Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Dimanakah Juve?


__ADS_3

"Kalau dulu kau ada memikirkan tentang itu maka kau tidak akan meninggalkan putramu. dan sekarang kau sudah di khianati oleh suamimu kau baru ingat dengan putramu. apa kau menganggap putramu itu adalah tempat bergantung?"bentak Bared dengan kesal.


"Aku juga tidak salah jika dia menjadi tempat bergantung untukku. karena ini adalah tanggung jawab dia menjaga ku yang sudah tua ini," jawab Lonela.


Bared bangkit dari tempat duduknya dengan menatap kesal terhadap mantan istrinya itu.


"Lonela, hingga sekarang kau menganggap dia sebagai apa? dia bukan boneka yang bisa kau buang seenaknya dan kau kutip seenaknya,"bentak Bared dengan kesal.


Lonela yang melihat laporan DNA yang di tangan mantan suaminya ia pun merebut dan membaca nama Cole dan Bared yang tercantum di sana, kemudian ia membaca di bagian bawahnya yang tercantum hasil tersebut.


"Di-dia?" ucap Lonela dengan merasa tidak percaya.


"Dia adalah anak kita, anak laki-laki yang kau kandung selama sembilan bulan, anak laki-laki yang di lahirkan dari rahim mu, anak laki-laki yang kau tinggalkan demi pria lain, anak laki-laki yang kau kenal sebelumya," bentak Bared.


"Cole dia adalah Cool? dia adalah putraku? aku sudah bertemu dengannya dari awal akan tetapi aku tidak bisa mengenal anakku sendiri," ucap Lonela dengan histeris.


"Kau mana mungkin bisa mengenalnya, karena di dalam otak mu hanya ada pria yang tidak berguna itu," ketus Bared.


"Di mana dia? aku ingin menemuinya!"


"Ini belum saatnya untuk kau bertemu dengan dia!"


"Kenapa, kenapa belum waktunya?" tanya Lonela.


"Apa kau mengira dia akan menerima mu setelah dia mengetahui semua perbuatanmu terhadap dia? dia bukan patung yang tidak bisa merasakan sakit, dia bukan boneka yang bisa kau buang dan kemudian kau kutip sesuka hati. dia adalah manusia yang butuh kasih sayang dari orang tuanya. tapi kau telah menyebabkan dia kehilangan semua itu. dan hidup sendirian selama ini. untung saja Charles menjadikan dia sebagai pengawal sehingga aku bisa bertemu dengannya," kata Bared yang kemudian melangkah pergi.


Lonela mengikuti Bared dari belakang karena berniat ingin bertemu dengan Cole.


"Kau tidak perlu mengikutiku! aku juga merasa malu karena aku bukan seorang ayah yang baik. dan kau juga harus merasa malu bila kau muncul di hadapannya, kau adalah seorang ibu yang tidak bertanggung jawab sama sekali," ujar Bared yang berjalan ke arah lain.


"Aku tahu kau membenci ku! akan tetapi kau tidak bisa melarangku untuk bertemu dengannya!" ujar Lonela.

__ADS_1


Di saat Bared dan Lonela pergi terdapat seseorang yang dari tadinya mendengar semua percakapan di antara Bared dan Lonela.


Malam hari.


Cole yang sedang duduk bersandar sedang memikirkan sesuatu. raut wajahnya yang merasa tidak senang karena mengingat semua yang di bicarakan oleh Bared dan Lonela.


"Sejak awal aku sudah mencurigai jika mereka adalah orang tua ku, tidak ku sangka semua adalah benar. seharusnya aku merasa bahagia karena sudah mengenal mereka. tapi kenapa aku malah tidak merasa apapun. yang ada hanyalah kebencian. kebencian terhadap wanita yang meninggalkanku demi pria yang akan menjadi suami dia," batin Cole.


"Tidak menyangka tuan Bared juga sudah tahu dari awal. apakah ini adalah takdir sehingga kami di pertemukan kembali setelah lama berpisah?" batin Cole.


