Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Apa kamu mencintainya?


__ADS_3

"Flower, apa kamu terluka?" tanya Charles yang melihat tangan pujaannya.


"Hanya terkena pisau saja, hanya luka ringan."


"Ini tidak bisa di anggap luka ringan, mari ikut aku, biar Winz mengobati lukamu!" ajak Charles yang merangkul pinggang Flower dan meninggalkan ruangan itu.


"Charles, hanya luka kecil saja aku bisa mengobati tanganku sendiri! tidak perlu merepotkan Winz!"


"Tidak merepotkan, tubuh boneka kesayanganku tidak boleh ada sedikit luka pun," ujar Charles.


Di sisi lain Bared datang menjenguk Cole dan Harry yang berada di dalam satu kamar.


"Tuan Bared, terima kasih karena melihat kami!" ucap Harry dengan ramah.


"Heheehehe..ini semua juga demi aku. kalian berempat harus terluka dan tinggal di rumah sakit. ini semua karena menolongku. tanpa kalian aku tidak mungkin bisa duduk di sini lagi,"kata Bared.


"Ini semua adalah tugas kami juga. jadi, Anda jangan merasa sungkan," jawab Cole.


"Benar kata Cole, Anda jangan menyalahkan diri sendiri," kata Harry


"Aku beruntung mengenal kalian semua, Charles sangat beruntung karena memiliki kalian yang begitu kompak dan juga setia," ucap Bared dengan senyum.


"Kami yang beruntung karena bisa menjadi anggota bos, oleh karena itu kami sangat setia padanya. kami juga rela mati, ini adalah prinsip kami setia pada bos untuk selamanya," kata Cole.


"Aku merasa iri melihat kalian yang begitu kompak, saling membantu saling menjaga," ujar Bared.


"Tuan Bared, jangan merasa bersalah lagi! kami semua sudah tidak apa-apa!" kata Cole.


"Tadi, aku pergi melihat Curry dia sudah baikan dan sudah sadar. hanya saja Liza masih kritis. dia kekurangan banyak darah, kondisinya juga lemah. dia adalah gadis yang kuat dan jika terjadi apa-apa padanya, maka ini adalah suatu kehilangan yang besar," ucap Bared.


"Jika dia ingin hidup maka dia akan berjuang untuk bertahan, dan jika dia putus asa walau dokter membantunya juga tetap tidak bisa menolongnya," ujar Cole.


"Cole, ucapan mu agak sedikit lebih kejam, siapa yang tidak mau hidup. apa lagi dia, dia begitu cantik dan masih muda dia seharusnya hidup bahagia dan bukan meninggal di usia muda," kata Harry.


"Ini semua tergantung pada dirinya dan juga takdir," ucap Cole.


Klek.


"Paman," sapa Flower yang baru melangkah masuk bersama dengan Charles.


"Flower, Charles, kalian datang!" sahut Bared yang bangkit dari kursi.


"Paman, duduk dulu! Charles sudah memesan makan siang, nanti kita makan di sini ya!" ujar Flower.


"Baiklah, gadis kecilku. paman akan makan bersamamu di sini," jawab Bared dengan mengelus ujung kepala keponakannya itu.

__ADS_1


"Paman, masih ada enam anggota Andrew yang masih hidup dan tadi mereka membawa Flower pergi," ujar Charles.


"Membawanya pergi? apa tujuan mereka?" tanya Bared dengan kesal.


"Flower, apa kamu terluka? apa yang mereka lakukan padamu?" tanya Bared dengan khawatir.


"Paman, aku tidak apa-apa. aku sudah bisa menjaga diriku sendiri!" jawab Flower.


"Bos, kelihatannya mereka masih berkeliaran di luar, ini tidak bisa di biarkan begitu saja," ucap Cole yang ingin turun dari ranjang.


"Cole, apa yang kamu ingin lakukan?" tanya Charles yang menghampiri pengawalnya itu.


"Bos, ini sangat bahaya. aku ingin memantau seluruh rumah sakit ini untuk memastikan mereka sudah tidak berada di sini," jawab Cole yang menurunkan kakinya


"Cole, luka di kaki mu masih belum sembuh. kau tidak bisa berjalan dulu. jika tidak maka lukamu akan semakin membesar," kata Bared yang sedang menahan pundak Cole.


