging sebagian yang terkena ledakan berserak ke mana-mana.


"Bos, apa belakang masih ada?" tanya Stone.

__ADS_1


"Tidak tahu juga berapa jumlah semua anggotanya, mari kita pergi dulu!" jawab Charles sambil mengandeng tangan Flower berjalan masuk ke mobilnya.


"Flower, apa kamu merasa takut?" tanya Charles yang duduk bersama dengan Flower di belakang mobil.


"Sebenarnya malam ini sangat bahaya, aku tidak ingin kau ikut!"ucap Charles


"Aku tidak takut lagi, Charles, biarkan aku ikut denganmu, karena yang di tangkap adalah paman ku, dan juga aku harus membiasakan diri dengan situasi ini. jika tidak, bagaimana aku harus berhadapan dengan musuhmu jika suatu saat kita di serang. jadi, biarkan aku terlibat agar rasa takutku bisa menghilang!" pinta Flower.


"Baiklah, Flower. janji padaku kau harus selalu berhati-hati ya!"


"Iya, aku mengerti!"


Kumpulan Black Dragon menuju ke tempat tinggal Andrew yang perjalanannya cukup jauh. mereka melajukan kecepatan mobilnya agar segera tiba ke lokasi tersebut


Mansion Andrew.


"Cole...cole...kau sangat hebat telah membunuh begitu banyak anggota ku malam ini. kau ibarat sebuah bom waktu yang akan tiba-tiba meledak seperti malam ini. tapi, kau jangan lupa sehebat apapun dirimu kau masih di tanganku," ujar Andrew.


"Jika ingin bunuh lakukan segera! tidak perlu basa basi dan panjang lebar, aku tidak akan memohon padamu!" kata Cole dengan tegas


"Jika kau mati Charles pasti akan sakit hati!"


"Andrew, urusan kita berdua kenapa harus melibatkan anggota Black Dragon? kau adalah pria apakah tidak bisa lebih gentlemen? jika hanya kita berdua kenapa harus melibatkan banyak orang?" tanya Bared.


"Karena mereka melawanku dan memaksa ku harus melibatkan mereka, dari awal kumpulan Charles sudah terlibat dan aku semakin marah. oleh karena itu jangan menyalahkan aku jika aku ingin menahan mereka," kata Andrew dengan tegas.


"Apa mau mu? aku sudah berada di sini, dan kau ingin membunuhku kan? lakukan saja aku tidak memohon padamu!" ujar Cole.


Andrew menodong pistol ke arah Cole yang sedang berdiri di hadapannya.


"Tembak saja!" ucap Cole yang tanpa merasa takut.


Bared yang melihat musuhnya menodongkan senjata ke arah Cole, ia pun segera berjalan dan berdiri di depan Cole sambil berkata,"jangan melakukan itu! ini hanya urusan kita berdua!"


"Hahahahaha...kalian ini seperti ayah dan anak, saling melindungi antara satu sama lain. mungkin saja aku patut merasa kagum pada kalian," kata Andrew dengan senyum sinis.


"Andrew, tembak saja aku!" pinta Bared.


"Lepaskan tuan kami! tembak saja aku. aku akan menganti nyawaku!" pinta Steven yang menghampiri Bared dan menghadang Andrew yang sedang menodong senjata ke arah bosnya itu.


"Hahahahha...Bared, kau sangat beruntung sekali. walau bagaimanapun kau tetap tidak bisa melakukan apapun karena masih di tanganku!" ketus Andrew yang memukul kepala Steven.

__ADS_1


Bruk...


Pukulan yang di lakukan oleh Andrew dengan mengunakan pistolnya menyebabkan Steven tidak sadarkan diri dan berdarah di kepalanya.


"Steven...Steven..." teriak Bared yang menjongkok membangunkan anak buahnya itu.


"Kau brengs*k!" bentak Bared dengan kesal.


"Bared, kau hanya punya satu pilihan, serahkan semua bisnismu dan kalian bebas. jika tidak, maka jangan salahkan aku membunuh Cole ataupun wanita itu!" kecam Andrew


"Wanita yang kau maksud sudah tidak berada di sini!" jawab Cole.


"Hahahahah...Cole, mungkin kau sudah lupa dengan satu hal. ini adalah rumahku dan tidak ada yang bisa begitu mudah pergi dari sini. luar dan dalam rumah ada banyak anggota. teman mu itu harus berhadapan dengan begitu banyak anggotaku. apakah dia sanggup? dia akan kewalahan dan aku yakin dia juga tidak akan bisa pergi dari rumah ini dalam keadaan hidup. ingin datang dan pergi sesuka hati? jangan menganggap remeh tempat ku ini!"


"Tidak perlu membuang waktu lagi! ingin membunuhku lakukan saja!" ucap Cole.


"Andrew, kenapa harus melibatkan orang lain. kau adalah pria tapi bersikap pengecut!" ketus Bared.


"Serahkan saja semua bisnismu! dan kalian bebas, aku adalah orang yang tepati janji. oleh karena itu aku tidak akan membunuh kalian. kalian bebas mau pergi ke mana karena aku tidak akan menghalangmu," ujar Andrew.


"Tuan Bared, jangan mendengarkan ucapannya! setiap perkataannya tidak benar sama sekali. dia akan membunuh kita setelah mendapatkan apa yang dia inginkan," kata Cole.


"Cole, maaf. aku melibatkanmu!" ucap Bared dengan merasa bersalah.


"Tugasku adalah melindungimu, sebenarnya kali ini adalah kesalahanku. jika bukan karena aku maka Anda tidak akan berada di sini!" ucap Cole.


"Tidak...ini bukan salahmu. kau di tahan juga karena aku. jadi ini bukan salahmu. kau tidak bersalah sama sekali!" kata Bared.


"Sehati sejiwa, apakah aku harus merasa kagum pada kalian. nyawa sudah di ujung tanduk masih saja saling melindungi," kata Andrew.


"Betul kata Cole, kami ada di tanganmu. walaupun aku serahkan semua bisnisku kau juga tidak akan melepaskan kami. kau bisa saja melibatkan Cole dan Liza demi ingin menangkapku. jadi mana mungkin kau akan melepaskanku setelah mendapatkan bisnisku. Andrew, bunuh saja aku karena aku tidak akan memberikan apapun padamu!" ujar Bared dengan tegas.


Karena merasa kesal Andrew pun langsung melepaskan tembakan ke arah Bared.


DOR...


Cole yang melihat arahkan pistol itu ia pun dengan gesit mendorong Bared ke samping, sehingga peluru yang di lepaskan oleh Andrew menancap tepat pada jantung Cole.


"Cole...." teriakan Bared yang histeris melihat Cole yang terdiam sesaat dan kemudian tumbang.


"Cole...Cole..." teriak Bared yang menghampiri Cole yang tidak bergerak.

__ADS_1


__ADS_2