
Bared berusaha membangunkan Cole berkali-kali.
"Cole...Cole...Cole...Cole...jangan mati cepat bangun! buka matamu, Cole. kita akan pulang!" panggil Bared yang merasa histeris dan bagaikan di tusuk belati melihat pemuda yang di hadapannya itu tidak bergerak sama sekali.
"Bared, aku tidak menyangka jika hubunganmu dengan anggota Charles bisa begitu akrab sekali. kalian seperti tidak bisa di pisahkan!" kata Andrew dengan sambil tersenyum.
"Andrew, kau adalah manusia yang tidak punya hati, walaupun Cole tidak ada hubungan darah denganku akan tetapi dia adalah orang yang setia dan patuh pada perintah. apakah di sisi mu ada anggota yang akan melakukan hal seperti itu? apakah selama ini ada yang akan mengorbankan nyawanya demi keselamatanmu? aku rasa belum pernah. dan aku beruntung berkenalan dengan Charles dan Cole. karena mereka setia pada teman. inilah yang membuat ku bangga karena setidaknya aku memiliki mereka berdua!" ucap Bared dengan mata berkaca-kaca.
"Cole...Cole...cepat sadar! cepat buka matamu! aku tidak ingin kau mati demi aku. aku ingin kau tetap hidup!" teriak Bared yang berusaha membangunkan Cole sambil menepuk wajahnya dengan pelan.
Bared melakukannya berulang kali sambil memanggil nama Cole dan menguncang-guncang tubuhnya.
Andrew menodongkan senjatanya ke arah Bared yang sedang berusaha membangunkan Cole.
"Serahkan bisnismu atau tidak?" kecam Andrew
"Tidak! tembak saja!" jawab Bared dengan menoleh ke arah Andrew yang berdiri di sampingnya.
"Bos...Bos..." teriak Ekin yang berlari ke dalam ruangan itu.
"Ada apa?"
"Bos, anggota kita kehilangan kontak. seharusnya mereka sudah tiba," jawab Ekin.
"Cepat utuskan anggota kita pergi dan pastikan di mana posisi mereka!" perintah Andrew dengan nada kesal.
"Bos, barusan sudah ku perintahkan mereka pergi!" jawab Ekin.
"Apakah Charles sudah bertindak?" batin Bared.
"Cole...Cole...cepat buka matamu!" panggil Bared dengan menguncang tubuh Cole tanpa berhenti.
"Hahahahaha...pengawal tangguh Charles Robertson akhirnya tumbang, ini adalah kejutan bagiku," kata Andrew dengan tertawa senang.
"Andrew, kau akan mati di tangan Charles," ketus Bared.
"Kau ada di tanganku mana mungkin dia bisa membunuhku," jawab Andrew dengan yakin.
"Walaupun aku di tanganmu, akan tetapi kau tetap tidak bisa kabur darinya. dia akan membunuh siapa saja yang menyinggungnya. apa kau tidak mendengar info? Bard Robertson yang di kenal dengan kelicikannya juga mati di tangan dia. apa lagi dirimu," ketus Bared.
"Aku ingat kau adalah paman wanitanya, apa mungkin dia bertindak gegabah demi balas dendam dan mengabaikan keselamatanmu? siapa yang tidak tahu jika dia hanya memiliki satu wanita, itu tandanya dia mengutamakan wanita dia, bukan?"
"Dia akan mengunakan cara lain untuk membunuhmu, Andrew. ujar Bared.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Suara tembakan dari luar.
"Aaarghh...." teriakan anggota Andrew yang berada di luar ruangan.
"Ada apa di luar?" tanya Andrew.
"Aku akan pergi periksa!" jawab salah satu anggota yang berdiri di sampingnya.
"Bos, wanita itu masih di sini dia, sedang menembak anggota kita!" ujar anggotanya yang baru melangkah masuk ke ruangannya.
Tidak lama kemudian Andrew tiba-tiba saja di tembak
DOR...DOR...DOR...
Tiga tembakan di lakukan oleh Cole yang membuka matanya, tembakan tersebut mengenai tubuh Andrew sehingga membuat pria itu terhempas ke dinding karena kekuatan tiga peluru itu.
"Aaarggh..." teriakan Andrew dan tidak lama kemudian ia tidak sadarkan diri.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
__ADS_1
Tembakan di lakukan oleh Cole yang mengenai empat anggota Andrew yang sedang berdiri di dalam ruangan itu.
"Aaarrghh..."
"Aaarrghh..."
"Aaarrghh..."
"Aaarrghh..."
"Jeritan mereka yang tumbang dan tidak bernyawa.
"Cole, kau masih hidup," kata Bared dengan merasa hampir tidak percaya.
"Aku sedang menunggu waktu yang tepat untuk bertindak," jawab Cole yang bangkit dan berdiri.
"Tapi, peluru itu...?" tanya Bared dengan penasaran.
"Pelurunya tidak tembus dan menancap ke kalung ku," jawab Cole yang melepaskan kalungnya.
Saat Cole melihat peluru menancap liontin tersebut mata Bared memperhatikan benda yang ada di tangan Cole.
