
Setelah beberapa menit kemudian Stallone melangkah keluar dari ruangan itu dengan kakinya yang sedang membuka lebar-lebar. sambil meraba-raba tembok dan berjalan dengan kaki mengangkang.
"Dasar wanita gila, adikku harus pensiun selama berbulan-bulan, lihat saja nanti kalau adikku sudah bangun. pasti akan ku balas kau sehingga lemas di atas ranjang," ketus Stallone yang berjalan sambil menghadap dinding yang sebagai penahan dirinya agar tidak terjatuh.
Sakit bagian pusakanya menyebabkan ia sudah berjalan sehingga dua tangannya berbuka lebar menghadap dinding sambil berjalan selangkah demi selangkah dengan kaki terbuka.
"Mama, kenapa paman itu berjalan seperti laba-laba?" teriak seorang anak kecil yang berada di sana.
"Jangan bicara sembarangan!" kata ibunya yang menutup mulut anaknya itu.
Tidak lama kemudian lima pengawalnya datang menghampirinya.
"Bos, apa Anda baik-baik saja?" tanya Atith.
"Apa menurutmu aku baik-baik saja?" tanya Stallone dengan kesal.
"Bos, tadi bukannya hanya cidera di wajah dan leher? kenapa sepertinya kakimu juga susah berjalan?" tanya Chan.
"Semua ini karena dokter wanita itu, hanya wajahku yang sakit tapi malah bagian bawahku juga kena beberapa suntikan," jawab Stallone.
"Bos, bagaimana kalau kami memapahmu?" tanya Boran dengan menahan tawa.
"Aku tidak sanggup berjalan, cepat bawa aku bertemu dengan dokter spesialis kela.min!" pinta Stallone.
"Baik, Bos" jawab lima pegawalnya dengan serentak dan sambil menahan tawa.
Mereka mengangkat bos mereka dengan tangan dan kaki terbuka. bagian senjatanya terasa sangat sakit sehingga sulit untuk berjalan.
Tidak lama kemudian Dokter spesialis yang dia cari telah selesai memeriksanya
"Dokter, apa adikku ini masih berguna?" tanya Stallone dengan merasa kesal
"Adikmu ini harus di istirahatkan selama tiga bulan, karena obatnya sudah bekerja sehingga adikmu belum bisa bangun, anggap saja dia sedang tidur," jawab Dokter itu sambil menahan tawa.
"Jangan bercanda! siapa yang bisa tahan selama itu? tidak mungkin selama itu aku tidak menyentuh siapapun," jawab Stallone.
"Tuan, obatnya telah melemahkan adikmu. jadi walau setahun kamu tidak menyentuh wanita kamu juga tidak akan tersiksa. karena adikmu tidak terangsang jadi mana mungkin Anda akan merasa tersiksa," jelas Dokter dengan menahan tawa.
__ADS_1
"Apa bisa kurangkan rasa sakitnya? aku harus berjalan menghadap dinding seperti laba-laba," kata Stallone dengan kesal.
"Saya akan memberi resep obatnya, untuk menghilangkan rasa sakit itu," kata Dokter yang sedang menulis resep untuk pasiennya.
"Dasar wanita itu sudah mempermalukan aku. sangat keterluan," batin Stallone.
Mansion Steve.
"Steve, apa kamu ada pergi melihat kondisi Curry? demi menyelamatkanmu dia terluka," tanya Vic yang sedang duduk bersama dengan Flower di ruang tamu.
"Luka Curry sudah baikan, bagi dia ini hanya luka kecil," jawab Steve dengan senyum.
"Steve, papa merasa Curry adalah gadis yang baik dan dia sangat setia pada bosnya, selain itu dia juga pemberani," kata Vic.
"Pa, apakah papa ingin kak Curry menjadi istri kakak?" tanya Flower.
"Antara Winz dan Curry papa ingin kakakmu memilih salah satu di antara mereka," jawab Vic.
"Kakak, betul kata papa, kakak bisa pilih salah satu di antara mereka," kata Flower.
"Adikku yang manis, kamu berharap siapa yang menjadi kakak iparmu?" tanya Steve dengan senyum.
"Kakak belum bisa membuat pilihan, walau mereka sama-sama baik dan masing-masing memiliki kelebihan, akan tetapi untuk menjadi pasangan kakak masih harus mempertimbangkan lagi," jawab Steve.
