Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Penyerangan terhadap Bared


__ADS_3

"Charles Robertson, kau belum menjawab pertanyaanku!" kata Stallone yang sedang berjalan bersama Charles.


"Apa yang kau tanyakan?" tanya Charles.


"Siapa boneka kesayanganmu itu? kau jangan mengatakan jika kau memiliki boneka s.e.k.s di tempat lain, jika kau sampai melakukan itu maka kau sudah berpaling dari Flower. dan di saat itu aku pasti akan membawanya pergi."


"Apa kau gila ya, karena selalu bermain wanita, apa kau mengira semua orang sepertimu yang gila dengan hal seperti itu," ketus Charles dengan merasa kesal.


"Bos..." sapa Harry yang menghampiri bosnya itu.


"Harry, bagaimana dengan Flower apakah Winz sudah datang?" tanya Charles.


"Sudah! dokter Winz sedang mengobati luka nona," jawab Harry.


Charles berjalan menuju ke kamar pujaannya, sementara Stallone yang ingin mengikuti langkah musuhnya itu di hentikan oleh Harry.


"Aku ingin masuk melihat Flower!" kata Stallone


"Tuan Stallone, lebih baik Anda jangan masuk. bos kami tidak akan suka jika ada pria yang mendekati nona," ujar Harry.


"Hei...Charles Robertson, kau belum memberitahu aku siapa boneka kesayanganmu itu? aku ingin menghancurkannya!" ketus Stallone.


"Tuan Stallone, jika Anda ingin menghancurkan boneka kesayangan bos kami itu sama saja Anda sedang mencari masalah, dan aku yakin markasmu yang di kamboja pasti akan hancur juga," kata Harry.


"Apakah boneka itu begitu penting baginya sehingga begitu peduli padanya?" tanya Stallone dengan kesal


"Tentu saja! boneka itu adalah hidup bos kami."


"Beritahu aku di mana dia pesan boneka itu?"


"Apa?"


"Aku ingin tahu dari mana dia beli boneka itu dan aku ingin menghancurkan pabriknya," ujar Stallone dengan kesal.


"Tuan Stallone, sejak kapan boneka kesayangan bos kami menyinggungmu sehingga kau ingin menghancurkan pabriknya?"


"Karena bos mu itu sudah mengkhianati Flower," jawab Stallone.


"Mengkhianati nona?"


"Benar! oleh karena itu aku ingin menghancurkan pabrik boneka itu. dia sudah memiliki gadis yang begitu lembut dan cantik, tapi dia masih saja menyentuh boneka s.e.k.s."


"Ha...boneka s.e.k.s? apa Anda sudah salah paham ya?" tanya Harry dengan heran.


"Aku tidak salah paham."


"Apa Anda tahu boneka kesayangan bos kami adalah nona Flower!" jelas Harry


"Flower?"


"Iya, nona Flower adalah boneka kesayangan bos kami, dan selain nona Flower bos kami tidak memiliki wanita lain ataupun boneka lain!" jawab Harry.


"Heh...ternyata begitu ya!" ujar Stallone sambil mengaruk kepalanya.


"Winz, apa lukanya dalam?" tanya Charles yang sedang berdiri di samping Flower.


"Tidak dalam! dan akan sembuh setelah dua hari," jawab Winz.

__ADS_1


"Flower, apa kamu masih merasa sakit?" tanya Charles dengan menyentuh wajah pujaannya.


"Tidak sakit, ini hanya luka ringan saja!" jawab Flower dengan senyum.


"Lukanya sudah selesai di obati dan aku keluar dulu," ucap Winz.


"Winz, bagaimana dengan hasil pemeriksaan darah?" tanya Charles.


"Sore ini akan keluar hasilnya, akan ku hubungi jika sudah ada hasilnya," jawab Winz.


"Baik, aku tunggu kabarmu!"


"Bagaimana dengan Jesse, apa yang kamu lakukan padanya?"


"Hanya menamparnya beberapa kali saja!" jawab Charles dengan senyum.


"Apa benar hanya tamparan?" tanya Flower yang merasa tidak yakin.


"Benar, kalau tidak, kamu mengira aku akan melakukan apa?" tanya Charles dengan senyum mesra.


"Aku sangat mengerti dengan sifatmu, mana mungkin hanya tamparan saja," jawab Flower.


"Jadi, apa kamu merasa aku akan membunuhnya?"


"Apa benar dia sudah..."