"Tidak ku sangka ayahku adalah orang yang sudah lama ku kenal, dan aku adalah anak dari seorang gangster," batin Cole.


Tidak lama kemudian Cole turun dari ranjangnya, berjalan ke arah pintu dengan sambil menahan sakit pada kakinya. ia berjalan menuju ke kamar salah satu temannya yang tak lain adalah Liza.


Liza yang masih belum ada perubahan sedang berjuang antara hidup dan mati. Cole menatap gadis itu yang selama ini selalu saja berseteru dengannya.


"Liza, bukankah selama ini kau sangat kuat dan kenapa kau berubah menjadi begitu lemah? buktikan kalau kau memang wanita terkuat! jika kau gagal maka kau hanyalah wanita lemah dan tidak layak menjadi bagian Black Dargon!" ucap Cole.


Cole berdiri selama beberapa menit menatap temannya itu yang masih dalam kondisi pucat dan tidak sadar, kondisinya yang belum ada kemajuan tidak menjamin ia bisa bertahan hidup.


Hotel tempat tinggal Stallone yang sedang bersembunyi.


Seharian Stallone berjalan ke sana ke mari sambil menekan nomor tujuan, akan tetapi walau ia sudah mencobanya berulang kali tetap tidak terhubung.


"Sangat aneh! apakah Juve sudah tewas? dan kenapa bisa ada yang tahu tempat tinggalku? di london tidak semua yang mengenalku, saat di stadion juga tidak ada yang mengetahui aku berada di sana. ini sangat aneh sekali!"ucap Stallone.


"Apakah Juve mengkhianatiku? tidak mungkin juga. dia sudah lama menjadi pengikut ku tidak mungkin dia melakukan hal seperti ini, mungkin saja pihak lawan selama ini mengutuskan anggotanya yang mengikuti ku dari belakang, oleh karena itu mereka bisa tahu kemana pun aku pergi," batin Stallone.


"Siapa mereka sebenarnya dan apa alasannya mereka mencariku? kenapa aku tidak mengenal mereka. kumpulan yang sama dengan kemarin, hanya saja mereka dari kumpulan apa?" gumam Stallone.


Tuk...tuk...tuk...

__ADS_1


Ketukan pintu dari luar kamar.


Stallone yang mendengar suara ketukan pintu ia pun melangkah menghampiri pintu itu.


"Siapa?" tanya Stallone.


"Tuan, pesanan Anda sudah tiba!"


Stallone membuka pintu sambil memegang pistol yang ia selip di bagian pinggang belakang.


"Tuan, ini makanan dari pihak hotel dan ini adalah minuman yang Anda pesan!"kata pelayan hotel itu dengan sopan yang membawa makanan dengan mengunakan troli.


"Baiklah, aku tahu!" jawab Stallone yang membuka pintu dan menerima makanan dan minuman tersebut. setelah menerimanya ia pun langsung tutup kembali pintu kamarnya.


Stallone menatap hidangan tersebut dengan secara waspada.


"Tidak mungkin makanan ini ada racunnya, tidak ada yang tahu aku berada di sini" gumam Stallone.


Tidak lama kemudian ia pun menyantap makanan sambil meneguk minumannya.


Markas Black Dragon.


Charles dan Flower sedang berbaring dengan berpelukan sambil membaca majalah.


"Flower, sudah. jangan membaca lagi! mari kita melakukan hal yang seharusnya!" ucap Charles yang mengambil majalah dari tangan Flower dan meletakan di meja samping kasurnya.


"Melakukan apa maksudmu?"


"Melakukan sesuatu yang menyenangkan," jawab Charles yang memasukan tangannya ke celana da.lam yang di kenakan oleh Flower.


"Aaarggghhh...jangan!" teriak Flower yang menahan tangan Charles.

__ADS_1


"Kenapa kau berteriak seperti ketakutan? apa kamu sakit?"tanya Charles yang merasa heran.


__ADS_2