
"Flower, jika dirimu bisa menungguku aku tentu akan menemuimu setelah semua dendam ku berakhir, tapi jika dirimu memilih tidak menunggu aku tidak akan memaksamu, karena kau layak untuk bahagia, apapun yang kamu pilih aku tidak akan menyalahkanmu" batin Charles
Charles kemudian menghampiri kasurnya dan mengambil boneka milik Flower yang dia bawa saat tinggalkan Villa lamanya
"Flower, aku mencintaimu. hiduplah bahagia di saat aku tidak berada di sisimu, karena jika dirimu bahagia maka aku juga bisa merasakannya" ucap Charles yang sedang menatap boneka itu
Malam hari
Villa Steve
Di malam itu Steve yang baru pulang ke rumah langsung menemui adiknya yang sedang berada di kamar
Klek
"Flower" sapa Steve yang baru melangkah masuk ke kamar Flower
"Kakak" sahut Flower yang sedang duduk bersandar di kasurnya
"Apa adik kakak ini belum tidur?" tanya Steve dengan senyum dan duduk di tepi kasur
"Tidak bisa tidur" jawab Flower dengan raut wajah khawatir
"Flower, apa kamu sedang mengkhawatirkan Charles?" tanya dengan senyum
"Dia tidak bisa di hubungi, aku takut dia ada apa-apa" jawab Flower dengan sambil memeluk bantalnya
"Tadi aku mencoba untuk menghubungi Cole" ujar Steve
"Cole? apa yang dia katakan?" tanya Flower dengan penasaran
"Cole mengatakan mereka masih di luar negeri"
"Apakah mereka ada masalah di sana? Charles sudah seminggu tidak bisa di hubungi" tanya Flower dengan merasa cemas
"Mereka hanya sibuk saja, tidak ada masalah apapun, jangan banyak berpikir" jawab dengan alasan
"Kak, apakah Cole ada mengatakan kapan mereka akan pulang?"
"Urusan mereka belum selesai, jadi harus tinggal lagi di sana untuk beberapa hari" jawab Steve yang menyentuh kepala Flower
"Kak, kenapa sebelum berangkat Charles tidak menghubungiku? bahkan selama seminggu ini dia sama sekali tidak mengirim pesan singkat untukku" tanya Flower dengan merasa sedih
"Saat itu Charles tiba-tiba berangkat, ini sangat mendadak, sampai di sana dia di sibukkan banyak urusan, sehingga tidak bisa di hubungi. Flower, kita sama-sama menunggu kepulangan dia saja, setelah dia pulang dia akan menemuimu" ujar Steve yang berusaha membujuk adiknya
"Iya, tidak apa-apa jika dia memang sibuk dan tidak menghubungiku, aku hanya berharap dia tidak terluka dan baik-baik saja" jawab Flower
__ADS_1
"Adik kakak ini memang sangat pengertian, jika Charles tahu dia pasti merasa senang" kata Steve dengan senyum
"Kak, aku berusaha tidak ingin menjadi bebannya, biarlah dia urus masalahnya dengan tenang, aku akan menunggunya di sini" ucap Flower
"Kita akan sama-sama menunggunya pulang" ujar Steve dengan senyum
"Iya" jawab Flower dengan mengangguk
"Kakak ingin kembali ke kamar dan mandi. sudah malam, tidurlah lebih awal" kata Steve yang berdiri
"Selamat malam, Kak" ucap Flower
"Selamat malam" balas ucapan Steve yang kemudian melangkah keluar dari kamar adiknya
"Charles, apa kau sangat sibuk? sehingga tidak sempat mengirim pesan untukku? kenapa aku malah merasa kakak sedang membohongiku saja? atau aku yang berpikir sembarangan" gumam Flower
"Aku hanya berharap dirimu baik-baik saja" ucap Flower
"Kenapa aku merasa tidak nyaman? apa aku demam?" gumam Flower yang berbaring di kasur dan menutupi tubuhnya dengan selimut
Keesokan harinya
Sarapan bersama
"Flower, apakah beberapa malam ini kamu bisa tidur dengan nyenyak?" tanya Vic yang sedang makan bersama
"Flower, kenapa kakak melihatmu sepertinya kamu tidak sehat, apakah kamu demam?" tanya Steve yang duduk berhadapan dengan Flower
