Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Pelukan Coco dan Charles


__ADS_3

"Iya, apa kamu akan pergi lagi?" tanya Flower yang di peluk erat oleh Charles dan duduk di pangkuannya


"Apa Bonekaku ini tidak ingin aku pergi?" tanya Charles dengan tatapan mesra


"Tidak ingin" jawab Flower dengan mengeleng kepalanya


"Aku akan selalu menemanimu di sini, jadi jangan takut ya, semua sudah aman" jawab Charles dengan mencium bibirnya Flower


Kemesraan Charles telah membuat Cole, Harry dan Winz merasa canggung


"Dasar pria brengs*k bisa saja dia mencium gadis ini di depan semua orang, nasibku yang belum punya pasangan makanya aku menjadi kesal" batin Winz


"Bos ini sudah tahu kami semua belum memiliki pasangan masih saja bermesraan di hadapan kami" batin Harry


"Kenapa Charles bisa begitu mesra dengannya? bahkan di saat bersamaku dia tidak pernah begitu mesra terhadapku, jangankan mesra untuk memegang tanganku saja dia tidak pernah" batin Coco


Tidak lama kemudian Flower ketiduran di pangkuan Charles karena efek obat penenang yang di berikan oleh Winz, melihat Flower yang sudah ketiduran Charles pun mengendongnya ke kamar dan menidurkan Flower ke atas kasur


"Hm..apa bisa kamu temani aku di sini?" pinta Flower yang masih trauma


"Baiklah, aku akan mandi dulu dan ganti pakaian, setelah itu aku akan tidur bersamamu", jawab Charles yang mengecup dahinya Flower


"Iya" jawab Flower


Di malam itu Charles tidur dengan memeluk pujaannya itu, kondisi Flower yang mengalami ketakutan karena kejadian tadi membuatnya tidak berani bersendirian di kamarnya


Jam dinding menunjukan pukul 1 malam


Flower yang tersadar dan melihat Charles tidak berada di sampingnya, ia merasa takut dan melihat ke arah jendela karena dirinya teringat sejumlah penyusup yang masuk dari sana, karena merasa takut lalu dirinya pun bangkit dari tempat tidur, dengan berniat mencari keberadaan Charles


Berjalan ke kamar Charles akan tetapi tidak melihat pria itu berada di sana, lalu dirinya mencari lagi ke ruangan lantai dasar dan lantai dua, Flower mulai merasa ketakutan karena tanpa sesiapapun di sana, lalu tanpa putus asa dirinya mencari lagi di semua kamar di lantai dua itu

__ADS_1


"Sudah malam, apa Charles keluar ya? kenapa aku tidak melihatnya" batin Flower


Flower yang merasa khawatir dan cemas berjalan dan membuka semua pintu kamar yang ada di lorongan itu, lalu dirinya mengingat ada satu kamar di ujung lorongan itu yang belum dia datangi


Mencoba untuk melangkah menghampiri kamar itu, dan tidak lama kemudian dia pun mendengar suara tangisan dari seorang wanita di sana dan dirinya juga mendengar suara pria yang tidak asing baginya


Dengan rasa semakin takut dan gemetaran ia memaksa diri untuk lebih mendekat ke kamar itu, lalu Flower pun mengintip dari luar pintu yang tidak di tutup rapat sama sekali


Di saat Flower melihat dua insan yang saling berpelukan di dalam kamar itu membuat dirinya bagaikan di tusuk belati hingga merasakan sakit yang tidak berdarah


"Sudahlah, jangan menangis lagi, semua ini akan berlalu" bujuk pria itu yang tak lain adalah Charles


"Charles, biarkan aku tetap di sini, selain dirimu aku tidak memiliki siapapun lagi" ucap Coco yang menangis sambil memeluk Charles


"Kau bisa tinggal sini sampai kau menemukan tempat tinggal lainnya" jawab Charles yang tidak membalas pelukannya


Mereka tidak menyadari jika Flower sedang melihat mereka dari luar kamar, tidak lama kemudian Flower yang sudah gemetaran di sekujur tubuhnya pun meninggalkan kamar itu dan kembali ke kamarnya


"Kau bisa tinggal sementara di sini, tapi ada syaratnya" ucap Charles dengan tegas


"Syarat apa?"


