Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Penyesalan Lonela


__ADS_3

"Kau pria yang tidak punya hati!" ketus Lonela dengan histeris.


"Itulah diriku, kau yang mudah di bodohi oleh ku. jadi, siapa yang mau kau salahkan. pria hebat seharusnya tidak bersama dengan wanita bodoh sepertimu. mantan suami mu ini adalah gangster yang memiliki banyak anggota, tapi kau malah meninggalkannya. apakah di dunia ini masih ada wanita yang lebih bodoh darimu," ujar Rico dengan tertawa.


Hancur perasaan Lonela dengan setiap perkataan dari suaminya itu. tanpa memikirkan perasaan istrinya Rico tidak ragu untuk mengungkap semua pendapat tentang istrinya.


"Sudah lama kita bersama dan kau begitu tega menyakitiku. aku tidak menyangka kau sangat keterlaluan. Rico, apakah selama ini kau tidak pernah menyukaiku?"tanya Lonela dengan penuh rasa kecewa.


"Tidak pernah! aku bahkan merasa muak tidur denganmu. bayangkan saja pria mana yang tahan melihat kulit istrinya yang sudah berkerut dan harus terpaksa menyentuhnya," ketus Rico.


"Selama dua puluh tahun lebih kita bersama. dan sekarang kau begitu teganya berkata demikian," bentak Lonela.


"Memang kenapa kalau sudah dua puluh tahun lebih? usia kita berpaut sepuluh tahun. di saat itu aku baru berusia dua puluh tahun dan kau tiga puluh tahun. sekarang aku masih muda dan kau sudah tua. hubungan ini dari awal hanyalah permainan saja bagiku. karena aku bisa memperalatkan mu oleh karena itu aku rela menikah denganmu demi hidupku sendiri," ujar Rico dengan terus terang.


Lonela yang histeris melepaskan pegangan anggota Bared dan berjalan menghampiri suaminya itu dan kemudian langsung melayangkan tamparan ke wajah pria itu.


Plak..


"Kurang ajar! kau adalah pria yang tidak tahu malu, kau mempergunakan ku selama ini. selama dua puluh tahun lebih aku menjadi alat untuk bekerja dan membantu biayamu, kini yang ku dapatkan adalah hinaanmu," bentak Lonela.


"Mengorbankan anak sendiri demi pria lebih yang muda dan sekarang walau kau ingin menyesalinya juga tidak berguna lagi," kata Bared dengan menyindir.


"Usir mereka pergi!" perintah Bared dengan tegas.


Empat anggota Bared menarik Rico dan juga Lonela keluar dari halaman itu.


"Tidak...tidak...lepaskan tanganmu!" teriak Lonela yang melawan dan berusaha ingin melepaskan tangan mereka yang sedang menahannya.


"Lepaskan tanganku!" teriak Lonela.


"Bared, katakan siapa anak kita! cepatkan katakan!" teriak Lonela yang di tarik oleh anggota Bared.


Bared yang bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menghampiri mantan istrinya itu..

__ADS_1


"Hahahahah....Lonela...Lonela...kau sangat menyedihkan, dulu kau tidak berpikir penjang sehingga meninggalkannya begitu saja. dan sekarang kau ingin mengetahui siapa dia, apa kau masih tidak merasa malu untuk berhadapan dengannya?" bentak Bared.


"Aku layak untuk mengetahuinya, aku yang melahirkan dia, aku adalah ibunya," jawab Lonela dengan tegas.


"Kalau begitu, maka kau harus katakan di mana kau letakan kalung ini di saat itu?"


"Di depan salah satu kamar, aku meletakan di depan pintunya."


"Apakah kau melihat siapa yang mengambil kalungnya?"


"Aku melihat dengan jelas anak kita yang mengambilnya," jawab Lonela.


"Apa yang di katakan oleh Cole sama dengan yang di katakan oleh Lonela, sudah tidak salah Cole memang adalah putraku yang ku cari selama ini," batin Bared.


"Bared, beritahu aku di mana anakku? aku ingin bertemu dengannya!"


"Bertemu dengannya, untuk apa?"


"Aku adalah ibunya," jawab Lonela dengan menangis.


