Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Penyerangan di pelabuhan


__ADS_3

Mansion Stallone


Seorang pria mendatangi ke rumah Stallone, pria tersebut yang tidak lain adalah anggota kepercayaannya yang bernama Juve.


"Bagaimana dengan hasil penyelidikanmu?" tanya Stallone yang sedang duduk sambil merokok


"Bos, dia memang tinggal di sini dan sekarang dia adalah pemilik Black Dragon, mungkin saja hubungan dia dengan Brad sudah retak" jawab Juve


"Selama ini dia sangat menonjol dengan prestasinya, dan jika dia mengkhianat bukankah sama saja Brad yang rugi besar"


"Tidak ada yang tahu apa sebabnya mereka pecah, akan tetapi tanpa Red Lion ini tidak mempengaruhi kehidupannya, di Black Dragon dia memiliki banyak anggota yang tangguh" kata Juve


"Apa dia masih sehebat dulu? aku sangat penasaran" ujar Stallone


"Bos, ada info bahwa beberapa saat yang lalu dia bersama dua pengawalnya menghadapi ratusan orang di salah satu jalan besar kota ini, dan tidak tahu pasti siapa mereka" kata Juve


"Dua pengawalnya apakah Cole dan Harry?" tanya Stallone


"Benar Bos" jawab Juve dengan sopan


"Mereka hanya bertiga dan harus bertarung dengan ratusan orang, kelihatannya musuh mereka tidak sedikit, dan mereka masih bisa lolos dari ratusan orang itu" ucap Stallone


"Semua musuhnya tewas tak tersisa, mereka berhasil mengalahkan ratusan orang, bahkan dia juga sudah terluka, akan tetapi tidak membuatnya lemah" ujar Juve


"Dia masih sangat tangguh seperti dulu, sudah tujuh tahun berlalu, Cole dan Harry adalah pengawalnya yang tangguh, terutamanya adalah Cole, dia mampu menahan seranganku" ujar Stallone yang sedang meneguk minumannya


"Selidiki semua yang berhubungan dengannya" perintah Stallone


"Baik Bos" jawab Juve dengan menurut dan sesaat kemudian ia meninggalkan rumah bosnya itu


"Charles Robertson, tujuh tahun sudah berlalu. kini, urusan kita ingin ku selesaikan dengan segera, saat itu aku di cemooh oleh gangster kamboja karena kalah darimu, aku di buat malu saat di final, ini sangat menjelekkan reputasiku" gumam Stallone


"Stallone..?" suara panggilan Lina yang melangkah pria tampan yang duduk bersandar di sofa


"Mari kita pergi ke rumah sakit" ujar Stallone yang bangkit dari tempat duduk dan berjalan menuju ke mobilnya

__ADS_1


Setelah satu jam kemudian


Stallone melangkah keluar dari rumah sakit dengan raut wajah yang tidak senang, dan di ikuti oleh Lina yang berusaha mengejar langkah pria itu, Stallone yang merasa kesal dengan hasil pemeriksaan membuatnya berjalan dengan cepat sambil menahan emosi


"Stallone, tunggu aku" panggil Lina


Stallone menghampiri mobilnya dan kemudian berpaling ke arah wanita itu dengan tatapan kesal


"Apa kau tahu, apa yang sudah kau lakukan?" tanya Stallone dengan merasa kesal


"Seharusnya kau merasa bahagia karena kita akan menjadi orang tua" ujar Lina yang merasa sedih atas sikap pria itu


"Bahagia? bagaimana aku bisa bahagia di saat aku tidak menginginkan anak? bukankah dari dulu aku sudah mengatakan hubungan kita hanya sekadar teman ranjang, aku juga ada memberimu uang untuk menjumpai dokter, dan kini apa hasilnya? kau malah mengandung anakku" bentak Stallone dengan merasa kesal


"Stallone, ini sudah terjadi, tuhan memberi kita anak, tidak ada salahnya kita melahirkannya, dia adalah anak kandungmu"


"Kau kembalilah ke kamboja, aku akan menyuruh anggota untuk mengantarmu pulang, dia akan atur tempat tinggal untukmu, selain itu setiap bulan aku akan mengirim uang untuk biayamu"


