Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Kembali ke Villa Clisten


__ADS_3

"Paman, kenapa menangis? apa ada masalah, Paman?" tanya Fower dengan mata berkaca kaca seakan merasakan kesedihan yang di alami oleh ayah kandungnya itu


Vic berjalan menghampiri Flower dan duduk di tepi ranjang dengan berhadapan dengan Flower


"Flower putri kecilku, selama ini kamu sudah banyak menderita, dan semua ini adalah kesalahan papa, sehingga menyebabkan dirimu dan mamamu menjadi korban kekerasan Mark Clisten selama ini" ucap Vic dengan mengeluarkan air mata


"Paman, apa yang sudah terjadi?" tanya Flower dengan kebinggunan


"Flower, paman Vic adalah ayah kandungmu dan Steve adalah kakak kandungmu, sedangkan Mark Clisten tidak ada hubungan darah denganmu" jelas Charles


"Aku tidak mengerti apa yang kamu katakan" ujar Flower dengan binggung


"Flower, ini terlalu mendadak, papa akan menjelaskan semuanya padamu, dari pertama kali papa bertemu dengan mama mu sehingga kami terpisah" kata Vic dengan menyentuh kepala Flower


Di siang itu Vic menceritakan semua kejadian masa lalu dari awal pertemuan hingga Flower di lahirkan di rumah sakit


Setelah satu jam kemudian


"Kenapa mama tidak pernah menyebutnya?"ucap Flower dengan penasaran


"Mungkin saja bibi tidak ingin di ketahui oleh Mark, jika tidak maka dirimu akan dalam bahaya" ujar Steve


"Walau dia tidak tahu dia tetap tidak menganggapku, dan setiap kali demi wanita lain aku pasti di siksanya, dan yang paling tidak bisa di terima adalah mama menjadi korban dalam kebakaran itu, itu semua karena dia" kata Flower yang merasa terluka


"Putri kecilku, maafkan papa selama ini tidak pernah menjaga mu dan melindungi mu dengan baik, jika saja di saat itu papa tetap mencari kalian berdua mungkin saja hari ini tidak akan seperti ini, dirimu sudah banyak menderita selama ini dan semua ini adalah kesalahan papa, maafkan papa putriku" ucap Vic dengan menangis histeris


"Papa" sahut Flower dengan mengeluarkan air matanya


Mendengar Sebutan Flower, Vic seakan tidak percaya karena putri kecilnya memanggil dia dengan sebutan "papa"


"Flower, kau memanggil ku apa?" tanya Vic dengan berharap

__ADS_1


"Papa" ucap Flower dengan air mata yang telah membasahi pipinya


"Flower putri kecilku" ucap Vic yang langsung memeluk Flower dengan erat


Steve yang melihat pelukan hangat ayah dan adiknya itu ikut merasa terharu dan mengeluarkan air matanya


"Akhirnya mereka sudah bersatu setelah terpisah selama 24 tahun" batin Charles


"Papa, jangan menangis" bujuk Flower yang sedang memeluk ayahnya itu


"Kelalaian papa adalah tidak tahu jika hidupmu begitu menderita, penyesalan papa di saat itu membiarkan mama mu pergi dan tidak mencarinya, karena papa mengira jika dia hidup dengan baik bersama suaminya, akan tetapi perkiraan papa sudah salah semuanya" kata Vic dengan menangis


"Bibi memilih pergi karena tidak mau merusakkan hubungan papa dan mama ku, makanya bibi bersikeras membawa mu pergi meninggalkan rumah sakit untuk menjauh dari papa" jelas Steve yang menatap ke arah Flower


"Papa, jangan salahkan diri sendiri, papa juga tidak tahu kami ada di mana, jadi papa tidak bersalah, di saat itu mama yang memilih pergi dan bukan papa yang meninggalkan kami, jadi aku tidak menyalahkan papa, dan aku yakin mama juga tidak pernah menyalahkan papa" jelas Flower


"Papa, Kakak, Charles, aku ingin kembali ke rumah untuk mengemas barang mama ku di gudang, aku masih ingat di saat itu pembantu rumah tangga memindahkan barang mama ke gudang, di saat Mark membawa wanita lain ke rumah dan mengunakan kamar mama" ucap Flower yang mengingat kembali masa lalu


