Cruel Love Of Gangster

Cruel Love Of Gangster
Kumpulan Black Dragon


__ADS_3

"Lepaskan kami, cepat" ketus Fannie dengan kesal


"Jangan mengatakan jika selama ini kalian berada di tangan bocah itu? lihatlah kalian yang berantakan ini sepertinya hidup kalian benar-benar berubah drastis" ujar Farlos yang merasa jijik


"Biarkan kami pergi!" ketus Mona


"Di dalam surat ini mengatakan kalian sedang hamil 2 minggu, aku penasaran anak siapa yang di dalam kandunganmu itu? apakah kalian berhubungan dengan pria lain selain aku dan dua anggota ku?" tanya Farlos dengan menghina


"Jangan sembarangan bicara, berikan kami uang untuk mengugurkan anak ini" bentak Fannie dengan kesal


"Hahahaahaha, beraninya kau meminta uang dengan ku, kau mengira dirimu berhak meminta denganku?"


"Farlos, jika bukan kau siapa lagi, semua ini karena ulah mu yang telah menghancurkan hidup kami"ketus Fannie dengan kesal


"Walau aku pernah mencicipi kalian bukan berarti kalian hamil anakku kan? bisa saja kalian jual diri kepada pria lain dan mengatakan jika anak ini adalah kepunyaan ku" jawab Farlos


"Sembarangan, kau kurang ajar" bentak Mona dengan kesal


"Kotor sekali, lihat kondisi mu sekarang mirip apa? tidak ada gunanya kau bersikap keras kepala" ujar Farlos


"Bawa mereka pergi mandi" perintah Farlos kepada anggotanya


"Baik Bos" jawab serentak anggotanya


"Karena kalian sudah hamil maka kalian bekerja di rumahku dan setelah itu aku akan menunggu kalian melahirkan dan tes DNA, jika anakku maka aku akan mengambilnya dan jika bukan maka kalian akan ku buang" ketus Farlos


"Biarkan kami pergi, kami tidak mau di sini" teriak Fannie yang di tarik oleh anggota Farlos


"Lepaskan tangan kotor kalian" ketus Mona dengan kesal


"Kalian jangan terlalu kasar, mereka sedang hamil, setelah siap mandi maka beri mereka pekerjaan" perintah Farlos


"Iya Bos" jawab mereka dengan serentak dan sambil menarik mereka pergi


"Apakah itu anakku? jika iya tentu saja aku mau" gumam Farlos


Keesokan harinya


Rumah sakit


Charles sedang menyuapi Flower yang sedang duduk di sofa, selama Flower di rumah sakit Charles dengan penuh perhatian merawatnya dan selalu menemani pujaan hatinya.


"Bagaimana rasanya, apa Flower menyukainya?" tanya Charles yang sedang duduk di samping Flower

__ADS_1


"Sangat enak buburnya. Charles, aku bisa makan sendiri" ujar Flower


"Biarkan aku yang menyuapimu, habiskan makanannya" jawab Charles dengan senyum


"Iya" jawab Flower dengan menurut


Setelah selesai makan Charles pun mengendong pujaannya ke atas ranjang, Charles yang tahu kondisi Flower dengan penuh perhatian dia selalu mengendong pujaannya itu dan tidak membiarkan gadis itu berjalan sama sekali.


"Charles, jangan mengendongku terus, aku bisa berjalan sendiri" ujar Flower yang sedang duduk bersandar di ranjang


"Untuk sekarang jangan dulu, Winz sudah pesan jangan terlalu banyak bergerak" kata Charles dengan duduk di samping Flower


"Baiklah" jawab Flower dengan menurut.


"Flower, setelah kamu sembuh kita akan pergi ke spanyol!"


"Ke spanyol?"


"Iya, di sana ada yang ingin ku selesaikan, oleh sebab itu aku ingin membawamu ke bersama!"


"Jika aku ke sana bukankah hanya menganggumu bekerja?"


