
"Tuan Austin, aku mohon jangan melibatkan kami, kasihanlah pada kami, aku sudah tua dan tidak mau menghabiskam sisa hidupku di penjara, sedangkan Fannie masih muda dia tidak seharusnya tinggal di tempat itu, dia masih harus menikah dan..?" pinta Mona dengan di potong oleh Steve
"Diam! apa kau layak memohon pada kami? kau mengatakan putrimu masih muda dan tidak seharusnya di penjara, lalu bagaimana dengan adikku yang harus menghabiskan waktunya selama 10 tahun di dalam ruangan bawah tanah yang gelap? ini semua juga karena hasutan mu pada pria tidak berguna itu, jangan mengira kalian bisa lolos begitu saja setelah melakukan ini pada adikku, seluruh tubuhnya terdapat banyak bekas luka akibat ulah kalian bertiga, dan adikku juga traumatis karena kalian, apa kalian tidak tahu jika dia sangat menderita?" bentak Steve dengan emosi
"Tapi kami juga sudah mendapatkan balasannya dari Charles, dan ini sudah lebih dari cukup" jawab Mona
"Lebih dari cukup? adikku menerima siksaan dari kalian selama 10 tahun, apakah kalian mengira dengan siksaan yang kalian dapatkan sekarang sudah bisa menebusnya? maka kalian sudah salah besar" bentak Steve dengan nada kesal
"Mark Clisten, aku bertanya padamu, bagaimana kehidupan Ella selama ini?" tanya Vic
"Wanita jal*ng itu hanya hidup sebagai ratu di rumah ini" jawab Mark
"Kau bohong, mama ku hidup seperti pembantu di rumah ini, dia melakukan semua pekerjaan sini, walau kau ada pembantu tapi kau melarang mereka membantu mamaku, aku melihat mamaku membersihkan setiap ruangan yang ada di dalam rumah ini, walau dia sakit kau tidak pernah bertanya padanya, kau hanya peduli pada dirimu sendiri, dan setiap hari kau pulang saat tengah malam, jika mama bertanya maka kau akan memarahinya" teriak Flower dengan nada tinggi
"Mamaku hidup bersama mu sudah 14 tahun dan kau tidak pernah menganggapnya sebagai istrimu, semua pekerjaan rumah kau ingin dia melakukannya dengan sendiri, akan tetapi mama ku tetap sabar dan mengerjakannya, sedangkan wanita itu kau tidak tega membiarkan dia bekerja dan memanjakan dia dan anaknya itu, memberikan apapun yang mereka mau, sementara mamaku tidak meminta apapun padamu, dan kau juga tidak pernah memberikan sesuatu padanya" teriak Flower dengan kesal sambil menunjukkan ke arah Mona
"Kau tidak berperikemanusiaan, Mark Clisten. wanita yang baik telah kau sia-siakan" ketus Vic
"Jika dia wanita baik, maka dia tidak akan hamil dengan pria lain" jawab Mark
"Lalu, bagaimana denganmu? yang sering saja bermain wanita di saat mamaku masih hidup, di saat itu bukankah karena wanita lain kau membunuh mamaku? jangan menganggap dirimu tidak bersalah dan selalu menyalahkan mamaku, sekarang aku malah merasa beruntung karena darah yang mengalir di dalam tubuhku ini bukan darahmu, karena sikap mu lebih buruk dari seekor binat*ng" bentak Flower yang histeris
"Flower, bertenanglah. jangan emosi lagi. luka mu belum sembuh, dia akan segera berakhir di penjara" bujuk Charles yang memeluk Flower sambil mengelus ujung kepalanya
"Cole, Harry, bawa mereka bertiga ke kantor polisi" perintah Charles
"Baik Bos" jawab serentak Cole dan Harry
Dua anggota Charles menghampiri Fannie dan Mona
"Aku tidak mau ke sana, aku tidak mau di penjara" teriak Fannie yang lengannya di tarik oleh anggota Charles
__ADS_1
"Lepaskan aku, aku tidak mau ikut kalian pergi" bentak Mona dengan meronta-ronta karena di tarik paksa
"Charles, aku dan papa akan ke kantor polisi untuk menuntut mereka bertiga" ujar Steve
"Aku akan mengantar Flower kembali ke rumah sakit, ini sudah waktunya untuk minum obat" kata Charles