"Flower, apa lukamu masih sakit? kamu masih belum bisa banyak bergerak" tanya Charles


"Baiklah, jika sudah pulang dari sana, kamu harus kembali ke sini ya" ucap Charles


"Iya" jawab Flower dengan menurut


"Flower, papa akan menemani mu ke sana, dan papa juga tidak sabar ingin bertemu dengan Mark Clisten" ucap Vic


"Aku akan menghubungi Harry untuk membawa Mark Clisten dan kita akan bertemu dengannya di rumahnya itu" lanjut Charles


"Aku juga tidak sabar lagi ingin menghajarnya, dia adalah binatang dan pantas kita perlakukan mereka sebagai binatang juga" ucap Steve yang merasa kesal


"Mona dan Fannie mereka ada di mana? aku juga ingin memberi pelajaran kepada mereka, mereka sudah menyiksa putriku selama ini" tanya Vic dengan menatap ke arah Charles

__ADS_1


"Paman tenang saja, semalam aku sudah langsung menyuruh anggota untuk mencari mereka, dan mereka ada di salah satu rumah sakit di kota ini, anggotaku sedang mengawasi mereka, kita akan bertemu dengan mereka di kediaman Clisten" jawab Charles


"Aku sudah tidak sabar menunggu di saat itu" ujar Vic yang merasa tidak sabar karena merasa kesal


Setelah beberapa saat kemudian Charles bersama Flower, Vic dan Steve menuju ke Villa Clisten


Villa milik Mark menjadi terbiar karena tidak ada penghuninya, sejak Mark di tangkap oleh Charles semua pembantu di Villa nya telah meninggalkan tempat itu, hingga kini Villa Mark tidak tempati oleh siapapun


Klek...


Bunyi pintu yang di buka oleh Charles


Flower melangkah masuk ke rumah yang memberi dia banyak kenangan buruk dan bagaikan neraka baginya, ia melihat ke sekitaran rumah itu yang sudah berhabuk dan tidak terurus, masih jelas bayangan yang muncul di pikirannya saat dirinya di siksa habis-habisan oleh pria yang bukan ayah kandungnya itu.


"Selama ini kamu tinggal di sini dan melewati hidup yang menyakitkan" ujar Vic dengan merasa sakit hati


"Mereka yang dulunya menyakiti Flower akan segera mendapatkan balasannya" ucap Steve


"Rumah ini besar dan luas tapi tidak ada bedanya seperti neraka bagiku" ucap Flower yang mengingat kembali semua kejadian yang dia alami selama 10 tahun lamanya


"Flower, semua itu sudah berakhir, dan mulai hari ini hidupmu hanya ada kebahagiaan tidak ada penderitaan lagi" ucap Charles dengan memeluk Flower


"Iya, aku merasa bahagia karena memiliki dirimu, Papa dan Kakak" kata Flower


"Aku ingin melihat barang mama, dan gudang ada di belakang rumah, aku berharap semua barang mama masih ada di sana" kata Flower yang berjalan menuju ke belakang rumah, dengan di ikuti oleh Charles, Vic dan Steve


Sebuah gudang yang biasa untuk menyimpan barang yang sudah tidak terpakai terletak di belakang halaman rumah, selama ini gudang itu tidak pernah ada sesiapapun yang masuk ke sana


Klek.


Flower membuka pintu itu dan melangkah masuk ke dalam, dan berjalan menuju ke pojokan gudang yang terdapat beberapa kardus besar yang tersusun di sana, kondisi semua kardus di penuhi oleh debu karena tidak pernah di bersihkan, selama ini Flower tidak di izinkan bebas di dalam rumah Mark sehingga dirinya tidak bisa keluar masuk di gudang itu

__ADS_1


"Ini semua adalah barang mama" ucap Flower yang ingin menyapu semua debu itu akan tetapi di larang oleh Charles


"Flower, biarkan aku yang melakukannya, kau jangan menyentuh kotoran debu ini" kata Charles dengan menarik Flower berdiri di samping


__ADS_2