
Di saat mendengar nama yang tidak asing itu Mark dan Mona langsung menuju ke ruang tamu, sementara Fannie yang selama ini menyukai pria itu langsung masuk ke kamar untuk menganti pakaiannya
"Siapa Charles Robertson kenapa mereka bisa begitu cemas?" batin Flower
"Tuan Charles, selamat datang" ucap Mona dan Mark dengan senyum yang menyambut kedatangan Charles
Charles melangkah masuk dengan di temani oleh Harry dan Cole
"Hm." jawab Charles dengan bersikap dingin
"Silakan duduk" sahut Mark dengan sopan
Charles kemudian duduk di sofa ruangan tamu, sementara Harry dan Cole berdiri di sampingnya
"Tuan Charles, tidak tahu apa tujuan Anda kemari?" tanya Mark yang duduk bersama dengan Mona
"Tuan, suatu kebanggaan kami karena Anda bertamu ke rumah kami" kata Mona dengan merasa bangga
"Katakan berapa nilainya?" ucap Charles dengan tanpa basa basi
"Nilai?" sebut serentak Mark dan Mona dengan penasaran
"Putri kalian! sebut saja berapa nilainya" kata Charles dengan tegas
"I..ini apa maksudnya, Tuan." tanya Mark dengan binggung
"Katakan berapa harga putrimu itu" jawab Charles dengan tatapan tajam
"Har..harga?" tanya Mona yang kebinggunan dan saling memandang dengan suaminya
"Suruh kalian jawab kenapa tidak menjawab?" bentak Harry dengan nada keras
"Ha....itu kami tidak mengerti maksud Anda, Tuan." ujar Mark dengan sopan
"Bos, kami ingin membeli putrimu, maka katakan harganya dan jangan diam saja" ucap Cole dengan tegas
"Tuan Charles, ke..kenapa ingin membeli putri kami?" tanya Mark dengan heran
"Tuan Charles, apakah tertarik pada putri kami?" tanya Mona yang merasa bangga karena mengira Charles tertarik pada putrinya itu
"Tidak perlu basa basi, buka harganya" ketus Charles
"Lima ratus ribu dollar" jawab Mona dengan berharap
__ADS_1
"Apa kau sudah gila ya? kenapa kau tidak merampok saja" ketus Harry dengan kesal
"Tuan, putri ku sangat cantik dan masih perawan, jadi harga segitu sangat layaknya untuknya" ujar Mona yang merasa bangga
"Kau sangat serakah" ketus Harry
Charles lalu memberi kode kepada Cole, karena sudah tahu maksud bosnya Cole pun memberi buku cek kepada bosnya
Charles lalu menulis nominal yang di minta oleh Mona dan setelah itu dia pun memberikan cek itu kepada wanita itu
"Hah...ini enam ratus ribu dollar" ucap Mona dengan merasa senang hati
"Anggap saja itu adalah bonus, cek itu milik kalian dan putri kalian sudah menjadi milikku, panggil dia keluar" kata Charles dengan tegas
"Baik..baik. Tuan, duduklah sebentar sambil menunggunya, aku akan menyuruh orang untuk bawakan minuman untuk mu, minumlah sebelum pergi" kata Mark yang melangkah ke dapur
"Flower, buatkan kopi untuk tamu kita, cepat" perintah Mark yang menghampiri Flower yang sedang mencuci di dapur dengan mencubit lengan Flower dengan kuat
"Aaarrhh" jeritan Flower yang kesakitan
"Jangan melakukan kesalahan, ini bersangkutan dengan kabahagiaan Fannie jika kau berani buat ulah lihat saja nanti" kecam Mark dengan tatapan tajam
"Putriku, tuan Charles sedang menunggu mu, cepat turun" teriak Mona pada Fannie yang sedang berada di kamar lantai dua
"Aku harus menghias diri agar kelihatan lebih cantik, sudah ku katakan dia pasti suka padaku, tidak ada pria yang bisa lepas dari tanganku" kata Fannie yang sambil memerahkan bibir seksinya dengan lipstik berwarna merah
Setelah Fannie selesai menganti pakaian yang seksi dan menampilkan dirinya yang sangat anggun lalu dirinya pun berjalan menuruni anak tangga, dan di saat yang sama Flower berjalan ke ruang tamu dengan membawakan secangkir kopi dan menuju ke meja yang di mana Charles sedang duduk di sofa sana
"Putri ku sangat cantik sekali, mari sini" ucap Mona yang melihat ke arah Fannie yang berjalan di anak tangga
