Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Pria asing


__ADS_3

"Jangan bergerak, biar aku periksa dulu" ujar Charles yang menarik celana Flower


"Tidak perlu!" teriak Flower yang menarik celananya ke atas


"Kalau tidak di periksa mana mungkin bisa tahu pendarahan atau tidak" ujar Charles yang menarik paksa celana Flower sehingga menampakkan celana dal*m Flower


"Hei...jangan menarik lagi" teriak Flower yang celana dal*mnya di tarik oleh Charles


"Jangan takut, aku tidak akan melakukan di saat kau terluka" kata Charles yang menurunkan celana dal*m Flower sehingga menampakan bagian intinya


"Sungguh memalukan" batin Flower


"Buka kakimu, Flower"


"Hah..untuk apa?" tanya Flower yang sangking malunya


"Kalau tidak membuka kakimu bagaimana aku bisa memeriksanya?"


"Tidak usah" bentak Flower


"Ayo cepat buka kakimu, Flower"


"Tidak"


"Buka kakimu"


"Aku mengatakan tidak usah"


Karena Flower yang tidak ingin membuka kakinya karena merasa malu, Charles lalu membuka kaki pujaannya, sehingga melihat bagian inti pujaannya secara keseluruhannya


"Apa yang kau lakukan?" teriak Flower yang kaget dengan perlakuan pria itu


"Tidak ada pendarahan" kata Charles yang sedang melihat milik pujaannya itu


"Sudah ku katakan tidak ada" ucap Flower yang langsung menutup kakinya dan menarik ke atas celananya


"Walau tidak ada pendarahan, biar aku mengendongmu ke mana pun kau mau" ujar Charles yang mengendong Flower


"Tidak perlu! aku bisa berjalan sendiri" ucap Flower yang di dalam gendongan Charles


"Sudah! jangan melawan" ujar Charles yang berjalan menuju ke kamar mandi


Setelah beberapa jam kemudian


Charles menuju ke pelabuhan X milik Bared dengan di temani oleh Cole dan Harry, sesuai perjanjian kerja sama di antara Charles dan Bared, Charles memiliki hak sepenuhnya untuk mengendali semua urusan di sana. Bared yang mempercayai Charles telah memberi hak untuk sahabatnya itu.


"Bos, saya perkenalkan diri. nama saya adalah Boran, sebagai mandor di sini, bos kami perintahkan agar kami bekerja sama dengan Anda" ucap Boran dengan sopan

__ADS_1


"Boran, mulai hari ini aku akan mengawasi pelabuhan ini, jika terjadi sesuatu segera laporkan padaku" kata Charles


"Baik, Bos. silakan" ucap Boran yang mempersilakan Charles untuk melihat ke sekitaran pelabuhan itu


Charles berjalan mentelesuri setiap sisi pelabuhan di sana, pelabuhan X akan di gunakan untuk melakukan transaksi jual beli, dan terdapat beberapa gudang yang sudah di dirikan.


Perkumpulan Red Lion


"Tuan besar, Tom dan Figo hingga sekarang masih belum pulang, mungkin saja mereka dalam kesulitan jika di bawa ke tempat yang jauh" ujar Kelvin


"Biarkan saja! tidak penting sama sekali, aku lebih peduli pada pelabuhan X milik Bared" jawab Brad dengan duduk bersandar


"Tuan besar, pagi ini Charles muncul di sana, mungkin saja Bared sudah menyerahkan hak pengawasan kepada dia"


"Hubungan mereka sangat baik, aku tidak akan membiarkan dia mulus begitu saja"


"Apa rencana kita, Tuan besar?"


"Kirim anggota kita untuk membuat keributan di sana, aku ingin mengagalkan tugasnya sebagai pelindung pelabuhan itu, agar Bared merasa kecewa dengannya"


"Baik, Tuan besar" jawab Kelvin


"Micheal Care, sudah di takdirkan kita menjadi musuh, anak angkatku sendiri menjadi musuh terbesarku, permainan belum berakhir. Jadi, kau belum menang, anak angkatku" batin Brad


Mansion Charles


"Flower" sapa Liza dan Curry


"Flower, apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Curry yang menghampiri Flower yang sedang berada di dapur


"Aku sedang memasak sarapan, kakak kita makan bersama ya?" ajak Flower


"Boleh juga! butuh bantuan ku?" jawab Liza dengan senyum


"Sudah hampir siap. kakak, kalian duduk saja, sebentar lagi kita sudah bisa makan" kata Flower yang sambil sibuk dengan tangannya


