Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Ruby di usir


__ADS_3

"Flower, Flower" panggil Charles yang menepuk wajah Flower dengan pelan


Charles mengendong Flower dan menidurkan di kasur, setelah itu dirinya menghubungi Billy yang adalah dokter khusus yang sering dia panggil saat berada spanyol


Setelah setengah jam kemudian


Billy memeriksa kondisi Flower, dan di saat itu Harry bersama Cole dan Liza berada di kamar Charles


"Billy, bagaimana dengan kondisinya?" tanya Charles dengan merasa khawatir


"Tidak lama lagi ingatannya akan pulih kembali, oleh sebab itu muncul bayangan yang terjadi di masa kecilnya" jelas Billy


"Kepala Flower sering sakit, apa ini tidak bahaya baginya?" tanya Charles dengan menatap ke arah Flower yang sedang berbaring di kasur


"Tidak bahaya baginya! ini sangat wajar karena ingatan masa lalunya, setiap muncul bayangan masa kecil maka dia pasti akan merasa sakit di kepalanya" jawab Billy


"Berikan obat penenang untuknya, agar Flower bisa tidur dengan pulas" kata Charles yang mengelus kepala Flower


"Akan ku berikan resepnya"


Setelah beberapa menit kemudian Billy meninggalkan markas, begitu juga dengan Cole, Harry dan Liza meninggalkan kamar Charles


Charles duduk di samping Flower dengan menatap iba terhadap gadis pujaannya itu


"Kebakaran? siapa pria itu? apakah dia adalah Mark Clisten? apa kematian mama mu ada hubungan dengannya?" kata Charles yang penasaran


"Flower, kelihatannya bukan hanya siksaan yang kamu dapatkan di keluargamu, tapi masih ada yang lain, yang belum terpecahkan. dan hanya ingatan mu ini yang bisa membuka semua jawabannya" ucap Charles dengan menyentuh wajah Flower


Keesokan harinya


Aula markas


Ruby yang telah sadar harus menghadap Charles walau dalam kondisi masih sakit di seluruh tubuhnya, di saat itu semua anggota hadir di sana. sementara Charles duduk di kursi besarnya dengan menatap dengan tatapan aura membunuh.


Prak...


Bantingan handphone milik Ruby yang merekam Flower di pecahkan oleh Charles


"Apa kau merasa gembira?" tanya Charles dengan menahan emosi

__ADS_1


"Apa kau merasa puas di saat menghinanya?" tanya Charles dengan nada kesal


Ruby tidak berani menjawab sepatah katapun, karena sudah tahu jika bosnya itu sedang marah besar pada dirinya


"Apa bagimu lukanya itu adalah lelucon yang harus kau tertawakan?" tanya Charles dengan menahan emosi


"Bos, aku bersalah, akan tetapi dia juga memukul ku" ucap Ruby dengan menunduk


"Dia memukulmu karena kau menghinanya, apa itu salah? apa kau tidak merasa jika kau sudah melakukan kesalahan? kau tidak tahu apa yang telah dia lalui selama ini dan kau tidak berhak untuk menghinanya. Ruby, kau sangat mengecewakan ku" ketus Charles


"Aku akan menerima hukuman" kata Ruby dengan berlutut di hadapan Charles


"Hukuman mu mulai hari ini kau bukan bagian dari kami lagi" kata Charles dengan tegas


Mendengar ucapan Charles semua anggota melihat ke arahnya


"Bos..?" ucap Liza yang berniat membujuk bosnya itu


"Aku tahu apa yang ingin kau katakan. Liza, di hari pertama dia menginjak masuk ke kumpulan kita di saat itu juga dia sudah tahu peraturan sini" ujar Charles dengan tegas menatap ke arah Liza


"Iya Bos" jawab Liza


"Liza, Curry, kemas barangnya dan usir, mulai hari ini aku tidak ingin melihat bayangannya lagi" perintah Charles dengan tegas


"Baik Bos" jawab serentak Liza dan Curry


"Bos, aku bersalah karena aku merasa cemburu dengannya, dia bisa mendapatkan hatimu sedangkan aku tidak bisa mendapatkan perhatianmu sama sekali, aku tidak tahu apa kekuranganku" ujar Ruby dengan menangis


"Apa kau tahu di mana kekuranganmu? kekuranganmu adalah dia memiliki sesuatu yang kau tidak miliki" jelas Charles


"Yang aku tidak miliki?"


"Apa kau tahu apa itu? yaitu hati yang bersih. Flower tidak pernah menghina sesiapapun, dia tidak akan menertawakan orang ataupun ingin mempermalukan orang, sedangkan dirimu memiliki hati yang tidak berperasaan, merasa bahagia atas penderitaan orang lain, untuk apa kau memiliki kulit yang putih dan tanpa cacat jika hati mu berwarna gelap? untuk apa kau menjadi bagian kumpulan ini jika kau tidak bisa menghormati orang lain?" ucap Charles dengan merasa kesal


"Aku tahu nyawa ku ini adalah kau yang menyelamatkannya, tapi aku akan membayar sejumlah uang untukmu sebagai ganti, karena aku tidak suka berhutang" ujar Charles yang memberi kode pada Cole


Cole mengeluarkan selembar cek kepada Ruby


"Ambil cek ini dan pergi, dan jangan pernah kembali lagi" ujar Charles yang bangkit dari tempat duduknya kemudian melangkah pergi

__ADS_1


"Ambil cek ini dan jangan pernah kembali" ketus Cole dengan melepaskan lembaran cek itu sehingga jatuh ke lantai


"Ini semua karena salahmu, jika bukan karena mu maka nona tidak akan merasa tertekan" kata Harry yang merasa kesal


Ruby hanya bisa menangis di saat di usir oleh pria yang dia cintai selama ini, melihat nominal yang jumlahnya tidak sedikit tidak membuatnya merasa gembira.


Setelah mengusir Ruby, Charles kembali ke kamarnya, di saat itu Flower sedang berdiri di dekat jendela sambil memandang ke arah luar


"Flower, kamu sudah bangun?" tanya Charles yang menghampiri Flower


"Iya" jawab Flower yang tanpa menoleh ke arah Charles


"Apa yang sedang kamu lihat?" tanya Charles dengan memeluk Flower dari belakang


"Daun-daun hijau di pohon itu" jawab Flower dengan menunjukan ke arah pohon yang berada di luar sana


"Apa kamu tidak lapar? ini sudah jam 8 pagi"


"Aku belum lapar, udara sini sangat segar" jawab Flower yang menghidup udara segar di pagi hari


"Flower menyukai sini?" tanya Charles dengan memeluk Flower dengan erat


"Iya, apa kita bisa tinggal lebih lama di sini?"


"Tentu bisa, kita bisa tinggal selama kamu suka" jawab Charles dengan senyum


"Aku masih ingin melihat kota indah ini" ucap Flower dengan menoleh ke arah Charles yang di belakangnya


"Jika kamu menyukai sini maka aku akan membawa mu melihat pemandangan sini, sampai kau merasa bosan" ucap Charles dengan mengecup dahinya Flower


"Apa hari ini kamu sudah baikkan?" tanya Charles dengan menyentuh wajah Flower


"Sudah, aku merasa baik-baik saja"


"Jika kamu merasa sakit harus segera memberitahu ku" kata Charles dengan memeluk Flower


"Iya"


"Flower, aku akan membawamu keluar, kita akan bersarapan setelah itu kita akan melihat pemandangan di kota ini" ucap Charles dengan senyum

__ADS_1


__ADS_2