
Flashback On
"Bos, Stone menghubungiku. mereka di serang lagi, dan mobil mereka juga sudah rusak," kata Cole.
"Cole, usahakan agar kita bisa temui markasnya! aku ingin menghancurkan markasnya. karena jika tidak, maka walau aku berhasil membunuh si botak itu, anggotanya tetap akan menganggu kita. jadi aku ingin membasmi batang pohon itu hingga ke akar-akar!" perintah Charles.
"Baik Bos, aku akan mencari cara agar bisa di bawa ke markasnya, hanya saja bagaimana dengan tuan Steve dan tuan Austin?"
"Asalkan kalian tidak melawan maka mereka akan selamat. karena tujuannya adalah ingin memancingku," jawab Charles.
Flashback Off.
"Kalian jangan mengira kalau kumpulan ku lebih kecil dari kalian, aku akan membuktikan dan kemudian aku akan mengalahkan kumpulan kalian," ketus Fernando.
"Fernando, apa kau hanya ingin pamer?" tanya Curry.
"Kalian semua bawa mereka pergi! dan buktikan pada mereka berapa banyak anggota kita!" perintah Fernando dengan tegas.
Semua anggota Fernando membawa Cole dan lainnya ke markas mereka.
"Benar kata bos, Fernando sangat gengsi, saat kita singgung maka dia akan menunjukan tanpa ragu markasnya. pada hal tempat itu adalah sarang utamanya di london," batin Cole.
Setelah satu jam kemudian.
Fernando dan anggota Charles tiba di markas miliknya, Cole dan temannya di tahan oleh anggota Fernando dan berjalan masuk ke dalam markas tersebut. saat Fernando melangkah masuk ia di sambut oleh ratusan jumlah anggotanya
"Selamat datang, Bos," sambut semua anggotanya dengan serentak dan menunduk
"Hm...kalian lihatlah siapa mereka! mereka adalah pengawal andalan Charles Robertson, dan kini jatuh ke tanganku. hahahahaha," kata Fernando dengan tertawa gembira.
"Fernando, kau merasa senang? bukankah terlalu awal? kita masih belum mulai. dirimu juga belum mengalahkan bos kami. jadi belum di pastikan siapa yang menang," ucap Liza.
"Kalian semua sudah berada di tanganku, bos kalian itu harus patuh padaku. semua anggota andalannya jatuh ke tanganku dalam sehari, jika di sebarkan maka ini sangat memalukan kumpulan Black Dragon," ujar Fernando.
__ADS_1
"Fernando, aku masih ingat kau belum mengalahkan bosku. setelah kau berhasil maka kau bisa sebarkan sesuka hatimu," kata Stone.
"Kalau bukan karena kau main curang belum tentu kami akan jatuh ke tanganmu," ujar Liza.
"Hahahahaha.....wanita-wanita Black Dragon memang sangat unik, bukan hanya cantik, tapi juga sangat berani dan tangguh. sudah di tanganku masih saja berani melawan," kata Fernando dengan menatap Liza dari atas hingga ke bawah.
"Wanita-wanita Black Dragon adalah milik Black Dragon, silakan perhatikan tatapan mu!" kecam Cole yang maju dan berdiri berhadapan dengan Fernando.
"Hahahahahaha...di hidupku wanita mana yang aku tidak pernah coba. hanya saja aku penasaran dengan Wanita-wanita Black Dragon," kata Fernando dengan menatap ke arah Curry yang sedang terluka di bagian pundaknya.
"Fernando, kau tidak perlu merasa penasaran, karena kami akan membunuhmu," ketus Curry.
"Yang satu memiliki tubuh yang seksi," ucap Fernando dengan menatap ke arah Liza
"Dan yang satu lagi memiliki wajah yang rupawan," lanjut Fernando yang mendekati Curry.
"Pria sejati tidak akan melibatkan wanita dalam masalahnya, seharusnya kau menyelesaikan dengan cara yang seharusnya," ujar Steve yang menarik lengan Curry untuk menjauh dari pria sadis itu.
"Untuk apa kau membawa kami ke sini?" tanya Vic.
