
Coco hanya bisa menurut dan membiarkan luka sayatan di tangannya itu di balut oleh Flower, Flower melilit bagian luka Coco dengan perlahan
"Flower, jangan membenciku ya, aku hanya ingin berteman dengan mu" ucap Coco dengan sengaja
"Aku tidak membencimu, bukankah kau mengatakan jika kau adalah wanita Charles jadi mana mungkin aku membencimu" jawab Flower dengan melilit perban dan menariknya dengan kuat sehingga mengenai luka di tangan Coco
"Aaaargghhh" jeritan Coco yang kesakitan
"Maaf, aku tidak sengaja" ucap Flower dengan sengaja dan melilit perban itu dengan secara kasar sehingga membuat Coco lagi-lagi harus menahan sakit
"Aaaarghhhh" jeritan Coco yang kesakitan
"Apa kau begitu sakit, sehingga berteriak dengan begitu kuat?" tanya Flower dengan sengaja dan lagi-lagi mengulang perbuatannya
"Aaaargghhhh, ti..tidak" jawab Coco dengan menahan sakit
Selama membalut luka Coco, Flower dengan sengaja melakukannya dengan kasar dengan menarik setiap lilitan perban itu dengan kasar sehingga Coco harus berteriak karena kesakitan, sementara Charles yang duduk di kursi besarnya menatap senyum ke arah boneka kesayangannya itu, rasa gemas melihat raut wajah sang pujaan yang sedang menahan emosi
"Gadis ini banyak akal juga untuk menghadapi musuhnya" batin Charles
"Apa kau masih sakit?" tanya Flower yang sedang mengikat perban dengan menariknya secara kasar
"Aaarrgghh...," pekikan Coco yang lagi-lagi harus menahan sakit
"Tidak!" jawab Coco dengan keringat dingin
"Kenapa kau berteriak terus jika tidak sakit?"
"Kau membalutnya dengan begitu kasar, mana mungkin tidak sakit, aku tahu kau ingin membalas dendam" jawab Coco yang langsung bangkit dari sofa
"Aku hanya berniat baik membantumu saja" ujar Flower dengan bangkit dari tempat duduknya
"Charles, aku tahu dia membenciku, aku tidak akan membuat perhitungan dengannya, melihat hubungan kita sudah dekat maka aku akan berlapang dada dan memaafkannya" kata Coco yang mendekati Charles yang duduk di kursi besarnya
"Flower, apa kamu melukainya?" tanya Charles
"Kalau aku ingin melakukannya maka dia sudah kehilangan jari dan telinganya" jawab Flower dengan terus terang
"Apa kau sudah mendengarnya? jika Flower berniat maka kau sudah kehilangan jari dan telingamu" ujar Charles
"Charles, aku..?"
"Coco, jangan membuat masalah di sini. jika bukan paman Tony aku tidak mungkin mengizinkan mu tinggal di sini" kata Charles dengan tegas
"Sepertinya tadi aku mendengar Flower mengatakan jika kau adalah wanita ku?" ujar Charles dengan menatap tajam ke arah Coco
"I...itu..?" ucap Coco yang tidak bisa menjawab
__ADS_1
Charles bangkit dari kursi besarnya dan berjalan menghampiri Flower yang sedang berdiri di dekat sofa itu
"Flower, katakan padaku apa yang sudah dia katakan padamu?" tanya Charles dengan menyentuh wajah Flower
Flower menceritakan semua perkataan Coco saat di dapur tadi
Setelah beberapa menit kemudian
"Coco, aku tidak menyangka jika kau bisa membuat cerita palsu seperti ini, aku sangat kecewa denganmu, karena paman Tony aku menolongmu untuk membalas kebaikan ayahmu, tapi kau malah ingin menyakiti Flower berkali-kali" bentak Charles dengan kesal
"Bukan seperti itu Charles, dia bohong padamu, kita memang sudah seperti keluarga, itu tidak salah" ujar Coco yang menghampiri Charles
"Aku memang menganggapmu sebagai keluargaku tapi bukan berarti kau bisa seenaknya di rumah ini, apa kau mengira aku tidak tahu apa-apa? dari awal kau sudah membohongiku dengan berkata jika Flower ingin melukaimu"
"Tapi itu memang kenyataannya" ujar Coco yang berusaha mendapatkan kepercayaan pria itu
"Apa kau sudah cukup?" tanya Charles dengan tatapan dingin
"Charles, lukaku ini..?" ucap Coco yang dipotong
"Cukup! apa kau mengira aku tidak tahu? di dapur aku memasang cctv dan aku bisa melihat semua kejadiannya, kau melukai tanganmu sendiri dan ingin menuduh Flower" bentak Charles
"Charles, aku..?"
