
"Flower, maaf. ini semua salahku, di malam itu aku tidak seharusnya meninggalkan mu sendirian di kamar, sehingga kau harus ketakutan dan tidak berani tidur, ini semua adalah salahku, aku berjanji padamu aku tidak akan membiarkan mu sendirian lagi" ucap Charles dengan mencium bibirnya Flower
Beberapa hari kemudian
Fannie dan Mona yang harus bekerja secara paksa, di saat mereka sedang bersih-bersih mereka di awasi oleh anggota Charles, atas perlakukan mereka terhadap Flower di masa lalu kini mereka harus mengalami hal yang sama, di pukul, di siksa dan bekerja tanpa istirahat
"Aku sangat lelah, kalian bukan manusia. menyiksa ku bekerja terus dan beri kami makan yang sudah tidak layak" ketus Fannie yang penampilannya sudah berantakan
Dirinya selama ini berpenampilan rapi dan bersih kini menjadi tidak terurus lagi, rambut yang acak-acakan, tanpa makeup di wajahnya dan berkeringat di seluruh tubuh, serta wajahnya yang sudah terkena debu kotoran, hal yang sama di alami oleh Mona.
"Makan yang tidak layak? bukankah makanan seperti itu yang kalian berikan pada nona Flower dulu, kau hanya mengulangi yang sudah pernah di lalui oleh nona Flower" ujar Harry yang baru tiba
"Sampai kapan kau harus menyiksa kami begini? lihatlah tanganku sudah kasar dan pecah-pecah, kakiku juga sakit. pekerjaan ini tidak seharusnya kami yang melakukannya" ketus Mona
"Hahahahaha, baru beberapa minggu kalian sudah tidak tahan, bagaimana dengan nona Flower yang kalian siksa selama 10 tahun, dan beginilah rasanya jika di siksa dan harus makan makanan dari tong sampah" ujar Harry
"Aku ingin bertemu dengan Charles" pinta Fannie
"Bertemu dengan bos kami? apa kau ingin tahu apa yang di lakukan bos kami sekarang? dia sedang menemani nona Flower, di saat makan bos kami juga menyuapnya, dan selain itu mereka juga tidur bersama, bos kami sangat perhatian padanya, apa kau tahu posisi nona Flower di dalam rumah sudah di anggap bagaikan ratu, bos kami saaangat menyayanginya, bukan hanya itu bos juga ingin nona Flower di lindungi aku dan Cole, jadi semewah apapun hidupmu dulu semua telah berakhir, dan kebahagiaan nona Flower sudah di mulai dari sekarang dan untuk selamanya" jelas Harry dengan sengaja
"Dia tidak layak untuk semua itu" bentak Mona
"Dia adalah pela.cur" bentak Fannie yang merasa iri
Plak
Tamparan yang di lakukan oleh Harry mengenai wajah Fannie
"Aaarrgghh" jeritan Fannie yang kesakitan
"Berani sekali kau mengatakan nona Flower adalah pela.cur, apa kau tahu dia bagaikan permata di mata bos kami, sedangkan dirimu sudah di gilir oleh 3 pria masih saja berani menghina orang" ketus Harry
"Kau jangan sembarangan menampar putriku" ketus Mona yang kesal dan mendorong Harry
Harry yang merasa kesal lalu mencengkram leher Mona dengan erat
"Aaaarrrggghh" jeritan Mona yang sedang berusaha meronta
"Lepaskan" teriakan Fannie yang menghampiri Harry dan sambil memukul tangannya
"Kalian sangat hina, siksaan untuk kalian masih belum berakhir, dan untuk selamanya kalian harus bekerja di sini dan hanya bisa makan yang kami berikan pada kalian" bentak Harry yang mendorong Mona dengan kasar
Brugh
__ADS_1
"Aaarrgghh" jeritan Mona yang tersungkur ke lantai
"Awasi mereka berdua, biarkan mereka bekerja dari jam 5 pagi hingga 12 malam" perintah Harry kepada anggotanya
"Baik Kak" jawab anggotanya dengan menurut
Sesaat kemudian Harry pergi meninggalkan penjara itu
"Perutku sakit sekali" jeritan Mona yang kesakitan bagian perutnya
"Ma, kenapa wajahmu pucat sekali" tanya Fannie yang merasa khawatir
"Perutku sakit sekali" jawab Mona dengan menahan sakit
Syiuk...syiuk.
Sebatan rotan di lakukan oleh dua anggota Charles mengenai Mona dan Fannie
"Aaaarrhhhh, sakit" pekikan Fannie dan Mona
"Sakit juga harus bekerja, cepat lakukan" teriak anggota Charles sambil melukul tanpa berhenti
Syiuk..
"Aaarrgghh" jeritan Fannie yang kesakitan
Syiuk..