"Kau ingin aku kembali ke sana dan membiarkan aku tinggal sendirian?" tanya Lina dengan perasaan hancur


"Aku ada urusan dan kita tidak mungkin tinggal bersama, dari awal aku sudah mengingatkanmu, jika kau hanya teman ranjangku saja, jika aku sudah ingin mengakhiri maka jangan bertemu lagi" kata Stallone dengan tegas dan masuk ke mobilnya, tidak lama kemudian ia pun pergi meninggalkan wanita itu, sementara Lina hanya bisa diam terpaku di sana dan merasa kecewa.


Malam hari


Situasi pelabuhan X telah sepi dan hanya di jaga oleh beberapa orang di sana, muncul sejumlah orang asing yang memiliki senjata menuju ke pelabuhan dengan berniat ingin membakar semua gudang yang ada di sana


"Hei...penjaganya tidak banyak, kita bisa mengalahkan mereka dengan mudah"


"Mari kita bertindak" ujar salah satu pria bersenjata itu yang tak lain adalah pengikut Brad


Mereka lalu melepaskan tembakan mengarah ke penjaga pelabuhan itu


DOR....DOR ...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR


DOR....DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR

__ADS_1


Tembakan mereka mengenai tepat pada sasaran


"Aarrgghh" jeritan penjaga pelabuhan di sana yang di tembus oleh peluru


Puluhan orang yang menjaga di pelabuhan itu tewas dalam sesaat, tidak butuh waktu yang lama mereka berhasil memasuki pelabuhan itu, saat menginjak ke pelabuhan mereka ingin menyirami minyak tanah ke gudang-gudang yang ada di sana. dan tidak lama kemudian tiba-tiba muncul sekumpulan orang yang bersenjata sedang mengepung mereka


"Apa kalian berencana ingin membakar gudang -gudang yang di sini?" tanya pria itu yang tak lain adalah Cole


"Si tua itu memiliki banyak anggota yang tidak berguna seperti kalian" kecam Harry yang sedang menodongkan senjatanya ke arah mereka


"Kalian..?" ucap salah satu pengikut Brad yang di kejutkan oleh kemunculan sekumpulan anggota dari Black Dragon


"Kalian apa? kau sudah melihatkan situasinya? kalian sudah kalah bahkan hanya menunggu ajal menjemput kalian" ujar Harry


"Semua yang masuk ke sini tidak akan bisa keluar hidup-hidup" kata Cole yang sedang memberi kode kepada anak buahnya


"Lepaskan tembakan" perintah Cole dengan nada tinggi


DOR....DOR....DOR....DOR....DOR....DOR....DOR...DOR....DOR...DOR...DOR...DOR...DOR...DOR


Tembakan serentak di lakukan oleh kumpulan Cole yang mengenai pada lawan-lawannya.


"Aarrgghh" teriakan serentak mereka yang terkena tembakan, dan setelah beberapa saat kemudian para pengikut yang berjumlah sekitar tiga puluh orang tewas tak tersisa


"Apa hanya begini kehebatan mereka?" tanya Harry melihat ke arah jasad yang tergeletak di lantai sana


"Mereka hanya pintar main belakang" jawab Cole


"Kenapa kita membunuh mereka semua?" tanya Harry dengan menoleh ke arah Cole yang berdiri di sampingnya


"Kalau tidak membunuh semuanya. lalu, mau membunuh berapa orang?" tanya Cole


"Bukan itu maksudku! maksud ku adalah kenapa kita tidak sisakan satu orang, untuk kita selidiki di mana tempat persembunyian mereka"


"Apa kau mengira mereka akan berbaik hati padamu dan memberitahumu? mereka adalah pengikut si tua itu yang sudah siap mati, jadi percuma jika kau bertanya pada mereka" ujar Cole yang kemudian melangkah pergi

__ADS_1


"Bersihkan tempat ini" perintah Harry kepada anak buahnya


"Baik Kak" jawab serentak mereka yang langsung memindahkan jasad-jasad yang berserakan di sana


__ADS_2