"Steve, siapapun yang kamu pilih papa dan adikmu tetap mendukungmu," kata Vic dengan senyum.
"Kakak, jangan menunda lama-lama! nanti mereka di rebut orang. kakak Curry sangat cantik dan hebat, banyak pria yang berada di sisinya di Black Dragon. sedangkan Winz adalah dokter yang hebat dan cantik banyak dokter pria tampan yang bekerja satu tempat dengannya,"kata Flower.
"Adikku yang manis, tenang saja! di hati kakak sudah ada pilihan di antara mereka," jawab Steve dengan senyum.
"Siapa?" tanya Flower dan Vic dengan serentak.
"Saat di pesta aku akan memberitahu kalian," jawab Steve dengan senyum.
"Apakah benar calon kakak iparku adalah salah satu dari mereka?" tanya Flower.
"Benar! salah satu dari mereka, dan kakak baru menyadari siapa yang lebih sesuai untuk kakak," jawab Steve.
__ADS_1
"Ternyata kakakku sedang jatuh cinta," kata Flower dengan bercanda.
"Hahahahahaha.....ini berita baik, sungguh berita baik, papa sudah mendapatkan menantu laki-laki dan menantu perempuan," ujar Vic dengan tertawa.
"Papa baru ingat satu hal, besok kita ke rumah sakit melihat mamamu!"
"Pa, aku ingin ikut melihat bibi!" pinta Flower.
"Baiklah, besok kita pergi bersama!" jawab Vic.
Mansion Charles.
Di malam itu Charles sedang minum bersama dengan Cole di pub mini yang ada di rumahnya itu.
"Apa yang membuatmu tertekan? aku melihatmu seperti ada sesuatu yang terpendam," tanya Charles yang sambil meneguk minumannya.
"Bos, papa ada menghubungiku dia berencana untuk pensiun dan dia ingin aku mengantikan posisinya," kata Cole.
"Apakah ini yang membuatmu tertekan?"
"Aku sudah lama di sini dan aku tidak ingin ke mana pun, aku terbiasa bersama kalian," jawab Cole.
"Cole, setiap orang akan berpisah dan itu sudah wajar, sekarang dirimu sudah berbeda dengan yang dulu. kamu adalah penerus paman Bared dan itu sudah seharusnya. cepat atau lambat kau harus mengantikan dia," jelas Charles
"Kalau aku mengantikan papa, maka aku harus ke spanyol. ini sangat berat bagiku," ujar Cole.
"Cole, di sini tetap tempatmu. kita adalah sekeluarga, walau kamu tinggal di sana bukan berarti kamu bukan bagian dari kami. kau masih bebas mau datang kapanpun kau mau," kata Charles.
"Black Dragon selamanya adalah tempatku, kita berjuang bersama untuk mendirikan markasnya. dan semua kenangan ini sangat berharga bagiku," ucap Cole.
"Tanpa kalian Black Dragon tidak ada apa-apanya, ini semua dari bantun kalian semua, tanpa kalian aku Charles Robertson bukan siapa-siapa."
"Seharusnya adalah tanpa bos kami bukan siapa-siapa, bos memberi kami tempat tinggal, aku yang dulu hidup di jalanan sebagai preman. demi nyawa sendiri, aku harus bertarung pada semua orang yang mencari masalah denganku. dan setelah aku ikut dengan bos kehidupan ku berubah, aku memiliki tempat tinggal dan juga teman seperti Harry. kesetiaan terhadap sesama membuatku kagum. hidupku lengkap dan tidak merasa ada kekurangan. kini aku tidak bisa untuk meninggalkan kalian semua. setelah banyak halangan dan rintangan yang kita lalui selama belasan tahun," kata Cole sambil mengingat masa lalu.
"Usia kita semakin tua, walau usia kita baru tiga puluh tahun lebih, akan tetapi mengingat masa lalu serasa kita sudah tua. terlalu banyak kenangan untuk kita semua. kita sama berjuang dan mengalahkan lawan. setiap memikirkan ini aku merasa sangat bahagia," kata Charles.
"Bos, apa kamu tahu? hidupku berubah karena kamu yang menerimaku dengan tanpa ragu di saat itu, aku memiliki keluarga dan tempat tinggal serta teman sejati," ucap Cole dengan sambil menyulang.
__ADS_1
"Aku juga memiliki seorang pegawal yang setia. di antara mereka semua dirimu yang paling tangguh," ujar Charles bersulang.