"Tidak! jika aku meninggalkan mu di sini maka aku akan lebih khawatir"


"Gadis penurut" ucap Charles dengan senyum


Spanyol


Markas Black Dragon


"Kakak Stone, bos belum tiba, apa yang harus kita lakukan? pihak lawan selalu saja mencari masalah dengan kita" tanya Liza yang adalah salah satu anggota Black Dragon


"Jika mereka tidak berhenti untuk menganggu kita, maka balas saja penyerangannya" jawab Stone yang sebagai kakak tertua dari semua anggota


"Kakak, jumlah kita tidak kalah dari mereka, kenapa kita tidak melawannya saja?" tanya Ruby


"Kita tidak bisa membuat sembarangan keputusan tanpa bos di sini" jawab Liza


"Kenapa bos belum datang?" tanya Ruby


"Bos, masih ada urusan di London jadi dia akan terlambat datang" jelas Stone


"Biasa bos pasti akan langsung datang jika ada masalah, urusan apa yang begitu penting di sana?" ujar Ruby dengan nada kesal

__ADS_1


"Ruby, kau jangan lupa jika bos kita adalah salah satu bos di Red Lion, tentu saja dia tidak bisa langsung ke sini, lagi pula bos sudah perintahkan lawan saja" jelas Liza


"Kumpulkan anggota kita! bersiap-siaplah untuk menunggu mereka datang!" perintah Stone.


"Baik, segera ku sampaikan perintahnya!" jawab Liza dengan berpaling meninggalkan aula.


"Ruby, bersiap-siaplah!" ujar Stone


"Baik!" jawab Ruby yang ikuti langkah Liza.


Kumpulan Black Dragon adalah milik Charles yang dirikan tanpa sepengetahuan Brad, selama 10 tahun Black Dragon di dirikan dengan jumlah anggota yang tidak sedikit. Liza, Ruby dan beberapa wanita cantik lainnya adalah wanita yang di selamatkan oleh Charles dahulu dan kemudian mereka pun dengan setianya menjadi pengikut Charles dan tinggal di markas, wanita yang tinggal di Black Dragon telah di latih menjadi wanita tangguh, dari ilmu bela diri hingga mengunakan senjata.


London


Villa Farlos


Selama beberapa hari Coco yang dalam kondisi terikat tangannya di besi ranjang dan harus pasrah melayani Farlos setiap malam, pria hidung belang itu setiap malam melakukan hubungan intim dengannya selama beberapa jam, walau Coco berteriak dan menangis kesakitan akan tetapi Farlos tidak memperdulikannya dan melanjutkan keinginannya


"Hentikan!" teriak Coco yang sedang kesakitan


"Tidak ada yang akan menyelamatkan mu, jadi kau harus pasrah saja, hingga aku bosan maka aku melepaskan mu pergi" ujar Farlos dengan melanjutkan pergerakan kasar di bawah sana.


"Aku tidak berdendam denganmu, kenapa kau begitu tega terhadapku" tangisan Coco dengan histeris.


"Jika kau ingin menyalahkan maka salahkan saja Charles, jika bukan karena dia, maka kau tidak akan menjadi santapanku"


"Wanita dia adalah Flower bukan aku, seharusnya kau mencarinya bukan mencariku"


"Suatu saat dia pasti akan melayaniku juga" jawab Farlos yang sedang melanjutkan aksinya


"Charles, ternyata kau begitu tega padaku, kau sudah lupa dulu kau sering berkumpul dengan papa dan aku, karena sudah ada wanita bodoh itu kau telah mengabaikanku, lihat saja nanti. Flower aku tidak akan melepaskan mu" batin Coco


Setelah beberapa jam kemudian Farlos menghentikan aksinya


"Kapan kau baru akan melepaskanku?" tanya Coco dengan menangis


"Setelah aku bosan denganmu, untuk sekarang aku masih merasa puas dengan tubuhmu ini, apa kau tahu kau membuatku tergoda setiap saat masuk ke kamar ini melihat tubuhmu yang langsing dan seksi, aku tidak bisa menahan naf.su" jawab Farlos yang melilit handuk ke tubuhnya


"Kau bajing*n, jika kau bermusuhan dengannya maka cari saja wanitanya" ketus Coco dengan histeris


"Dia pasti akan menjadi sasaran ku juga, hanya menunggu waktu" ujar Farlos dengan senyum jahat


"Aarrggh...," teriakan Coco yang histeris dan sambil menangis

__ADS_1


"Aku tidak puas, karena harus di lecehkan oleh pria brengs*k ini, Flower aku juga berharap kau bisa mengalami hal yang sama," batin Coco


__ADS_2