Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Tanda lahir


__ADS_3

"Bunganya sangat indah" kata Flower yang sedang memeluk Charles


"Flower menyukainya?" tanya Charles dengan mengecup dahi Flower


"Iya, apa kita bisa meminta dengan mereka?"


"Jika kamu menyukainya maka aku akan membelinya untukmu dan Flower bisa menarohnya dikamar tidur" ujar Charles


"Iya" jawab Flower yang tidak lama kemudian tidur didalam pelukan Charles


"Apa kamu begitu mengantuk sehingga bisa tidur dalam posisi berdiri begini?" ucap Charles dengan tersenyum


Tidak lama kemudian Charles mengendong Flower masuk kembali kekamar dan menidurkannya ke ranjang


"Semoga mimpi indah" ucap Charles dengan mengecup dahi Flower


"Bos, ada info yang mau kusampaikan" kata Cole yang berdiri di ujung ranjang


"Ada apa?' tanya Charles yang berjalan kesofa dan duduk bersama mereka


"Tuan besar selama beberapa hari ini selalu menyuruh anggotanya mengikuti Anda, dan aku rasa dia pasti sudah tahu kemunculan nona Flower" jawab Cole


"Tidak apa-apa, biar saja. asal dia jangan coba-coba menyentuh Flower" ucap Charles


"Dia tidak ada alasan untuk menyentuh nona, nona tidak bersalah sama sekali" ujar Harry


"Aku hanya tidak ingin dia mengunakan Flower untuk mengancamku" ucap Charles yang memandang ke arah Flower yang sedang tidur dengan pulas


"Asal kita mengawasi dengan ketat seharusnya tidak masalah" kata Cole


"Belakangan ini apa yang di lakukan Farlos?" tanya Charles


"Dia adalah pria bejat, dua wanita itu dilahapnya disatu malam itu, selama lima jam mereka melakukannya" jawab Harry


"Bahkan wanita tua saja dia tidak mau melepaskannya" ujar Cole

__ADS_1


"Selain itu apa lagi yang dia lakukan?" tanya Charles


"Setelah anggotanya dikalahkan oleh kita, dia belum ada tindakan lainnya" jawab Cole


"Dia tidak akan diam begitu saja, biarkan saja dia" kata Charles


Di sisi lain Steve yang sedang menemani ayahnya yang sudah sadar setelah pingsan seharian kemarin


"Pa, jangan dipikirkan lagi, mama semalam juga merasa cemas" kata Steve yang sedang duduk disamping ranjang itu


"Steve, mamamu ini tidak akan berubah sampai kapanpun, di saat kami baru menikah saja dia sudah sering ingin bertengkar, hubungan ini sama sekali tidak bahagia, dan juga melibatkanmu" ucap Ayahnya yang sedang duduk bersandar


"Apa Papa menyesal dengan pernikahan ini?"


"Sebuah penyesalan yang tidak bisa di ungkapkan lagi dengan kata-kata, seorang istri bisa menentukan kehidupan suaminya, dan papa selama ini cukup bersabar dengannya, aku mengira jika hubungan ini semakin lama mungkin saja dia akan berubah seiring waktu berjalan, akan tetapi apa hasilnya sekarang, sikap curiga dan cemburu telah menghancurkan pernikahan ini" ujar ayahnya yang bernama Vic


"Kalian sudah menikah selama 35 tahun, jangan bilang jika Papa ingin mengakhiri hubungan ini"


"Steve, papa hanya minta satu hal denganmu, jika kau berhasil bertemu dengan adikmu itu jagalah dia dengan baik, dan jangan lupa di bagian pundak belakangnya ada tanda lahir"


"Pa, aku pernah melihatnya disaat itu dan aku masih ingat"


"Maaf Pa, aku gagal mendapat alamatnya selama ini, bibi itu menghilang begitu saja, tidak tahu apa dia masih didalam kota atau sudah pindah, tapi ini sudah berlalu begitu lama, jika saja adikku masih hidup maka dia sudah berusia 24 tahun" kata Steve dengan senyum