"Jangan buang waktu, cepat lanjutkan kerja kalian" bentak anggota Charles smabil memukul wanita itu
"Jangan pukul lagi, akan kami lakukan" jeritan Mona yang memaksa untuk berdiri
"Tidak berguna" ketus anggota itu dengan merasa kesal
Mona yang kesakitan harus memaksa dirinya untuk bekerja sambil menahan sakit, lambat selangkah maka mereka harus menerima pukulan yang tanpa iba dari anggota Charles
Beginilah kehidupan Fannie dan Mona di dalam penjara itu, sementara Mark Clisten harus bekerja di tambang batu bara sambil menerima siksaan yang tiada akhir, lengah sedetik dirinya harus di pukul dan di tendang oleh penjaga sana, terkadang dirinya juga tidak mendapatkan makanan untuk beberapa hari, penjaga di sana telah mendapatkan perintah dari Charles untuk menyiksa Mark Clisten yang tiada hari tanpa siksaan.
Villa Robertson
"Flower, besok aku akan membawa mu jalan-jalan. Flower ingin ke mana?" tanya Charles yang sedang duduk bersandar di kasurnya sambil memeluk pujaan hatinya
"Apa benar aku boleh keluar?" tanya Flower dengan berharap, karena dirinya tidak pernah melihat pemandangan di luar
__ADS_1
"Tentu saja boleh, katakan padaku kamu ingin ke mana?" ujar Charles dengan senyum
"Ke mana saja juga bisa, aku ingin melihat pemandangan kota"
"Baiklah" ucap Charles dengan mengecup dahinya Flower
"Aku tidak tahu bagaimana dengan pemandangan kota, aku belum pernah melihatnya" ujar Flower yang di pelukan Charles
"Flower, jika suka aku bisa membawa mu keluar melihat pemandangan setiap hari" ujar Charles yang merasa iba dengan gadis itu yang selama ini hanya terkurung di ruangan gelap
"Tidak perlu setiap hari, jika kamu ada waktu saja" ucap Flower dengan senyum
"Aku hanya tidak ingin kamu merasa bosan di sini" ucap Charles dengan mencium bibirnya Flower
Charles melakukan ciumannya selama beberapa menit dengan sambil memeluk tubuh yang ramping itu dengan erat
"Gawat, aku hampir saja tidak bisa mengendalikan diriku sendiri, Winz pernah mengatakan jangan menyentuhnya selama 6 bulan, lagi pula jika aku melakukannya ini akan membuatnya mengingat malam itu yang telah meninggalkan trauma pada dirinya, aku harus menjaganya dengan baik, dan tidak boleh gegabah, jika tidak maka Flower pasti akan trauma lagi" batin Charles
Sesaat kemudian Charles melepaskan ciumannya
"Sudah malam, mari kita tidur" ucap Charles yang menidurkan Flower ke bantalannya dengan sambil memeluk pujaannya itu
"Dasar gadis ini, selalu saja membuatku ingin menyentuhnya, aku tidak ingin menakutinya lagi, kondisi jiwanya masih belum sembuh sepenuhnya, dia masih butuh waktu, asalkan dia berada di sisiku ini sudah cukup" batin Charles
Rumah sakit tempat Farlos di rawat
Farlos yang baru sadar karena mendapatkan pukulan bertubi-tubi dari Charles sehingga membuat dirinya harus tergeletak di ranjang rumah sakit
Luka pada bagian perutnya akibat tendangan kuat dari Charles, serta beberapa giginya yang tanggal dan wajahnya yang bengkak masih terlihat dengan jelas
"Brengs*k, Charles Robertson kau berani menghajar ku dan membuat ku malu di hadapan kumpulan Red Lion, aku akan membalaaas" bentak Farlos yang sedang terluka
"Bos, jangan banyak bergerak dulu, tubuhmu masih sakit" ujar Ric yang sedang berdiri di samping ranjang
"Aku akan membalasnya, aku Farlos di injak di hadapan orang, dia menjatuhkan harga diriku" bentak Farlos dengan kesal
"Bos, di saat itu tidak ada yang bisa meredamkan kemarahannya, Figo dan Tom juga hampir tewas di tangannya, dan tuan besar juga tidak bisa menghentikannya, dia seperti kesurupan saja"
"Si tua itu takut padanya, oleh karena itu dia tidak begitu berani untuk menghentikan bocah itu" bentak Farlos dengan kesal
"Bos, kami mendapat info jika di malam itu dia ada membawa seorang wanita muda pulang ke rumahnya"
"Wanita muda? siapa dia?"
__ADS_1
"Tidak tahu, jika sampai tinggal di sana bisa saja wanita itu ada hubungan dengannya"
"Selidiki siapa dia, jika bisa bawa dia ke hadapanku, semua wanita yang berhubungan dengannya aku ingin menghancurkan mereka, agar bocah itu merasa sakit hati" perintah Farlos