"Charles, terima kasih karena sudah membantu" ucap Vic
"Paman, jangan berkata seperti itu" jawab Charles dengan senyum
"Flower, papa tidak akan tinggal diam dengan semua perlakuan mereka, papa akan menuntut mereka demi untuk membalas dendam atas kematian mama mu, dan penderitaan mu mereka juga harus merasakannya" ujar Vic yang mengelus kepala Flower
"Pa, aku yakin mama pasti gembira jika tahu papa sedang membalas dendam untuk mama, mama pasti akan tenang di alam sana, karena pelakunya sudah di tangkap" ucap Flower
"Ini semua karena mu. jika tidak, maka tidak ada yang tahu penyebab kematian mama mu" kata Vic dengan mata berkaca-kaca
"Pa, aku sangat durhaka. aku telah melupakan kejadian itu selama ini, tentu saja mama tidak akan tenang di sana" ucap Flower dengan merasa bersalah
"Flower, ikut Charles kembali ke rumah sakit, papa dan kakakmu akan ke kantor polisi buat laporan, dan setelah itu kami akan menyusul ke rumah sakit" ujar Vic
"Iya, Pa! kalau begitu sampai jumpa nanti" ucap Flower
"Mari kita pergi" ajak Charles dengan mengendong Flower menuju ke mobil
Sementara Vic dan Steve melangkah menuju ke mobil mereka
Setelah 20 menit kemudian
Rumah sakit
Charles mengendong Flower melangkah masuk ke rumah sakit
__ADS_1
"Charles, cepat turunkan aku. aku bisa berjalan" pinta Flower yang merasa malu
"Apa kamu malu? tidak perlu malu" jawab Charles dengan senyum
"Di sini sangat banyak orang, jangan mengendongku lagi"
"Tidak apa-apa! kita adalah sepasang suami istri, jadi tidak perlu malu"
"Kita belum menikah, jadi bukan sepasang suami istri"
"Kau adalah Calon istriku, jadi tidak berbeda" ujar Charles yang melangkah masuk ke kamar VIP tempat Flower di rawat
Di saat Charles mengendong Flower masuk ke kamarnya, ada seorang pria yang sedang memerhatikan mereka di pojokan sana
"Kenapa mereka ada di sini? apakah dia di rawat di sini?" batin pria itu
"Sudah waktunya minum obat" ucap Charles yang menidurkan Flower di ranjang
"Charles, menurutmu apa hukuman yang akan di jatuhkan untuk mereka?" tanya Flower yang bangkit dan duduk dengan bersandar
"Untuk Mark Clisten bisa saja di hukum mati, selain membunuh dia juga melakukan kekerasaan terhadapmu selama 10 tahun, jadi dia tidak akan bisa lepas dari hukuman mati" jelas Charles
"Dan bagaimana dengan Fannie dan Mona?"
"Mereka pasti akan di penjara karena menghasut Mark Clisten dan menghinamu, itu juga termasuk sebuah kesalahan, hanya saja mereka tidak akan di hukum mati"
"Penjara saja sudah cukup membuat mereka menderita"
"Dan mereka tidak akan bisa muncul di hadapanmu lagi"
"Aku berharap begitu juga, terutama Mark Clisten si pembunuh kejam itu" ucap Flower yang sedih mengingat perbuatan Mark terhadap ibunya
__ADS_1
"Flower, jangan bersedih. aku yakin mama mu pasti sudah tenang di sana, dan mama mu akan merasa sedih jika melihat mu begini. Flower, semua sudah berlalu. tidak ada yang bisa menyangka jika papa kandungmu ternyata adalah Vic dan Steve temanku itu ternyata adalah kakak kandungmu, aku sudah berteman lama dengannya, ini adalah jodoh yang sudah di takdirkan, jodoh mempertemukan kita semula setelah terpisah selama 3 tahun, dan juga jodoh di antara paman Vic dan kamu, kalian sudah terpisah selama 24 tahun, walau sejauh apapun jarak kalian dulu tetap akan di takdirkan untuk bertemu kembali. Flower, kamu tidak bersendirian lagi sekarang, kamu memiliki ayah yang mencintai mu dan kakak yang menyayangi mu, serta aku yang akan menjadi sandaran hidupmu untuk selamanya" ucap Charles dengan senyum