"Kalung ini?"
"Aku tidak tahu dari mana asalnya, aku hanya mengutip di depan pintu kamarku saat aku masih tinggal di panti asuhan," jawab Cole.
Bared mengambil dari tangan Cole dan melihat liontin tersebut. walau liontinnya telah di tancap oleh peluru akan tetapi Bared masih bisa mengenal kalung tersebut.
"Ini...adalah kalung yang ku beli dulu!" ujar Bared yang melepaskan peluru dari liontin itu.
"Apakah Anda yakin itu adalah milik Anda?"
"Benar! kalungnya aku beli bukan di toko tapi khsusus mengupah orang untuk membuatnya, karena untuk putraku maka aku ingin kalung ini bisa melindungi dia dari bahaya. liontinnya sangat tebal oleh karena itu kekuatan peluru tidak akan sanggup menembusnya. Cole, apakah kau tidak tahu siapa yang meletakan kalung ini di depan kamarmu?"
"Tidak tahu! saat aku keluar aku sudah melihatnya di sana. bagaimana kalau Anda bertanya saja kepada nyonya Lonela," jawab Cole.
"Tuan Bared, jika kalung ini memang milik putramu aku kembalikan padamu, dan setelah kita kembali cobalah bertanya lagi pada nyonya Lonela!"
"Iya, setelah pulang aku ingin bertanya lagi padanya. aku tidak akan membiarkan dia mengunci mulutnya lagi," jawab Bared.
Saat Cole ingin menghampiri Andrew yang tidak sadarkan diri, langkahnya di hentikan oleh peluru yang menembus ke kaca jendelanya, ia langsung mengelak ke kiri dan melepaskan tembakannya.
DOR...
Prang...
Bunyi pecahan kaca yang di tembus oleh peluru Cole.
"Aaargghhh....," jeritan anggota Andrew yang berada di luar sana. ia menembak dari sisi samping rumah.
Tidak lama kemudian sejumlah anggota Andrew yang berada di halaman melepaskan tembakan dari jendela ke arah Cole dan Bared yang sedang berada di dalam ruangan itu.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Tembakan beruntun di lakukan oleh sejumlah anggota yang dari luar.
Cole dan Bared berlari meninggalkan ruangan itu. saat berlari keluar Cole sambil menembak ke arah anggota yang masih berkeliaran ingin menangkapnya. anggota yang berada di luar tadi masuk ke dalam rumah dan serang bersama-sama.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Cole dan Bared mengambil senjata yang berserak di ruangan yang luas itu dan menembak ke arah lawannya.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
__ADS_1
Saling tembak menembak terjadi di antar mereka, karena jumlah lawan lebih unggul Cole dan Bared harus berlindung di balik tembok sambil melepaskan tembakan.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Tembakan di lakukan oleh Cole dan kemudian kembali ke posisinya.
"Aaargghh...." teriakan mereka yang terkena tembakan.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Tembakan di lakukan oleh Bared yang mencari kesempatan untuk membalas.
Aaargghh...." teriakan mereka yang di tembus oleh peluru dan tumbang tidak bernyawa.
Baku tembak terjadi di ruangan besar dan sangat luas itu, anggota Andrew maju sambil menembak tanpa berhenti. membuat Cole dan Bared kesulitan untuk keluar dari sana.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
Tembakan beruntun yang di lakukan oleh mereka sehingga menembus ke tembok-tembok ruangan itu, vas bunga dan lainnya ikut hancur akibat terkena peluru.
"Hei....dasar pengecut!" teriakan Liza yang berdiri di lantai dua sambil menodong pistol ke arah lawannya yang sedang menembak ke arah Cole dan Bared.
Mendengar suara wanita itu mereka melihat ke arah suara itu berada.
"Rasakan peluruku," teriakan Liza dengan melepaskan tembakan.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
"Aaarghhh...." jeritan mereka yang di tembak oleh Liza.
Cole dan Bared lansung mengambil kesempatan maju dan menembak ke arah lawannya.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
"Aaarghh..."
"Aaarghh..."
"Aaarghh..."
"Aaarghh..."
"Aaarghh..."
Teriakan mereka dengan serentak dan tidak lama kemudian mereka tergeletak tidak bernyawa.
Tidak lama kemudian kumpulan Charles tiba dan terjadilah baku tembak di luar sana. mereka berpencar menjadi dua. mereka menyerang dari depan dan juga dari belakang.
"Malam ini kami dari Black Dragon akan membunuhmu," teriak Harry.
"Serang..."teriak Stone yang sama-sama melepaskan tembakan bersama dengan yang lain.
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...
"Mereka sudah datang, mari kita keluar!" ajak Cole yang berjalan bersama Bared.
Brugh...
__ADS_1
Bunyi hentakan tubuh Liza yang tiba-tiba tumbang di lantai dua.
Cole yang mendengar bunyi hentakan ia langsung melihat ke arah rekannya yang terbaring di lantai dua sana. dan ia pun berlari menaiki anak tangga dengan di ikuti oleh Bared.