"Flower, abaikan saja! apa kamu tahu jika seseorang yang ingin melukaimu lalu kau melepaskan dia, suatu saat dia akan melukai orang lain juga, dan dia tidak akan berubah baik hanya dengan sifat baikmu," ucap Charles.


"Ada benarnya dengan kata-katamu, dia sangat nekad sehingga suka merekayasa cerita. andaikan kita melepaskan dia bukan berarti dia bisa berubah," ujar Flower.


"Jangan di pikirkan lagi! mari makan siang dulu! bonekaku ini pasti sudah lapar," kata Charles dengan senyum.


"Iya, kita akan selalu makan bersama," jawab Charles.


Perjalanan Bared yang di temani oleh tiga pengawalnya dan Steven.


"Tuan, kita ingin kemana?" tanya Steven yang sedang menyetir.


"Pulang saja!" jawab Bared.


"Baik Bos," jawab Steven.


Saat mobil mereka menuju ke simpang jalan tiba-tiba saja mobil tangki air dari sisi kanan melaju ke arah mobil mereka, saat itu Steven menginjak gas dengan kecepatan tinggi sehingga berhasil menembus ke jalan seberang. tangki air itu melaju begitu saja seakan tidak ada terjadi apa-apa.


"Apa dia sengaja ya?" tanya Steven dengan kesal.


"Fokus pada jalan saja! berhati- hati! mungkin saja ini sudah di atur oleh musuh kita," kata Bared yang sedang duduk di belakang mobil.


DOR....


Tembakan yang secara tiba-tiba mengenai ban mobil sehingga menyebabkan mobil yang di bawa Steven tidak terkendali.


DOR....DOR....DOR....DOR....DOR....


Tembakan dari sejumlah pembunuh yang muncul di hadapan.


"Menunduk!" teriak Steven yang sedang menyetir dan sambil menunduk

__ADS_1


DOR....DOR....DOR....DOR....DOR....


DOR....DOR....DOR....DOR....DOR....


Tembakan beruntun mengenai kaca mobil sehingga Bared dan anggota lainnya sama-sama menunduk.


"Tabrak mereka!" perintah Bared yang sambil menunduk.


Steven melajukan mobilnya sambil menunduk dan melepaskan tembakan ke arah pembunuh yang di depan sana. begitu juga di lakukan oleh Bared dan tiga pengawal lainnya.


DOR....DOR....DOR....DOR....DOR....


DOR....DOR....DOR....DOR....DOR....


Di saat mobil Steven semakin dekat para pembunuh itu pun langsung mengelak ke samping.


DOR....DOR....DOR....DOR....DOR....


DOR....DOR....DOR....DOR....DOR....


Tembakan di lakukan oleh Bared dan anggotanya.


"Aarghh..." jeritan beberapa pembunuh itu yang terkena tembakan.


DOR....DOR....DOR....DOR....DOR....


DOR....DOR....DOR....DOR....DOR....


Tembakan di lakukan oleh para pembunuh mengenai mobil Bared dan menghancurkan seluruh kaca-kacanya.


Tidak lama kemudian Steven menghentikan mobilnya, tiga pengawal dan Steven keluar dari mobil dan langsung melepaskan tembakan ke arah musuh-musuhnya.


DOR....DOR....DOR....DOR....DOR....


DOR....DOR....DOR....DOR....DOR....


"Kalian ingin membunuhku, cepat maju!" gertak Bared yang sedang melepaskan tembakan.


DOR....DOR....DOR....DOR....DOR....


DOR....DOR....DOR....DOR....DOR....


Tembakan Bared berhasil mengenai beberapa pembunuh itu.


"Aarghh..." jeritan mereka yang di tembus oleh puluhan peluru.


DOR....DOR....DOR....DOR....DOR....


DOR....DOR....DOR....DOR....DOR....


Tembakan yang di lakukan oleh tiga pengawal dan Steven yang berhasil menembus jantung lawan-lawannya sehingga tewas tak tersisa.


"Tuan, Anda tidak apa-apa?" tanya Steven.


"Aku tidak apa-apa, mari kita pergi!" ajak Bared.


Saat mereka ingin masuk ke dalam mobil mereka di kejutkan oleh suara yang tiba-tiba muncul di sana.

__ADS_1


"Tuan Bared, silakan ikut kami pergi!" kata seorang pria yang di temani oleh puluhan pria bersenjata.


__ADS_2