
"Charles, apa aku bisa bekerja di sini? di london aku hanya mengenal mu, dan juga tidak tahu jalan sini" ucap Coco yang duduk di samping Charles yang sedang memangku Flower
"Di sini tidak ada pekerjaan untukmu" jawab Charles dengan tanpa menoleh ke arah Coco
"Aku bisa bersih-bersih rumah, cuci pakaian mu dan membersihkan kamar mu, serta aku bisa memasak untuk mu, aku bisa membagi tugas dengan Flower, dengan begini dia tidak akan kelelahan juga" jelas Coco dengan alasan
"Coco, mengenai pekerjaan rumah aku sudah ada pelayan yang mengerjakannya, jadi tidak butuh tenaga kamu lagi, dan mengenai makanan ku Flower yang akan menyediakan untukku, kau tidak perlu bersusah payah" ucap Charles sambil mencium telapak tangan Flower
"Tapi aku bisa membantu Flower dan aku juga tidak butuh gaji, asal aku bisa tinggal di sini dan makan tiga kali sehari ini sudah cukup" pinta Coco dengan berharap
"Coco, kau tidak perlu melakukannya, urusan rumahku sudah ada yang mengurusnya, kau tidak sesuai bekerja di sini, setelah Harry mendapatkan tempat tinggal dan pekerjaan untuk mu maka kau sudah bisa mulai hidup barumu" ujar Charles dengan mencium wajah Flower
Permintaan yang Coco inginkan tidak di kabulkan oleh Charles sama sekali, Coco yang berharap bisa tinggal di rumah besar itu berusaha ingin membujuk Charles akan tetapi usahanya tetap gagal
Dirinya hanya bisa duduk di samping Charles sambil melihat pria yang dia sukai itu sedang tersenyum dan mencium wajah dan bibir Flower tanpa berhenti
Di sore hari itu Flower berdiri di dapur sedang mengupas apel dengan pisau buah dan tidak lama kemudian Coco lagi-lagi sengaja mendekatinya
"Flower, kelihatannya buah apelnya manis, apa aku bisa makan?" tanya Coco yang berdiri di samping Flower
"Ambil saja kalau mau' jawab Flower sambil sibuk dengan tangannya
"Ini manis sekali, tapi sayang jika sering memakannya Charles akan bosan, sama seperti jika Charles sering meniduri mu dia pasti akan bosan lama-lama, dan kemudian dia akan mencari tubuh wanita yang lebih seksi dari tubuhmu yang sudah bekas di gunakan olehnya" ujar Coco yang sedang mengunyah buah apel sambil menyindir
"Apa kau sudah habis bicara?" tanya Flower dengan cuek
"Aku hanya ingin katakan jika aku dan Charles sudah melakukannya berkali-kali, bahkan dia tidak bosan dengan tubuhku, apa kau tahu di saat dia melakukannya selama beberapa jam dan dia meminta terus menerus sampai kami sama-sama kelelahan, tubuhnya sangat kekar dan berotot, sedangkan tubuhku dia sangat menyukainya, dari segi penampilan kita kau kalah jauh dariku, sedangkan dadaku lebih besar darimu, dan tubuhku juga lebih ramping, pantas saja Charles merayu ku di saat malam pertama aku di sini" ujar Coco dengan sengaja
"Aku yakin dengan perkataan ini dia pasti akan menangis di hadapan ku, dan kemudian dia pasti akan pergi dari rumah ini" batin Coco
Flower yang mendengar semua ucapan Coco lalu melangkah maju menghampiri Coco yang berdiri di sampingnya
"Apa kau sudah puas dengan semua ucapanmu itu?" tanya Flower yang semakin maju mendekati Coco
__ADS_1
"Kenapa, apa kau merasa kalah dariku?" tanya Coco dengan menghina dan memundurkan langkahnya hingga bersandar ke dinding
"Bagaimana jika kau coba mengodanya di hadapanku? karena aku ingin melihat apa dia bisa di goda oleh mu atau tidak, jika kau berhasil maka semua yang kau katakan itu adalah benar, tapi jika dia tidak tergoda berarti semua yang kau katakan itu adalah palsu, dan ingat jika kau berbohong padaku kau tahu akibatnya" kecam Flower dengan menancap pisau buahnya ke dinding yang pas di samping mata Coco
Pruk..
