
"Kau ingin aku membuat pilihan? maka aku memilih mati, tapi pilihan ini untuk mu" ujar Cole yang langsung menendang pistol yang di lantai itu ke arah pria yang sedang mengancamnya
Prak..
Hantaman pistol itu yang mengenai tepat pada dahi pria itu
"Aaaarrggghhh" pekikan pria itu yang merasa sakit
Di saat pria itu sedang kesakitan Cole langsung berlari ke arahnya dan langsung melayangkan pukulannya berkali-kali
Bruk...bruk...bruk....bruk...
Pukulan demi pukulan di lakukan oleh Cole mengenai wajah pria itu
"Aaaarrgghhhh" jeritan pria itu yang kesakitan sehingga terkapar ke lantai
Cole mengambil pistolnya dan langsung menembak ke arah pria itu
Dor...dor....dor....dor.....dor....dor...dor....
Tembakan di lepaskan oleh Cole yang menembus di sekujur tubuh pria itu
"Cole, Nona, apa kalian baik-baik saja?" tanya Harry yang datang dari sisi lain
"Harry, hubungi dokter Winz, cepat" perintah Cole yang sedang memandang ke arah Flower yang sedang ketakutan
Selama satu jam terjadi baku tembak di villa milik Charles, Cole dan Harry berhasil membunuh semua anggota suruhan Farlos, akan tetapi ini akan meninggalkan mimpi buruk bagi Flower yang hampir menjadi korban penculikan, dirinya yang masih belum sembuh sepenuhnya harus mengalami kejutan ini membuatnya kembali trauma
"Nona, jangan takut, semua sudah berakhir" bujuk Cole yang melihat Flower hanya terdiam tanpa kata-kata
"Charles" sebut Flower yang sedang membutuhkan pria yang sering melindunginya itu
"Bos, sudah dalam perjalanan, sebentar lagi akan tiba" jawab Cole dengan sopan
Setelah beberapa menit kemudian Winz mendatangi Villa Charles dan memeriksa kondisi Flower yang masih trauma, Winz memberikan obat penenang untuk gadis itu yang masih gemetaran di sekujur tubuhnya
"Flower, jangan takut. semuanya sudah aman, tidak ada yang akan menyakitimu" bujuk Winz dengan berusaha menenangkan gadis itu
"Charles" sebut Flower yang sedang duduk di sofa dengan menunduk dan masih ketakutan
__ADS_1
"Flower, Charles akan segera tiba, jangan khawatir" bujuk Winz
"Gadis ini benar-benar kasihan, dia sangat butuh perlindungan, kejadian tadi membuatnya kembali trauma ini akan membutuhkan waktu untuk bisa kembali normal, kondisinya sangat pantang jika tertekan atau ketakutan, jika terjadi dia pasti akan begini jadinya" batin Winz
Setelah beberapa menit kemudian Charles dan Coco tiba di Villanya, Charles yang sudah mengetahui masalah yang terjadi di rumahnya membuat dirinya merasa cemas terhadap Flower dan langsung berlari ke lantai dua dengan di ikuti Coco
"Flower" teriak Charles yang merasa khawatir
"Bos" sapa serentak Cole dan Harry yang berdiri di ruangan itu
Mendengar panggilan Charles, Flower langsung memandang ke arah pria itu, dirinya yang bangkit dengan berniat memeluk Charles akan tetapi dia mengurungkan niatnya karena melihat kehadiran wanita lain di sisi pria yang sudah dia tunggu dari tadi
"Akhirnya kau pulang, dia membutuhkan mu" ucap Winz
"Flower, bagaimana dengan kabarmu?" tanya Charles yang menghampiri gadis itu sambil mengecup dahinya dan memeluknya dengan erat
"Jangan takut, maaf aku terlambat" ucap Charles dengan memeluk Flower dengan erat
Flower yang tadinya sangat membutuhkan pria itu akan tetapi dirinya tidak ada reaksi sama sekali saat melihat Charles yang pulang bersama seorang wanita, rasa perih di hatinya seakan-akan segera di buang oleh Charles karena mendapatkan penganti dirinya
"Bagaimana dengan anggota kita yang lainnya?" tanya Charles yang melepaskan pelukannya dan menatap ke arah Cole dan Harry
"Aku juga siap menerima hukuman, sehingga gagal melindungi nona" lanjut Harry yang merasa bersalah
"Ini bukan salah kalian, bagaimana dengan luka kalian, apa sudah di obati?"