"Benar kata paman! Cole, kau jangan berdiri dulu. lagi pula di luar ada saudara kita yang sedang berjaga," ucap Charles.


"Bos, Tuan Bared, lukaku sudah agak baikkan, aku sudah bisa berdiri!"


"Cole, luka di kakimu itu jangan di anggap remeh, karena jika tidak di jaga dengan baik maka akan terjadinya infeksi. kalau sampai terjadi maka kaki kamu akan menjadi cacat," ujar Flower.


"Cole, dokter sudah pesan jangan banyak bergerak dulu! peluru baru di keluarkan semalam. dan luka mu juga belum kering. jadi, kau mana boleh banyak bergerak!" kata Charles


"Anggota ku akan memantau setiap sudut rumah sakit ini! jadi jangan khawatir! istirahatlah dulu!" ucap Bared.


"Besok hasil DNA sudah keluar, aku berharap hasilnya sesuai dengan keinginan ku," batin Bared.


"Cole, paman dan Charles sudah mengutuskan banyak anggota di sini, jangan mencemaskan hal ini lagi!" ujar Flower.


"Iya, Nona," jawab Cole.


"Sarang Andrew yang terbesar adalah tempat yang kita serang itu, atau dia masih memiliki sarang lain?"tanya Charles


"Tidak tahu pasti juga! gangster tidak ingin orang lain tahu keberadaan tempat tinggalnya," jawab Bared.


"Atau hanya kebetulan sisa enam anggota itu?" tanya Harry.


"Anggota kita akan bertanya pada mereka, kita akan segera tahu jawabannya!" jawab Charles.


Setelah beberapa menit kemudian Charles dan Bared pergi menemui Winz, sementara Flower sedang menemani Cole dan Harry. Harry yang ketiduran karena baru minum obat dari dokter.


"Nona, apa mereka tadi menyentuhmu?"tanya Cole.


"Tidak, mereka tidak menyentuhku! aku memiliki senjata dan mereka di tembak oleh ku?" jawab Flower.

__ADS_1


"Seharusnya aku yang melindungimu!" ucap Cole dengan merasa bersalah


"Jangan berkata demikian! apa kamu tahu kamu sudah banyak berkorban demi kami, dan jangan menyalahkan diri sendiri!"


"Ini sudah menjadi bagian dari tanggung jawabku untuk melindungi bos dan Nona," jawab Cole.


"Cole, jangan selalu merasa bersalah pada siapapun! karena kamu tidak melakukan kesalahan. selama ini kamu sudah banyak berkorban. kali ini jika tanpamu mungkin saja aku sudah kehilangan pamanku," ujar Flower.


"Tidak Nona, aku hanya melakukan tugasku saja."


"Cole, aku khawatir dengan kak Liza, tidak tahu apa dia bisa melewati masa-masa sulit ini atau tidak," ujar Flower dengan khawatir.


"Dia pasti bisa! dan harus bisa!" jawab Cole.


Apa kamu sangat membencinya?"


"Apa, aku membencinya?"


"Aku selalu melihat kalian berdua bertengkar sehingga bertarung, apa kalian adalah musuh?"


"Tidak seperti yang nona pikirkan, ini hanyalah masalah kecil. dan kami tetap satu tim."


"Kalau saja dia gagal dan koma selamanya maka kita semua harus kehilangan dia," ucap Flower.


"Dia akan bertahan! percayalah, dia pasti bisa!"


"Iya, Cole, apa kamu akan merasa kehilangan andaikan kak Liza tidak akan sadar lagi?"


"Semuanya akan merasa kehilangan dia, karena kami adalah satu tim!"


"Yang ku tanyakan adalah kamu," ujar Flower.


"Aku?"


"Iya, selama ini kalian bagaikan kucing dan tikus, dan sekarang jika kamu harus kehilangannya apa kamu akan merasa sedih?"


"Tentu saja merasa sedih! karena kita adalah teman yang berjuang bersama dan bekerja sama selama ini," jawab Cole.


"Apa kamu membencinya?"


"Tidak!"


"Apa kamu mencintainya?"


"Tidak, tentu saja tidak!"

__ADS_1


"Kenapa kamu memberikan gelang tanganmu ke dia, kalau kamu tidak mencintainya?" tanya Flower dengan sengaja.


__ADS_2