Bunyi tancapan pisau buah mengenai dinding yang jaraknya hanya 1 senti dengan mata Coco
"Aaaarrgghh" jeritan Coco yang di kejutkan oleh aksi Flower
"Jangan coba-coba mencari masalah denganku, kau tidak perlu mengatakan hubungan mu dengannya, karena aku tidak berminat sama sekali, lebih baik kau diam daripada banyak bicara di depanku, jangan membuatku mencabut semua gigimu" kecam Flower yang melangkah pergi dari dapur
Coco yang ketakutan karena hampir saja kehilangan matanya membuat dirinya gemetaran di sekujur tubuh, dan kemudian karena merasa lemas di kakinya ia pun langsung terduduk dengan wajahnya yang memucat
Tanpa mereka sadari kejadian itu terekam di rekaman cctv yang tersembunyi di dapur, sementara di ruangan kerja Charles, Harry dan Cole sedang menonton kejadian yang di dapur tadi
"Hahahahahahaha, bagus...bagus" kata Charles dengan tertawa
"Bos, tindakan nona bukankah sangat bahaya? dia melakukannya tanpa ragu" ujar Harry
"Bos, jika nona sering mendapat tekanan apakah ini tidak akan membuatnya tertekan?" tanya Cole
"Walau Flower tertekan tapi dia bisa melawan jika ada yang menyinggungnya, ini bagus. aku tidak ingin melihatnya terpuruk, ini akan menjadi dampak buruk bagi hidupnya," jelas Charles
"Tapi apa yang nona Coco katakan pada nona Flower, sehingga membuat nona Flower marah ?" tanya Harry
"Coco tidak mudah seperti yang kau katakan, walau dia baik di depan bos tapi dia merasa iri terhadap nona Flower, oleh karena itu ini ke dua kali dia menyinggung nona, dan untuk ke dua kali juga dia hampir terluka" jelas Cole
"Iya juga" jawab Harry
"Bos, dokter Winz mengatakan jika nona tidak boleh ada tekanan atau mengalami kejadian menakutkan ini akan membuatnya semakin histeris dan bisa melakukan hal di luar kendalinya" ucap Cole
"Memang iya, tapi kali ini aku yakin dia dalam keadaan sadar, karena jika sudah di luar kendalinya maka Coco sudah kehilangan jarinya, dan Flower masih ingat kejadian itu, kecuali kejadian di rumah sakit dia melukai kepala Mark dan dia sudah tidak mengingatnya lagi, di saat itu dia sangat ketakutan sehingga melukai orang tanpa dia sadari, aku ingin melatihnya agar dia bisa keluar dari mimpi buruk" jelas Charles
__ADS_1
"Lalu, apakah baik jika membiarkan Coco tinggal di sini dalam jangka waktu yang lama?" tanya Cole
"Dia tidak bisa apapun, seluruh dalam rumah ini terdapat cctv tersembunyi, apapun yang dia lakukan terhadap Flower aku bisa mengetahuinya" jawab Charles
"Bos, sejak kapan bos tahu jika nona Coco berniat jahat terhadap nona Flower?' tanya Harry dengan penasaran
"Mulai dari dia memberitahuku Flower ingin melukainya, semua yang di katakan tidak ada yang benar, dia merekayasa cerita agar aku menyalahkan Flower, sedangkan Flower mengatakan semua kebenaran yang terjadi, dia sangat tertekan walau dia hanya diam tapi aku tahu apa yang ada di dalam pikirannya, dia merasa tidak nyaman dengan kehadiran Coco di sini, tapi memilih untuk diam. dan aku ingin menyakinkan dia jika Coco tidak ada hubungan denganku, aku berusaha ingin membuat Flower merasa nyaman denganku dan aku ingin dia percaya padaku" jelas Charles
"Dasar wanita tidak berguna, beraninya dia ingin melukaiku, lihat saja apa yang akan ku lakukan nanti" gumam Coco yang berdiri dan menghampiri dapur meja, dia mengambil pisau sayur dan melukai tangannya sendiri
"Bagaimanapun aku adalah anak Tony jadi Charles pasti akan membelaku jika tahu kau melukaiku" batin Coco
Setelah melukai tangannya Coco langsung menuju ke ruangan kerja Charles
Klek
"Charles, tolong aku tanganku di lukai" ucap Coco dengan menangis kesakitan
"Kenapa tanganmu bisa terluka?" tanya Charles dengan berpura-pura
"Flower mengunakan pisaunya melukaiku, aku hanya ingin membantunya membawakan buah untukmu, karena dia merasa cemburu dengan ku makanya dia melukai tanganku dengan pisau buah" jelas Coco
"Apa kau terluka? bagaimana jika aku membalut lukamu?" tanya Flower yang tiba-tiba muncul dari belakangnya
"Ti..tidak usah, aku bisa sendiri" jawab Coco dengan merasa cemas karena kemunculan Flower
Flower menghampiri Coco dan memegang tangannya yang terluka
"Lukamu mengeluarkan begitu banyak darah, bagaimana jika aku membalutnya untukmu?" ujar Flower dengan tatapan tajam
"Aku tahu kamu membenciku, tolong jangan sakiti aku lagi" ucap Coco dengan berpura-pura menangis
"Biarkan aku membalut lukamu, anggap saja aku meminta maaf padamu" kata Flower dengan sengaja sambil menggengam luka Coco dengan erat, sehingga membuat gadis itu kesakitan yang sangat mendalam
__ADS_1
Charles, Cole dan Harry melihat apa yang di lakukan oleh Flower hanya menahan tawa karena raut wajah Coco yang sedang menahan rasa sakit, ingin menuduh Flower akan tetapi dia harus mendapatkan balasan dari Flower sendiri