
Dua hari kemudian.
Markas Black Dragon.
"Bos, si botak itu masih mengirim surat tantangan," kata Stone yang menerima surat dari Antonio.
"Dia sangat tidak waras, demi ingin mendapat nama masih saja ingin menantang bos," ujar Harry yang sedang berdiri di samping Charles yang menyeduh teh daun bersama Flower.
"Biarkan saja! lama-lama dia akan bosan," jawab Charles.
"Sifatnya selalu saja ingin menang dan kali ini dia pasti tidak akan putus asa," kata Cole.
"Jika dia memang sedang mengincar Stallone kenapa bukan dia saja di incar, dan malah ingin menantang bos. dia memang sangat gila," ketus Harry.
"Charles, apa dia akan mengunakan cara lain untuk memaksamu menerima tantangannya?" tanya Flower.
"Jika aku menolak maka dia tidak bisa memaksa, dia juga tidak bisa apa-apa. anggap saja dia hanya bocah yang belum dewasa," jawab Charles.
"Dan aku yakin penolakan bos ke dua kali ini dia pasti emosi," kata Harry.
Mansion Fernando
BRAK....
Hentakan meja yang di lakukan oleh Fernando yang sedang kesal karena mendapat penolakan lagi dari Charles.
"Berani sekali dia menolakku lagi," bentak Fernando.
"Bos, dia sengaja merendahkanmu. oleh karena itu dia menolak tantanganmu," jawab Antonio.
"Merendahkan ku? karena dia adalah bos gangster terkenal oleh karena itu dia menolakku. Charles Robertson, aku tidak percaya jika kau tidak akan menerima tantanganku. aku adalah Fernando tidak ada yang bisa menolak apapun yang ku mau," kata Fernando dengan tegas.
"Bos, apa yang akan kita lakukan?"
"Kirim lagi sampai dia terima! kalau dia menolaknya lagi maka jangan berhenti kirim!" perintah Fernando dengan tegas.
"Baik Bos,"jawab Antonio.
Mansion Steve.
__ADS_1
Vic yang berada di kamarnya mengeluarkan box yang dia simpan di lemari, kemudian ia pun membuka penutupnya dan mengambil cincin mata berwarna hijau dan merah.
Tidak lama kemudian Steve melangkah masuk ke dalam kamar ayahnya itu.
"Pa," sapa Steve yang sedang mengetuk pintu kamar yang dalam kondisi terbuka.
"Steve, masuklah!" sahut ayahnya yang sedang duduk di kasur.
Steve melangkah masuk menghampiri kasur yang di mana ayahnya sedang duduk di sana.
"Pa, kenapa mengeluarkan barang peninggalan nenek?"tanya Steve yang duduk di pinggir kasur dan berhadapan dengan ayahnya.
"Cincin ini adalah peninggalan kakek dan nenekmu, ini adalah cincin pernikahan mereka. dan kini papa harus menyerahkannya padamu!"jelas Vic yang memberikan sepasang cincin itu kepada Steve.
"Pa, ini adalah cincin pasangan, apakah selama ini mama belum pernah memakainya?"
"Di saat kami baru menikah papa memberikan cincin ini pada mamamu. tapi dia tidak suka dan mengatakan terlalu kuno. dia menolak untuk menerimanya. dan papa berencana menyimpannya untukmu. Steve, usia mu sudah tidak muda lagi. sudah saatnya kau mencari pasangan!"
"Pa, aku belum menemukannya," jawab Steve dengan senyum.
"Papa tidak percaya kau tidak mencintai sesiapapun. usia mu sudah tidak muda jangan menunggu lagi. adikmu juga sudah mau menikah dan kau juga harus mencari pasangan hidupmu. tidak mungkin selama hidup kau tanpa pasangan," kata Vic.
"Selama ini papa sudah sering mendengar jawabanmu ini, papa hanya ingin tahu apakah hubungan mu dan Winz hanya sebatas teman saja?"tanya Vic dengan penasaran.
"Iya, aku dan dia hanya teman, tidak lebih dan tidak kurang."
"kalian sudah lama kenal, kenapa tidak saling mencintai?"
"Mungkin karena terlalu lama kenal sehingga tidak merasakan apa-apa lagi. akan tetapi menjadi teman lebih nyaman untuk kami berdua."