"Jangan dekati Flower"


"Kenapa, aku tidak akan menyakitinya? kami bisa berteman"


"Kau masih asing baginya, aku hanya tidak mau kau membuatnya tidak nyaman, selalu jaga jarak dengannya"


"Kita sudah lama kenal, tidak menyangka kau masih mengira aku akan menyakiti pacarmu itu"


"Kau tahu dia siapa bagiku, oleh karena itu aku tidak mau kau membuatnya tidak nyaman"

__ADS_1


"Apa kau takut dia akan cemburu denganku? kita sudah seperti keluarga, tidak mungkin dia tidak bisa memahaminya"


"Aku hanya tidak ingin dia tertekan, di rumah ini selain aku, Cole dan Harry dia sudah kenal, jadi aku hanya ingin kau jaga jarak darinya"


"Iya, aku mengerti, lagi pula dia juga tidak sedang dalam kondisi baik-baik, dan aku akan menjaga jarakku dengannya"


"Charles, malam ini aku tidak bisa tidur, aku ingin menceritakan semua tentang papaku sebelum dia meninggal, apa kamu sudi menemaniku sebentar?"


"Iya, aku juga ingin tahu apa yang sudah terjadi pada paman Tony"


Di malam itu Charles berada di kamar Coco sambil mendengar cerita tentang paman Tony, sementara Flower yang sudah kembali ke kamarnya duduk di samping lemari sambil memeluk ke dua lututnya, dengan perasaan takut sambil memandang ke arah jendela, di malam itu dirinya hanya duduk dan tidak berani memejamkan matanya, karena merasa takut jika ada penyusup yang akan masuk ke kamarnya lagi


"Aku tidak boleh memejamkan mataku, jika mereka datang lagi mereka akan membawaku pergi, jika sampai terjadi maka tidak akan ada yang menolongku, Charles sedang melakukan dengan wanita itu, dia sudah mendapatkan pengantiku, jadi dia tidak akan peduli lagi padaku, aku tidak boleh tidur jika tidak aku akan mengalami bahaya lagi" gumam Flower yang jiwanya mulai terguncang


"Apa aku akan di buang? dia sudah bosan denganku? aku akan di buang lagi, papaku saja bisa membuangku apa lagi seorang pria yang hanya butuh pemuas di atas ranjang tentu saja akan membuangku jika sudah bosan denganku" gumam Flower yang sedang mengeluarkan air mata karena merasa sakit mengingat Charles yang memeluk wanita lain


Flower yang ketakutan di malam itu sehingga tidak berani tidur di atas kasur dan hanya duduk di samping lemari sambil menatap ke arah jendela itu, bayangan penyusup masih terlintas dengan jelas di pikirannya, sehingga membuatnya ketakutan di sepanjang malam itu


"Charles, apakah semua yang kau katakan di malam itu adalah benar, setelah kau bosan kau akan mencari penganti dan kemudian kau akan membuangku?" kata Flower yang masih ingat dengan jelas setiap ucapan Charles di malam itu


Kau harus melayani ku sampai aku puas dan bosan, setelah aku bosan maka aku akan membiarkanmu pergi, boneka yang ku beli harus bisa memuaskan ku, dan akan ku buang di saat aku sudah bosan dan mendapatkan pengantimu"


Di saat Flower mengingat kembali dia menangis karena takut akan terjadi lagi pada dirinya, akibat perbuatan Mark terhadap dirinya selama ini telah meninggalkan bekas luka di hatinya serta trauma yang sulit di lupakan


"Tidak, jangan membuangku, aku rela bekerja sebagai pembantu juga tidak apa-apa, asal jangan meninggalkan ku di tempat yang gelap, kau boleh bersama wanita lain juga tidak apa-apa jika kau sudah bosan denganku, aku akan menjaga jarak asal kau jangan marah atau mengurungku di ruangan gelap, aku hanya butuh tempat tinggal saja, karena aku tidak punya tujuan" batin Flower


Di malam itu jiwa Flower mulai terganggu, sehingga menyebabkan dirinya ketakutan yang berlebihan, takut akan terulang kejadian yang sudah pernah menimpa dirinya


Bab selanjutnya


Keributan terjadi di kumpulan Red Lion

__ADS_1


Farlos di hajar oleh Charles di depan para tetua Red Lion


__ADS_2