"Benar, mudah-mudahan pria yang menjadi ayahnya itu tidak tahu jika dia bukan anak kandungnya jika tidak entah apa yang akan terjadi padanya"


"Seharusnya tidak tahu, karena hubungan papa dan bibi tidak ada yang tahu selain aku"


"Di usiaku yang sudah tua ini tidak tahu masih ada kesempatan atau tidak untuk bertemu dengan adikmu itu, kejadian kemarin hampir saja membuatku berhenti bernafas"


"Pa, jangan dipikirkan lagi, jagalah kesehatanmu dengan baik, dan mengenai hal ini Charles akan membantuku untuk mencarinya, anggota Charles sangat banyak jadi dia pasti bisa membantu kita" jelas Steve


"Ada benarnya juga, Charles adalah bos gangster jadi dia pasti bisa membantu kita"


"Jadi Pa, jangan dipikirkan lagi, jaga kesehatanmu baik-baik"

__ADS_1


"Jika setiap hari mamamu selalu saja mencari masalah bagaimana aku bisa menjaga kesehatanku, dia tahu jantungku bermasalah tapi dia masih saja ingin mencaru alasan untuk ribut denganku"


Disaat mereka sedang berbicara ibunya Steve yang bernama Julia masuk kekamar yang dimana mereka berada


Klek


"Steve, rupanya kau masih disini" sapa Julia


"Ma, aku masih ingin menemani papa" jawab Steve yang bangkit dari tempat duduknya


"Aku membawakan sop untukmu, diminum dulu sopnya" ujar Julia


"Julia, aku baru minum obat dokter, jadi taroh dulu nanti aku baru minum" jawab Vic


"Apa kamu tidak suka dengan masakanku? oleh karena itu kau menolaknya" ucap Julia dengan emosi


"Ma, bukan seperti itu, papa memang baru minum obat dokter, jadi biarkan sebentar lagi baru diminum" ujar Steve


"Kalian ini anak dan ayah sama saja, kau sering saja membela papamu, aku memasak sop ini untuk menjaga kesehatan papamu tapi kalian sudah begini, kalau aku tahu begitu maka aku buang saja sopnya ini" ketus Yulia


"Yulia, kenapa kamu tidak bisa mengerti sedikitpun, aku hanya mengatakan sebentar lagi aku baru minum sop ini, kenapa kau malah marah-marah begini" ucap Vic dengan emosi


"Ma, sudahlah biarkan papa istirahat dulu, aku akan mengantarmu pulang" ujar Steve yang ingin ibunya meninggalkan kamar itu


"Kau mengusirku? aku hanya baik hati ingin memasak sop untuk papamu ini, tapi kalian sudah menyalahkanku seakan-akan aku melakukan kesalahan besar" bentak Julia dengan nada keras


"Julia, tidak ada yang menyalahkanmu, tapi kenapa kau selalu saja mencari alasan untuk menyalahin orang, putra kita ingin mengantarmu pulang kau malah mengatakan dia ingin mengusirmu, apa kau ingin aku mati didepanmu kau baru bisa puas tidak buat keributan lagi.?" bentak Vic dengan kesal


"Ma, ayo kita keluar dulu" ajak Steve yang menarik lengan Julia keluar dari kamar itu


"Tidak perlu menarikku" ketus Julia dengan melepaskan pegangan putranya


"Ma, jangan bertengkar lagi dengan papa, Mama juga tahukan jika jantung papa itu sangat lemah, jika dia marah maka penyakitnya akan kambuh


"Steve, mama bukan tidak tahu jika selama ini dirimu selalu membelanya, jangan lupa kamu itu putraku, mama yang melahirkanmu"

__ADS_1


"Ma, aku bukan membela siapapun, aku hanya tidak mau karena sesuatu alasan yang tidak penting kalian harus bertengkar, kondisi papa masih lemah, apa Mama ingin melihat papa pingsan lagi?"


"Percuma bicara denganmu, kalian sama saja" ketus Julia yang melangkah pergi


__ADS_2