"Pikiran anak muda tidak bisa di tebak, dan papa hanya berharap pernikahan mu bahagia dan jangan seperti papa dan mamamu yang ribut seumur hidup," kata Vic.
"Aku tahu, Pa. jangan khawatir denganku. aku tidak akan salah memilih. ini hanya menunggu waktu saja. jika jodohku sudah tiba maka gadis yang akan menjadi pasanganku pasti akan muncul."
"Baiklah, Steve. papa ingin kamu menghubungi pengacara!"
"Untuk apa pengacara?" tanya Steve dengan merasa heran.
"Papa ingin membagikan warisan untukmu dan adikmu," jawab Vic.
__ADS_1
"Pa, kenapa melakukan ini?"
"Steve, di usia papa yang sudah tua ini wajar jika ingin membagikan warisan kepada kalian berdua. ini akan di lakukan oleh setiap orang."
"Papa tidak pernah menjaga mu dengan baik, selama ini kau membesar di keluarga yang berantakan. papa gagal menjadi kepala keluarga karena kau harus mendengar pertengkaran papa dan mamamu selama tiga puluh tahun lebih. dan Flower juga hidup dalam ketakutan dan kesepian dari kecil. papa tidak pernah menjaganya selama ini. dan papa hanya bisa tebus dengan cara ini."
"Papa jangan khawatir dengan adik, sekarang dia sudah aman bersama dengan Charles. dia sudah bahagia dan tidak akan mendapatkan siksaan lagi," kata Steve.
"Steve, walaupun dia sudah bahagia tapi kekhawatiran sebagai orang tua masih ada," ucap Vic.
"Kenapa, Pa?"
"Suami dia bukanlah pebisnis melainkan seorang bos gangster," jawab Vic.
"Bukankah ini bagus karena tidak ada yang akan menyakitinya," kata Steve.
"Bukan itu yang papa pikirkan, tapi Charles," jawab Vic
"Kenapa dengan Charles?"
"Papa tahu Charles sangat mencintai adikmu dan melindunginya dengan ketat, hanya saja yang papa cemaskan adalah andaikan suatu saat Charles terbunuh, bagaimana dengan adikmu?" tanya Vic dengan khawatir.
"Pa, jangan pikirkan itu! aku sudah lama mengenalnya, dan sudah sering mendengar dia mengalahkan lawan- lawannya. Charles bukan gangster yang lemah. dia sangat kuat." jawab Steve dengan tertawa kecil.
"Steve, hidup di dunia gangster sangat bahaya karena memiliki banyak musuh, papa hanya khawatir jika suatu saat musuhnya datang mengincarnya, bagaimana dia ingin melawan musuhnya sambil melindungi adikmu?"
"Pa, Charles tidak pensiun dari dunia gangster, jadi dia tidak akan dalam bahaya walau ada musuh yang datang mencarinya. kumpulan yang dia miliki memiliki sejumlah anggota yang tangguh. papa jangan khawatir soal ini!"
"Papa hanya merasa harus buat persiapan untuk adikmu. kalau saja Charles meninggal maka adikmu masih bisa menjalani hidupnya dengan aset yang papa berikan padanya. dari kecil dia sudah menderita dan papa tidak ingin adikmu menderita lagi," ujar Vic.
"Lakukan saja sesuai keinginanmu! aku tetap mendukungmu, Pa. hanya saja aku meminta satu hal!"
"Meminta satu hal apa?"
"Serahkan semua aset papa untuk adik!"
"Kenapa?"
"Pa, putra mu ini sudah memiliki bisnis sendiri, sekarang aku harus mengelola bisnis papa dan uang ku sudah cukup banyak. bagaimanapun hidupku masih lebih beruntung di bandingkan adik. dari kecil aku bisa makan enak, tidur di kamar mewah dan aku juga bisa sekolah dan tidak ada yang menindas ku. setiap saat aku memikirkannya aku merasa sakit hati untuk Flower, di saat aku makan enak dia tidak makan ataupun makan makanan yang tidak layak, dan di saat aku tidur di kamar mewah dia malah tidur di ruang bawah tanah yang gelap dengan tanpa bantal dan selimut. lihatlah kehidupannya jauh berbeda denganku," kata Steve dengan mata berkaca-kaca
__ADS_1