"Mungkin saja tadi pagi aku terlalu cepat bangun" jawab Flower dengan alasan
"Flower, apa kau yakin baik-baik saja? papa melihat kalau wajah mu hari ini sangat lesu" ucap Vic yang merasa khawatir
"Aku hanya ingin tidur, dan aku baik-baik saja, Pa" jawab Flower
"Flower, bagaimana setelah sarapan kakak mengantarmu ke rumah sakit, wajahmu agak pucat" ujar Steve
"Tidak usah! lagi pula hanya Flu saja bukan masalah besar" jawab Flower
"Apa kamu yakin hanya Flu?" tanya Vic dengan menyentuh kepala Flower
"Papa, Kakak, percayalah padaku, aku benar baik-baik saja" kata Flower yang menatap ke arah Vic dan Steve
"Baiklah, kalau begitu kakak tidak memaksamu, tapi jika kamu masih merasa tidak enak badan, kamu harus beritahu kakak ya" kata Steve
"Iya Kak" jawab Flower
__ADS_1
Malam hari
Seperti biasanya beberapa anggota Brad yang melangkah keluar dari kumpulan Red Lion, di malam itu mereka di amati oleh Cole dari jarak jauh
Saat mereka mengendarai mobilnya ingin meninggalkan Red Lion, Cole langsung muncul di hadapan mereka di saat mobil sedang berjalan.
Cole menodong senjatanya ke arah mobil itu dan kemudian melepaskan tembakannya
DOR...DOR....DOR..DOR...DOR...DOR..DOR
DOR...DOR...DOR..DOR..DOR..DOR...DOR..DOR
Tembakan beruntun di lakukan oleh Cole menembus orang-orang yang di dalam mobil serta mengenai tangki minyak mobil itu, dan sesaat kemudian~✓
DUAR....DUAR....DUAR...DUAR...DUAR....DUAR....
Ledakan mobil terjadi di depan kumpulan Red Lion
Setelah berhasil Cole yang berpenampilan tertutup meninggalkan lokasi kejadian itu. ledakkan yang terjadi mengejutkan para anggota Red Lion, karena tidak biasanya ada yang berani membuat keributan di depan kumpulan mereka.
Semua anggota Red Lion berlari keluar melihat kejadian tersebut, beberapa anggota Brad telah tewas dalam ledakkan yang terjadi.
Brad merasa kepanasan karena insiden yang terjadi di depan kumpulannya, baginya kejadian ini adalah satu penghinaan bagi dirinya
Setelah beberapa menit kemudian semua tetua berkumpul di Red Lion
"Kurang ajar" ketus Brad yang sedang marah besar
"Siapa yang melakukannya? apakah tidak mendapatkan pelakunya?" tanya Brad dengan nada tinggi
"Tuan besar, kejadian ini sangat mendadak, selama anggota kita berjaga di luar tidak mendapati ada orang lain di sana" jawab salah satu anggotanya
"Kenapa sering saja terjadi hal yang aneh? Charles meninggal begitu saja tanpa kita tahu siapa pelakunya, dan sekarang ada yang menantang kumpulan kita" ujar salah satu tetua yang bernama Luiz yang merasa kesal
"Luiz, jika Charles di bunuh itu tidak heran lagi, mulutnya yang begitu tajam pasti akan mengundang banyak musuh" jawab Tom yang merasa gembira dengan kematian Charles
"Tom, pantas saja dia selalu ingin menghajarmu, selama ini kau selalu saja ingin menyinggungnya" ketus Luiz dengan kesal
"Sudah, kalian jangan berdebat lagi, ini bukan saatnya untuk kalian berdebat masalah itu, sekarang ada yang berani membunuh anak buah kita di depan markas kita, ini sangat keterlaluan" ujar Brad
"Pelaku ini pasti dari kumpulan besar dan tidak mudah, dengan tanpa ragu dia muncul di sini" ujar Luiz
"Tuan besar, apakah Anda memiliki musuh yang lain?" tanya Figo
"Kita adalah Gangster jadi pasti memiliki banyak musuh, hanya saja kita tidak akan bisa menebak siapa yang ingin membalas kita di saat ini" jawab Brad
__ADS_1
"Ricky, sampaikan perintahku untuk mengawasi luar markas, lakukan perjagaan yang ketat" perintah Brad
"Baik Tuan besar" jawab Ricky