"Kalian ku jadikan sebagai umpan untuk memancing calon menantu mu itu," jawab Fernando.
"Bawa mereka ke ruang kosong! setelah Charles Robertson datang baru bunuh mereka!" perintah Fernando.
"Baik Bos," jawab anggotanya dengan menurut dan kemudian mereka membawa Cole dan temannya pergi ke ruangan tempat kurungan mereka.
Markas Black Dragon
"Apa, mereka semua di bawa pergi? bukankah ini sangat bahaya? Fernando sangat kejam bagaimana kalau menyiksa mereka? papaku jantungnya lemah kalau kambuh lagi harus bagaimana ?" tanya Flower yang merasa khawatir.
"Flower, dengarkan aku dulu! mereka semua untuk sementara ini masih aman, Fernando mengunakan mereka memancingku, dan kita gunakan cara ini untuk mengetahui sarang mereka. kita akan menyerang ke markas mereka," jelas Charles.
"Tapi ini sangat bahaya, kita semua juga tahu Fernando sangat kejam, aku tidak mau terjadi sesuatu pada mereka," kata Flower yang sedang merasa cemas.
__ADS_1
"Semua anggota kita sudah bersiap untuk menyelamatkan mereka. jadi jangan khawatir!" jawab Charles.
"Nona, ini hanya bagian dari rencana kita saja, agar kita bisa menghancurkan sarangnya. kalau hanya membunuh si botak itu maka masalah tidak akan berakhir," jelas Harry yang mencoba menenangkan gadis itu.
"Aku akan pergi bersamamu!" kata Flower dengan tegas.
"Tidak bisa! ini sangat bahaya," jawab Charles.
"Aku tidak takut dengan bahaya, bukankah situasi mereka semua lebih bahaya? di saat papaku, kakakku, dan juga kakak sepupuku dalam bahaya tidak mungkin aku hanya diam di rumah. aku tidak mau lagi menjadi wanita lemah yang sering di tindas. aku ingin menjadi kuat dan aku juga tidak takut terhadap peluru," kata Flower dengan emosi.
Charles yang pertama kali melihat Flower meninggikan suara di hadapannya, ia berusaha membujuk pujaan hatinya dengan memeluk sambil mengelus ujung kepalanya.
"Flower, percaya padaku semua akan baik-baik saja!" bujuk Charles.
"Charles, biarkan aku ikut denganmu! anggap saja kau sedang melatihku! aku juga ingin seperti kak Liza dan lainnya bisa membantumu, dan bisa melindungi diri sendiri," kata Flower.
"Flower, aku mengerti maksudmu! aku hanya tidak ingin kau dalam bahaya, Fernando sangat kejam, dan kali ini kumpulan Fernando lebih besar dari pada Andrew ataupun Stallone. dia bukan lawan yang biasa. sebelum pergi aku harus menyusun rencana untuk melawannya," ucap Charles.
"Charles, tolong aku! agar bisa menjadi pemberani, aku tidak mau kau selalu melindungiku di saat kau sedang berhadapan dengan musuhmu. aku bisa melindungi diriku sendiri. jangan anggap aku sebagai wanita lemah. andaikan aku takut maka selamanya aku hanya menjadi bebanmu. dan aku tidak layak lagi menjadi pendamping hidupmu."
"Flower...." ucap Charles yang terhenti.
"Biarkan aku pergi! aku ingin melaluinya bersama mu, dan aku juga ingin menyelamatkan mereka!' pinta Flower.
"Baiklah, kalau ini adalah permintaanmu. tapi kau harus berjanji padaku, di saat bahaya kau harus bersembunyi di tempat yang aman. aku tidak mau melihatmu terluka!" ujar Charles.
"Aku berjanji padamu," ucap Flower.
Charles mengumpulkan semua anggotanya dan juga bahan peledak. dan memakaikan rompi anti peluru ke tubuh pujaannya.
"Kenapa kau berikan padaku? ini seharusnya kamu yang memakainya," kata Flower.
"Flower, aku selama ini tidak pernah mengunakannya. rompi hanya satu yang ku miliki. jadi, aku tidak mungkin memakainya di saat semua anggotaku tidak memilikinya," jelas Charles.
__ADS_1