"Diam, mulai hari ini kau tidak ku izinkan lagi untuk tinggal di sini" bentak Charles dengan kesal
"Baik Bos" jawab Harry dengan menurut
"Tidak! tolong jangan mengusirku. Charles, jika aku keluar dari sini aku tidak tahu harus ke mana, tolong jangan mengusirku, Charles." pinta Coco dengan berlutut di hadapannya
"Coco, jika bukan karena kau bermain ulah di rumah ku dan ingin menyakiti Flower maka aku masih ingin membantumu mencari pekerjaan untuk mu, agar kau bisa berkembang di kota ini, tapi aku merasa sekarang tidak perlu lagi, mengenai dirimu aku tidak ingin ikut campur" ketus Charles dengan tegas
"Bawa dia pergi" perintah Charles dengan nada tegas
"Baik Bos" jawab Harry yang menarik lengan Coco dengan kasar dan melangkah pergi keluar dari ruangan itu
"Charles, Charles" teriakan Coco yang di tarik keluar oleh Harry
"Maaf, Flower. kedatangan dia sudah menyakitimu" ucap Charles yang mengecup dahinya Flower
"Di kota ini begitu luas apa dia bisa menjalani hidupnya di luar sana?" tanya Flower
"Aku tidak peduli dengan dia, yang ku peduli hanyalah bonekaku ini" ujar Charles dengan mencium bibirnya Flower
Sesaat kemudian Charles melepaskan ciumannya dan mengendong Flower dan duduk di pangkuannya
"Flower, katakan padaku. apa yang akan kamu lakukan jika dia mengodaku?" tanya Charles dengan sengaja
__ADS_1
"Apa kamu akan tergoda?"
"Tentu saja tidak" jawab Charles dengan senyum
"Apa kamu percaya dengan perkataannya?" tanya Charles lagi
"Tidak tahu!"
"Kenapa bisa tidak tahu?"
"Aku tidak memahami hubungan kalian seperti apa"
"Jadi, selama ini apa yang kamu pikirkan tentang hubunganku dan Coco?"
"Hubungan kalian akrab, mungkin saja kalian memang seperti keluarga"
"Apa Flower menyangka jika dia adalah wanitaku?"
"Iya, bukankah kalian sudah melakukannya? dan kenapa kau bisa begitu mudah mengusirnya, apa karena kamu sudah bosan?" tanya Charles dengan polos
"Aku dan dia melakukan?"
"Iya"
"Kenapa Flower bisa berpikir jika aku sudah melakukan dengannya?"
"Di malam pertama dia di sini kau berada di kamarnya dan kalian berpelukan mesra" jawab Flower dengan terus terang
"Flower, di malam itu kau melihat kami berpelukan?"
"Iya, tapi aku bukan sengaja ingin campur urusanmu, makanya aku langsung kembali ke kamar ku" jelas Flower yang takut di marahi oleh Charles
"Flower, ini hanya salah paham saja, tidak seperti yang kamu bayangkan, aku dan dia tidak melakukan apapun, dia hanya meminta untuk tinggal di sini, dan kemudian dia menceritakan semua kejadian ayahnya di saat masih hidup, oleh karena itu aku berada di kamarnya dan duduk di sofa, aku sama sekali tidak menyentuhnya" jelas Charles dengan memeluk Flower dengan erat
"Iya, maaf aku salah menuduhmu" ucap Flower dengan merasa bersalah
"Flower, percaya padaku tidak ada yang akan menganti posisimu, Flower akan tinggal di sini untuk selamanya" ucap Charles dengan senyum dan memeluknya pujaannya dengan erat
"Flower, kenapa di malam itu kau tidak bisa tidur, dan hanya duduk di samping lemari?"
"Di saat aku bangun aku mencarimu, kemudian setelah aku tahu kau ada di kamarnya maka aku kembali ke kamarku, tapi aku tidak berani memejamkan mata ku, karena aku takut jika penyusup itu datang lagi, jadi aku hanya bisa duduk di samping lemari sampai pagi" jelas Flower
"Apa Flower ketakutan semalaman di saat itu?" tanya Charles dengan merasa iba
"Iya, aku takut jika terjadi lagi, maka mereka akan membawaku pergi, aku tidak mau bersama penjahat itu" jawab Flower dengan terus terang
Mendengar penjelasan Flower, Charles merasa sangat menyesal karena membiarkan gadis itu sendirian di kamarnya, dan ketakutan semalaman sehingga tidak berani memejamkan matanya.
__ADS_1