"Baiklah" jawab serentak Curry dan Liza


"Kak Liza, Kak Curry, Charles sudah keluar pagi tadi, apa ada yang mau di bahas dengannya?" tanya Flower yang menyajikan sarapannya


"Bos menghubungi kami ke sini untuk menemanimu" jawab Curry yang sedang menuang kopi ke cangkirnya


"Kenapa harus menemaniku? aku tidak apa-apa di sini" tanya Flower yang duduk menyantap sarapan bersama mereka


"Flower, bos khawatir denganmu, karena Harry dan Cole keluar bersamanya. maka, ingin kami menemanimu" jelas Liza dengan senyum


"Maaf Kak, harus menyusahkan kalian untuk melindungiku" ucap Flower dengan merasa segan

__ADS_1


"Jangan berkata begitu, ini memang sudah menjadi bagian tugas kami, kami ke london memang untuk bekerja dengan bos" ujar Curry


"Aku mengerti maksud Charles, dia tidak ingin aku merasa bosan dan juga khawatir aku dalam bahaya, sehingga harus di lindungi walau di dalam rumah" ucap Flower


"Flower, dirimu sangat penting bagi bos kami, jadi kami harus mengutamakan keselamatanmu" kata Liza


"Jika di dalam rumah jangan khawatir, tidak ada yang akan datang ke sini, lagi pula musuh Charles tidak tahu tempat tinggal ini" ujar Flower


"Hahahaha..iya, orang tua itu tidak tahu rumah baru bos, kalian tidak melihat raut wajah si tua itu semalam di acara pesta tuan Bared, dia seperti ingin menelan bos, tapi dia hanya bisa menahan emosi" jelas Liza


"Dan aku yakin dia pasti akan memikirkan seribu cara untuk membalas dendam" lanjut Curry yang sedang menyantap makanannya


"Hei...kita sudah berada di london, bagaimana jika kita keluar membeli sesuatu?" tanya Liza


"Tidak boleh! kita di perintah untuk menemani Flower" jawab Curry


"Tidak apa-apa, jika kalian ingin keluar, aku di rumah saja, lagi pula di luar ada pengawal. jadi aku aman saja di dalam rumah" kata Flower


"Kita bisa pergi bersama" ucap Liza


"Pergi bersama?" tanya Flower


"Bos ada mengatakan jika kamu ingin keluar maka kami boleh membawa mu keluar, tenang saja kita akan pergi ke tempat yang aman, kita pergi saja ke tempat yang ramai pengunjung, dan aku yakin tidak ada yang bisa perhatikan kita" ujar Liz


"Aku tidak mau keluar, Kak" kata Flower


"Flower, jangan takut. selama ini kau juga merasa bosan karena berada di rumahkan? jadi, kita bisa keluar berjalan-jalan sebentar" ujar Liza


"Flower, benar kata Liza. bos juga tidak melarang, dia malah takut kamu merasa bosan" ucap Curry


"Aku hanya tidak mau menyulitkan Charles, oleh karena itu aku tidak berani keluar, lagi pula aku sudah terbiasa di rumah dan tidak merasa bosan" jawab Flower.


"Sudah jangan merasa ragu lagi, ayo kita pergi sekarang juga" ajak Liza yang bangkit dari tempat duduknya dan menarik tangan Flower


"Kak Liza, aku tidak mau keluar, bagaimana jika kita hubungi Charles dulu" ujar Flower mengikuti langkah Liza


"Tidak perlu, bos sudah izinkan kami membawamu keluar" jawab Curry yang mengikuti langkah Flower dan Liza


Liza menarik tangan Flower masuk ke mobil, dengan berniat membawanya berjalan-jalan


Setelah beberapa menit kemudian mereka tiba ke salah satu Mall besar itu.


Mereka bertiga berjalan-jalan melihat semua pajangan yang ada di Mall sambil memegang tangan Flower.


Lalu, Liza mengajak masuk ke toko pakaian wanita yang serba lengkap dan terpajang berbagai model pakaian yang sangat elegan


Di saat mereka sedang melihat-lihat pakaian, ada seorang pria yang menghampiri Flower yang sedang fokus pada salah satu kaos yang di gantungan

__ADS_1


"Nona, apa saya bisa meminta tolong?" sapa pria itu yang berbadan tegap dan tampan


"Ada apa, Tuan?" tanya Flower yang menjauhkan dirinya


__ADS_2