"Aku bersalah dan biarkan aku menebusnya!"


"Hahahaha....Lonela, cerminlah dirimu dulu. apa kau sadar apa yang kau katakan sekarang? kau baru sadar kalau kau sudah bersalah? bukankah semalam kau mengatakan tidak ingin menjaga darah dagingku dan kenapa hari ini kau berubah lagi? apakah karena pria itu sudah membohongimu dan kau baru ingin mengakui anakmu yang sudah kau lantarkan selama ini?"


"Bared, aku bersalah sudah melakukan ini terhadap Cool, dan beritahulah padaku di mana dia?" pinta Lonela dengan menangis.


"Salah? apakah kau mengira dengan mengakui kesalahanmu sudah bisa menyembuhkan luka di hatinya? dia adalah putramu, dia bukanlah anak kucing atau anak ayam yang bisa kau lantarkan begitu saja," ketus Bared.


"Usir wanita ini dan jangan membiarkan dia menginjak ke sini lagi!" perintah Bared.


"Baik Tuan," jawab anggotanya dengan serentak.


Dua anggota menarik lengan Lonela dan ingin melangkah pergi.

__ADS_1


"Bared, jangan mengusirkanku! aku ingin melihatnya, aku adalah ibunya aku berhak bertemu dengannya!" teriak Lonela yang sambil meronta.


"Lonela...apa kau merasa kau masih berhak berkata seperti itu? karena kau egois sehingga mengorbankan anak sendiri. dia saat kau hidup bahagia apa kau masih ingat dengan anakmu yang kau tinggalkan di panti asuhan? kau lupa segalanya di saat kau bahagia dengan pria itu. dan sekarang kau sudah tahu jika pria itu hanya mempermainkanmu selama ini. akan tetapi semua sudah terlambat. aku tidak akan memaafkanmu dan aku yakin Cool juga tidak akan memaafkanmu," bentak Bared dengan penuh emosi.


"Bawa dia pergi!" perintah Bared dengan tegas dan melangkah masuk ke rumahnya.


"Bared, aku ingin bertemu dengannya! aku akan datang lagi! aku yang mengandung dia selama sembilan bulan dan bertaruh nyawa melahirkan dia, aku berhak bertemu dengannya!" teriak Lonela tanpa berhenti.


Rumah sakit


Cole dan Harry yang tertembak di kaki telah sadar setelah tidur semalaman karena efek obat bius dari dokter. Charles bersama Flower, Stone dan Yona berkumpul di kamar mereka.


"Bos, bagaimana dengan sarang Andrew, apakah mereka sudah tewas semua?" tanya Cole yang sedang duduk bersandar di ranjang.


"Mereka semua sudah tewas, Cole, atas kejadian ini kau melakukan dengan baik. kau melindungi Bared dengan sepenuh hati, sehingga dia tidak terluka sedikit pun," ucap Charles.


"Bos, ini sudah menjadi tanggung jawabku melindungi tuan Bared," jawab Cole.


"Cole, karena perlindunganmu paman ku dalam keadaan baik-baik saja, terima kasih karena sudah melindunginya!" ucap Flower.


"Jangan berkata demikian, Nona. kalau bukan karena kelalaian ku tidak akan terjadi seperti ini juga. tuan Bared datang menemui Andrew karena aku dan Liza di tangannya," kata Cole.


"Tapi, bagaimanapun kamu dan kak Liza demi melindungi paman kalian jadi terluka, dan tidak tahu bagaimana dengan keadaan kak Liza," ucap Flower.


"Dia sangat tangguh dan pasti bisa melewatinya," ujar Cole.


"Saat ini Liza butuh dukungan kita, dan aku yakin dia pasti akan sadar," kata Yona.


"Yona, kalian pergilah menemani dia! dan bicara dengannya! mudah-mudahan ini bisa membantunya agar cepat sadar," perintah Charles.


"Baik Bos," jawab Yona dan Stone.


"Charles, aku ingin ke kamar kak Liza!" pinta Flower.

__ADS_1


"Pergilah bersama Yona dan Stone! dan jika ingin keluar ajak Yona atau Stone untuk menemani mu!" jawab Charles.


__ADS_2