Di saat Flower menampakkan diri di ruang tamu Charles langsung memandang ke arah gadis itu, dengan tatapan yang dalam dan tentu juga ada kebencian di dalam dirinya
Flower yang melihat pria itu dia menghentikan langkahnya karena dia mengenal pria inilah yang ingin menangkapnya saat di rumah sakit
"Kenapa dia ada di sini? apakah mereka menjual ku ke dia?" batin Flower yang merasa ketakutan
"Tuan Charles, Fannie sudah turun mulai hari ini aku menyerahkan putriku ini kepada mu" ujar Mona yang merasa bangga
"Fannie, tuan Charles sudah mengeluarkan sejumah uang untukmu kau harus patuh padanya" kata Mona dengan tersenyum
"Ma, tenang saja tuan Charles rela mengeluarkan sejumlah uang hanya untuk mendapatkan ku, jadi aku pasti patuh padanya" jawab Fannie yang lagi-lagi bangga pada dirinya
"Tuan Charles, tidak sia sia Anda membayar kami dengan sejumlah uang ini, karena Fannie yang bagitu cantik selalu menjadi rebutan orang" ucap Mark dengan senyum
__ADS_1
"Apa mereka masih normal, bos mengeluarkan sejumlah uang demi nona Flower tapi mereka malah mengira untuk putrinya, kenapa aku malah merasa makeupnya seperti istri dracula saja sangat menakutkan" batin Harry
"Cantik..sangat cantik, nona Clisten memang sangat menarik hatiku" sebut Charles yang bangkit dari tempat duduknya sambil melihat ke arah Flower
Fannie yang salah paham dan selalu memandang tinggi dirinya lagi-lagi tersenyum bangga dengan pujian pria idamannya dan mengira jika pria itu ingin menghampirinya
Charles berjalan melewati Fannie yang sedang berdiri di anak tangga dan menghampiri Flower yang sedang memegang secangkir kopi
"Apakah kopi ini untukku?" tanya Charles dengan senyum dan mengambil cangkir yang di pegang oleh Flower
"I..iya" jawab Flower dengan merasa cemas
"Aromanya sangat wangi" ucap Charles yang sedang merasakan minumannya itu sambil menatap Flower dengan tanpa beralih pandangan
"Apakah minuman ini kau yang membuatnya" tanya Charles dengan senyum
"Iya" jawab Flower dengan singkat
"Kalau begitu aku berharap setiap hari kau akan membuatnya untukku" ucap Charles sambil menatap tajam pada Flower
Karena tatapan tajam dari pria itu membuat Flower merasa ketakutan dan tidak berani memandang ke arah Charles yang berdiri di hadapannya
Tentu saja perlakukan Charles membuat Mark, Mona dan Fannie lagi-lagi di buat kebinggunan
"Tuan Charles, jika Anda suka dengan kopi dari keluarga kami maka Fannie akan membuatnya setiap hari untukmu" kata Mark yang menghampiri Charles
"Fannie? untuk apa aku menyuruhnya buatkan untukku?" tanya Charles dengan tatapan aura membunuh
"Tuan, jika Fannie sudah mengikutmu maka semua keperluan mu akan dia siapkan" jawab Mona
"Hahahahahaha....apa kalian sangat suka memandang tinggi pada putri kalian itu sehingga mengira aku rela mengeluarkan sejumlah uang hanya untuk dia?" tanya Charles sambil ngehina
"A..apa?" tanya Mona yang hampir tidak percaya
"Mark Clisten, aku bertanya padamu apakah gadis ini adalah putrimu?" tanya Charles yang menunjukkan ke arah Flower
"Iya, bagaimana Anda bisa tahu?" tanya Mark dengan heran
"Karena tujuanku hari ini adalah untuk membelinya darimu" jawab Charles
Mendengar ucapan Charles lagi-lagi membuat Fannie terasa di sambar petir karena dia sangat berharap bisa menjadi pedamping pria itu
"Tuan, kenapa malah dia yang Anda inginkan?" tanya Mona dengan kebinggunan
__ADS_1
"Kenapa tidak? bukankah dia juga adalah putri kalian" ujar Charles
Flower merasa semakin ketakutan di saat mendengar perkataan pria itu yang telah membelinya dengan harga yang tinggi, tentu saja dirinya sudah tidak ada harapan untuk melarikan diri