
Rumah sakit.
"Cole, Harry, kenapa kalian ingin cepat sekali keluar dari rumah sakit?" tanya Stone yang melihat ke dua temannya itu sedang berganti pakaian.
"Aku tidak suka tidur di rumah sakit, lagi pula lukaku sudah hampir sembuh," jawab harry yang sedang mengancing bajunya.
"Apa kalian yakin sudah bisa berjalan dengan lancar?" tanya Stone.
"Ini hanya luka kecil saja, dan bukan masalah besar," jawab Cole yang sedang berdiri di samping ranjangnya sambil memakai jaket.
"Sebelum pulang aku ingin melihat Curry dan Liza dulu!" kata Harry.
"Curry juga meminta pulang semalam, hanya saja dokter tidak mengizinkan dia pulang karena lukanya masih belum kering," ujar Stone.
"Curry beda dengan kami, dia terluka di bagian perutnya kalau lukanya belum kering maka berdarah akan lagi,"kata Harry.
Tidak lama kemudian Bared datang bersama Charles dan Flower.
"Cole, Harry" sapa Flower yang baru melangkah masuk.
"Nona, Bos, Tuan Bared," balas sapaan Cole, Harry dan Stone.
"Apa kalian ingin keluar hari ini?" tanya Flower yang melihat ke arah Cole dan Harry.
"Iya Nona, kami ingin pulang! lagi pula luka kami sudah agak baikkan dan tidak sakit lagi," jawab Harry dengan senyum.
"Apa kalian tidak sakit dan tidak mau menerima perawatan lagi?" tanya Charles.
"Tidak perlu lagi, Bos. luka ini tidak seberapa bagi kami," jawab Cole.
"Cole, Harry, jika saja kalian merasa sakit langsung saja hubungi Winz, biar dia datang periksa luka kalian!" kata Charles
"Baik, Bos," jawab Cole dan Harry dengan serentak.
"Cole, hari ini aku datang karena ada sesuatu yang ingin ku katakan," ucap Bared.
Stone dan Harry yang sudah mengerti mereka pun mohon pamit dan keluar dari kamar itu.
"Bos, kami ingin pergi melihat Curry sebelum pulang!" kata Harry.
"Aku akan menemanimu pergi," ujar Stone yang memegang pundak temannya itu.
__ADS_1
"Kalian pergilah!" jawab Charles.
Setelah mereka keluar tinggallah Charles, Flower, Bared dan Cole yang berada di kamar itu.
"Karena Charles dan Flower di sini, jadi aku ingin mengatakan sesuatu," ucap Bared.
"Charles, Flower, sebelumnya aku melakukan hasil tes DNA dengan Cole. dan hasilnya positif," kata Bared dengan menatap ke arah Charles dan Flower.
"Ini bukankah artinya Cole adalah kakak sepupuku?" tanya Flower dengan merasa senang.
"Benar, Cole adalah Cool anak yang ku cari selama ini, dan kini semua sudah terbukti dan sudah mendapatkan hasilnya. anak yang ku cari selama ini ternyata aku sudah lama mengenalnya. dan kami juga bekerja sama untuk melawan musuh kami," jelas Bared dengan mata berkaca-kaca.
"Paman, selamat untuk mu. akhirnya paman dan Cole bertemu kembali," ucap Charles.
"Charles, semua ini juga karena mu, oleh karena itu aku memiliki kesempatan bertemu dengan putraku yang sudah lama tidak bertemu," kata Bared.
"Ini semua sudah di atur oleh yang di atas," jawab Charles.
"Cole, selama ini kau tidak mengetahui siapa orang tua mu dan sekarang ayah mu ternyata adalah orang yang kita kenal sejak dulu," kata Charles
"Iya Bos, aku juga sudah mengetahuinya soal ini!" jawab Cole.
"Semalam aku sudah mendengar semua pembicaraan mu dengan Lonela," jawab Cole.
"Cole, mengenai dia ini semua salah ku," ucap Bared.
"Aku sudah mengetahui kebenarannya dari sejak awal,"kata Cole.
"Cole, apa kamu akan menyalahkanku? karena kesalahanku sehingga melibatkanmu,"tanya Bared dengan merasa menyesal.