"Sudah Bos" jawab serentak Cole dan Harry
Charles mengendong Flower dan duduk di pangkuannya, serta memeluk gadis itu yang masih trauma dengan penuh kasih sayang
"Charles, kau baru pergi sebentar dan sudah begini" ujar Winz yang duduk sofa
'Ini kelalaianku juga, jika aku mengerahkan lebih banyak anggota maka semua ini tidak akan terjadi" jelas Charles sambil menyandarkan kepala Flower ke dekapannya
"Farlos sudah tahu jika bos keluar, oleh sebab itu dia merencanakan ini semua" kata Harry
"Bos, izinkan aku mengambil nyawanya" ucap Cole dengan menahan emosi
"Cole, jika bisa aku sudah melakukannya dari dulu, jika kita melakukannya tuan besar akan mengira aku ingin memberontak, jika bukan karena dia sudah merawat ku dari dulu, maka aku tidak akan melihat mukanya lagi dan pasti aku sudah melakukannya"jelas Charles
__ADS_1
"Jadi apa rencana kita?" tanya Cole
"Besok aku akan mendatanginya" jawab Charles
"Bisa jadi dia ada di Red Lion bertemu dengan tuan besar" ujar Harry
"Bagus kalau begitu, walau aku tidak bisa membunuhnya tapi aku ingin menghajarnya di hadapan si tua itu, dan aku yakin tetua lainnya pasti akan ikut campur" kata Charles dengan memeluk Flower yang di pangkuannya
"Jika bukan karena tuan besar aku sangat ingin menghajar Farlos hingga cacat" ketus Harry
"Kali ini dia sudah keterlaluan sehingga serang ke kediaman Bos, niatnya ingin menangkap nona ini sudah keterlaluan" ucap Cole dengan kesal
"Walau aku tidak bisa membunuhnya tapi aku masih bisa melukainya di depan para tetua itu" jelas Charles
"Charles, siapa wanita ini?" tanya Winz yang menatap dingin ke arah Coco yang berdiri di hadapan mereka
"Dia adalah Coco, putri paman Tony"
"Ternyata dia, tapi kenapa dia ada di sini?" tanya Winz
"Paman Tony sudah meninggal, Coco sedang mencari tempat tinggal, dan dia akan tinggal di sini untuk sementara"
"Tinggal sini? apa kau tidak salah?" tanya Winz dengan kesal
"Untuk saat ini Coco tidak bisa tinggal di rumahnya lagi, dia di kejar oleh lintah darat dan ingin memaksanya menjual diri" jelas Charles
"Maaf, jika aku merepotkan, aku tidak tahu mau ke mana, dan aku juga tidak ada kenalan lain selain Charles" ucap Coco dengan merasa segan
"Walaupun begitu tapi dia dan kamu tidak ada hubungan darah, jadi dia tidak seharusnya tinggal di sini" ujar Winz dengan tegas
"Aku juga tahu itu, Harry akan carikan tempat tinggal untuknya besok, dan setelah dapat maka dia akan pindah" jawab Charles
"Tapi, bukankah nona itu tidak ada hubungan darah denganmu, kenapa dia bisa tinggal di sini?" tanya Coco dengan menunjuk ke arah Flower
"Flower dan kamu beda, Flower adalah kekasih Charles, jadi dia bisa selamanya tinggal di sini" jelas Winz yang bangkit dari tempat duduknya
Coco yang mendengar penjelasan Winz membuatnya merasa sedih, karena dirinya sudah menyimpan rasa terhadap Charles dari pandangan pertama, Coco semakin cemburu melihat Charles yang begitu mesra dengan Flower, selain membiarkan Flower duduk di pangkuannya Charles juga mengecup dahi gadis itu serta mencium wajah dan bibirnya
Charles yang selalu mengutamakan Flower tidak segan-segan mesraan di depan orang dengan pujaannya itu dengan mencium bibirnya Flower tanpa berhenti
__ADS_1
"Jangan takut lagi ya, aku berjanji padamu tidak akan membiarkan sesiapapun yang melukaimu lagi" ucap Charles dengan tatapan mesra dan berusaha membujuk gadis itu yang masih trauma