"Aku tidak menyalahkanmu, karena aku tahu yang membawa ku pergi adalah Lonela dan yang meninggalkan ku dia juga," jawab Cole
"Kakak sepupu, paman sangat merindukan mu, ayolah kalian cepat berbaikan dengan begitu aku juga bertambah seorang kakak lagi," ujar Flower dengan senyum.
"Kakak sepupu?" tanya Cole dengan merasa tidak biasa.
"Cole, dirimu adalah anak paman, dan Flower adalah keponakan paman. jadi, Flower harus memanggilmu kakak sepupu," jelas Charles.
"Cole, apa kamu akan kembali bersamaku?" tanya Bared.
"Ini sangat tiba-tiba, dan aku membutuhkan waktu," jawab Cole.
__ADS_1
"Apa kamu akan memberi kesempatan untuk aku menjadi papamu?"
"Aku memahami semua yang terjadi dan aku tidak bisa menyalahkanmu. karena aku tahu selama ini dirimu sudah berusaha untuk mencariku."
"Cole," panggil Bared yang memeluk putranya itu.
Cole yang masih merasa tidak biasa maka dia pun hanya terdiam walau sebenarnya ia merasakan cinta dari sang ayahnya itu.
"Ini adalah berita baik, Charles, bagaimana jika kita merayakannya dengan makan bersama?"
"Tentu saja kita harus merayakannya, ini adalah kejutan bagi kita semua," jawab Charles dengan senyum.
Sesaat kemudian Bared melepaskan pelukannya dengan mengeluarkan air mata haru.
"Pa, mulai hari ini biarkan aku yang melindungimu lagi, jika ada yang mencari masalah denganmu. maka biarkan aku yang menghadapinya!" ucap Cole.
"Cole, kau memanggil ku apa?" tanya Bared serasa tidak percaya.
"Dirimu adalah ayahku dan sudah waktunya aku berbakti padamu," jawab Cole dengan mata berkaca-kaca.
Saat mereka sedang saling berpelukan tiba-tiba saja Stone berlari masuk ke kamar dengan tergesa-gesa sambil berteriak," bos, gawat. Liza berhenti bernafas."
Mendengar teriakan Stone mereka semua merasa cemas dan langsung berlari menuju ke kamar Liza.
Saat itu Winz sedang berusaha menyelamatkan pasiennya itu, sementara Charles dan lainnya hanya bisa berdiri di luar sambil menunggu dan melihat dari luar.
"Kakak, jangan berhenti bernafas! berjuanglah!" gumam Flower
Cole yang melihat dokter sedang berusaha menyelamatkan Liza dengan mengunakan alat, ia terdiam dan menatap dengan mata berkaca-kaca. walau selama ini ia sangat keras dan bersikap dingin terhadap wanita itu, akan tetapi tanpa dia sadari sebenarnya dari sejak awal dia sudah menyimpan rasa terhadap wanita itu di dalam hatinya yang dalam.
"Kenapa hatiku merasa sakit dan takut? dia tidak ada hubungan apapun denganku, kenapa aku malah merasa takut jika dia meninggal? tidak mungkin aku menyukainya. selama ini aku tidak pernah menyukai seseorang. dan bahkan tidak tahu apa rasanya cinta itu," batin Cole.
Saat Cole melihat dokter dan suster sedang sibuk perasaan Cole semakin tidak menentu, rasa takut dan sedih bercampur menjadi satu. dengan tidak sadar ia pun mengeluarkan air matanya. tanpa dia sadari Flower yang berdiri di sampingnnya sedang menatapnya.
"Apakah Cole memiliki perasaan terhadap kakak Liza? mudah-mudahan kak Liza bisa berjuang melewati masa kritis ini, hari ini adalah hari bahagia bagi Cole dan paman. dan aku berharap kak Liza juga bisa di selamatkan," batin Flower.
"Liza, ayolah cepat sadar!" ucap Harry.
"Tuhan, tolong selamatkan gadis ini! dia mengalami cedera parah demi aku juga. lindungilah dia, selamatkan dia. andaikan dia mampu melewatinya aku ingin dia menjadi menantuku," batin Bared.
Charles bersama Flower dan yang lainnya sedang melihat tindakan yang di lakukan oleh Winz dan susternya. berulang kali Winz berusaha menyelamatkan pasiennya itu.
__ADS_1